SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
who is my mom


__ADS_3

"oya besok kalau mau kerja, harus berpakain formal, dan ingat harus rapi meskipun kalian itu hanya magang, tetap harus berpakian formal karena itu perusahaan yang besar jadi semua yang kerja di sana harus rapi".ucap chika dengan melihat gaya berpakian ika


tiba tiba sebuah chatting dari nomor yang tidak di kenal.


"dewi ku, saya sudah di mobil mau pulang ke rumah".


IKA membaca chatting itu dengan suara keras


""siapa ika" tanya sary


"tidak tau nomor baru" jawab ika


"tunggu dia bilang dewi ku, bukanya anak yang tadi bermain bersama dengan kamu itu juga memanggil kamu dewi ku dan tadi dia meminta nomor kamu" ujar sary


"Oh iya mungkin dia ,otak kamu encer juga sary" ucap ika


"sudah dari dulu kali hanya kamu aja yang nggak sadar-sadar ika .""ujar sary


"oke pangeranku, pulangnya sama bi sofi, atau sama ayah kamu?" balasan ika atas chatting aden


"with my dad" balas aden


"oke kaka juga sudah mau pulang" balas ika dengan wajah sumringah


"oke dewi ku, hati hati ya" balas aden


"kamu pintar banget ya di usia yang masih 3tahun 7 bulan sudah bisa baca dan menulis.


pasti papa dengan mama kamu yang mengajari kamu ya?" balas aden


aden membaca chatting ika dengan bingung atas kata mama lalu melihat ke ayahnya


"who is mom dad" tanya aden kepada arlo karena bingung.


"mom is grandma" jawab arlo singkat


Aden merasa jawaban ayahnya tidak cocok dengan pertanyaannya terus memikirkan apa yang di maksud kaka wangi dengan kata mama


beberapa saat kemudian.


"I know,grandma is your mom, and who is my mom ?oh my mom is mom asura right?" tanya aden


Arlo bingung mau jawab apa atas pertanyaan


aden


""of course son's" lagi lagi jawab singkat dari arlo


"biasa mama asura panggil kamu degan sebutan apa?" tanya arlo


"mom asura call me, my son" jawa aden


asisten damen yang mengemudi mobil arlo hanya membisu atas obrolan anak dan ayah

__ADS_1


"kasian tua muda kecil dari baby sama sekarang tidak tau nama mama siapa" ujar asisten damen dalam hati


"mama dan ayah saya sibuk ,jadi saya di ajari oleh guru saya, sejak saya masih 1 tahun" balasan dari aden membuat ika terheran heran.


" pintarnya" balas ika


"boleh saya sering telfon kak wangi"


"dewi ku" 2 balasan chatting dari aden


sedangkan ika bergulat dengan pikirannya sendiri.


"anak orang kaya mah apa saja bisa umur tiga tahun sudah sangat pintar, apa lagi kalau dia besar .dulu saya satu tahun belum bisa apa apa, hanya tau rewel saja ,masih anak asi, atau anak masih menyusui anak mama" pikir ika dengan senyum senyum sendiri.


dengan menaki motor nya.


aden menugu balasan chatting dari ika hingga ketiduran di pangkuan ayahnya.


ARDEN ALEXANDRE ATAU DI SAPA ADEN




ARLO ALEXANDER





ahirnya arlo sampai di depan istana mereka.


asisten damen turun, dan membukakan pintu mobil untuk arlo, yang sedang mengendong aden, dalam keadaan tertidur pulas.


sedangkan asisten damen mengambil tas dan juga sketsa wajah itu.


"AR ini sketsa wajah aden yang di buat professor lim kan" tanya damen


saat hanya berdua atau bertemu teman teman mereka, asisten damen selalu memanggil arlo dengan sebutan AR, itu sudah biasa sajak mereka masih kecil tapi di tempat umum atau di kantor selalu memanggil dengan sebutan tuan.


"ya itu sketsa yang di buat professor ,dan satu jam lagi kita akan bertemu jayden ,defis ,cris, juga derek dan orang orang yang kamu hubungi tadi, sekitar jam 9 di kondominium untuk membahas sketsa itu" jawab arlo


"kalau begitu saya kembali ke kantor dulu untuk persiapan besok meeting dengan tertua" ujar asisten damen.


"baik lah tapi jangan lewat jam 9 harus di kondominium !! " ucap arlo dengan tegas


"baik lah" jawab damen


Arlo mengendong aden memasuki istana itu. di mana istana itu terdiri dari empat kepemilikan setiap penghuni di istana itu memiliki pelayanan sendiri sendiri.termasuk arlo


selamat malam tuan"

__ADS_1


selamat malam asisten damen sambutan dari kepala pelayan di istana alexander paman Mateo atau di sapa pamteo


"selamat malam juga pamteo" jawab arlo


selamat malam juga paman sapa asisten damen kepada kepala pelayan instan itu


lalu menyerahkan tas dan juga sketsa wajah itu kepada kepala pelayan pamteo.


"paman tolong simpan di ruangan kerja Arlo" ujar asisten damen lalu berbalik dan melangkah ke bodyguard jack


"baik lah, asisten damen tidak ingin makan malam di sini" tanya pamteo .


bi sofi luna dan nana baru sampai, karena kalah kecepatan dari mobil sport arlo. mereka menaiki mobil aden dengan di supirkan salah satu bodyguard, dan atasan para bodyguard yang bernama jack membawa mobil asisten damen, dan juga keempat bodyguard menaki mobil mereka yang sudah di siapkan arlo untuk para bodyguard.


"tidak paman besok saja, saya masih ada kerjaan di kantor" jawab asisten damen lalu berbalik pergi mengambil kunci mobilnya yang di pegang bodyguard jack.


"nanti jam 9 tuan mau ke kondominium pins untuk bertemu dengan beberapa orang, untuk membahas hal penting jadi kamu atur beberapa anak buah mu ikut dengan kamu ke condo pins untuk memantau di sana sebelum tuan datang" ujar asisten damen.


"baik tuan laksanakan" ucap bodyguard jack


Arlo mengendong aden memasuki kamarnya lulu membaringkan aden dengan perlahan aga tidak membuat aden terbangun.


"sebentar lagi kamu akan memiliki keluarga yang lengkap sayang" ujar arlo dengan membelai pipi aden dengan lembut.


bi sofi yang sudah ada di depan pintu kamar Aden, tidak ingin menggangu tuannya yang sedang memanjakan mata memandang putranya, yang sudah tidur dengan nyenyak. beberapa saat kemudian arlo berdiri dari tepi tempat duduk aden, dan bebalik hedak keluar.


"tuan" sapa bi sofi


"Aden sudah tidur tapi belum makan tadi sudah minum susu ya" tanya arlo


"sudah tuan, tadi sebelum pulang aden sudah minum susu "jawab bi sofi


Arlo keluar dari kamar aden, lalu menuju kamarnya sendiri ,sesampai di kamarnya arlo membuka baju, dan masuk ke kamar mandi, untuk mandi, saat ari hangat yang menetes ke badannya, bagaikan biji hujan menetes membasahi seluruh tubuhnya memuat arlo kembali membayangkan aroma dari perempuan yang menabraknya. hidungnya seolah menampung aroma itu, hingga kini arlo masih bisa menghirup aroma tersebut.


"sial kenapa wangi dari perempuan itu masih terasa sampai sekarang.aroma dari perempuan itu membuat otakku memikirkan sesuatu yang nakal " ujar arlo


Arlo yang sudah selesai mandi dan keluar mengunakan bathrobe ( jubah mandi) lalu mengeringkan rambut setelah itu, arlo membaringkan badannya tempat tidur sejenak sebelum berangkat ke kondominium


sedangkan ika sudah sampai di rumahnya setelah mampir mengantar chika ke tempat kostnya .


Ika membuka pintu hendak masuk di sambut dengan pertanyaan mamanya membuat kaget hampir serangan jantung


"sudah makan belum tanya" Ibu melinda saat Ika membuka pintu.


"aduh ma !! buat kaget aja, untuk saya tidak ada penyakit jantung, kalau tidak mungkin ambulance datang" ujar ika yang belum menjawab pertanyaan mamanya


"sudah makan belum" tanya Ibu melinda sekali lagi


"sudah ma" jawab ika


"ya sudah kalau sudah makan mama mau tidur" ujar Ibu melinda dengan berdiri lalu berjalan menuju kamarnya


♻️♻️♻️💠💠💠🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2