
hingga tangannya mulai mengelus tulang punggung ika ciuman arlo semakin intens dan menuntut lebih dari yang dia bayangkan, hingga tangannya mulai naik dan melepaskan kaitan pelindung gunung kembar ika.
sedangkan lid*h arlo, begitu lincah di rongga mulut ika , kedua l*dah saling berbagi rasa seperti sepasang ular kobra di dalam goa gelap, yang basah dan lembab, kedua l*dah mereka saling berpangutan, semakin licah permainan arlo dalam rongga mulut ika, ika yang tidak begitu memahami permainan arlo hanya bisa ikut bermain karena terbawah suasana rangsang dari arlo.
hidung ika dan arlo saling berbagi udara , sedangkan bibir saling memberi kenikmatan yang di dambakan untuk di puaskan, lidah saling berbagi rasa yang tidak pernah mereka rasakan, ika dan arlo tidak peduli di mana tempat mereka berada .
kemarahan arlo berubah menjadi gairah terhadap ika, hingga tidak peduli lagi apa yang akan terjadi, ciuman mereka sudah lebih intens dari sebelumnya.
arlo kembali mencium ika dan tangannya mulai naik ke arah gunung kembar ika , namun dengan pelahan lahan memberi irama di setiap jalan menuju gunung kembar ika.
ika yang mulai rasa geli sekaligus keenakan oleh permainkan tangan arlo, di bawah gunung kembarnya, membuat ika men*es** dengan mencengkeram rambut arlo, berharap arlo berbuat yang lebih pada kedua gunung kembarnya ,
"Baby, please forgive me." bisikan arlo di telinga ika, seolah meminta maaf karna sudah lancang mengentuh ika , bisikan arlo membuat ika merona, karena hembusan nafas arlo, yang begitu hangat di telinganya, ika hanya bisa menganggukan kepala. saat tangan arlo mulai merampas gunungnya , ika yang berada di pangkuan arlo, memberi arlo kemudahan dengan bisa menyentuh kedua kembar ika tanpa kesulitan .
Arlo mulai mer*mas gunung kembar ika dengan pelahan membuat ika menggeliat di pangkuan arlo, bibir arlo mulai turun ke leher ika.dengan menepikan rambut yang menutupi lehernya. arlo meniup leher ika sekaligus mencium dan mengisap leher ika, bak lintah , hingga meninggalkan bekas di setiap kecupan arlo , ika yang merasakan udara hangat di lehernya hanya bisa memejamkan matanya dan menikmati sensasi yang membuat seluruh badannya bergetar , arlo mulai memutar badan ika higga membelakangi arlo dengan posisi sedikit mering agar arlo dapat mencium b*bir ika.
sedangkan tangan arlo, mulai menyetuh hingga mendekati titik sensitif gunung kembar ika. Arlo kembali mencium ika dan jarinya berada pas tengah gunung kembar ika yang paling sensitif, jari arlo hanya menyentuh ringan di titik sensitif itu, dan langsung membuat ika me*d*s*h sekaligus bak di sambar petir, hingga langsung menjauhkan dirinya dari arlo, hal itu membuat arlo menatap kosong ke belakang ika.
"apa yang kamu lakukan pada saya" ujar ika menundukkan kepala dengan kedua tangan menutupi wajahnya. sedangkan arlo mengatur pernapasannya, yang kacau balau karena gairah yang di tahan membuat kepala berdengung, karena tidak bisa menuntaskan hasratnya terhadap ika.
__ADS_1
"kita melakukan dengan suka sama suka , saya tidak akan mengambil sesuatu yang tidak di ijinkan pemiliknya. " kata arlo santai, dengan tangan perlahan lahan memperbaiki baju ika yang berantakan, arlo mengaitkan kembali penutup gunung kembar ika, seolah tidak terjadi apa apa ,
"suka sama suka otak mu , kamu itu calon kaka ipar saya ! apa yang akan di katakan ka inna jika dia tau calon tunangannya mencium adik kandungnya sendiri ? " ujar ika dengan berpidah ke samping tempat duduk.
"sejujurnya, saya sama sekali tidak ada perasaan terhadap kaka kamu ! " ucap arlo membuat ika kaget, dengan menoleh ke arah arlo dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang di dengar telinganya.
" apa ! kamu tidak suka dengan kaka saya ? tapi kenapa mau menjadikannya tunangan kamu ! sejak kapan kamu kenal kaka saya ? hingga ingin menjadi dia tunangan kamu ? " ucap ika mulai berapi api karena marah , kemarahan ika membuatnya lupa dengan segala yang terjadi antara dia dan arlo.
"saya hanya memperkenalkan ke keluarga sebagai tunangan saya , memang, saya dan kaka kamu tinggal bersama , dan saya ingin menjadikan dia sebagai mamanya arden. " ucapan arlo santai sedangkan ika penuh emosi.
"sejak kapan kamu kenal kaka saya ? " ujar ika menatap arlo.
"sebelumnya saya tidak kenal kaka kamu , dan juga belum pernah bertemu , pertemuan pertama, saat saya pergi ke tempat kerjanya. dan membawa dia ke keluarga saya sebagai tunangan saya, hanya itu " ujar arlo membuat ika lagi lagi tidak menyangka dan tidak percaya orang sehebat arlo alexander bisa membawa orang ke rumahnya tampa menyenal dan langsung menjadikan orang itu sebagai tunangan.
" ya, semua yang kamu katakan benar , tapi saya ada alasannya, kenapa ingin menjadi kaka kamu sebagai mama anak saya , saya belum bisa mengatakannya sekarang, ke kaka kamu , mungkin suatu saat, kalau dia sudah bisa dekat dan akrab dengan arden " ujar arlo dengan saling menatap , ika dapat melihat dari mata arlo mencerminkan kebenaran di matanya.
"kenapa saya harus percaya dengan omongan kamu , lalu kenapa kamu mencium saya? apa karena alasan rindu dengan mamanya arden karena itu mencium saya. " tanya ika kepada arlo berharap di jawab.
"bukan, saya juga tidak tau kenapa ? tapi setiap mencium aroma kamu yang begitu wangi membuat saya , entah lah " ujar arlo dengan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"tolong jangan permainankan perasaan kaka saya ! terus kenapa kamu tidak membiarkan arden dengan mamanya " ucap ika dengan mengalihkan pandangannya ke luar.
arlo yang mendengar pertanyaan ika hanya diam tidak membalas.membuat ika kesal, arlo dapat melihat wajah kesal ika dari kaca spion mobilnya, arlo tidak suka dengan raut wajah kesal ika, dan tangannya menyentuh bahu ika lalu memutar badannya agar berhadapan.
"jangan bermuka kesal ke gitu, persis tikus tanah, baik lah mamanya arden hanya ingin punya anak, tapi dia juga tidak perlu menjaga arden, karena arden adalah darah daging saya , jadi saya yang menjaga dia." perkataan arlo membuat ika bingung.
"maksudnya apa coba istrinya menginginkan anak tapi tidak perlu merawat anak sendiri, dan karena arden adalah darah daging arlo, jadi arlo yang menjaga ? memangnya arden bukan darah daging istrinya kah? hmm membingungkan !! " pikir ika dalam hati, yang tidak mengerti dengan ucap arlo.
sedangkan asisten damen menghubungi arlo bekali kali tapi tidak tersambung,
"aduh ! ini dua orang kemana ? ika yang di suruh antar proposal malah belum balik , kata tuan rayhan nugroho , mereka sudah menyelesaikan masalah proposal dan , ceo sudah pulang, tapi sudah lebih lima belas menit dia belum sampai !! apa ika dan ceo sudah makan siang ? kalau ia kenapa handphone arlo tidak bisa di hubungi ? " pikir asisten damen dengan mandar mandir di ruangan alo, menugu kepulangan arlo untuk makan siang bersama jose grayson.
"terus siapa nama istri kamu ? dan dia tingal di mana? lalu alasan kamu menjadikan kaka saya mamanya arden ? " pertanyaan ika bertubi tubi membuat arlo yang bisa tersenyum datar menangapi pertanyaan ika.
"ayo kembali ke kantor !! " ucap arlo mengabaikan pertanyaan ika, lalu melajukan mobil keluar dari parkiran hotel itu.
"hy saya sedang bertanya, kenapa tidak jawab . " ujar ika tiba tiba terdengar bunyi telfonnya tandanya telfon masuk
ππππππππππππππ
__ADS_1
πtrimakasih sudah membacaπ
β»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈβ»οΈ