SAYA MAMANYA ANAK KAMU

SAYA MAMANYA ANAK KAMU
I LOVE YOU


__ADS_3

"ohh, ini kamu hanya perlu melihat yang tahun ini dan tahun lalu, lihat dan diperbandingkan saja popularitas perusahaan tahun lalu dan tahun berapa peningkatan tahun ini, dan bandingkan dengan tahun lalu, ini semua ceo yang suruh pihak penyimpanan dokumen untuk mengantarkan buat kamu kerjakan semasa ceo berada di luar kota . " ujar anna ika yang mendengarkan penjelasan anna jadi bersemangat, karena biasanya orlo hanya memberikan kerjaan yang ringan ringkas saja ,untuk dia kerjakan.


"oh jadi ceo sudah pergi ke luar kota ya ? baiklah ka, saya kembali untuk mulai kerjaan saya." ujar ika kembali ke ruangan arlo.


"hmmm ternyata sudah pergi ! saya pikir dia pergi makan siang " ujar ika dalam hati dan mulai dengan kerjaannya.


hari hari di lalui ika dengan kerja sendiri di ruangan arlo kadang kadang di ganggu beberapa artis yang ingin bertemu arlo, hal itu selalu membuat ika kesal, kadang dia kesal dengan melampiaskan amarahnya ke pada arlo. arlo sering tertawa waktu meeting di luar kota, karna melihat tingkah laku ika yang membuatnya gemas dan mulai merindukan ika, asisten damen yang sering melihat arlo memantau ika, membuat heran dan ingin memberikan kejutan.


keesokan harinya arlo yang selalu melihat ika di layar handphonenya, tapi pagi ini tidak nampak sosok ika di ruangan nya, seharian arlo tidak bisa fokus, dia terus memikirkan ika, arlo mulai gila kerja dari pagi sampai malam bahkan tidak tidur hanya untuk menyelesaikan kerjaannya, asisten damen hanya bisa pasrah tapi senang karena dia berhasil membuat arlo jadi gila kerja, hari ke empat di luar kota membuat arlo ingin cepat pulang sekitar jam tiga sore arlo berpamitan membuat semua bingung, tapi tuan besar Davit Alexander membiarkan karna arlo sudah menyelesaikan hal yang paling susah, asisten damen memberikan alasan pada semua staf yang ikut dengan alasan ada masalah di ar entertaimen.


ika setiap sore ika ke ruangan arlo, hanya untuk menyimpan dokumen yang di kerjaka nya. saat hendak keluar , tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang membuatnya kaget hingga menjerit ketakutan.


"aaaaaaa......,hantu." teriak ika hendak membuka pintu, tapi tangannya di cegah oleh orang yang memeluknya,dan langsung membalikkan badan ika hingga keduanya saling berhadapan, ika takut hingga menutup mata sekuat mungkin, ika merasakan bibirnya di kecup dengan ringan.


kenapa rasanya seperti di cium anjing mesum, tapi dia akan kembali dua hari lagi. " pikir ika.


"I really miss you." suara itu terdengar familiar di telinga ika,perlahan lahan membuka mata ternyata dia tidak salah berpikir karena orang yang memeluknya adalah arlo.


"bukan kamu di luar kota kenapa bi " ika belum selesai bicara arlo langsung menciumnya tanpa meminta ijin karena dari kemarin tidak melihat wajah ika.

__ADS_1


arlo mencium ika tanpa jeda membuat ika susah bernafas, ika berusaha untuk mendorongnya tapi arlo memeluknya dengan erat, ciuman arlo seperti orang kelaparan, dengan rakusnya arlo mengecup seluruh wajah ika, perlahan lahan menuju telinga ika, "I love you" bisikan arlo di telinga ika, membuat ika yang mendengar ucapan arlo kaget dengan mematung, dengan berhenti bernafas dalam pelukan arlo, arlo kembali mencium ika dengan lembut seolah membagi udara ke paru paru ika, perlahan ika bergerak dan langsung mendorong arlo, arlo melonggarkan pelukannya den menatap ika,


"apa yang kamu katakan tadi ? jangan main main ! " tanya ika dengan raut wajah kebingungan.


"apa saya salah dengar kah...?" pikir ika dengan terus memandang arlo.


"tadi saya bilang..: I love you : , saya tidak ada waktu untuk main main, saya bukan anak kecil." ujar arlo dengan menatap ika seoal akan memakannya.


"bagaimana bisa ? kamu baru kenal saya satu minggu lebih, dan sekarang kamu bilang suka sama saya ?"


"dengar tikus jelek, saya belum pernah menyatakan pada seseorang seperti yang saya katakan pada kamu, bahkan mamanya arden, belum pernah, saya tidak pernah merasa se kacau ini sebelumnya, dulu saya selalu berpikir menyukai seseorang itu, harus yang memiliki kesamaan dalam banyak hal, seperti saya dan mamanya arden, kami memiliki hobi dan keinginan yang hampir sama, jadi saat bersamanya saya merasa seperti diri sendiri, tidak perlu bertanya, tentang apa yang dia inginkan, karena kami berdua sama sama menginginkan hal yang sama, tapi dengan kamu sangat berbeda, saya bahkan tidak tau apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu suka, hal seperti apa harap kamu, semua itu saya tidak tau, semakin saya tidak tau, semakin membuat saya penasaran, dan ingatan tau banyak hal tentang mu, kamu selalu membuat saya kesal, marah, dan penasaran, dan semua itu saya rasakan bersamaan membuat hati dengan pikiran saya kacau, tapi saat di dekat kamu, saya merasakan perasaan yang familiar dan mendebarkan, kamu sama asura itu berbeda jauh, saya tidak pernah penasaran dengan asura, tapi berbeda dengan kamu." ujar arlo dengan kedua tangan di pipi ika, ika yang hanya mendengar kata kata arlo dengan hati dug dag dig.


"apa apa nih, turunkan saya ! saya belum menerima ucapan kamu, tapi main gendong orang seenak jidat mu, turunkan saya." ujar ika dengan meronta dalam gendong arlo.


"boleh saya minta sesuatu ? " ucap arlo membuat ika spontan melepaskan rangkulanya dangan silangkan kedua tangan di dadanya,hal itu membuatnya kurang keseimbangan dengan kepala mendongak ke belakang, karena dalam posisi gendongan depan dengan kedua kakinya melingkar di pinggang arlo.


"tenang saja saya tidak akan melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan, saya akan menugu, hingga kamu bisa menerima saya, yang ingin saya minta adalah , boleh kah kamu menemani saya tidur ? saya ngantuk banget dari kemarin pagi kerja hingga malam, malam hingga sore ini, belum istirahat." ujar arlo membuat ika ibah dengan mengelus rambut arlo, lalu menganggukan kepala menyetujui permintaan arlo.


"arlo membawa ika ke kamar di ruangan kerjanya lalu membaringkan ika dengan perlahan dengan senyum puas karena ika tidak menolak , setelah membaringkan ika, arlo pergi ganti baju dan langsung merebahkan diri di samping ika lalu meraih ika dalam pelukannya, arlo yang sangat ngantuk dalam sekejap sudah tertidur dengan memeluk ika dengan erat, beberapa menit kemudian, ika masi belum bisa memejamkan matanya, lalu perlahan lahan ika pun ikut tertidur.

__ADS_1


satu jam kemudian arlo sadar dan lalu ke toilet untuk kencing setelah kembali arlo melihat ika yang sudah tertidur.


"apa kamu rindu sama saya..? atau tidak,saya tidak peduli, karena setelah mengakui perasaan saya ke kamu, saya merasa ringan." ujar arlo dengan memainkan hidung ika.


sedangkan di luar anna cemas karena ika sudah lama di ruangan arlo tapi belum keluar juga, karena sebentar lagi waktunya pulang kerja, tapi ika belum kembali.


"kenapa lama banget , apa yang di lakukan ika di dalam, saya harus ke dalam untuk melihat apa yang dia lakukan hingga lama. " ujar anna dengan bangkit hendak ke ruang ceonya , tapi di hentikan oleh asisten damen.


" jangan ke sana biar kan, nanti dia juga akan keluar dengan sendirinya pas jam pulang." ujar asisten damen membuat anna kaget seperti ika, karena asisten damen baru pulang.


"sejak kapan tuan pulang? bukannya dua hari lagi baru pulang ...." tanya anna kepada asisten damen dengan bersemangat.


"ya, karna ceo kamu itu tidak betah berlama lama di sana , jadi kami berdua kembali." ujar asisten damen dengan pergi ke ruangannya


.πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


☘trimakasih sudah membaca ☘


πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰πŸ‰

__ADS_1


__ADS_2