School Fiance Feeling

School Fiance Feeling
Go Together


__ADS_3

Happy Reading~


!:sorry'bouttypo~ teehee~


🖌Go Together


“Pagi semua,” sapa Lydya dengan menguap di akhir kalimatnya.


Lydya duduk disebelah Leon yang tengah asyik menyantap sarapannya dengan pandangannya yang fokus pada layar ponsel nya. Sudah menjadi pemandangan yang biasa jika Leon akan menyantap sarapannya ditemani ponsel di tangannya.


“Lydya, kamu ini sudah besar, masih saja seperti ini. Sebentar lagi kan…,”


“Ibu! Stop!”


Zyta mencegah Nirmala melanjutkan kalimatnya dan Nirmala pun tersadar akan kalimat yang hampir saja diucapkannya. Lydya menatap mami dan neneknya curiga tetapi dia tak ambil pusing, biarkanlah terserah mereka tetapi berbeda dengan Gio yang sadar akan apa yang akan diucapkan nenek Lydya. Tentang pernikahan mereka. Itu sudah pasti dan Gio sudah menebaknya.


“Aku berangkat dulu,” ucap Ray menyelesaikan sarapannya dan berdiri dari duduknya.


“Mau ke mana?” tanya Nirmala saat Ray mencium pipinya.


Cucunya ini memang suka sekali bersikap manis kepadanya.


“Ada kumpul dengan teman-teman lama ku,”


“Lalu bagaimana dengan adik-adikmu? Siapa yang mengantar mereka?” tanya Zyta memegang tangan Ray mencegah putra pergi.


“Bukankah ada sepeda motor?”


“Tapi kan, ada Gio di sini,”


Ray tersenyum pada Zyta dan Zyta langsung paham maksud dari senyuman putranya itu begitupun dengan Gio yang juga memahami senyuman kakak tertua Lydya hanya Lydya yang tak memahami maksud dari senyuman Ray dan Leon yang tak memperdulikan sekitarnya.


“Aku berangkat,” ujar Leon berpamitan pada semua keluarga.


“Tunggu,” ujar Lydya.


“Maaf, saudaraku. Hari ini, kita tidak bisa berangkat bersama. Aku berangkat dengan temanku. Bye!” ujar Leon memberikan hormat pada Lydya dan pergi begitu saja.


‘Sialan mereka semua!!!’ umpat Lydya pada kedua saudaranya.


🖌🖌🖌🖌🖌


“Jadi, apa kau bisa menyetir sepeda?” ujar Lydya melirik Gio tak yakin.


“Apa kau meremehkan ku?” tanya Gio merasa diremehkan oleh tatapan Lydya padanya.


Lydya mengedikkan bahunya, “Entah. Aku hanya bertanya sebelum terjadi kejadian yang tak diinginkan,” ujar Lydya duduk di kursi penumpang dan Gio yang menyetir.


Sepeda motor Lydya pun melaju dengan Gio yang mengendalikan.


🖌🖌🖌🖌🖌


Mereka akhirnya sampai di sekolah dengan selamat dan hampir saja terlambat. Lydya turun dari sepedanya dengan kaki gemetar. Cara Gio mengendarai sepeda motor benar-benar memacu adrenalin.

__ADS_1


“Ap.. apa kau pengendara ugal-ugalan?!!”


“Tidak,”


Gio singkat sambil melepas helm dari kepalanya dan sedikit merapikan rambutnya di kaca spion.


“Dasar ugal-ugalan,” cibir Lydya pada Gio yang menatapnya sinis dari kaca spion.


“Salahkan saja motor mu yang lamban seperti siput,” ujar Gio menunjuk-tunjuk motor Lydya yang memang susah kalau diajak untuk mengembut.


“Tetapi bukan berarti kau harus memaksanya seperti itu. Dasar sialan!!”


Lydya memukul lengan Gio kencang dan meninggalkan laki-laki itu ditempat parkir.


Gio menatap punggung Lydya yang mulai menjauh dengan kesal. Dia memukul-mukul udara seolah-olah tengah memukul Lydya. Saat mencapai belokan, Lydya menghentikan langkahnya dan menatap Gio sedangkan Gio langsung menghentikan aksinya dan berpura-pura mengaca.


Lydya memicingkan matanya curiga pada Gio yang terus mencuri pandang ke arahnya seolah menunggunya untuk segera pergi. Lydya mengangkat tangannya dan mengacungkan jari tengahnya saat Gio melihat ke arahnya.


Gio membuka mulutnya lebar tak percaya akan apa yang dilihatnya. Bagus sekali perempuan itu, baru saja mereka dua hari mengenal, Lydya sudah berani mengacungkan jari tengah padanya. Awas, lihat saja pembalasan darinya.


Selama perjalanan menuju kelasnya, mulut Lydya tiada hentinya menggerutu. Lydya rasanya dirinya terus saja menggerutu sejak dua hari yang lalu. Hari di mana dia pertama kali bertemu dengan Gio secara pribadi.


Tidak bisa dibilang pribadi juga karena di sana kedua orangtua nya dan kedua orangtua laki-laki itu turut ambil bagian dua hari lalu kecuali hari di mana Gio menginap dan kelihatannya laki-laki ini akan menginap lebih lama.


Lydya sangat hafal dengan sifat mami nya. Jika mami nya tengah menyukai sesuatu maka dia tidak akan melepaskan sampai dia bosan dengan sendirinya dan parahnya rasa bosan itu datang tak menentu. Bisa lebih cepat atau bisa lebih lambat.


Lydya berjongkok dibelokkan tangga yang mengacak rambutnya kesal. dia tidak mempedulikan tatapan orang-orang karena pikirannya tengah penuh saat ini ditambah lagi dia juga sedang kesal hari ini.


“Lily?”


“Hera~” ucap Lydya berdiri dan merentangkan kedua tangannya.


Hera yang paham maksud Lydya segera memeluk sahabatnya itu.


“Ada apa?”


“Aku sedang kesal!”


“Karena...?”


“Banyak,”


Jawaban ambigu Lydya membuat Hera berpikir keras. Apalagi yang mengganggu pikiran sahabatnya ini hingga dia mengatakan kata ‘banyak’ setiap kali sahabatnya ini menjawab apa yang tengah dirasakannya.


“Sudah. Sudah. Nanti cerita lagi. Bel sudah berbunyi. Waktunya pelajaran,” ujar Hera mengelus punggung Lydya dan Lydya menganggukkan kepalanya.


Baru saja Lydya akan melangkah, tiba-tiba saja ada yang menubruknya. Lydya yang memang sedang kesal jadi terpancing emosi dan Hera yang menyadarinya mencoba untuk menenangkan Lydya.


“Oh, maaf!” ujar orang itu tersenyum sinis pada Lydya.


Sudut bibir Lydya berkedut dan hampir saja dia meneriaki orang yang baru saja menubruknya dan meminta maaf dengan tidak tulus. Kalau bukan karena perjanjian mereka selama di perjalanan maka Lydya tidak akan tinggal diam.


Entah bagaimana nasib laki-laki itu ditangan Lydya yang dalam model kesal.

__ADS_1


“Sudah, ayo masuk,” ajak Hera.


Lydya mengangguk dan mereka berjalan bersama memasuki kelas.


>>>


Selama di perjalanan menuju sekolah Gio terus saja mengomel dan mengomentari sepeda motor Lydya yang berjalan dengan lamban dan berbanding terbalik dengan sepeda motor yang biasa Gio pakai.


“Sumpah. Motor ini sudah tak layak pakai. Masih saja digunakan,”


Lydya memukul lengan Gio yang mengejek sepeda motor kesayangannya. Dia tidak terima Gio menghina sepeda motornya.


“Enak aja. Gini-gini beli nya butuh usaha,” jawab Lydya tak terima.


“Terserah,”


Setelahnya tidak ada satu pun di antara mereka yang saling berbicara. Gio sedikit kesal saat beberapa kendaraan menyalip nya dengan kecepatan tinggi sedangkan kendaraan yang ditumpanginya mencapai kecepatan rata-rata saja masih terasa lamban.


“Hei!” panggil Gio acuh


Karena rasa kesalnya pada sepeda motor yang ditumpanginya hingga membuatnya juga ikut kesal pada pemiliknya.


“Maaf, saya punya nama,” jawab Lydya ketus.


“Iya. Iya. Terserah, ada yang ingin kukatakan,”


“Silakan,” jawab Lydya mempersilahkan.


“Selama di sekolah nanti, jangan sampai ada yang tau kalau kita saling kenal,”


Lydya menatap punggung laki-laki di depannya tak percaya. Bagaimana mungkin mereka tak saling kenal padahal mereka satu kelas? Bukankah ini aneh saat mereka teman sekelas tetapi tidak saling mengenal?


“Aneh,” jawab Lydya lirih.


Gio yang mendengarnya, entah mengapa memahami apa yang Lydya pikirkan. Mungkin karena dua hari ini dia bersama dengan Lydya terus sehingga sifat mudah menebak Lydya tertular kepadanya.


“Bukan gitu maksudnya. Kau kan tau, aku memiliki pacar di sekolah dan kalau dia sampai tau kita saling kenal bahkan sudah tinggal bersama. Yaahhh, kau tau lah apa maksudku,”


Lydya yang memahami maksud Gio hanya berdeham mengiakan. Terserahlah apa keinginan laki-laki ini, tidak ada gunanya juga untuk Lydya, lagipula itu bukan urusan Lydya.


“Sudah tinggal bersama? Seperti kita sudah menikah saja,”


Tubuh Gio menegang mendengar ucapan Lydya. Dirinya tak habis pikir, apakah Lydya masih tidak menyadari maksud dari para orangtua mereka atau sebenarnya Lydya ini adalah orang yang polos hanya ucapannya saja yang pedas.


“MY LORD!!!!! Kita telat!! Ngebut! Oii! Ngebut!”


Gio yang setengah tersadar langsung menancapkan gas tetapi tetap saja motor Lydya berjalan dengan kecepatan rata-rata dan terkadang tiba-tiba menjadi pelan sendiri sehingga harus terus dipaksa.


Seperti itulah kata ‘ugal-ugalan’ yang Lydya sematkan untuk Gio.


🖌🖌🖌TBC🖌🖌🖌


thank you, next

__ADS_1


see ya ~(~ ̄▽ ̄)~~


__ADS_2