School Fiance Feeling

School Fiance Feeling
Tired


__ADS_3

Second chapter for this day~


Happy Reading~


!:sorry'bouttypo~ teehee~


🖌Tired


“Oba-chan, kau bisa tinggal di sini. Kamarmu berhadapan dengan kamarku tetapi jangan pernah sekali-kali menyelinap masuk ke kamarku atau aku akan memanggil oji-chan untuk membawamu pulang,” ucap Lydya memperingati.


Fuyumi menganggukkan kepalanya patuh. Walau dia tak sekamar dengan keponakannya tidak menjadi masalah selama dia masih berada dekat dengan keponakannya ini. Lydya yang berdiri didepan kamar bibinya hanya menggeleng heran.


“Istirahatlah,” ucap Lydya menutup pintu kamar bibinya dengan perlahan.


Fuyumi menganggukkan kepalanya sekali lagi dengan patuh. Dia merasa senang bisa ada di dekat keponakan tersayang nya. Di dalam kamar Fuyumi berguling-guling kegirangan. Sekali lagi, dia merasa sangat senang bisa dekat dengan Lydya.


“Lily kecil ku sayang,” ucap Fuyumi senang.


Dikeluarkannya kalung kecil dari balik bajunya. Kalung berbentuk burung origami yang keponakannya itu hadiahkan padanya ketika Lydya sudah mulai sembuh dari sakitnya ketika dirinya berulang tahun. Senyum lebar yang Lydya perlihatkan kepadanya ketika memberikan kalung ini secara langsung tanpa membungkusnya dengan rapi selalu dia ingat dengan jelas.



Jika saja, dia lebih sering bermain dan menemani keponakannya itu pasti kejadian mengerikan itu tidak akan pernah terjadi. Dia sangat menyesal tidak dekat dengan Lydya yang masih kecil dan sibuk dengan dunianya sendiri. Dia hanya bisa menangis ketika Lydya memberikan kalung ini. Dia sangat menyesal tidak berada di sekitar Lydya kala itu.


Dia sangat malu karena membiarkan keponakan mengalami kejadian yang tak diinginkan di rumahnya. Lydya yang masih asing dengan rumah besar malah tidak mendapat perlindungan secara penuh. Jika dia tahu kejadian itu akan terjadi maka dia akan menempatkan para pelayan untuk menjaga keponakannya sepenuhnya selama 24 jam.


“Lydya,” gumam Fuyumi menggenggam erat kalung tersebut.


🖌🖌🖌🖌🖌


Fuyumi yang merasa bosan berada di kamar memilih untuk keluar dan berjalan-jalan sebentar. Lagipula, keponakannya saat ini pasti sedang tidak ada di kamarnya jadi tidak ada yang bisa diajaknya bermain. Meski ada Leon sekalipun, dia malas bermain dengan keponakan laki-lakinya itu.


Tidak jauh dari rumah terdapat taman yang jarang dimasuki orang dan hanya dimasuki dua minggu sekali oleh para pekerja untuk membersihkannya. Lydya lah yang meminta para pekerja untuk membersihkannya dua minggu sekali hingga banyak sampah daun yang berserakan.

__ADS_1



Fuyumi melewati jalan setapak yang terbuat dari batu. Walau dibersihkan setiap dua minggu sekali, semua tanaman yang ada di taman ini terawat dengan baik. Dia ingat dulu tempat ini hanya hutan biasa tetapi sejak Lydya diberi kesempatan untuk mengurus penginapan. Hutan itu berubah menjadi taman yang indah.



Hawa dingin malam yang menusuk kulit tak mengganggunya untuk berjalan-jalan sebentar. Sebenarnya sudah lama sekali dia tidak pernah ke penginapan, dia hanya menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya sebagai artis hingga dia tak pernah berkunjung dan ini pertama kalinya dia kemari setelah 5 tahun berlalu.


Terakhir kali dia datang saat taman ini baru saja selesai dikerjakan. Pertama dan terakhir kalinya dia datang kemari sebelum menyibukkan dirinya.


Langkah Fuyumi terhenti ketika dia mendengar suara orang berbincang dan tertawa. Ingatnya tidak akan ada yang boleh memasuki taman kecuali anggota keluarga. Jadi, siapa yang dengan berani menginjakkan kakinya ke taman ini.


Langkahnya terus berjalan mendekati sumber suara. Dari balik pohon bonsai, Fuyumi menajamkan matanya mengamati laki-laki dan perempuan yang sedang bercengkrama di bangku taman. Siapa mereka? Mengapa mereka bisa masuk kemari? Dan siapa yang memberikan izin pada mereka untuk memasuki taman ini?



Fuyumi tidak bisa melihat si perempuan karena duduk membelakangi nya hingga perempuan itu menggeser badannya karena tertawa dan memperlihatkan si laki-laki. Mata Fuyumi melebar ketika dia mengetahui siapa laki-laki itu.


Apa perempuan itu kekasihnya? Atau laki-laki ini berniat selingkuh? Batin Fuyumi.


Mereka terus berbincang dan tak menyadari kalau ada orang lain yang memperhatikan mereka. Fuyumi menyipitkan matanya tak suka ketika perempuan itu meletakkan tangannya di pipi Gio. Fuyumi merasa curiga kalau dua orang di hadapannya ini sedang menjalin hubungan.


Dirinya semakin kesal dan tak suka mengingat kalau keberadaan dua orang ini sudah sembarangan menerobos masuk ke taman tanpa izin. Jelas-jelas didepan pagar sudah dipasang papan dilarang masuk dalam dua bahasa. Bahasa Jepang dan bahasa Inggris, apa mereka buta hingga tidak dapat membacanya?


Fuyumi tidak bisa membiarkan mereka berlama-lama di sini dan harus segera menyuruh keduanya pergi juga memperingatkan mereka untuk tidak masuk sembarangan lagi ke dalam taman jika tidak mereka akan datang kemari lagi.


Manusia memang seperti itu. Sudah tahu tidak boleh bahkan sudah diperingatkan tetapi tetap saja dilakukan lagi dan lagi. Sekali, dua kali, bahkan beberapa kali pun tidak akan cukup. Entah harus dengan cara apa agar dapat didengarkan.


“Sumimasen, kurasa kalian tidak bisa berada di sini?” ucap Fuyumi keluar dari persembunyiannya.


Dua orang itu menghentikan percakapan mereka dan menoleh pada Fuyumi, kaget. Walau dia sering berbicara dengan bahasa Jepang tidak seperti kakaknya bukan berarti dia tidak bisa berbicara dengan bahasa yang sama dengan keponakannya.


“Akh! Benarkah? Maafkan kami. Kami tidak tahu,”

__ADS_1


Gio segera berdiri dari duduknya dan membungkuk meminta maaf. Dia sungguh terkejut mendapati bibi Lydya memergoki nya dan Linda sedang bersama. Dia berdoa dalam hati semoga bibi Lydya ini tidak memberi tahu Lydya.


Pandangan Fuyumi jatuh pada perempuan yang bersama tunangan Lydya, dia terlihat tak suka bahkan dia tidak menunjukkan sikap yang baik. Perempuan itu bersedekap dan menyilangkan kakinya. Dasar tidak punya sopan santun. Sungguh sikap yang sombong, batin Fuyumi.


“Apa kalian memiliki gangguan penglihatan hingga tidak bisa melihat papan di pintu?” ucap Fuyumi sarkastis.


Gio terlihat gugup dan melirik kekasihnya -Linda- yang bersikap acuh tak acuh. Dia melihat papan itu tetapi karena Linda memaksanya untuk masuk jadi mau tak mau dia harus menuruti kekasihnya. Dia berniat segera memberi tahu Lydya sekembalinya dari taman ini. Fuyumi menyadari tatapan Gio pada kekasihnya itu.


“Oh! Apa wanita mu yang memaksa masuk? Ternyata dia yang memiliki gangguan,” ucap Fuyumi tersenyum miring menatap Linda rendah.


“Emmm.. nona..,” ucap Gio merasa tak senang bibi Lydya mengejek kekasihnya.


Linda berdiri dari duduknya dan memandang Fuyumi tak senang. Fuyumi hanya menatap perempuan yang mulai sekarang masuk dalam jajaran orang yang tak suka nya itu dengan datar dan tenang. Menghadapi perempuan-perempuan seperti perempuan di depannya ini harus dengan pikiran yang tenang.


“Hei, kau! Seharusnya kau menjaga ucapanmu. Kasar sekali menjadi wanita,”


“Hmm... Menjaga ucapan ku? Aku tidak perlu menjaga ucapan ku untuk orang tidak tahu aturan seperti mu. Kau hanya orang bawah,” ucap Fuyumi tersenyum sinis membuat Linda berdecak tak senang.


Fuyumi rasa dia menemukan orang yang tepat untuk diganggunya. Dia akan mengingat wajah itu. Jika dia datang mengunjungi keponakannya nanti. Dia bisa mencari tahu tentang perempuan ini dan mengganggu nya tetapi dia merasa sedikit khawatir jika keponakannya akan tahu hal ini.


“Sombong sek...,”


“Bukankah kau yang bersikap sombong. Tidak menunjukkan sopan santun dan menyilangkan kakimu tanpa rasa bersalah. Siapa yang kau panggil sombong. Kau hanya satu di antara orang rendahan yang tak tahu aturan,” sela Fuyumi cepat.


Linda semakin merasa tak senang dan tak terima. Dia bersiap akan melayangkan tangannya pada Fuyumi tetapi tertahan. Linda melihat siapa yang menahannya. Ternyata dia adalah Lydya. Pandangan mata Lydya begitu dingin dan tajam membuatnya sedikit ketakutan.


“Sebaiknya jangan membuat masalah di sini. Kau memang tamu penting tetapi bukan berarti aku tidak bisa melakukan apapun padamu,” ucap Lydya tak senang.


🖌🖌🖌TBC🖌🖌🖌


(||●'◡'●))) pic-nya terlalu banyak tp aq syukkkiiiii ヽ(*≧ω≦)ノ


See ya two days again(≧∇≦)/

__ADS_1


__ADS_2