School Fiance Feeling

School Fiance Feeling
Girlfriend?


__ADS_3

Hai!! Hai!! Hai!!


Happy Reading~ neee~


!:sorry'bouttypo~ teehee~


🖌Girlfriend?


Waktu terus berlalu, tak terasa Gio dan Lydya pun mulai dekat dengan sendirinya. Terkadang mereka bercanda bersama dan saling membantu di setiap kesempatan. Jika ada yang tidak Gio pahami soal mata pelajaran yang diajarkan maka dia akan segera mencari Lydya. Banyak dari teman sekelas mereka yang curiga jika ada suatu hubungan khusus di antara keduanya.


Tetapi, Lydya yang tidak terlalu peduli dengan sekitar tidak menyadari hal tersebut. Dia merasa menganggap Gio sebagai teman yang nyaman diajaknya mengobrol selain kembaran nya dan Hera. Lydya sendiri pun tidak menyadari kalau kedekatan nya dengan Gio akan membawa masalah dengan kekasih Gio.


Ketika dia dan Hera berbincang dengan Eiza dan Melani, waktu itu Eiza tak sengaja mengatakan padanya kalau kekasih Gio pernah mencari tahu tentang Lydya melalui dirinya karena Eiza dan kekasih Gio dulu adalah teman satu SMP.


Dari cara Eiza bercerita sudah pasti kalau kekasih Gio ini tidak menyukainya, Lydya tak mengerti mengapa dia dicari oleh kekasih Gio. Padahal dia dan Gio hanya teman walau mereka bertunangan tetapi Lydya tak terlalu menanggapi serius hubungan antara dirinya dan Gio.


Lydya hanya senang saja berteman dengan Gio karena Leon pun juga berteman dengan Gio dan beberapa kali Lydya tahu kalau kembaran nya dan Gio sering bermain bersama.


Tak jarang pun, Gio juga sudah sering menginap di rumah sampai-sampai Lydya bosan sendiri melihat Gio berkeliaran di rumah dengan Leon yang berada di sampingnya. Leon dan Gio malah yang terlihat seperti anak kembar ketimbang dirinya dan Leon.


Lydya sadar, dirinya memang terlalu dekat dengan Gio tetapi bagaimana caranya dia menjauhi Gio kalau dia masih harus mengajari Gio ini dan itu tentang etika keluarga ketika Gio menginap di rumah bahkan tak jarang dia harus belajar bersama dengan Gio, Leon lah yang paling adil membuat mereka harus belajar bersama.


“Hei!” panggil Lydya pada Gio.


Mereka tengah berdiskusi kelompok sekarang dan suasana kelas cukup gaduh karena guru yang mengajar izin keluar sebentar. Gio hanya berdeham menjawab panggilan Lydya, dia tengah fokus mengerjakan tugas yang sudah Lydya selesaikan setengahnya. Lydya melihat ke sekitar, semuanya tengah sibuk dengan urusan mereka masing-masing dan teman-teman sekelompok nya juga sama.


Lydya ingin berucap tetapi dia tak yakin jadi Lydya mengambil kertas dan menulis di sana.


‘Apa kau tak takut pacarmu marah?’


Gio mengerutkan dahinya begitu sticky note menempel di kertas tugasnya. Gio membaca dan membalasnya. Gio tak memahami apa maksud Lydya tetapi tetap membalasnya.


‘Tidak,’

__ADS_1


‘Kau yakin? Kau terlalu sering menginap di rumah kami bahkan di malam minggu, apa kekasih mu tak curiga?’


“Tidak,” jawab Gio setelah membaca tulisan Lydya.


Lydya menghela napasnya panjang walau dia tak mempermasalahkan apa yang Eiza katakan padanya tetapi tetap saja Lydya tidak ingin terlibat masalah apapun. Mata Lydya bertemu dengan Eiza dan Melani yang menatapnya penasaran. Lydya menggelengkan kepalanya membuat Eiza dan Melani menghela napas.


Lydya sudah mengetahuinya beberapa hari yang lalu memutuskan tak mempedulikan nya tetapi beberapa hari juga Eiza sampai terdesak karena kekasih Gio ingin mengetahui wajahnya dan Eiza tidak ingin memberikan foto Lydya pada kekasih Gio.


Salah seorang teman laki-laki yang Lydya tak salah ingat bernama Kaga berteriak memanggil Gio kalau kekasihnya menunggu didepan. Lydya, Hera, Eiza, dan Melani langsung berpandangan. Gio menghela napasnya dan berdiri.


Gio meninggalkan pekerjaannya begitu saja dan Lydya langsung mengambil alih. Hera, Eiza, dan Melani langsung mendekati Lydya dan duduk di sebelahnya. Saat ini sudah jam ganti pelajaran dan guru yang mengajar selanjutnya tidak hadir karena sakit.


“Apa yang kalian lakukan di sini?” ucap Lydya melanjutkan pekerjaan Gio.


Lydya sudah tahu apa yang akan ketiga perempuan ini bicarakan. Pasti tak jauh-jauh dari kekasih Gio yang baru-baru ini menjadi topik panas perbincangan mereka.


“Lihatlah. Tak bosan-bosannya menemui Gio,” ucap Hera memulainya.


Lydya hanya menggelengkan kepalanya mengacuhkan. Di antara mereka hanya Hera lah yang mengetahui kalau dia dan Gio telah bertunangan.


“Benar-benar sial bukan,” ucap Melani menimpali.


Memang benar kalau setiap saat ada kesempatan Eiza harus sibuk membalas pesan yang dikirim kekasih Gio dan terkadang dia harus repot-repot memberi tahu ini dan itu seperti yang kekasih Gio mau sampaikan pada Gio.


“Aku tak habis pikir mengapa dia sampai sebegitu nya,” ucap Hera.


“Hmm.. kelihatannya juga Gio tak terlalu peduli dengan kekasihnya itu,” ucap Melani.


“Kurasa dia sudah bosan dengan kekasihnya,”


“Bagaimana tidak bosan. Dia saja seperti itu pada Gio dan kelihatannya Gio bukan termasuk orang yang suka diawasi. Ditanyai ini dan itu, melakukan ini dan itu sesuai keinginan perempuan itu,” ucap Hera.


Hera ingat beberapa kali ketika kekasih Gio mencarinya, raut wajah Gio terlihat kesal tetapi dia tetap menemui kekasihnya itu. Hera melirik Lydya yang hanya diam saja mendengarkan mereka. Teman masa kecilnya ini terlihat acuh.

__ADS_1


“Perempuan itu terlalu posesif,”


Melani dan Hera menganggukkan kepalanya bersama. Lydya sejak tadi hanya diam mendengarkan mereka membicarakan kekasih Gio. Lydya tak terlalu peduli apa yang ingin mereka bicarakan tentang Gio karena itu bukan urusannya walau mereka sudah bertunangan. Lydya dan Gio sudah sepakat tidak ikut campur dalam urusan masing-masing.


🖌🖌🖌🖌🖌


“Hei Gio, kau dan Lydya kelihatannya dekat. Apa kalian ada hubungan khusus?” tanya Kaga.


Leon yang duduk disebelah Gio melirik tunangan kembaran nya itu yang terlihat tidak peduli. Gio hanya diam saja sambil memainkan ponsel nya. Leon tahu kalau mereka tidak mencampuri urusan masing-masing tetapi setidaknya Gio harus menjawab demi keselamatan saudari kembarnya. Saat ini, Leon dan Gio tengah berkumpul dengan tiga teman lainnya di kantin.


Leon tahu kalau kekasih Gio tengah mencari tahu tentang kembaran nya, Eiza yang memberi tahunya dan salah satu di antara mereka juga ada yang berteman dengan kekasih Gio.


“Eiyy, tidak mungkin mereka berdua ada hubungan khusus. Kau sendiri tahu, Gio sudah punya Linda,” senggol Zaide pada Kaga.


Leon hanya bisa diam saja. Dari nada bicara Zaide sudah pasti dia juga sama penasaran nya dengan Kaga dan parahnya Zaide inilah teman dari kekasih Gio. Leon mengumpat pada Gio di dalam hati yang hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan mereka.


“Hei, Leon,”


Leon segera mengangkat kepalanya dan menatap Kaga bingung, dia sudah tahu apa yang akan dipertanyakan Kaga jadi dia akan berpura-pura tidak tahu.


“Apa kau tidak tahu mereka punya hubungan apa?”


Leon melirik Gio dan menggeleng, “Jangan bohong. Lydya kan kembaran mu jadi mana mungkin kau tidak tahu,” ucap Harrel.


“Tidak ada apa-apa antara aku dan Lydya,” ucap Gio cepat ketika Leon akan menyanggahnya.


“Jadi, berhenti berpikir yang tidak-tidak,” lanjut Gio tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel nya membuat ketiganya mendengus kesal dan memberengut.


Dalam hati, Leon bernapas lega Gio sendiri yang menyanggahnya jadi Leon tidak perlu repot-repot berpikir alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan ketiga teman nya ini. Mereka bertiga akhirnya berhenti membicarakan saudarinya dengan Gio dan mengalihkan pembicaraan ke topik lain.


🖌🖌🖌TBC🖌🖌🖌


╮(╯▽╰)╭ mudah sekali membuat salah satu karakter memiliki banyak kekurangan hanya untuk menonjolkan karakter utama.. kekasih Gio pun harus memiliki sikap buruk hanya untuk menonjolkan sikap Lydya..

__ADS_1


See ya next chapter~ nee~


__ADS_2