
Nee.. minna-san.. kita udh ada dipenghujung acara.. eh.. penghujung cerita (∩˃o˂∩) tak banyak kata..
Happy Reading~~~
!:sorry'bouttypo~ teehee~
🖌Aurora
“Huuh~ Sial! Dingin sekali diluar sana,”
Lydya melepaskan mantelnya lalu meletakkannya sembarangan diatas sofa dan dia menghempaskan tubuhnya diatas sofa tunggal.
“Huh! Baru sekarang bilang dingin? Sejak kemarin ke mana saja kau?” ucap Gio menyisihkan mantel Lydya ke tangan sofa lalu meletakkan mantel miliknya diatas milik Lydya.
“Tapi, hari ini benar-benar sangat dingin. Tidak, tepatnya kalau malam akan semakin dingin. Jam berapa sekarang?”
Lydya menolehkan kepalanya pada jam yang terpasang di dinding dekat pintu. Jam menujukkan pukul setengah tujuh yang artinya hampir memasuki jam makan malam mereka.
“Sudah hampir makan malam,” ucap Lydya beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju dapur.
Gio mengikut dibelakang, Lydya mengeluarkan bahan makan malam mereka dan karena dirinya sedang malas memasak makan yang berat jadi dia mengeluarkan bahan-bahan yang mudah diolah untuk makan malam mereka.
Setelah selesai makan malam keduanya memutuskan untuk langsung kembali ke kamar mereka masing-masing.
🖌🖌🖌🖌🖌
Gio mengejapkan matanya terbangun saat merasakan tepukan berulang kali di lengan kanannya. Gio perlahan membuka matanya dan mendapati Lydya berjongkok di depannya.
Tiba-tiba saja, Lydya memaksanya beranjak dari kasur. Gio yang masih setengah sadar berjalan mengikuti Lydya dengan Lydya menggandengnya.
Gio hanya diam saja saat Lydya memakaikan mantel bulu dan syal tebal didepan pintu setelah itu menggandengnya keluar rumah. Hawa dingin langsung terasa diantara kakinya, spontan saja Gio langsung mengeratkan mantel yang dikenakannya.
Gio menatap Lydya yang ada di depannya. Dia tidak mengerti mengapa Lydya membawanya keluar rumah di saat hari masih gelap. Kelihatannya sudah lewat tengah malam dilihat dari gelapnya langit. Lydya hanya diam saja dan terus menatap langit.
__ADS_1
Entah apa yang ditunggunya?
Gio yang awalnya melihat Lydya perlahan juga ikut melihat ke atas. Dirinya jadi penasaran dengan apa yang Lydya tunggu dalam diamnya.
Beberapa saat berlalu tidak ada apapun yang terlihat hingga baru saja Gio akan meminta Lydya untuk masuk kembali karena hawa dingin yang sudah tak tertahankan olehnya, cahaya berwarna hijau terlihat.
Gio segera mengalihkan pandangannya ke langit. Garis-garis berwarna hijau dan bergerak seirama seolah-olah sedang menari terlihat diatas langit.
“Bagaimana?” tanya Lydya tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.
“Wow~” ucap Gio membuat Lydya tertawa pelan lalu berdeham menyetujui.
Tak banyak kata yang dapat Gio utarakan untuk apa yang dilihatnya sekarang. Untuk pertama kali dalam hidupnya, baru pertama ini dia melihat garis-garis hijau itu secara langsung ditambah lagi berada tepat di atasnya.
“Indah sekali~” ucap Gio mengutarakan kekaguman nya.
Matanya tak lepas sedikitpun dari cahaya hijau itu sedikitpun. Rasanya seperti dia sedang dimanjakan dengan cahaya hijau yang sedang menari-nari itu.
“Jika, ada waktu lain. Aku akan mengajak ke sini lagi,”
Lydya masih tak bisa melepaskan pandangannya dari aurora diatas mereka.
“Ak.. Ah~ Hmm~” jawab Gio tak jelas.
Gio melirik Lydya yang masih betah menatap ke atas. Mata Lydya bergerak kesana kemari mengikuti pergerakan aurora. Wajah Lydya terlihat manis dengan cahaya aurora yang menyinarinya ditambah lagi wajahnya terlihat senang semakin membuatnya tambah manis.
Gio tersenyum kecil, “Dingin?” tanya Gio.
“Hmm. Sedikit,” jawab Lydya menganggukkan kepalanya.
Gio melepaskan rangkulan Lydya padanya lalu merentangkan tangannya menyuruh Lydya masuk kedalam mantel yang dikenakannya. Gio segera memeluk Lydya begitu masuk kedalam mantelnya. Lydya menyandarkan kepalanya pada Gio sedangkan Gio juga menyandarkan kepalanya diatas kepala Lydya.
Mereka menikmati aurora dalam gelapnya malam dalam keheningan. Gio memejamkan matanya merasa lebih hangat dari pada sebelumnya lalu membuka matanya perlahan.
__ADS_1
Pandangannya sudah tidak lagi melihat ke arah langit. Pandangannya tertuju pada Lydya yang ada di dalam pelukannya. Hanya memeluk Lydya saja dia sudah merasa nyaman.
Kenyamanan yang jarang dirasakannya jika bersama dengan kekasihnya dulu atau mungkin memang karena dulu dia tidak terlalu menyukai kedekatan seperti ini tetapi rasanya sangat-sangat berbeda dengan apa yang dirasakannya dulu.
Dirinya jadi tidak bisa melepaskan perempuan yang berstatus sebagai tunangannya ini. Kehangatan dan kenyamanan yang sangat disayangkan jika dilepaskan begitu saja
Mungkin.
Mungkin dia akan tetap mempertahankan hubungan mereka ini. Jika, Lydya menginginkannya juga.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Lydya tanpa merubah posisinya.
“Ah! Maaf, aku tanpa sadar melakukannya,” ucap Gio tersadar akan apa yang baru saja dilakukannya.
Bahkan berada didekat rambut Lydya saja sudah membuatnya nyaman hingga tanpa sadar mencium puncak kepala Lydya. Rambut Lydya sangat wangi dan enak dicium.
“Akh! Apa yang kau lakukan!!!” ucap Lydya ketika tiba-tiba saja Gio mengeratkan pelukkannya.
Gio tak mengidahkan ucapan Lydya dan semakin kencang memeluknya. Lydya yang merasa sesak melayangkan pukulan pelannya pada Gio tetapi laki-laki itu tidak segera melepaskan pelukkannya dan malah mengeratkan pelukkannya disertai tawa.
“Hei! Lepaskan! Orang ini!!!” ucap Lydya berusaha melepaskan belitan tangan Gio pada tubuhnya.
Berhasil melepaskan pelukan Gio dan baru saja akan melayangkan pukulannya tetapi Gio sudah lebih dahulu berlari menghindar. Di malam gelap dan dibawah tarian aurora mereka saling mengejar diantara tumpukkan salju yang menggunung. Tak mereka hiraukan hawa dingin yang menusuk dan mulut terus mengeluarkan kepulan udara karena dingin.
Mereka menghabiskan waktu mereka seolah tak ada hari esok atau mungkin hari esok itu memang tidak ada tetapi siapa yang tahu akan apa yang terjadi besok. Setiap tawa, kasih dan sayang mereka akan terukir dengan indahnya diantara salju dan cahaya itu.
🖌🖌🖌THE END🖌🖌🖌
Gantung gk sih ceritanya?? nggak yaa.. karna yaps mereka udh gk ada konflik apapun lagi ⸜(*ᵔᗜᵔ*)⸝
( ɵ̷̥̥᷄﹏ɵ̷̥̥᷅ ) yeoreobun.. akhirnya cerita ini selesai juga setelah beberapa waktu gk pernah up.. padahl aslinya udh ku selesaiin cmn aq gk sempet up.. arigato gozaimasu, xiexie, thank you, ghamsahamnida, terima kasih udh baca cerita ku yng kadang bikin bingung.. matur suwun sanget nggih.. kecup manja sek
( *¯ ³¯*)ちゅ♡ teehee~ sampai ketemu dilaen waktu dan dilaen cerita.. pai.. pai..
__ADS_1