School Fiance Feeling

School Fiance Feeling
Ignorant or Deliberately?


__ADS_3

Konbawa minna


Happy Reading


!sorry'bouttypo~ teehee~


🖌Ignorant or Deliberately?


Lydya sudah sembuh dari sakitnya dan sekarang gantian Gio yang sakit. Lydya tak bisa percaya, Gio hanya menemaninya dia di ruangan yang sama tetapi terpapar demam darinya. Lydya ingin tertawa setiap kali mengingat itu.


Ini pertama kalinya bertemu dengan orang yang bisa terkena demam hanya karena berada dalam satu ruangan yang sama padahal hal yang dilakukan Gio hanya menemaninya sambil bermain ponsel sampai dirinya benar-benar sehat.


“Berhenti memikirkannya,” ucap Gio merasa jengah dengan Lydya yang terus tersenyum.


“Aku hanya tidak habis pikir bagaimana bisa kau sakit padahal kau hanya menemani ku saja,” ucap Lydya dengan tangan tak berhenti bergerak di atas stik game.


Gio berdecak kesal, “Kalau begitu pikirkan saja terus,” ucap Gio asal.


Seperti yang Gio ucapkan, Lydya kembali tersenyum dengan apa yang dipikirkannya membuat Gio merasa kesal dan kekesalannya bertambah ketika dia kalah bermain. Lydya mengangkat tangannya dan bersorak senang karakter game nya berhasil mengalahkan karakter milik Gio.


“Hahaha!!! Aku menang!!!” pekik Lydya senang.


Lydya melayangkan pelukannya pada Gio karena senang membuat Gio tersipu dan kelihatannya Lydya tak terlalu mempermasalahkan memeluk dirinya. Lydya terus memeluk Gio dan bersorak senang.


“Li...,”


“Gio!”


Gio dan Lydya bersama-sama menolehkan kepala mereka ke pintu. Di sana Linda berdiri menatap tak percaya dua orang di depannya. Dia masih memakai seragam sekolahnya dan kelihatannya dia baru saja pulang sekolah lalu langsung kemari seperti dirinya.


“Oh! Konnichiwa!” sapa Lydya dengan semangat.


Lydya mengangkat sebelah tangannya untuk menyapa dan sebelahnya masih memeluk leher Gio yang melirik padanya, Lydya memang sengaja melakukan itu. Dia ingin tahu seperti apa ekspresi yang akan Linda tunjukkan.


“Kalian...,”


“Eh?! Ini enggak seperti yang kamu pikirkan,” ucap Gio melepaskan tangan Lydya darinya dengan paksa.


“Apa yang kau lakukan?!”

__ADS_1


Lydya menarik duduk kembali Gio yang akan berdiri menghampiri Linda. Gio menatap Lydya tak senang dan memintanya untuk melepaskan belitan tangan Lydya di lehernya. Lydya hanya tersenyum miring lalu mengalihkan pandangannya pada Linda.


Linda terus menatapnya dan Gio penuh kebingungan juga kecemburuan, Lydya bisa merasakannya. Kelihatan sekali kalau Linda menatapnya penuh rasa cemburu dan tidak suka. Seolah-olah ingin menerkam Lydya yang masih memeluk kekasihnya.


“Kau yang di onsen waktu itu, kan? Kalau tidak salah kau kekasihnya,” ucap Lydya menempelkan wajahnya ke wajah Gio dan tersenyum lebar.


Mata Linda membulat sempurna melihat sikap Lydya yang berani. Matanya terlihat berapi-api ingin segera menerkam Lydya tetapi hal itulah yang paling Lydya tunggu-tunggu. Dia harus lebih banyak memprovokasi kekasih dari tunangannya ini.


Menghadapi perempuan yang penuh kecemburuan itu sangat menantang dan berbahaya bagi Lydya tetapi di situlah Lydya merasa adrenalin terpacu dengan cepat membuatnya ingin terus mengganggu perempuan-perempuan yang hidup dengan penuh kecemburuan.


“Ap?!!! Hmpptt!!”


Lydya membekap mulut Gio yang ingin berteriak. Lydya terus tersenyum pada Linda seolah-olah tidak ada yang terjadi. Napas Linda memburu karena marah dan cemburu. Dia marah melihat perempuan yang memeluk kekasihnya.


“Siapa kamu?!” tanya Linda sudah tak tahan.


Linda tidak bisa melihat dengan jelas siapa perempuan yang sedang memeluk kekasihnya karena kamar kekasihnya yang sedikit gelap. Linda hanya bisa mengenali siluet kekasihnya saja.


“Aku?” tanya Lydya melirik Gio penuh makna.


Gio melebarkan matanya mencegah Lydya untuk berkata apapun itu. Lydya hanya tersenyum melihat tunangannya yang panik. Lydya melepaskan bekap nya dan berdiri lalu berjalan menuju sakelar lampu dan menyalakannya.


Cahaya lampu yang terang langsung menusuk mata membuat Linda menutup matanya sebentar dan membukanya. Matanya kembali melebar melihat perempuan yang memeluk kekasihnya adalah perempuan yang ditemuinya di Jepang.


Lydya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Linda mengerutkan dahinya bingung dan menatap Lydya juga Gio bergantian. Wajah Gio terlihat gelisah membuat Linda merasa curiga ada hubungan antara dua orang di depannya ini.


“Apa yang kau lakukan di sini? Mengapa kau bisa bersama dengan kekasihku,”


Lydya melirik Gio sebentar sebelum bersedekap dan berpikir. Lydya melemparkan senyum penuh makna pada Linda yang memasang wajah curiga juga kecemburuannya. Lydya tebak Linda sedang berpikir yang tidak-tidak tentang hubungannya dengan Gio.


“Menurut mu?” ucap Lydya tersenyum manis.


“Tidak usah bertele-tele,” ucap Linda mulai kehilangan kesabarannya.


“Hmm.. Just said ‘oshi~ete~ku~re~(kasih tahu),” ucap Lydya mengedipkan sebelah matanya pada Linda.


Linda menutupnya matanya menahan kesal dan mencari kembali kesabarannya. Gio tidak boleh melihatnya marah karena kekasihnya ini tidak menyukainya.


“Katakan saja!!!”

__ADS_1


Lydya berdecak dan memberengut tak senang, “Membosankan sekali,” ucap Lydya melirik bosan.


Ternyata Linda orang yang keras kepala, Lydya jadi malas untuk menggodanya. Dirinya tak terlalu suka bertemu dengan orang yang keras kepala. Lydya tersenyum miring pada Linda dan menghampirinya.


“Karena kau tidak mau bilang maka akan kuberi tahu,” ucap Lydya mendekatkan mulutnya ke telinga Linda.


Linda yang ingin menjauh ditahan Lydya dengan memegang tangannya dan mendekatkannya. Linda merasa merinding berada di dekat Lydya.


“Kau tanya saja pada kekasih mu untuk kejujurannya,” bisik Lydya.


Lydya menjauhkan tubuhnya dan tersenyum miring pada Linda, “Jika aku yang bilang, aku akan bilang sesuka hatiku yang akan membuatmu terluka,” ucap Lydya melepaskan pegangannya pada tangan Linda.


Linda mengalihkan pandangannya pada Gio dan berjalan mendekati Gio. Dia meminta penjelasan dengan emosi yang tak menentu, dikepala Linda saat ini dia terus berpikir kalau Gio berselingkuh dengan Lydya. Gio berusaha menjelaskan tetapi Linda tak mau mendengarkan.


Linda menghempaskan tangan Gio yang memegang lengannya. Lydya hanya diam bersedekap melihat Linda yang berjalan keluar berderai air mata. Lydya mengulurkan tangannya menghalangi pintu tanpa melihat ke arah Linda.


“Minggir!” ucap Linda melirik Lydya tajam.


Lydya hanya diam dengan pandangan lurus ke depan, “Ku bilang minggir!!!” teriak Linda dan mengepalkan tangannya kesal.


Dia ingin sekali memukul, mencakar atau melakukan apapun pada perempuan di depannya. Dia sangat marah sekarang dan ingin segera pulang. Dia benci melihat Lydya yang berada di depannya dan merasa kesal juga marah pada kekasihnya.


Lydya melirik Linda tanpa ekspresi lalu menatap Gio, “Jika ku bilang kami hanya sepupu apa kau akan percaya?”


“Hah?! Kau pikirkan aku akan percaya?”


Lydya menghela napasnya, “Tidak, tetapi kami memang hanya sepupu,” ucap Lydya menatap Gio tanpa ekspresi.


“Ck! Sikap penuh kecemburuan mu itu benar-benar menyebalkan. Ingin rasanya aku menghajar mu walau kau seorang perempuan,” sela Lydya ketika Linda membuka mulutnya.


“Kau pikir aku juga tidak ingin menghajar mu. Aku bisa melakukan apapun untuk menyakiti mu,” ucap Linda tak mau kalah.


Melihat Lydya yang memandangnya datar membuat emosi Linda semakin terpancing. Linda yang sudah sangat emosi seketika menarik rambut Lydya kencang. Gio yang melihat itu sangat terkejut dan memisahkan keduanya. Lydya hanya diam saja ketika Linda terus mencengkeram rambutnya ketika Gio berusaha melepaskannya.


“Mengapa!!! Kau ingin membelanya!!!” pekik Linda tak terima ketika Gio berusaha melepaskan cengkeramannya pada rambut Lydya.


Lydya diam melihat sepasang kekasih di depannya ini. Dia mulai merasa muak melihatnya. Yang satu sangat pencemburu dan yang satu sangat menyebalkan juga lembek. Tidak bisa bersikap tegas pada kekasihnya sendiri. Benar-benar berhasil memancing kekesalannya. Sungguh menyebalkan.


🖌🖌🖌TBC🖌🖌🖌

__ADS_1


Nani!!! {{(°△°; "}}!


See you next timeu~


__ADS_2