School Fiance Feeling

School Fiance Feeling
(Not) Discussion


__ADS_3

Happy Readingeu~ Reader-sama~


!:sorry'bouttypo~ teehee~


🖌(Not) Discussion


Lydya menyanggah kepalanya di meja dengan kedua tangannya dan menatap Linda dengan senyum lebar. Wajah Linda terlihat sangat kesal dan marah tetapi Lydya terus memberikan senyum lebarnya. Sudah lima menit berlalu sejak Linda menyuruhnya duduk dan menatapnya tanpa kata.


Awalnya wajah Linda yang sedang menatapnya terlihat datar dan biasa saja sebelum lima menit berlalu wajah perempuan yang berstatus sebagai kekasih tunangannya ini berubah. Perlahan wajah Linda mulai terlihat mengeras.


“Heh! Apa kau tahu kenapa aku membawamu kemari?”


Lydya menggelengkan kepalanya dengan polos, “Kau buka membawa ku tetapi menculik ku,” jawab Lydya dengan senyum yang tak sedikitpun luntur dari wajahnya.


Linda terlihat semakin kesal dengan sikap Lydya bahkan keenam perempuan yang bersama dengan Linda pun juga terlihat tak senang.


“Heh! Berhenti bersikap polos,” ucap perempuan yang memakai masker.


“Jika sedang berbicara lebih kau melepaskan masker mu. Tidak sopan,” ucap Lydya menatap perempuan itu datar.


Perempuan itu terdiam seketika dan mengalihkan pandangannya bahkan lima perempuan yang lainnya juga melakukan hal yang sama. Tatapan mata Lydya yang tajam membuat mereka gugup. Mereka pikir, Lydya adalah perempuan lemah yang mudah ditindas dari mendengar apa yang Linda ceritakan pada mereka.


“Jangan mengganggu mereka. Yang punya masalah denganku adalah kau,” ucap Linda menatap Lydya tajam.


Sebenarnya Linda juga merasakan apa yang dirasakan teman-temannya tetapi dia harus bersikap tenang agar tidak merasa terintimidasi oleh Lydya.


“Masalah ku??? Yare yare?? Bukankah seharusnya aku yang bilang begitu karena kau lah yang membuat masalah denganku,” ucap Lydya memberikan kerlingan pelan pada Linda.


Linda mendengus pelan, “Gak salah? Kamu yang membuat masalah denganku,”


Wajah Linda benar-benar terlihat sangat marah. Inilah pemandangan yang paling menarik di matanya. Melihat perempuan selain keluarga dan teman-teman dekatnya marah benar-benar menarik baginya dan melihat orang lain marah karenanya membuat Lydya merasa tertantang karena dirinya juga mudah bosan dengan sesuatu yang terlalu monoton.


“Oke. Oke. Jelaskan padaku,” ucap Lydya bersedekap dan menyandar pada punggung kursi.


“Aku tidak ingin memperpanjang ma..,”


“Me too,” sela Lydya tersenyum kecil.


Linda menatap Lydya datar dan melanjutkan ucapannya, “Lebih baik kau menjauh dari…,”

__ADS_1


“Hah? Dari?” sela Lydya untuk kedua kali.


“Jangan menyela!!! Tolong!! Jangan dan dengarkan aku dulu,”


Lydya tertawa dalam hati. Dia memang sengaja menyela ucapan Linda agar membuat perempuan di depannya ini merasa kesal. Lydya mengangkat tangannya menyuruh Linda untuk berbicara. Linda menatap Lydya tajam tetapi tak memberikan pengaruh apapun pada Lydya yang menatap Linda dengan wajah polosnya.


“Bisakah kau menjauh darinya?” ucap Linda menatap Lydya serius.


Linda benar-benar ingin menjauhkan Lydya dari kekasihnya. Sebisa mungkin sejauh-jauhnya hingga tidak bisa kembali lagi.


Lydya menatap Linda bingung, “Siapa?”


Siapa yang kekasih dari tunangannya ini maksud? Apakah maksudnya adalah Gio?


Tetapi, bisa saja bukan karena setahu Lydya yang mendapat informasi dari Eiza. Kekasih dari tunangannya ini juga dekat dengan laki-laki lain. Dekat sekali hingga tidak bisa dikatakan hanya kenalan atau teman.


Tetapi, semua informasi dari Eiza juga belum tentu benar karena memang Lydya tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri sehingga tidak bisa mempercayai sepenuhnya.


“Kekasihku. Gio,”


“Akhh!! Anak itu,”


“Gio? Gio? Gio yang mana?” tanya Lydya pura-pura tak tahu.


Linda berdecak tak senang, “Tentu saja kekasihku yang kau akui sebagai…,”


“Sebagai sepupuku?!”


Linda terdiam seketika mendengar ucapan dan tatapan Lydya padanya. Senyum miring Lydya entah kenapa membuatnya tidak nyaman, dirinya merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan saat dirinya berkunjung ke Jepang.


“Ternyata kau sudah tahu, ya. Yabai-na (Gawat),” ucap Lydya tertawa kecil.


Lydya mulai merasa bosan lagi karena Linda sudah tahu jika mereka bukan sepupu. Lydya menegakkan badannya dan menumpukan kepalanya diatas kedua tangannya yang disatukan diatas meja. Lydya menatap Linda dalam diam tanpa ekspresi.


Linda mengerutkan dahinya, “Kal..,”


“Kami memang bukan sepupu hanya dua orang asing yang sedang terkena masalah yang sama saja,” ucap Lydya ambigu.


Kerutan dari Linda semakin dalam bahkan para teman-teman Linda pun juga melakukan hal yang sama. Terlihat sekali kalau mereka sangat penasaran dengan arti dari ucapannya. Lydya tersenyum kecil melihat wajah penasaran mereka. Tidak terlalu membosankan juga selama mereka terlihat sangat penasaran.

__ADS_1


“Masalah ku dengan kekasih mu sangatlah rumit dan jalan keluarnya pun juga sama rumitnya. Ku rasa hanya ada satu jalan keluar,” ucap Lydya menyandarkan kembali tubuhnya di punggung kursi.


Lydya bersedekap dan menatap Linda penuh makna. Linda semakin dibuat bingung dengan pernyataan Lydya. Sebenarnya apa yang dimaksud dari perempuan yang dekat dengan kekasihnya ini? Apa yang sedang perempuan di depannya ini ingin sampaikan?


“Aku tidak paham apa maksudmu?”


Lydya tersenyum manis lalu berdiri dari duduknya dan pindah duduk di samping Linda. Lydya menyanggah kepalanya dengan satu tangan. Dia menatap Linda dengan senyum lebar penuh makna.


“Shikata ga nai (Apa boleh buat). Zannen da ne-na~ (Sayang sekali~) Kami sudah bertunangan,” ucap Lydya dengan senyum manis di bibirnya.


Linda mengerutkan dahinya tak paham dengan ucapan Lydya. Dia tidak mengerti apa yang sedang Lydya katakan padanya, dia tidak bisa berbahasa Jepang. Lydya melirikan matanya pada salah satu perempuan yang berdiri mengelilingi mereka. Perempuan itu menutup mulutnya dan wajahnya terlihat sangat terkejut.


Lydya tersenyum miring pada perempuan itu, “Ternyata kau paham,” ucap Lydya padanya.


Lydya berdiri dari duduknya dan mendekati perempuan yang tak dikenalnya itu. Lydya menyentuh belakang kepala perempuan itu yang terlihat ketakutan. Lydya menyatukan dahi mereka dan tersenyum miring.


“Lebih kau diam saja atau kau akan merasakan apa yang akan ku lakukan padamu. Mengerti?!” ucap Lydya menekan setiap katanya dari ucapannya dan perempuan itu menganggukkan kepalanya cepat.


“Sudah ku bilang jangan mengganggunya. Katakan saja padaku apa yang ingin kau katakan,” ucap Linda tak senang.


Lydya berbalik dan menjauhkan tangannya. Linda menatap Lydya tajam, dia masih ingat dengan jelas apa yang Linda lakukan pada Shasha waktu itu dan dia tidak ingin hal itu terjadi lagi atau dia akan terkena masalah. Linda yakin jika ia menyeret Lydya dalam masalah ini maka sudah pasti Lydya tidak akan melepaskannya seperti yang dilakukannya pada Shasha.


Lydya tersenyum miring dan bersedekap, “Nanchatte (Bercanda). Jangan anggap ucapan ku serius. Suman-na (Maaf),” ucap Lydya melirikan matanya ada perempuan di belakangnya.


“LYDYA!”


Semuanya menoleh ke arah sumber suara begitupun dengan Lydya yang mendengar namanya dipanggil. Lydya tersenyum lebar dan melambaikan tangannya. Itu Leon yang memanggilnya. Leon setengah berlari menghampiri Lydya. Para teman-teman Linda yang mengelilingi Linda dan Lydya membuka jalan untuk Leon.


“Ayo, kembali,” ucap Leon memegang lengan Lydya dan membawanya pergi sesegera mungkin.


Leon sangat terkejut setelah mendapat pesan singkat dari kembaran nya. Lydya mengirimkan pesan kalau dia sedang bersama kekasih Gio tetapi Lydya melarang untuk mencarinya dan menyuruhnya menunggu lima belas menit sebelum mencarinya.


Selama lima belas menit berjalan, Leon tidak bisa menahan dirinya. Baru sepuluh menit berlalu, Leon sudah meminta izin ke kamar mandi, dan tentu saja guru tidak mengizinkan karena bagaimanapun Leon meminta izin saat kelas baru saja dimulai.


Segala rayuan Leon ucapkan agar diizinkan keluar hingga akhirnya guru yang mengajar pun mengalah dan membiarkan muridnya itu izin keluar kelas. Setelah mendapat izin, Leon langsung berlari keluar kelas dan mencari Lydya ke tempat-tempat yang memungkinkan agar tidak ketahuan staff sekolah atau dewan guru.


🖌🖌🖌TBC🖌🖌🖌


See ya 2 days again... (⁎⁍̴̛ᴗ⁍̴̛⁎)

__ADS_1


__ADS_2