School Fiance Feeling

School Fiance Feeling
Yuri no Hana (Lily Flower)


__ADS_3

Happyteu Readingteu~


!:sorry'bouttypo~ teehee~


🖌Yuri no Hana (Lily Flower)


Dari pagi hingga siang datang, mereka hanya bermain permainan yang sengaja Elon bawa dari rumahnya. Seperti monopoli, uno, atau kartu remi. Semuanya berkumpul menjadi satu di ruang tengah kecuali Lydya yang pergi entah ke mana sejak tadi pagi.


Waktu menunjukkan pukul setengah satu dan udara terasa sangat panas hingga masuk rumah padahal mereka berada di dalam ruangan ber-AC dengan suhu terendah tetapi tetap saja terasa panas.


“Hari panas sekali,” ucap Kaga mengipasi dirinya dengan kertas monopoli.


Elon menganggukkan kepalanya setuju, “Padahal AC sudah menyala tetapi tetap saja terasa panas,”


“Bukankah ditempat ini ada kolam renang?” ucap Leon ingat jika setiap mansion di sini dilengkapi kolam renang.


Elon menegakkan tubuhnya yang bersandar di kaki sofa. Dia ingat kalau papa nya baru saja merenovasi kolam renang mansion ini tetapi dia tak yakin sudah selesai atau belum.


“Tetapi, papa baru saja merenovasi nya dan aku tidak tahu sudah selesai atau belum?” ucap Elon.


“Tunggu apa lagi. Cepat pergi dan lihat,” ucap Leon tak sabaran.


Saat ini dia benar-benar kepanasan hingga kepalanya ikut panas walau tidak sepanas musim panas di Jepang tetapi tetap saja ini terasa sangat panas. Tubuhnya sudah basah oleh keringat dan dia ingin segera menyegarkan diri.


Bisa saja dia menyegarkan diri dengan mandi tetapi dia malas untuk berjalan ke kamarnya yang jauh dari ruang tengah. Papa Elon benar-benar tidak beruntung membeli mansion dengan ruang tengah yang jauh dari setiap kamar dan mengapa kembaran nya sendiri, mengapa meminta arsitektur perusahaan untuk membuat mansion dengan model seperti ini?


Merepotkan saja.


Elon segera berdiri dari duduknya untuk melihat kolam renang hingga tak berapa lama dia kembali sambil berlari kecil menuju ruang tengah.


“Ayo berenang! Kolam renang nya sudah selesai sejak lama,” ucap Elon dengan wajah sumringah nya.


Wajah mereka yang lesu karena menahan panas langsung berubah senang. Mereka bisa berenang untuk menyegarkan dari panas. Kaga, Zaide, dan Leon sudah pergi lebih dahulu dengan langkah lebar mereka. Mereka sangat bersemangat karena sudah tidak tahan merasakan panas. Sedangkan Gio, berjalan pelan dibelakang.


“Tetapi, aku tidak membawa baju renang,” ucap Agnes diangguki ketiga perempuan yang lainnya.


“Hmm.. aku juga tidak ada baju renang perempuan,” ucap Elon.


“Bukankah kita masih bisa menggunakan kaus? Dan kalian pasti juga membawa celana pendek,” ucap Linda mengusulkan.

__ADS_1


Walau tidak ada baju renang setidaknya mereka masih punya kaus dan celana pendek yang bisa digunakan untuk berenang.


“Benar juga. Kau pergilah dulu, kami akan menyusul dibelakang,” ucap Agnes kembali ke kamar bersama Yuna, Shasha, dan Linda.


Elon menganggukkan kepalanya dan menyusul teman-temannya yang sudah berenang lebih dahulu bahkan suara tawa mereka terdengar hingga ke dalam mansion.


🖌🖌🖌🖌🖌



(Sawasdee Village, Phuket, Thailand)


Mereka bersembilan sudah berenang hampir setengah jam sambil bermain bola yang entah sejak kapan sudah ada di kolam renang dan bersantai. Para perempuan duduk di pinggiran kolam renang melihat para laki-laki memainkan bola.


Tawa seru mereka menggelegar ketika mereka kalah dan menang hingga mereka mulai merasa lelah dan menepi untuk minum minuman yang dibawakan oleh pelayan.


“Leon, sebenarnya kembaran mu itu ke mana?” tanya Elon.


Sejak waktu sarapan tadi dia terakhir kali bertemu dengan kembaran Leon. Dia penasaran ke mana perginya Lydya. Apa jangan-jangan Lydya memanfaatkan waktunya di sini untuk mengecek setiap mansion yang ada di perkompleksan? Itu tidak mungkin setidaknya ada lebih dari 15 mansion yang ada di sini jarak setiap mansion pun juga jauh.


Leon mengedikkan bahunya, “Entahlah,”


Dia takut jika kembaran dari teman nya ini benar-benar tersesat.


“Eiy... tidak mungkin,” ucap Leon meminum jus jeruknya.


Kembaran nya tidak akan tersesat begitu saja. Perkompleksan mansion ini adalah miliknya dan dia sendiri yang membagi setiap wilayahnya.


Jadi bagaimana mungkin kembaran nya itu bisa tersesat? Tetapi, ucapan Elon terngiang di kepalanya.


Bagaimana jika kembaran nya itu benar-benar tersesat? Apalagi Lydya jarang mengecek kemari, dia akan datang jika ada pembeli saja.


“Ngomong-ngomong kolam renang ini sangat panjang?” ucap Kaga mengalihkan pembicaraan.


Dia melihat ke arah kolam renang yang memanjang melewati pepohonan di sisi kanan dan kirinya.


“Hmm.. begitulah,” jawab Elon.


Bagian utama kolam renang saja sudah sangat besar sekarang kolam renang ini juga dibuat memanjang.

__ADS_1


“WOW!!!” ucap Kaga berdecak kagum.


Dia melihat kolam renang itu tidak terlihat ujungnya karena berbelok ke arah lain. Kelihatannya kolam renang ini lebih panjang dari apa yang Kaga pikirkan. Dia ingin tahu sejauh apa kolam renang yang papa Elon buat.


“Ayo, main lagi,” ajak Elon.


Dia berenang mengambil bola yang sudah jauh dari tempat mereka. Zaide, Kaga, dan Leon kembali ke tempat mereka seperti tadi kecuali Gio yang berenang menjauh menuju kolam renang yang Kaga bicarakan tadi. Dia jadi penasaran dengan ujung kolam renang yang berbelok itu.


“Mau ke mana?” tanya Leon melihat Gio berenang menuju ke arah kolam dan dikelilingi pepohonan.


“Melihat-lihat,” ucap Gio terus berenang menjauh.


“Biarkan saja,” ucap Kaga dan mereka kembali bermain bola.


Kali ini para perempuan ikut adil bermain kecuali Linda yang berenang menjauh mengikuti kekasihnya. Tidak ada yang menyadari kepergian Linda yang mengikuti Gio. Gio berenang menjauh mengikuti jalur kolam renang hingga dia sampai dibelokkan yang dia dan teman-temannya lihat tadi.


Ternyata masih ada belokan lagi dan belokan pertama tempat dia dan teman-temannya lihat tadi lebih dalam daripada kolam utama sampai-sampai Gio tak bisa merasakan dasarnya sehingga dia harus berenang dan untuk sampai dibelokkan kedua pun masih jauh.


“Ternyata sudah sampai ujung,” gumam Gio ketika dia melihat dari jauh ujung kolam renang yang ditandai dengan patuh yang sama dengan patung yang dia lihat di kolam renang utama.


Kolam dibelokkan kedua lebih dangkal daripada yang pertama. Hanya sebatas pinggangnya. Siapa pun yang tak tahu pasti akan terkejut dan tenggelam di kolam pertama tadi. Sungguh berbahaya untuk anak kecil yang belum mahir berenang. Gio rasa kolam yang tadi dia lewati dalamnya sekitar dua meter setengah.



(Marrakesh, Maroko) [gk ada penjelasan spesifik tp mereka nulis lokasi di Maroko]


Gio baru saja akan berbalik untuk kembali ketika tak jauh dari tempatnya berdiri, dia melihat sesuatu yang bergerak di dasar kolam. Gio bersembunyi dibalik pohon menunggu sesuatu yang dia lihat itu naik ke atas tetapi tak kunjung terlihat. Gio memberanikan diri mendekatinya. Dia sudah hampir dekat hingga tiba-tiba sesuatu itu naik ke permukaan.


Gio sedikit menjauhkan dirinya saat melihat seseorang keluar dari dalam air. Orang itu menyentuh rambutnya untuk menghilangkan air di rambut panjangnya lalu menurunkan tetapi tetap saja rambut panjangnya masuk kembali kedalam air lagi dan basah.


Orang itu berbalik dan ternyata dia adalah Lydya.


“Oh! Kau!” ucap Lydya tak terkejut sama sekali dengan kehadiran tunangannya.


Lydya berenang mendekati Gio yang terdiam di tempatnya. Lydya berdiri tepat didepan Gio. Tubuh tunangannya yang tinggi membuat air kolam renang hanya sebatas perutnya saja dan memperlihatkan tubuh bagian atasnya. Kulit putih Lydya terkena sinar matahari yang melewati sela-sela pepohonan membuatnya tampak bercahaya.


🖌🖌🖌TBC🖌🖌🖌


Hora!! Hora!! Hora!! Mitte (>y<)

__ADS_1


See yaaa ~(~ ̄▽ ̄)~~


__ADS_2