Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Kedatangan Dion dan Karin


__ADS_3

Jimmy menatap sang istri yang terlihat sangat fokus, fokus apa? Menguteki kuku nya. Meski dia ingin menolak, tapi saat melihat wajah mengiba sang istri, hati nya langsung luluh seketika. Akhirnya, dia hanya bisa pasrah pada sang istri. 


"Wahh, bagus banget Yang." 


Jimmy hanya menghembuskan nafas nya dengan kasar. Meskipun begitu, kebahagiaan sang istri adalah yang utama bagi nya sekarang. 


"Kok wajah kamu kayak gak seneng sih?" 


"Ya, aku malu sayang. Masa laki-laki kutekan, bisa di ledek habis-habisan aku di kantor." Jawab Jimmy pelan, tapi siapa yang menyangka kalau ucapan itu bisa membuat Alisa menangis? Hormon kehamilan benar-benar membuat Alisa sensitif, bahkan dengan hal sepele sekalipun.


"Sayang, kok nangis sih.."


"Hikss.. hikss.." 


"Astaga, iya maafkan aku sayang. Aku gak berniat buat kamu nangis, gapapa kok. Ayo kutekin lagi, ini bagus banget. Jangan nangis dong, kasian dedek bayi nya." Bujuk Jimmy sambil mengusap air mata di ujung mata sang istri.


"Kamu jahat, tau gak? Ini kemauan anak kita, bukan aku!" Ketus Alisa.


"Iya sayang iya, aku minta maaf ya. Yuk kutekin lagi," Jimmy mengulurkan sebelah tangan nya lagi untuk di cat oleh sang istri. 


"Beneran? Kamu gak marah kan?"


"Enggak sayang, apa sih yang enggak buat kamu." Jimmy mengusap kepala istri nya lalu mengecup kening nya dengan lembut.


Alisa tersenyum, lalu kembali menyapukan cat kuku miliknya. 


Jimmy hanya tersenyum kecil melihat sang istri, cukup lama dia menatap nya hingga Jimmy menyadari sesuatu. Alisa terlihat semakin cantik, apalagi saat sedang mengandung. 


"Sayang, makin hari kamu makin cantik deh." 


"Apa iya? Perasaan biasa aja." Jawab Alisa sambil menepuk-nepuk wajahnya. 


"Jangan di tepuk-tepuk begitu, sayangku. Tapi serius, kamu terlihat sangat cantik. Apalagi saat hamil sekarang." 


"Aku gendut sekarang, yang. Berat badan ku naik 5 kilo dalam dua minggu ini." Keluh Alisa pelan.


"Aku gak keberatan tuh, kamu malah terlihat semakin seksii sayang." 


"Beneran, yang?"


"Iya sayang." 


"Kamu mau jatah kan?" Tanya Alisa sambil tersenyum nakal, membuat Jimmy tertawa.


"Apa kamu berpikir aku memuji mu hanya untuk jatah malam, sayang? Tidak seperti itu, aku mengatakan hal itu karena memang itu kenyataan nya. Tapi, kalau kamu mau ngasih jatah, ya masa aku nolak. Hehe." 


"Tapi, tunggu sampai kutek nya kering dulu ya, sayang." Ucap Alisa. 


"Oke, kalau begitu aku berganti pakaian saja dulu." 

__ADS_1


"Hati-hati, jangan sampai menggores kutek nya." Peringat Alisa.


"Iya sayangku, istri cantikku." Alisa tersenyum kecil, kenapa suaminya bertambah menggemaskan dari hari ke hari? Apalagi saat melihat pria itu pulang dengan wajah kuyu nya sepulang bekerja, hal itu malah terlihat seksii di mata Alisa. Jimmy yang sekarang jauh lebih dewasa, mungkin karena dia akan berstatus ayah beberapa bulan lagi. 


Alisa masuk ke kamar mandi, dia ingin membersihkan tubuhnya terlebih dulu. Dia ingin menyuguhkan yang istimewa untuk suaminya. Tak ingin mengecewakan nya, meskipun akhir-akhir ini dia malas mandi.


Setelah selesai mandi, Alisa keluar dengan bathrobe nya. Rambut basahnya dia gulung dengan handuk kecil, namun saat melihat ke arah ranjang, kedua mata Alisa di buat melotot. 


Bagaimana tidak, dia melihat Jimmy sedang menatapnya dengan tatapan nakal. 



'Sial, suamiku sangat tampan.' Alisa membatin, lalu dengan perlahan dia mendekat seolah tak terjadi apapun. 


"Sudah selesai mandi nya? Bahkan aroma sabun mu saja membuat aku bernafssu." Ucap Jimmy tanpa mengalihkan pandangan nya dari tubuh sang istrinya sedetik pun. 


"Jangan menatap ku seperti itu, sayang." 


"Kamu membuat aku sangat bergairaah, sayang. Apalagi dengan perut buncit mu itu, membuat kamu terlihat sangat sekssi." Ucap Jimmy, dia bangkit dari rebahan nya dan mendekat ke arah Alisa. 


"Cantik, sempurna dan aku sangat beruntung memiliki mu sebagai istriku." 


"Sayang, kamu membuat aku malu." Alisa tersipu, wajahnya merona karena ucapan Jimmy. Terdengar seperti gombalan buaya darat, tapi yang di katakan Jimmy adalah suatu kebenaran, kata-kata yang berasal dari hatinya. 


"Kenapa harus malu? Aku suamimu, dan ini bukan pertama kali nya kita akan melakukan itu." 


"Eemmm, tetap saja. Kenapa malam ini mulutmu begitu manis?" Tanya Alisa.


Alisa mengalungkan kedua tangan nya di leher kokoh suaminya, bibir mereka bertemu dan saling melumaat satu sama lain dengan lembut nan mesra. 


'Bibir yang tak pernah berubah, manis seperti pertama kali aku menikmatinya.' Batin Jimmy, dia masih ingat bagaimana rasanya ciuman pertama nya dengan Alisa. 


Jimmy menelusupkan lidahnya, mengajak lidah istrinya untuk bergulat di dalam sana. Dengan lihai, Alisa bisa mengimbangi permainan lidah suaminya. Keduanya asik  bertukar saliva, mencecap rasa satu sama lain, hingga ruangan bernuansa hitam itu di penuhi dengan suara decapan-decapan nikmat dari kedua insan yang tengah berbagi saliva.


Tangan Jimmy merayap nakal, dia meraih gundukan kenyal di dada istrinya, lalu meremaas nya dengan lembut, hingga membuat Alisa memeluk leher Jimmy dengan erat.


"Enghh.." Alisa melenguuh pelan, bahkan hanya sentuhan seperti itu saja membuat nya basah.


Keduanya pun memadu kasih, Jimmy menyentuh sang istri dengan penuh kelembutan dan kehati-hatian, karena khawatir akan menyakiti istri dan calon anaknya. 


Meski begitu, tak mengurangi rasa nikmat yang di rasakan kedua nya. Desaahan dan lenguhaan terdengar merdu, memenuhi kamar milik Jimmy. 


Sedangkan di bawah, Raksa dan Larissa kedatangan tamu, yakni Dion dan Karin, orang tua Farhan, sekaligus kerabat mereka.


"Wahh, ada apa ini malam-malam?" Tanya Raksa.


"Tidak ada apa-apa, hanya saja kami ingin mengajak kalian untuk ikut ke rumah Eva besok."


"Untuk?" Tanya Raksa dengan kening berkerut.

__ADS_1


"Melamar nya untuk Farhan." Jawab Dion, tanpa basa basi lagi. 


"Hah? Jangan bercanda kau, Di."


"Ngapain bercanda, mereka dah anu-anuan jadi gak baik kalo di biarin. Mendingan di nikahin." Celetuk Dion membuat Raksa dan Larissa menganga. 


"Papa ihh, jangan di bilangin gitu dong, kasian Farhan nya, itu aib anak kita." 


"Haha, pasti terpapar anak kita itu Ma." Cetus Raksa membuat Dion menatap Raksa dengan tajam.


"Pasti pengaruh dari si Jimmy nih, jadinya anak kita pengen nyobain. Sekarang kemana anak itu?"


"Lagi sama istrinya lah." Jawab Raksa santai. 


"Tapi, itu juga bukan sepenuhnya kesalahan anak ku, Di. Kalo anak mu kuat, gak bakal terjadi lah tuh." 


"Ya, makanya aku khawatir aja. Mumpung belum terjadi apa-apa, jadi sebaiknya di nikahkan secepatnya aja. Kalo udah nikah, mau di buntingin sekalian juga kan gapapa." 


"Iya, tuh Alisa juga lagi hamil anak Jimmy sekarang."


"Yaiyalah anak si Jimmy, kalau bukan anak si Jimmy, emang nya anak siapa? Kan suaminya Jimmy." 


"Hahaha, iya juga sih. Jadi besok jam berapa? Biar kita siap-siap." 


"Jam 3 sore, ajakin si Jimmy sama Alisa juga. Kata Farhan, Alisa itu bestie nya Eva." 


"Siap-siap." Jawab Raksa.


"Ehh makan malam dulu yuk? Sekalian, belum makan kan?" Tanya Larissa.


"Boleh deh." Ke empat orang itu pun pergi ke ruang dapur dan makan malam bersama.


"Alisa sama Jimmy mana? Kok gak ikut makan malam bareng?" Tanya Karin.


"Jimmy gak suka kalau dia lagi sama istrinya, terus di ganggu. Makanya kita biarin aja, nanti mereka makan berdua." 


"Ohh begitu ya.."


"Wajar lah, pasangan muda. Masih masa-masa suka anu." Celetuk Raksa membuat Dion terkekeh. 


"Kayak kita waktu masih muda ya." 


"Nahh iya tuh, di kurung seharian di kamar." Ucap Raksa sambil tertawa. Tapi berbeda dengan dua wanita disana, mereka kompak menunjukkan ekspresi kecut. 


.......


🌻🌻🌻


maafin baru up, author nya tumbang 🤧 sambil nunggu novel ini up, gimana kalo kalian mampir ke karya temen author? di jamin bakal suka deh😚

__ADS_1



Kurebut Suami Kakakku karya kakak AdindaRa😚


__ADS_2