Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Tingkah Jimmy


__ADS_3

Satu jam berlalu, Jimmy terbangun dari pingsan nya, dia bangkit dari rebahan nya lalu menggelengkan kepala nya mengusir rasa pusing. Dia mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru ruangan. 


"Aku kenapa ya?" Gumam Jimmy. 


"Lo pingsan tadi." Jawab seseorang yang sedari tadi berada di kamar itu, tujuan nya ya untuk menjaga Jimmy dan Alisa.


"Gue? Pingsan kenapa?"


"Malah nanya, mana gue tau? Yang pingsan kan Lo, bukan gue!" Ketus Farhan. 


Jimmy terlihat mengingat-ingat, apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa dia bisa pingsan?


"Ohh iya, gue pingsan pas denger kalo Alisa hamil." 


"What?" Farhan hampir saja melompat dari duduknya begitu mendengar ucapan Jimmy. Namun sedetik kemudian..


Hahaha… 


Farhan tertawa terbahak-bahak, dia sampai harus memegangi perutnya yang terasa keram karena terlalu lama tertawa.


"Napa Lo ketawa?"


"Jimmy, Jimmy, sorry makin kesini gue jadi ragu kalo Lo tuh Jimmy ketua geng kelelawar yang terkenal sadis itu dah." Celetuk Farhan setelah menyelesaikan tawa nya.


"Emang nya napa?" Tanya Jimmy sambil mengernyitkan dahi nya.


"Masa denger kabar bini hamil doang sampe pingsan sih?"


"Yang bener? Wahh kabar mengejutkan." Bukan Jimmy, tapi Aldi yang tiba-tiba nongol dari balik pintu.


"Seriusan ini?" Tanya Dian yang juga ikutan masuk.


"Seriusan njir, dia kaget kali denger kecebong nya tumbuh, sampe pingsan njir." Ucap Farhan, membuat wajah Jimmy memerah.


"Kesadisan Lo sebagai ketua geng Kelelawar di ragukan, Jim." Ucap Dian sedangkan yang lain tertawa melihat ekspresi wajah Jimmy yang memerah karena malu.


"Apaan sih, gue cuma kaget doang. Semalem gua sama Alisa habis usaha bikin adek bayi, eehh masa sekarang katanya bini gue dah hamil, ya kali proses nya cuma semalem." Sewot Jimmy, berharap teman-teman nya tak menertawakan nya. Tapi dia salah menduga. 


Mereka malah semakin terbahak, bahkan Jian yang biasa nya berwajah datar pun tersenyum, memang nya letak kelucuan nya dimana sih? Sampai-sampai membuat mereka ngakak?


"Kalian kenapa sih? Emang lucu ya?"


"Jelas lah, kalo aja Lo bukan Jimmy ketua geng kelelawar, pasti kita-kita gak bakal sengakak ini njir." Jawab Farhan.


"Bener, biasanya Lo kan dingin. Sedingin es batu, ehh ini pas tau bini hamil kok tumbang? Biasanya juga Lo yang bikin musuh tumbang kan?" Timpal Aldi, sedangkan Dian hanya tersenyum melihat wajah Jimmy yang terlihat lucu jika sedang malu.


"Isshh, keluar-keluar dari sini berisik tau gak! Bini gue masih tidur." Usir Jimmy pada teman-teman nya, tak mau dia semakin di pojokan oleh teman-temannya.


"Ciee, Jimmy bisa malu juga ya weeh." 


"Bener, mana muka nya lucu bener pas malu gitu." Cetus Aldi. 


"Keluar!" Tegas Jimmy, membuat semua nya langsung keluar dengan cepat, sebelum singa nya keluar dan mengamuk.


Jimmy mendengus lalu mendaratkan pantaat nya di pinggiran ranjang.

__ADS_1


"Apaan, gue di ketawain segitu nya. Sial banget." Gerutu Jimmy, dia menatap wajah tenang sang istri yang belum sadarkan diri. 


Hari ini, tepat di hari ulang tahun Alisa yang ke 19 tahun, dia benar-benar di berikan kejutan yang luar biasa. Hamil, satu kata yang sangat Jimmy tunggu. Tadi malam, mereka baru saja membahas nya sebelum bermain beronde-ronde. Tapi sore ini, kabar itu mereka dapatkan. 


"Aku berjanji akan menjaga mu lebih baik lagi, Sayang." Ucap Jimmy, dia mengecup punggung tangan Alisa dengan lembut. Entah akan seperti apa reaksi Alisa saat nanti dia tau kabar kalau dirinya tengah mengandung buah cinta nya dengan Jimmy. 


Beberapa menit kemudian, Alisa terbangun dari tidurnya. Kedua mata bulat dengan bulu mata lentik itu mengerjap beberapa kali, menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata nya.


"Sudah bangun istriku sayang?"


"Eemm, kepala aku pusing banget sayang. Aku kenapa?" Tanya Alisa lirih dengan suara serak nya.


"Kamu tadi pingsan pas makan-makan."


"Ohh, penyakit aku kambuh lagi ya?" Tanya Alisa lagi, membuat Jimmy tersenyum lalu mengusap lembut kepala istrinya.


"Enggak, kamu tau sayang? Ada kehidupan lain disini, di rahim kamu." Jimmy mengusap pelan perut rata istrinya.


"Maksud kamu, aku hamil?" Tanya Alisa, Jimmy mengangguk cepat lalu tersenyum penuh arti.


"Jangan bercanda sayang, gak lucu tau gak! Masa iya, kan baru semalem kamu tanam benih nya, masa langsung tumbuh sih."


"Fakta nya kamu memang hamil sayang, besok kita ke dokter kandungan ya? Biar jelas, udah berapa lama dia di dalam sana." Ucap Jimmy. Alisa menunduk, lalu mengusap perutnya. Dia meneteskan air mata nya, terharu karena saat ini dia di berikan kepercayaan untuk merawat dan menjaga sebuah titipan dari Tuhan untuk menyempurnakan hidupnya. 


"Kenapa menangis? Kamu belum siap?" Tanya Jimmy salah mengartikan air mata istrinya.


"Tidak, aku sangat siap sayang. Aku hanya terharu, padahal baru semalam kita membahas nya, tapi ternyata di luar dugaan dia sudah hadir." 


"Kalau saja kamu tak pingsan tadi, mungkin kita takkan tau kalau sebenarnya kamu tengah mengandung anak kita, sayang." Jimmy meraih istrinya ke dalam pelukan, mengecup kepala nya bertubi-tubi sebagai ungkapan rasa cinta nya pada Alisa.


"Kita jaga anak ini bersama-sama ya.." lirih Alisa.


"Iya, lagian siapa yang mau ninggalin kamu? Gak ada kok. Aku bahagia dan aku nyaman sama kamu, terimakasih sudah menjadi suami yang baik buat aku." Alisa mendongak lalu mengecup singkat bibir Jimmy. 


"Aku juga akan berusaha menjadi calon ayah yang baik untuk anak kita." Keduanya larut dalam suasana bahagia, Jimmy terus mengusap lembut perut rata Alisa. Sesekali dia mengecup nya lalu menduselkan kepala nya di perut sang istri.


"Uhhh manja nya suamiku." 


"Gapapa, sama istri sendiri." Jawab Jimmy manja, membuat Alisa terkekeh mendengar jawaban suami tampan nya.


Di luar ruangan itu, Farhan, Dian, Aldi juga Jian berkumpul di teras. Mereka bermain gaple, siapa yang kalah akan di coret menggunakan tepung terigu. Sejauh ini yang mendapat coretan tepung yang banyak adalah Aldi, dia payah dalam hal bermain kartu semacam ini. 


"Yaaahh, anjir kalah lagi." Keluh Aldi saat teman-teman nya bersiap mencoret wajahnya dengan tepung hingga membuat wajah nya cemong.


"Haha, kayak tuyul njir." Celetuk Farhan sambil menunjuk wajah Aldi.


"Besok, botakin aja rambutnya biar makin mirip." Celetuk Jimmy dengan wajah datar nya, dia menyusul ke teras saat mendengar suara teman-teman nya.


"Eehh calon bapak dateng, ikutan main?" Tanya Farhan.


"Gas." Jawab Jimmy, dia ikut duduk melingkar dan bermain kartu. Ternyata Jimmy cukup pandai bermain kartu, hingga bisa mengalahkan Farhan yang sedari tadi menang terus. 


"Anjirr, gue kalah." 


"Balas dendam, Al. Coret yang banyak, kalo perlu tumpahin tuh tepung ke atas kepala nya, biar epik!" Perintah Jimmy dan langsung di angguki Aldi. Pria itu tersenyum sinis, membuat Farhan ketar ketir sendiri.

__ADS_1


"Hehh, jangan ngadi-ngadi ya Lo. Awas aja kalo Lo tumpahin tepung ke wajah gue!" 


"Maaf banget nih waketu, tapi gue lebih patuh sama perintah ketua." Jawab Aldi, dia menuang tepung di kepala Farhan. 


"Anjirrr, hilang sudah wajah ganteng gue!" 


"Haha, rasakan pembalasan dendam gue!" Ucap Aldi sambil tertawa penuh kepuasan. 


"Ya ampun, apa-apaan ini mainan tepung di sini, heh!" 


"Aduhh Mak, ampun ini mah. Gue kagak ikut-ikutan ya, takut bener." Aldi, Dian, Jian dan Farhan ngacir melarikan diri sebelum kena amuk Larissa.


"Lahh gue di tinggal sendirian, woyy!" Pekik Jimmy sambil berusaha melarikan diri, tapi Larissa keburu cepat menangkap putranya. Dia menjewer telinga nya hingga membuat Jimmy meringis kesakitan.


"Mama, sakit Ma. Nanti Jimmy sapu kok," 


"Anak nakal, udah mau jadi bapak juga masih aja kelakuan nya kayak bocah!" 


"Ma, udah Ma. Telinga Jimmy putus nanti, aaawww sakit!" 


"Mama, biar Alisa aja yang nanganin Jimmy." Ucap Alisa yang terlihat bagai pahlawan kesiangan bagi Jimmy.


"Huhh, mama serahkan anak nakal ini pada pawang nya." Larissa pun melepaskan tangan nya dari telinga putranya, lalu masuk. Sedangkan Jimmy mengusap-usap telinga nya yang memerah karena ulah mama nya.


"Baby.." Lirih Jimmy.


"Sakit sayang? Sini aku liat." Jimmy menunduk, Alisa mengusap telinga Jimmy yang terlihat merah.


"Sakit banget, Bby." 


"Makanya kamu nya jangan nakal dong,"


"Cuma main kartu doang kok, gak nakal." Ucap Jimmy.


"Terus, itu tepung kenapa bisa berserakan begitu kalau kamu gak nakal?" 


"Hehe.."


"Tuhkan nakal, nanti aku aduin sama dedek bayi lho, papa nya nakal." 


"Eehh jangan dong, Bby. Adek bayi cuma boleh denger yang baik aja tentang Papa nya." 


"Iya, jadi jangan nakal lagi ya? Sekarang sapu tepung nya, nanti aku kasih kiss." 


"Beneran?" Tanya Jimmy bersemangat.


"Iya sayang, ayo sapu dulu." 


"Okey, sayang." Jimmy pun mengambil sapu dan menyapu tepung itu dari teras.


......


🌻🌻🌻🌻🌻


hai hai semua nya, sambil nunggu author up lagi, author mau rekomendasi novel karya temen author yang di jamin seru dan bikin ketagihan baca😚

__ADS_1



Young Mommy karya kakak Sa Ekha😚🌻🌻


__ADS_2