
Setelah selesai dengan pertemuan nya, Jimmy keluar lebih dulu, dia khawatir kalau Alisa masih menunggu nya. Benar saja, istri cantiknya masih ada di ruang tamu bersama Eva dan Ayuna.
"Baby, belum tidur?" Tanya Jimmy.
"Belum, kan aku udah bilang mau nungguin kamu." Jawab Alisa dengan senyum kecilnya.
"Yaudah, ayo tidur sayang." Ajak Jimmy, sambil mengulurkan tangan nya. Alisa baru saja akan menerima uluran tangan suaminya, tapi dia kalah cepat dengan seseorang.
Jimmy melirik ke samping, begitu melihat siapa yang sudah menggenggam tangan nya, Jimmy langsung menghempaskan nya.
"Ihhh apa-apaan!" Sentak Jimmy membuat Farhan tertawa.
"Kan ngajakin bobo, yukk.." Jawab Farhan dengan nada manja yang di buat-buat.
"Najiss banget, sono anterin cewek Lo balik." Sewot Jimmy membuat ketiga perempuan itu tertawa melihat tingkah konyol Farhan.
"Selera humor Lo nol, Jim."
"Kagak minat, mending becanda sama istri di kasur." Jawab Jimmy sambil memainkan alisnya.
"Ingin ku tampol wajah mu itu Jim, tapi apa daya aku tak sanggup jika harus kehilangan sebelah tangan ku."
"Halah, drama banget Lo. Sejak kapan sih Lo kayak gini? Gue pecat jadi waketu mau?" Ancam Jimmy yang membuat Farhan langsung terdiam.
"Lahh senyap dia, kayak jangkrik ke injek." Ucap Dian yang sedari tadi diam di belakang kedua sepupu yang sedang berargumen itu.
"Hahaha.." Tawa semua orang pecah melihat Farhan yang membeku seketika ketika jabatan nya di dalam geng terancam.
Farhan hanya melirik sinis ke arah Dian juga Jian yang hanya menguluum senyum nya, mana berani dia berurusan dengan waketu. Dia kan anggota baru, masa baru sehari jadi anggota geng kelelawar sudah di pecat, kan gak lucu gitu. Makanya saat melihat lirikan maut dari Farhan, Jian langsung berwajah datar.
"Puas banget ngetawain gue, awas ya Lo."
"Udah, gak usah takut. Dia cuma waketu, gw ketua nya." Lagi-lagi Farhan terdiam, kena mental lah tuh.
"Anter cewek Lo balik sana, kasian udah kemaleman. Bawa anak buah, takutnya ada serangan susulan."
"Siap bos, gue cabut duluan." Farhan menggandeng tangan Eva ke luar untuk mengantarkan nya pulang ke rumah.
"Ji, kalian tinggal disini saja dulu untuk sementara waktu selama situasi belum kondusif."
"T-api.."
"Gak usah tapi-tapian, rumah ini besar dan punya banyak kamar." Ucap Raksa yang baru keluar dari ruang kerja dengan suara tegasnya.
"B-baik tuan.."
"Beristirahatlah." Ucap Raksa lagi, Jian mengangguk dan membawa Ayuna ke kamar tamu yang berada dekat dengan ruang tamu.
"Ay, besok kita ngobrol-ngobrol lagi ya?"
"Oke." Jawab Ayuna sebelum masuk ke kamar nya. Seperti nya hubungan Ayuna dan Alisa tak sekaku itu, mereka mulai berteman mungkin.
__ADS_1
"Yuk, kita juga istirahat." Ajak Jimmy, Alisa mengangguk dan berjalan meniti tangga dengan perlahan. Tangan Jimmy tak pernah lepas dari tangan Alisa, membuat hati Rafi dan Alina menghangat melihat putri mereka yang terlihat sangat bahagia dengan suaminya.
"Jadi gak nih?" Tanya Jimmy setelah kedua nya di dalam kamar.
"Jadi dong, tunggu aku ganti baju dulu ya."
"Siap.." jawab Jimmy, dia memilih duduk di sisi ranjang. Sedangkan Alisa masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya dengan pakaian dinas.
Tak butuh waktu lama, Alisa kembali keluar dengan lingerie merah menyala, Jimmy menelan ludahnya kepayahan saat melihat tubuh sang istri. Memang sedikit kurus, tapi itu tak menghilangkan daya tarik nya.
"Cantik sekali, sayang."
"Pasti, aku kan istrimu." Jawab Alisa, dia berjalan pelan dengan gaya sekssi nya. Jimmy tersenyum, dia bersiap menyambut sang istri. Alisa juga tersenyum manis, lalu duduk di pangkuan Jimmy.
"Kamu kurusan sayang, seperti nya aku harus mulai bekerja untuk menafkahi mu." Ucap Jimmy sambil membelai lembut pipi istrinya.
"Aku tidak bernafssu makan saat berjauhan dengan mu, sayang."
"Aku sampai demam gara-gara kamu pergi, jadi jangan pernah meninggalkan aku lagi, sayang." Lirih Jimmy, lalu mengecup kilas bibir sang istri.
"Kamu demam, sayang?" Tanya Alisa, dia terkejut. Apa benar suaminya sampai sakit?
"Iya, aku demam tinggi sehari sebelum aku datang menjemput mu sayang."
"Berarti tadi siang? Aahh sayang, maafkan aku. Itu bukan keinginan ku, aku juga tak berjauhan dengan mu." Alisa langsung memeluk Jimmy, begitu juga pria itu yang melingkarkan kedua tangan nya di pinggang istrinya.
"Aku tau, sayang. Jadi, mari kita tuntaskan rindu selama satu minggu ini?"
"Tentu, aku siap." Jawab Alisa manja, dia menangkup wajah suaminya lalu mencium bibirnya dengan lembut, melumaat bibir Jimmy atas dan bawah bergantian.
"Enghhh.." Hanya karena remaasan saja, Alisa sudah kebasahan, mungkin karena lama tak di sentuh suaminya.
"Kita mulai saja ya, aku gak tahan." Rengek Alisa.
Alisa berdiri dari duduknya, lalu menurunkan celana suaminya beserta boxer hitam nya sekaligus. Alisa tersenyum saat melihat junior suaminya sudah tegak menantang.
"Apa aku boleh memakan nya?"
"Tidak, aku belum mencuci nya. Mungkin saja itu kotor, sayang. Sudahlah jangan macam-macam, masukan saja."
"Kamu mah gitu, aku kan pengen puasin kamu."
"Gapapa sayang, bisa nanti." Jawab Jimmy, meskipun sebenarnya dia juga ingin merasakan itu lewat mulut, tapi keadaan sedang tidak memungkinkan untuk pemanasan lama.
Alisa pun kembali bangkit dan duduk di pangkuan suaminya, mereka pun kembali menyatu dengan Alisa yang memimpin permainan. Jimmy memejamkan mata nya menikmati permainan istrinya, Alisa terlihat sangat menggairahkaan saat ini.
Sedangkan di luar sana, Eva dan Farhan baru saja sampai di rumah.
"Mampir dulu, yang?" Tanya Eva.
"Ada siapa di rumah?" Balik tanya Farhan.
__ADS_1
"Harusnya sih ada Mama, tapi gak tau apa udah pulang kerja atau belum."
"Enggak deh kalo gitu, aku takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan kalau cuma berdua." Jawab Farhan. Tapi di sisi lain dia tak tega membiarkan gadisnya sendirian di rumah.
"Tapi aku sendirian di rumah."
"Aku temenin deh, sebentar aja paling. Nanti jam sepuluh aku pulang,"
"Oke, yuk masuk." Ajak Eva, Farhan pun mengikuti gadisnya ke rumah. Dia duduk di sofa sedangkan Eva masuk ke kamar untuk berganti pakaian.
"Yang, ini kue di meja boleh aku makan gak?"
"Boleh sayang, sebentar aku buatin kopi." Jawab Eva sedikit keras.
Tak lama kemudian, dia keluar dengan pakaian rumahan nya, piyama bergambar kartun, berlengan pendek juga celana nya yang hanya sebatas paha.
Dia berjalan ke dapur untuk membuatkan Farhan kopi, hanya butuh beberapa menit saja, secangkir kopi hitam tersaji di depan nya. Tapi bukan itu yang membuat fokus Farhan, tapi kaki jenjang dan mulus milik Eva.
"Sayang, kenapa pake celana pendek? Ganti sana, gak inget disini ada laki-laki?" Tanya Farhan, pasalnya dia tergiur ingin mengusap nya.
"Aku kalo mau tidur memang pake ini, Yang. Nyaman plus udah kebiasaan juga."
"Tapi kan sekarang di rumah ada aku, Sayang. Gimana kalo aku khilaf?"
"Emang kamu tergoda gitu?"
"Aku normal kali, yang. Punya nafssu!" Jawab Farhan sambil memalingkan wajahnya, berusaha menghindari Eva. Tapi gadis itu malah duduk di samping Farhan, membuat nya kesulitan menelan ludahnya.
"Sayang.."
"Apa?" Tanya Eva dengan senyum manis nya, seperti nya dia senang menggoda kekasihnya.
"Aduh yang, sanaan ihh duduknya."
"Kenapa sih? Aku kan bukan virus, kita pacaran kan?" Tanya Eva.
"Iya, kita emang pacaran sayang. Tapi, aduhh jangan bikin otak ku traveling dong."
"Lho, traveling kemana? Kamu mah otak nya mesuum, aku kan cuma pengen duduk deketan doang." Jawab Eva sambil terkekeh. Dia menyandarkan kepala nya di pundak Farhan, membuat nya pria itu membulatkan kedua mata nya.
"Tadi aku juga ekspresi nya sama kayak kamu."
"Sayang ihhh, kamu mancing-mancing ya. Sanaan duduk nya, kalau enggak aku cium nih."
"Gak takut.." jawab Eva menantang, membuat Farhan bingung sendiri. Dia yang mengancam, dia juga yang kebingungan. Agak lain memang pasangan ini.
......
🌻🌻🌻🌻🌻
haii, jangan lupa mampir ke karya temen author yaaw, apalagi yang suka duda😚
__ADS_1
Duda Cassanova Terjerat Gadis Bar-bar karya kak Oktavia Ganda Zakhia😚😚