Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Jimmy Sakit #2


__ADS_3

Pagi harinya, seisi rumah di buat panik saat melihat Jimmy muntah-muntah hingga tubuhnya lemas, tak bertenaga sama sekali. Untuk berkedip pun, seperti nya Jimmy tak sanggup, tentu saja hal itu membuat Alisa dan yang lain panik.


"Sayang, kamu kenapa sih? Kok muntah-muntah terus dari semalem, masuk angin ya?" Tanya Alisa sambil membawa teh jahe yang di campur dengan madu dan lemon. 


"Iya, mungkin aku masuk angin, Bby." Jawab Jimmy pelan, sangat pelan hingg terdengar seperti bisikan.


"Di minum dulu sayang, jangan bikin aku khawatir dong."


"Aku gapapa sayang, jangan terlalu di pikirkan. Ingat kandungan kamu, dia masih rentan karena masih trimester pertama." Peringat Jimmy membuat Alisa terharu, air mata nya menggenang di pelupuk mata, satu kali berkedip saja pasti bendungan itu akan tumpah ruah. Namun dia menahan air mata nya, sebisa mungkin agar Jimmy tak khawatir padanya dan fokus pada kesehatan nya saja. 


"Iya, aku sama adek bayi baik-baik aja kok. Kamu juga harus sembuh, jangan sakit ya?" 


"Tentu saja, aku pasti sembuh. Papa nya adek bayi kan bukan pria lemah." Jawab Jimmy sambil tersenyum kecil. Bibir nya yang pucat menambah kesan sakit pada pria itu. 


"Aku panggil dokter ya? Biar kamu di periksa, biar jelas kamu sakit apa." 


"Gak usah, Bby. Ini udah mendingan kok, makasih teh nya, enak." 


"Tetep aja, udah mendingan juga kamu nya masih keliatan pucet banget, sayang. Aku gak tega lihat kamu gini, nurut ya? Jangan keras kepala." Bujuk Alisa, akhirnya pertahanan Jimmy runtuh juga, dia pasrah saat Alisa menatap nya dengan nanar. 


Benar kata orang, sesadis atau sekejam apapun seorang pria, tetap saja akan tunduk pada wanita yang dia cintai. Begitu juga Jimmy, hal itu benar-benar terjadi padanya. Di luar rumah, Jimmy terkenal dengan kesadisan dan keangkuhan nya, ketua geng kelelawar yang di takuti geng lain, tapi di rumah? Dia tak lebih dari suaminya yang bucin pada istrinya.


"Ma, panggilin dokter dong? Gak kuat Alisa liat Jimmy, pucet, lemes banget gitu." 


"Iya, sayang. Akhirnya Jimmy mau di periksa juga, kalau sama mama dia nya pasti bersikukuh menolak." Ucap Larissa yang langsung di sahuti oleh Raksa.

__ADS_1


"Wajar lah Ma, Alisa itu kan istrinya. Dia pasti lebih nurut sama istri di banding sama mama nya sendiri."


"Iya sih, papa juga gitu ya?" Sindir Larissa, membuat Raksa terdiam seketika.


Raksa hanya nyengir, menampilkan barisan gigi putihnya. 


Tak lama kemudian, datanglah Jian bersama seseorang di belakangnya. Dari pakaian nya, Alisa sudah bisa menebak kalau itu adalah dokter.


"Silahkan masuk, dok." Sambut Alisa, dia membuka pintu kamarnya lebar-lebar. 


Dokter pun masuk, begitu juga dengan Larissa yang penasaran dengan keadaan putra kesayangan nya.


Jimmy menatap nanar sang istri dan ibu nya, dia tersenyum lalu meminta sang istri agar mendekat dan duduk di sampingnya.


"Menurut pemeriksaan saya, tak ada yang salah dengan tuan muda."


"Tapi, suami saya muntah-muntah dok. Lihatlah, dia sampai lemas begini. Bagaimana bisa dokter tak menemukan apa-apa?" Sewot Alisa sambil menggenggam tangan Suaminya. 


"Saya sudah memeriksa nya beberapa kali, tapi saya tak menemukan kendala apapun dalam tubuh tuan muda." 


"Lalu sebenarnya suami saya ini sakit apa? Gak mungkin dia keracunan makanan kan?" Tanya Alisa.


"Tidak sama sekali, tak ada zat berbahaya dalam tubuh tuan muda. Saya juga heran, kenapa tuan muda muntah-muntah tapi saya tak menemukan apa-apa." Jelas nya, dia sendiri bingung, kenapa bisa seperti ini. 


"Ma, apa mama yakin kalau dia dokter asli? Bagaimana kalau dokter gadungan yang menyamar, masa orang sakit gini sampe lemes di katain gak sakit apa-apa, kan aneh!" 

__ADS_1


"Maaf Nona, saya bisa menunjukan ijasah kelulusan saya dari universitas terpercaya." 


"Kalau anda benar-benar dokter, mustahil kalau suami saya ini tak punya keluhan apa-apa, padahal dia selemas ini karena muntah-muntah." Kekeuh Maura, sedangkan Jimmy hanya memejamkan matanya, dia merasa lelah. Belum lagi, perutnya yang mulai terasa tak enak, seperti di aduk-aduk.


Huekk..


Alisa mengambil ember dari bawah ranjang dan memberikan nya pada Jimmy, pria itu muntah di dalam ember. 


"Percaya kan sama yang saya bilang? Suami saya sakit, kalau dia gak sakit saya gak mungkin manggil dokter." Sewot Alisa sambil memijit tengkuk leher sang suami. 


Merasa tak berguna, Alisa menyarankan agar Jimmy di bawa ke rumah sakit saja agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif, kalau di rumah sakit kan pasti penanganan nya lebih baik dari pada di rumah. 


"Oke, kita bawa Jimmy ke rumah sakit aja." Putus Larissa, tanpa mendengar jawaban Jimmy, begitu pun dengan Alisa. Perempuan cantik itu langsung bersiap untuk pergi ke rumah sakit sekarang juga. Sedangkan dokter itu memilih pulang, karena kehadiran nya tak di inginkan lagi. 


'Apa kemampuan ku sebagai dokter sudah menurun? Tapi tak mungkin aku salah.' Batin Dokter itu sambil pergi, mengendarai motor matic nya dengan perlahan menjauhi rumah keluarga Leonard.


......


🌻🌻🌻🌻🌻


sambil nunggu novel ini up, yuk mari mampir ke karya temen author😚



Khan, Kamulah Jodohku. karya kakak muda Anna😚

__ADS_1


__ADS_2