Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Jimmy Mode Manja


__ADS_3

Sampai bel masuk berbunyi lalu kembali melanjutkan pelajaran, Jimmy terus saja melamun. Kadang-kadang dia mendapat teguran keras dari guru yang sedang mengajar, tapi tak beberapa lama kemudian dia kembali melamun dengan mata menatap lurus ke depan namun tatapan nya kosong.


'Aduhh, gini amat ya sebangku sama cowok bucin. Tapi, Jimmy galau lebih nyeremin dari Jimmy yang marah anjir.' Batin Farhan, sedari tadi dia memperhatikan wajah kusut sepupu nya. 


'Wajah bos Jimmy kisut bener, galau nya nyeremin asli.' Dian juga membatin, dia lebih baik melihat wajah datar Jimmy dari pada wajah galau seperti ini. Sangat menakutkan bagi dirinya, entah kenapa tatapan saat bos nya galau lebih tajam dari pada saat dia marah.


'Jangan bikin gara-gara, bisa-bisa gue di telan bulat-bulat sama Bos Jimmy kalo bikin ulah.' Batin Dery, pria yang satu ini tak jauh-jauh dari hal berbau nyeleneh.


Singkatnya, jam sudah menunjukan pukul dua siang, artinya sudah waktunya para siswa siswi untuk pulang ke rumah masing-masing. Alisa berjalan bersama Eva dengan bergandengan tangan.


"Baby.." panggil Jimmy, Alisa berhenti lalu berbalik dan menatap wajah Jimmy yang kusut. 


"Hmmm?"


"Pulang bareng kan?" Tanya Jimmy pelan. 


"Gak usah, makasih." Jawab Alisa, lalu berbalik dan kembali berjalan meninggalkan Jimmy.


"Aaarrghhh sial, kenapa di cuekin bini itu gini banget sih, astaga!" Teriak Jimmy sambil meninju tembok yang tak bersalah. Farhan, Dian dan Dery, bergidik ngeri saat melihat Jimmy terus memukuli tembok yang tak tau apa-apa, hingga jemari nya mengeluarkan darah.


"Udah-udah, tangan Lo luka Jim!" Ucap Farhan, dia menghentikan amarah Jimmy pada tembok yang tak bersalah apa-apa. 


Tembok be like : Salah gue apa anjir? Sialan, cuma jadi saksi bisu doang sampe di pukul? Ketua geng motor kalo galau nyeremin banget.


"Kenapa rasanya di diemin istri itu sakit ya, Han?" Ucap Jimmy pelan.


"Harusnya, Lo usaha lebih keras lagi buat bikin Alisa luluh, bukan nya malah nyakitin diri Lo sendiri. Lo pikir dengan cara ini Alisa bakal maafin Lo? Enggak, Jimmy!" 


Jimmy luruh, lalu menunduk dengan wajah lemas nya.


'Astaga, gini bener ya kalo orang dingin kayak kulkas dua pintu galau. Seketika gue lupa kalo dia itu Jimmy, ketua geng kelelawar yang terkenal sadis.' 


"Sabar ya, usaha lagi biar Alisa mau maafin Lo. Yuk kita susul," Jimmy mengangguk dan berjalan mendahului ketiga pria itu. Membuat Farhan menggelengkan kepala nya, karena dia harus berlari mengejar langkah Jimmy yang lebar, selebar cintaku padamu. Eaakkss..


Ternyata, Alisa sudah tak ada lagi di gerbang, Jimmy panik dan segera mengumpulkan anggota geng kelelawar, hingga konvoi di jalanan terjadi siang itu. 


Setelah menemukan motor yang membawa sang istri, Jimmy memperlambat laju kendaraan nya, hingga iring-iringan motor besar dengan kenalpot bising itu langsung mengikuti pemimpin mereka. 


Tadinya, dia ingin menyalip dan membuat Alisa naik ke motornya. Tapi dia urungkan, mengingat Alisa tengah berada dalam kendali emosi, bisa saja dia semakin marah karena ulahnya itu. Jadi, Jimmy membiarkan nya saja. 


Lebih dari 12 motor gede mengawal satu motor kecil yang di tumpangi dua orang, salah satu nya Alisa yang menjadi penumpang.

__ADS_1


Driver ojek itu tentu saja ketakutan saat melihat dari spion begitu banyak motor yang mengikuti nya dari belakang, hingga dia beberapa kali oleng dan mengusap keringat nya yang mengucur karena rasa gugup.


Driver mana sih yang gak gugup saat di belakang nya ada banyak motor yang mengikuti nya? Syukur-syukur kalo orang baik-baik, nah yang saat ini berada di belakang nya seperti geng motor yang cukup berpengaruh.


"Jangan takut Pak, ketua geng motor itu pacar saya." Ucap Alisa menenangkan bapak-bapak yang menjadi driver ojek yang membawa nya. 


Alisa tersenyum kecil saat tak sengaja dia melirik ke samping, mata nya bersirobok dengan tatapan suaminya yang jelas sangat terlihat khawatir, karena saat ini motor Jimmy tepat berada di samping ojol yang di naiki Alisa.


"Agak lebih cepat ya, Pak." 


"Baik neng." Jawabnya sopan. 


Singkatnya, setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Alisa sampai di rumah besar milik keluarga Leonard. Tadinya, Alisa akan pulang ke rumah nya, tapi nanti di rumah dia pasti akan di tanya-tanya macam-macam oleh kedua orang tua nya, dan dia malas untuk menghadapi todongan kedua orang tua nya.


Alisa turun dan memberikan ongkos, juga memberikan tips untuk driver ojol itu, karena mampu mengendarai sepeda motornya dengan baik meski di bawah tekanan karena ada geng motor yang mengikuti nya di belakang.


Jimmy memastikan istrinya masuk dengan selamat, setelah itu iring-iringan motor besar itu pun bubar ke segala rumah, ya pulang ke rumah masing-masing karena tak ada misi atau tugas apapun dari ketua mereka yang saat ini tengah di landa kegalauan.


Jimmy masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Alisa baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian. Dia hanya melirik sinis ke arah suaminya, lalu berjalan tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya melewati Jimmy yang berdiri sambil menatapnya.


"Bby.."


"Hhmmm.." Alisa hanya berdehem sebagai jawaban, dia kira Jimmy masih belum menyadari dimana letak kesalahan nya.


"Maaf, aku gak sengaja. Tapi aku gak mau ngasih kamu harapan palsu, aku aja gak tau perasaan ini cinta apa bukan, tapi yang jelas aku gak suka kamu diemin aku kek gini, Bby. Maaf.." 


Alisa menoleh, menatap wajah Jimmy yang sudah memerah dengan air mata menggenang di ujung mata nya, berkedip sekali saja sudah di pastikan air mata itu akan meluncur membasahi pipi nya.


'Ya ampun, dia gemesin banget. Pengen gue cubit, tapi harus tahan harga! Ayoo Alisa, Lo pasti bisa nahan kegemesan Lo sama makhluk gemoy di depan Lo ini.' Batin Alisa, padahal dia sudah tak tahan ingin mengunyel-unyel pipi Jimmy yang terlihat menggembung. 


"Baby, maafin dong ya. Pliss.." bujuk Jimmy, kali ini pria dingin itu menangis sambil memeluk perut Alisa.


"Kok nangis sih, mana Jimmy yang katanya ketua geng kelelawar itu? Katanya sadis plus dingin kayak kulkas dua pintu, kok gini sih? Jangan-jangan kamu bukan Jimmy ya?"


"Isshhh Baby, ini beneran Jimmy." Rengek nya, membuat Alisa tertawa.


"Terus kenapa nangis, hhmmm?"


"Kamu cuekin aku, semalem pengen neneen tapi gak di kasih." Jawabnya sambil menduselkan wajahnya di perut Alisa. Sedangkan Alisa mengusap rambut Jimmy dengan lembut, sesekali menarik-narik nya hingga acak-acakan.


"Gara-gara siapa?"

__ADS_1


"Jimmy.." 


"Yaudah, kalo udah tau kesalahan kamu dimana. Harus bilang apa?" Tanya Alisa sambil menguluum senyuman nya.


"Maaf, Jimmy minta maaf."


"Iya, Bunny maafin."


"Beneran, Baby?" Tanya Jimmy antusias.


"Iya, udah jangan nangis. Malu, udah gede." Ucap Alisa sambil mencubit hidung mancung suaminya dengan gemas.


Tadinya, dia ingin marah lebih lama lagi. Tapi saat melihat wajah Jimmy, dia tak tahan dan memilih memaafkan kesalahan suaminya itu. Toh dia sudah menyadari kesalahan nya kan?


"Ganti baju nya sana, nanti kita belajar bareng lagi."


"Baju nya mana?"


"Di ruang ganti dong, baru sehari aku diemin kamu, masa kamu udah amnesia sih?"


"Siapin, kan biasanya kamu yang siapin baju aku." Ucap Jimmy pelan, dengan nada manja yang di buat-buat. 


Alisa terkekeh lalu mencubit kedua pipi Jimmy saking gemas nya.


"Iya, ayo ganti baju dulu." 


Jimmy mengekor di belakang Alisa, mengikuti perempuan itu ke ruang ganti, dimana pakaian mereka di gantung sesuai warna dan model. 


"Pakai ini aja ya?" Tunjuk Alisa pada kaos berlengan pendek warna hitam dan celana pendek selutut berwarna abu tua.


"Apa aja deh, terserah baby." Jawab Jimmy. Alisa pun mengambil pakaian itu dari gantungan, Jimmy pun memakai nya di depan Alisa tanpa malu sedikitpun. Wajah Alisa memerah, meskipun bukan pertama kali melihat Jimmy telanjaang, bahkan dia sudah melihat area pribadi nya juga merasakan nya, tapi tetap saja malu itu masih ada.


Setelah selesai memakai pakaian nya, Alisa mengambil seragam milik Jimmy dan memasukan nya ke dalam keranjang pakaian kotor, nanti sore dia akan mencuci nya sehabis belajar. 


Jimmy memeluk pinggang Alisa dari belakang, menumpukan dagu nya di pundak istri cantiknya dengan manja.


"Lepasin dulu.."


"Enggak mau!" Jawab Jimmy, Alisa mendengus sebal tapi membiarkan Jimmy tetap memeluknya. Pria itu rela berjalan seperti penguin demi mengikuti langkah Alisa, tapi tanpa melepaskan pelukan nya.


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2