
"Selamat pagi, sayang.." Farhan menyambut pagi bersama sang kekasih. Gadis itu masih bergelung di dalam selimut hangat nya, tubuhnya masih polos bekas percintaan semalam.
Di beberapa tempat, terdapat bercak-bercak kemerahan tanda kepemilikan yang di berikan oleh bibir nakal Farhan.
"Eemmmhh, sayang.." Eva melenguuh pelan, lalu membuka kedua mata nya yang terasa berat. Dia tertidur begitu nyenyak, mungkin karena kelelahan plus nyaman karena semalaman berada di dalam pelukan hangat Farhan.
"Ayo bangun dan mandi, sayang."
"Kamu gak mau main lagi di pagi hari ini, sayang?" Tawar Eva.
"Semalem gak puas? Kita bermain beberapa ronde tadi malam, apa itu mu baik-baik saja, sayang?" Tanya Farhan keheranan. Biasa nya laki-laki yang bersemangat untuk melakukan itu, tapi dalam kasus Eva dan Farhan, justru terbalik. Eva yang begitu bersemangat untuk melakukan itu.
"Hehe, habisnya enak."
"Ya kalo itu sih iya, aku juga menyukai rasanya. Tapi gak sesering itu juga kali, Yang. Kamu pikir pinggang aku gak sakit apa? Kamu sih enak, tinggal rebahan doang aku yang kerja."
"Aku yang di atas kalau begitu, yuk. Satu ronde di pagi hari, sebelum aku memasak sarapan. Bagaimana, sayangku?" Eva memainkan alis nya menggoda. Tentu saja Farhan tak bisa menolak godaan itu, dia tersenyum lalu keduanya kembali bergumuul selama beberapa jam untuk menyambut hari.
Farhan di buat mengeraang terus menerus sepanjang permainan, gerakan Eva membuat nya seakan kehilangan akal sehat, hentakan yang di lakukan nya membuat Farhan terus di landa kenikmatan yang menggulung, hingga dalam waktu beberapa menit saja Farhan sudah meledaak.
"Kamu kalah, sayang." Ucap Eva, dia tersenyum menggoda melihat Farhan yang terkapar tak berdaya di bawahnya. Dengan inti yang masih menyatu, Eva menundukan kepala nya lalu mencium bibir sang pria dengan lembut.
"Apa batangmu masih bisa muntah, sayang?"
"Mungkin satu kali lagi bisa, sayang. Aku lemas, kamu saja yang memimpin." Pinta Farhan. Meski sebenarnya Eva juga lelah, tapi dia baru satu kali keluar dalam posisi ini. Rasanya kurang memuaskan jika hanya satu kali.
Eva pun kembali mengambil alih permainan, dia terus bergerak di atas tubuh Farhan, hingga berhasil meraih beberapa kali klimaaks nya.
Setelah permainan selesai, Eva mandi lebih dulu dan membiarkan Farhan beristirahat setelah permainan.
"Mandi dulu ya, air hangat nya sudah aku siapkan. Aku turun dulu, mau masak. Kamu suka nasi goreng udang?" Tanya Eva sambil menyisir rambutnya.
"Suka, apapun makanan nya kalau kamu yang masak, aku pasti suka."
"Gembel." Cibir Eva, lalu keluar dari kamar meninggalkan Farhan yang masih berbaring di ranjang dengan tubuh polos, senjata nya menciut dan keriput setelah beberapa kali muntah.
Farhan terkekeh, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat hasil percintaan nya dengan Eva pagi ini, padahal dia hanya di bawah tanpa bergerak, tapi kenapa bisa berkeringat? Sama seperti hal nya Eva, dia juga selalu berkeringat padahal tak melakukan apapun kecuali mendesaah.
Eva mulai memasak untuk sarapan, meskipun seringkali dia bersikap manja, tapi Eva bisa memasak. Sepasang tangan hangat nan besar memeluk pinggang nya dari belakang, Eva tersenyum karena dia tahu siapa pemilik tangan besar itu.
__ADS_1
"Sudah mandinya, sayang?" Tanya Eva pelan dengan suara lembutnya.
"Sudah, masakan mu wangi sekali sayang."
"Ya sudah, ayo makan." Farhan menganggukan kepala nya, lalu duduk lebih dulu di meja makan. Eva datang menyajikan sepiring nasi goreng udang yang masih mengepul.
"Ini kopi nya."
"Makasih sayang, aku berasa jadi suami yang di layani istrinya."
"Aku senang melakukan nya untukmu, sayang. Ayo makan."
Farhan mengangguk dan mulai menyuapkan nasi goreng itu ke dalam mulutnya, dia membulatkan mata nya. Dari aroma, sampai ke rasa tak ada yang salah. Masakan Eva sangat enak, gurih nya sangat pas.
"Enak banget sayang,"
"Makan yang banyak, habiskan ya."
Kedua nya pun sarapan dengan tenang, sesekali keduanya bercanda ria, membuat pagi hari ini terasa lebih hangat dari biasanya.
"Sayang, aku pulang dulu ya? Nanti sore aku kesini lagi."
"Tapi, kalau mereka tumbuh disini bagaimana?"
"Aku bisa mengatasi nya sendiri, sayang."
"Tidak, jangan pernah berpikir seperti itu. Kita akan menjaga nya bersama-sama, sayang!" Tegas Farhan.
"Baiklah baiklah, sayang. Jangan marah, aku pasti akan bicara dengan mu."
"Jangan menyembunyikan apapun dariku, sayang!"
"Iya, aku takkan menyembunyikan apapun dari mu."
"Baiklah, aku pulang dulu ya sayang."
"Hati-hati di jalan nya, jangan ngebut ya." Farhan mengangguk dan mulai menaiki motor besarnya, mengemudikan nya dengan kecepatan sedang.
Farhan masuk ke rumah nya dengan langkah gamang, beberapa kali dia menghembuskan nafas nya dengan kasar. Hati nya di landa kegugupan saat ini, di tambah saat melihat kedua orang tua nya tengah duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
"Dari mana?" Tanya Dion, papa nya Farhan. Dengan tatapan tajam nya, semalam dia marah-marah setelah mengetahui kalau putranya tak pulang.
"Rumah Eva." Jawab Farhan, lalu duduk di hadapan kedua orang tua nya.
"Nginap disana?"
"Iya Pa, soalnya mama nya keluar kota mendadak. Jadi, Farhan nemenin Eva disana." Jawab Farhan sejujurnya.
"Ohh, sudah sarapan?"
"Udah, Ma. Tadi Eva masak nasi goreng udang, kesukaan Farhan."
"Wajah mu kenapa? Punya masalah?" Tanya Dion, dia begitu peka melihat perubahan pada wajah sang putra.
"Eemmm, Farhan mau nikah sama Eva, Pa."
"Hah?" Tanya Dion dan Karin, kedua orang tua Farhan kompak terkejut.
"Jangan bercanda Farhan, menikah itu perlu waktu! Kalian masih sama-sama kuliah, kau pikir menikah itu gampang? Eva mau kau kasih makan apa jika kalian sudah menikah hah?" Bentak Dion, sudah Farhan duga papa nya akan bereaksi seperti ini.
"Papa, Farhan pasti punya alasan." Karin mengusap bahu sang suami, berusaha menekan emosi nya.
"Ya, aku punya alasan. Kenapa aku ingin menikahi Eva dengan segera, Pa."
"Memang nya apa?"
"A-ku sudah merusak dia Pa, aku merenggut apa yang seharusnya aku nikmati setelah kami resmi menjadi suami istri." Jawab Farhan pelan.
"Apa?!"
........
🌻🌻🌻🌻🌻
sambil nunggu novel ini up, yuk mampir ke karya temen author😚😚
Rahim Sengketa karya kakak Asri Faris😚😚😚
__ADS_1