
Mengandung adegan 21+🔥🔥🔥
"Aahhh sial." Teriak Denis sambil membanting apapun yang dia lihat. Dia begitu cemburu saat melihat Alisa bermanja pada Jimmy tadi. Hatinya terasa panas terbakar api cemburu.
"Ya ampun, ada apa dengan mu babe? Kenapa kau melampiaskan kemarahan mu pada benda tak bersalah?" Tanya Ayuna yang baru masuk dengan wajah keheranan nya saat memasuki kamar, Denis tengah marah-marah sambil melemparkan benda-benda, hingga membuat kamar itu berantakan seperti kapal pecah.
"Kau tau? Aku melihat Alisa dan Jimmy di supermarket tadi, mereka terlihat sangat mesra, Ayuna!" Pekik Denis yang membuat Ayuna terhenyak.
"T-tapi bagaimana bisa?"
"Entahlah, padahal aku sudah menjalankan rencana ku dengan baik. Tapi apa yang aku dapat? Bukan nya berpisah, mereka malah terlihat semakin lengket."
"Sudahlah babe, kita pikirkan rencana lain. Tenangkan dirimu dulu." Ucap Ayuna sambil mengusap punggung Denis yang masih di liputi amarah, terlihat dari wajahnya yang memerah.
"Kalau sudah begini, kita lakukan rencana B."
'Yeahh, kenapa gak dari kemaren? Dia terlalu lembek!' Batin Ayuna. Dia rela mengorbankan harga diri nya demi bisa bersama Jimmy yang sudah bucin akut pada Alisa.
"Lakukan saja, aku mendukung mu." Ucap Ayuna, Denis mendongak. Lalu dengan cepat meraih tengkuk Ayuna dan mendaratkan ciuman di bibir nya, melumaat dan memagutt nya dengan brutal hingga Ayuna kewalahan mengimbangi permainan pria itu.
Dengan cepat, Denis memangku Ayuna dan melemparkan nya di ranjang dengan kasar. Ayuna yang memang sudah terbiasa di perlakukan seperti itu hanya tersenyum nakal, tubuhnya selalu bisa membuat amarah Denis mereda.
Denis menarik dress yang di pakai Ayuna, merobek nya lalu melemparnya sembarangan, dia menyentuh satu persatu aset milik Ayuna, meraba dan meremaas bulatan kenyal gadis itu dengan liar.
"Aahhh pelan-pelan.." Ayuna mendesaah pelan saat Denis meremaas buah dada nya dengan keras.
Ayuna dan Denis sama-sama punya fantasi liar saat bercintaa, mereka seringkali melakukan penyatuan dengan gaya-gaya esktrim, tak jarang mereka melakukan nya di ruang terbuka. Fantasi mereka terlalu liar.
Tokk .. tok.. tok..
Suara ketukan lirih di pintu yang di iringi dengan suara seseorang.
"Masuk saja." Ucap Denis, tentunya hal ini bukan hal baru bagi Ayuna. Di saksikan oleh beberapa orang saat mereka bercintaa.
__ADS_1
Seorang pemuda masuk ke dalam ruangan bernuansa putih itu, wajah nya memucat saat melihat pemandangan di depan nya. Dua orang berlainan jenis sedang bergumuul di atas ranjang bermandikan keringat di iringi desaahan-desaahan manja yang membuat sesuatu di bawah tubuhnya meronta ingin merasakan hal yang sama.
"Ada apa?"
"Kami sudah menyelesaikan misi, namun Arai tertangkap dan sudah di eksekusi oleh geng kelelawar, di bawah perintah Jimmy langsung." Ucapnya sambil menunduk, tak berani menatap pada bos nya yang sedang menikmati permainan nya.
"Aahhh aahh, lebih cepat babe!" Desaah Ayuna, membuat pria itu meremaas ujung pakaian nya.
Namun sayang, Denis terlanjur tak bernafssu karena berita yang di bawa anak buah nya. Dia malah mencabut senjata nya yang masih menegang karena belum terpuaskan, pria itu berlalu tanpa menghiraukan wajah frustasi Ayuna yang sedikit lagi akan meraih klimaaks nya.
"Babe, kenapa berhenti? Kau tak tau, inti ku berdenyut ingin klimaaks."
"Aku tak bergairaah, aku akan pergi ke basecamp. Kalau kau mau, kau bisa bermain dengan nya." Ucap Denis acuh, meraih pakaian nya lalu memakai nya dan pergi dari apartemen, meninggalkan Ayuna yang menggerutu karena hasraat nya sedang berada di puncak saat Denis menyudahi permainan nya.
"Aahhh sial, aku tak mungkin mengobok-obook lubang ku dengan tangan kan?" Rutuk Ayuna sambil meraba inti nya yang masih basah.
Ayuna baru teringat kalau ada anak buah Denis yang masih berada di kamar, dia tersenyum kecil sebelum memanggil pria yang sejak tadi mematung di tempatnya.
"Hey kau, kemarilah." Panggil Ayuna, pemuda itu perlahan mulai mendekat ke arah Ayuna.
"Jian, Nona." Jawab nya pelan, tanpa berani menatap tubuh polos Ayuna yang masih terbaring di ranjang.
"Jian, puaskan aku cepath." Ucap Ayuna lirih, namun dari suara nya saja siapapun tau kalau dia tengah bernafssu saat ini.
"T-tapi Nona, bagaimana kalau bos Denis marah?"
"Itu urusanku, cepatlah. Aku tak tahan," pinta Ayuna lagi. Jian tersenyum lalu melucuti semua pakaian nya, perlahan dia merangkak naik ke atas ranjang dan menindih Ayuna.
"Nona sangat cantik, seperti mimpi saya bisa menyentuh nona." Ucap Jian, membelai wajah cantik Ayuna.
"Aku memang cantik, namun kurang beruntung karena hanya jadi pemuaas." Ayuna tersenyum kecut saat mengatakan hal itu pada Jian, yang merupakan anak buah Denis.
"Sudahlah, ayo cepat masuki aku." Tangan Ayuna merayap ke bawah, meraih batang milik Jian. Dia terkejut lalu mendorong pelan dada pemuda itu hingga sedikit menjauh, seketika itu juga dia dibuat melotot saat melihat senjata milik pemuda itu.
__ADS_1
"B-erapa usia mu?"
"23 tahun, Nona. Kenapa?"
"Kenapa ini bisa sebesar ini? Kau memakai sesuatu?"
"Tidak, dari dulu milik saya memang sebesar ini." Jawab Jian dengan senyum nya.
"Wahh, ini jauh lebih besar dari pada milik Denis, ayo cepat aku sudah tak sabar." Ucap Ayuna antusias, inti nya langsung berdenyut saat melihat betapa besar dan gagah nya milik Jian.
Pemuda itu tersenyum penuh arti, setidaknya miliknya akan membuat Ayuna menjerit nikmat, batang miliknya lebih unggul dari milik bos nya, apa dia bisa berbangga diri sekarang?
Perlahan, Jian mendorong senjata nya. Ayuna memekik hebat saat miliknya di terobos oleh senjata Jian yang terlalu besar, bahkan lubang nya terasa robek saking besar nya milik Jian.
"Aaasshhh, kenapa seperti ini? Milikmu terlalu besar, Jian. Sakit.." Ayuna meringis saat benda itu terus mencoba masuk.
"Aaahhh Jian, sakit!" Teriak Ayuna saat benda itu berhasil masuk sempurna.
"Mau di lanjut atau sudahi saja?"
"Tidak, tidak. Aku tak mau kehilangan kesempatan untuk ini, ayo lanjutkan." Jawab Ayuna cepat, membuat Jian tersenyum puas. Dia mulai menggerakan tubuhnya maju mundur di iringi rintisan yang keluar dari mulut Ayuna, sensasi nya benar-benar berbeda saat dia bercintaa dengan Denis.
Sedangkan di basecamp, Denis terlihat fokus mendengarkan strategi dari anak buah kepercayaan nya.
"Bagus, aku setuju dengan rencana mu. Jadi lakukan secepatnya, aku ingin melihat pria itu hancur!" Denis menyeringai saat membayangkan betapa hancurnya Jimmy jika dia berhasil mengambil Alisa dari nya.
Suka atau tidak suka, sekarang Alisa adalah kelemahan Jimmy dan Denis tau benar hal itu. Maka dari itu, dia akan memanfaatkan kelemahan pria itu untuk bisa menghancurkan nya.
'Lihat saja nanti, kau pasti akan kalah dan Alisa akan menjadi milik ku seutuhnya!'
Denis menyeringai jahat, yang ada di pikiran nya saat ini hanyalah bagaimana caranya agar Alisa bisa dia miliki tanpa harus berbagi, tak peduli pada Ayuna yang sedang di garap anak buah nya sendiri di apartemen, karena baginya perempuan itu hanya sekedar pemuaas nya saja.
.......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻