
Jimmy mengusap lembut kepala Alisa, lalu mengecup kening nya singkat. Setelah memastikan kalau Alisa sudah tertidur, Jimmy keluar untuk menghadiri beberapa acara lagi, tak enak jika dia tiba-tiba menghilang, tapi dia sudah meminta Jian berjaga di luar ruangan UKS.
"Ji, gue keluar sebentar. Lo disini jagain Alisa, kalo ada apa-apa telpon gue. Lo paham?"
"Paham bos." Jawab Jian dengan tegas, Jimmy menepuk pelan lengan Jian lalu pergi dari ruangan itu.
'Aku suka bos baru ku.' Batin Jian sambil tersenyum melihat punggung Jimmy, ketua baru nya. Ternyata Jimmy tak semenyeramkan itu juga sudah kenal lebih lama, tentunya lebih bersahabat dari pada Denis.
Dulu, dia sering di pukul padahal tak bersalah apapun, bahkan pernah sampai mimisan dan setelah puas memukuli nya dia pergi begitu saja. Ya, setemprament itu seorang Denis.
Dia kira, Jimmy juga seperti itu tapi nyatanya dia tak seperti yang di bayangkan. Jimmy jauh lebih unggul dari Denis.
Jimmy kembali ke lapangan, di sambut oleh tatapan heran Farhan dan yang lain nya.
"Mana Alisa?"
"Tidur di ruang UKS, ada Jian yang menjaga nya." Jawab Jimmy santai.
"Ohh oke, seperti nya dia bekerja lebih baik. Aku yakin dia bisa mengambil posisi Dian." Celetuk Farhan membuat Dian mendelik kesal.
"Haha, bekerja sama lah. Aku yakin jika kalian bisa bekerja sama, kekuatan kita pasti akan semakin bagus."
"Baik bos." Jawab Dian lirih.
"Mana cewek Lo?"
"Tuh, lagi makan." Farhan menunjuk Eva dengan dagu nya.
"Kalo udah selesai, temenin Alisa di ruang UKS ya."
"Siap, nanti gue sampein."
"Kemana si biang onar?" Tanya Jimmy sambil celingukan mencari keberadaan Denis.
"Dah balik, setelah kena ulti sama Dian tuh."
"Ohh syukurlah, semoga dia pergi jauh dan gak mengganggu gue sama Alisa lagi." Ucap Jimmy.
"Kata orang suruhan bokap Lo, dia ke bandara."
"Kemana?" Tanya Jimmy penasaran.
"Tanya sama Harry."
"Kenapa harus dia?"
"Denis pasti cerita dia mau kemana sama Harry, mereka kan bestie. Yang bolong Denis juga waktu itu kan si Harry." Jelas Farhan.
Jimmy melirik ke arah Harry, lalu mengkode ke arah Aldi, meminta pria itu datang padanya. Harry yang sedang berbincang dengan teman-teman nya yang lain, langsung memucat begitu mendengar kalau Jimmy ingin bicara dengan nya.
Dengan langkah berat, Harry berjalan ke arah Jimmy.
"Ada apa, Jim?" Tanya Harry pelan, dia mana berani meninggikan suara nya di depan Jimmy, bisa-bisa kena tampol nanti.
__ADS_1
"Kemana Denis?"
"Denis? Dia disini tadi." Ucap Harry sambil celingukan.
"Gak usah pura-pura gak tau, gue tanya sekali lagi kemana Denis atau gue nyuruh Farhan buat mukul Lo?"
"Eehhh, iya iya ampun Jim. Katanya si Denis mau ke London, dia kesini buat pamitan. Itu aja sih yang gue tau, mengenai rencana nya seperti nya dia gak bisa lakuin soalnya Alisa di jaga dengan ketat." Jelas Harry.
"Rencana apa yang Lo maksud, hah?" Tanya Jimmy lagi membuat Harry sedikit ketar ketir.
"Dia berencana buat culik Alisa lagi, terus di bawa kabur ke luar negeri."
"Sialan banget tuh laki." Gerutu Jimmy, lalu berlari dari lapangan ke ruangan UKS, dia khawatir kalau Jian kecolongan, apalagi dia hanya menempatkan pria itu sendirian disana.
"Semoga saja pria itu tak berbuat nekat!" Rutuk Jimmy, harusnya dia tau kalau Denis adalah pria licik yang bisa menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginan dan obsesi nya.
Tapi saat dia sampai di ruangan UKS, dia melihat Jian masih berdiri tegap di dekat pintu. Dengan seragam serba hitam nya, yang di berikan Raksa padanya kemarin.
"Ji.."
"Siap bos.." jawab Jian lalu membungkuk hormat.
"Selama gue pergi, ada yang datang?"
"Tidak ada bos." Jawab Jian.
"Apa Alisa sudah bangun?" Pertanyaan Jimmy yang membuat Jian refleks menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Bagaimana bisa dia masuk ke ruangan, dimana di dalam nya ada istri bos nya? Sama juga menyerahkan nyawa secara sukarela kan?
"Maaf, tapi saya tak berani masuk."
"Eemm, saya masih mau hidup lebih lama." Jawab Jian membuat Jimmy terkekeh. Lalu masuk ke dalam ruangan, Jimmy tersenyum saat melihat ternyata istri nya masih tertidur.
"Pules banget tidurnya, sampe lupa kalo sekarang masih di sekolah." Jimmy menggelengkan kepala nya, kalo masalah tidur ya Alisa jagonya. Jimmy seringkali di buat heran dan bingung, Alisa tidur seperti beruang yang berhibernasi, tapi kenapa dia bisa bangun pagi-pagi saat sekolah tanpa alarm?
"Sayang, ayo bangun. Acara masih berlanjut lho."
"Emmm, masih di sekolah ya ini?" Tanya Alisa dengan suara serak nya.
"Iya cantik ku, ayo bangun."
"Sebentar, nyawa ku belum terkumpul semuanya." Jawab Alisa sambil menggelengkan kepala nya merasa pusing.
"Minum dulu, nih aku beliin Boba kesukaan kamu."
"Wahh makasih ayang." Jawab Alisa tersenyum kesenangan. Cukup mudah membujuk Alisa agar tak merajuk, di belikan es krim atau minuman Boba saja, dia pasti langsung luluh.
"Sama-sama, yuk." Ajak Jimmy, Alisa langsung menggandeng tangan suaminya dan keluar dari ruangan UKS.
"Tugas Lo selesai, Ji."
"Baik bos." Jawab Jian, lalu pergi mengikuti Alisa dan Jimmy dari belakang.
"Nah, itu dia couple goals kita udah kembali." Bisik-bisik adik kelas mereka, mereka berbondong-bondong mendekati Alisa dan Jimmy.
__ADS_1
"Kakak, boleh minta poto bareng gak?" Tanya salah satu adik kelas yang terlihat genit.
"Ihh kak Jimmy ganteng banget, boleh potbar gak?"
Alisa mendengus kesal, seketika dia bad mood saat melihat suaminya di gandrungi dedek-dedek gemes.
"Kalian gak lihat aku bawa calon istri? Jangan membuat dia bete lah, minggir sana." Usir Jimmy dengan ketus. Lalu menggandeng tangan Alisa meninggalkan kerumunan fans nya.
"Gimana rasanya jadi pusat perhatian hmm? Seneng ya?" Ketus Alisa sambil memalingkan wajahnya.
"Cemburu?" Tanya Jimmy dengan senyum menggoda.
"Enggak."
"Tapi kenapa cemberut gitu, kalo iya gak marah?"
"Isshh suka-suka aku lah," jawab Alisa dengan ketus. Membuat Jimmy terkekeh lalu menangkup wajah Alisa.
"Aku gak genit kok, kamu liat kan respon aku tadi? Aku begitu ya karena aku sadar diri, aku udah punya istri dan aku harus jaga perasaan kamu."
"Hmmm, baguslah." Jawab Alisa masih ketus, meski dalam hati dia bersorak karena Jimmy sangat menjaga perasaan nya. Dia mulai besar kepala karena Jimmy ternyata peka juga.
Singkatnya, acara perpisahan pun selesai. Jimmy dan Alisa sedang berbaring di kamar, Jimmy mengeluh kepala nya pusing. Mungkin karena kelamaan berdiri di lapangan saat panas terik tadi, Alisa memijat pelan kepala Jimmy dengan penuh perasaan.
"Sayang, kita udah lulus sekarang. Jadi, apa aku boleh bikin dedek bayi?" Tanya Jimmy.
"Ngebet juga ya kamu, sampai-sampai masih ingat ucapan aku."
"Hehe, iya dong. Aku mau kerja aja, biar kamu yang kuliah." Ucap Jimmy.
"Maksud kamu? Kenapa kita gak kuliah bareng-bareng aja, yang?"
"Yang mau biayain kamu siapa kalo aku ikutan kuliah juga? Gak mungkin selamanya aku mengandalkan uang dari papa, aku suami kamu. Aku punya tanggung jawab buat nafkahi kamu, jadi aku putusin buat kerja aja." Jelas Jimmy panjang lebar.
"Sayang.."
"Kenapa, hmm?"
"Aku siap kalo harus hamil, jadi kamu yang rajin aja usaha nya."
"Siap, yuk usaha sekarang?" Ajak Jimmy sambil memainkan alisnya. Alisa terkekeh lalu Jimmy mendorong Alisa ke ranjang, dan ya kalian tau apa yang terjadi selanjutnya, pasti anu.
......
🌻🌻🌻🌻
lagi gak mood bikin anu🤌
....
jangan lupa kalian mampir ke karya temen author yaaw😚
__ADS_1
Dikira Melarat Ternyata Konglomerat karya kakak Nirwana Asri😚