Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Kebahagiaan yang Kembali


__ADS_3

Sedangkan di markas, Denis tersadar dari pingsan nya, tubuhnya penuh dengan luka akibat serangan membabi buta yang di layangkan anak buah Raksa. 


"Aahhh sakit sekali.." pria itu meringis kesakitan, dia menyadari kalau tangan dan kaki nya patah. Semua anak buah nya terkapar tak berdaya disana, bahkan mungkin beberapa di antara sudah tewas. 


"Tolong aku!" Teriak Denis, tapi hening tak ada suara apapun yang menjawab permintaan tolong nya. 


Hingga datanglah seorang pria, dia berjalan dengan tegap, aura nya sangat dingin dan Denis mengira kalau dia adalah malaikat maut. 


"Kau minta tolong? Mari, aku tolong." Ucapnya, membuat Denis mendongak. Dia terkekeh kecil tapi tak mampu berbuat apapun kecuali berbaring di tanah tanpa alas apapun, darah berceceran dimana-mana, membuat tempat ini berbau amis menyengat. 


"Tak usah berpura-pura baik padaku, aku tak butuh pertolongan mu."


"Ckkk, disaat seperti ini kau masih saja angkuh, Denis. Kau ingin mati konyol disini atau ikut aku ke rumah sakit?" Tanya nya.


"Biarkan saja aku mati."


"Aku heran dengan mu, aku sudah bilang tak usah main-main dengan geng Jimmy, kau tak tau saja dia punya backingan lain. Kau tak tau kan om Raksa seperti apa kalau sudah marah? Apalagi om Rafi." 


"Sudahlah, jangan banyak bacot. Cepet tolong gue!"


"Dih, tadi katanya gak butuh pertolongan gue. Plin plan banget jadi orang, untung Lo temen gue!" Ketus nya, dia membantu Denis berjalan dengan perlahan, membopong nya ke arah mobil yang dia sewa. 


Anak buah Raksa yang masih berada di tempat kejadian untuk membereskan mayat-mayat yang berserakan karena pertempuran tadi langsung melaporkan apa yang dia lihat dan dengar. 


'Denis di bawa oleh seorang pria, ada satu orang yang mengikuti mereka.' Isi pesan yang di kirimkan oleh orang suruhan Raksa pada sang tuan.


"Ya, ikuti mereka. Jangan sampai lolos dan jangan biarkan dia membuat onar lagi, apalagi dengan keluarga ku!" Tegas Raksa lewat pesan yang dia kirim.


'Baik bos.'


"Gaji kalian sudah aku transfer, terimakasih sudah bekerja dengan baik." Balas Raksa lagi, hanya berselang beberapa detik kemudian notifikasi transfer masuk ke dalam ponsel nya.


"Bos Raksa memang yang terbaik." Gumam nya sambil terkekeh, mereka pun membereskan tempat kejadian dengan bahu membahu. Lalu, di kemanakan mayat mereka? Di buang kah, di bakar atau di jadikan makanan buaya? Tentu tidak.


Raksa memerintahkan anak buah nya untuk mengidentifikasi seluruh mayat dan memulangkan mereka pada keluarga masing-masing agar di makamkan dengan layak sesuai kepercayaan masing-masing.

__ADS_1


Tentu nya dengan santunan, jika sudah berkeluarga dan punya anak, maka akan di biayai hingga lulus sekolah. Kalau pun belum berkeluarga, orang tua mereka akan tetap di beri uang setiap bulan nya sebagai kompensasi. Begitu baik nya seorang Raksa, padahal itu bukan sepenuhnya kesalahan nya.


Karena, kalau saja mereka tidak ikut-ikutan mengganggu keluarga nya, Raksa takkan bertindak demikian dan pasti mereka akan tetap hidup. 


Sore harinya, Jimmy terbangun dari tidurnya. Dia menunduk, seketika itu juga senyum manis nya tersungging di sudut bibirnya. Betapa bahagia nya pria itu saat ini, karena istrinya sudah kembali. 


"Sayang, bangunlah.." lirih Jimmy sambil mengusap kepala sang istri dengan lembut.


"Eenghhh, sayang.." 


"Iya, baby?" 


"Pengen.." rengek Alisa manja, dengan kedua mata berbinar.


"Pengen apa Bby? Ambigu banget." Alisa menjawab nya dengan tindakan, tangan nya menyusup ke dalam celana Jimmy, mencari sesuatu yang membuat dia rindu pada Jimmy. 


"Sshhh, baby.." Jimmy mendesis saat tangan lentik sang istri mengusap batang nya dengan lembut. Bisa di pastikan, junior miliknya langsung mengeras seketika.


"Yuk, aku kangen.." ajak Alisa antusias, sambil meremaas pelan junior Jimmy yang sangat dia rindukan.


"Nanti malem aja gimana?" Tawar Alisa, entah kenapa dia sangat menginginkan hal itu saat ini. Tapi Jimmy malah menolak dengan alasan kondisi nya saat ini belum stabil, begitu juga Jimmy. Dia baru mendingan setelah demam, belum sembuh sepenuhnya.


"Iya sayang, boleh. Pakai lingerie ya?" 


"Siap, sayangku." Bukan nya bangun, pasangan suami istri yang kembali bersatu setelah satu minggu di pisahkan oleh keadaan, kini malah bermanja tanpa berniat keluar dari kamar padahal hari sudah mulai petang.


Tok.. tok.. tok.. 


"Jim, Alisa, bangun Nak. Kalian melewatkan makan siang, ayo makan dulu." Suara yang tak asing, suara siapa lagi kalau bukan suara Larissa.


Kedua insan yang betah saling memeluk satu sama lain itu saling melirik lalu melemparkan senyuman manis. Jimmy mengecup kening Alisa, keduanya pun bangun dan melangkah ke luar kamar dengan tangan yang saling bertautan mesra.


"Kebiasaan deh, kalo udah ngamar suka lupa waktu." Celetuk seseorang yang membuat Alisa celingukan, dan setelah melihat siapa orang nya, Alisa langsung tersenyum manis dan menghambur memeluknya.


"Evaaa…" 

__ADS_1


"Baby, jangan lari-lari nanti jatuh." Peringat Jimmy, tapi Alisa tak menghiraukan nya. Dia memeluk Eva dengan erat, begitu juga dengan gadis itu. 


"Aku khawatir banget pas Jimmy bilang kamu hilang, kamu baik-baik aja kan? Denis gak ngapa-ngapain kamu kan, Lis?" Tanya Eva, membuat semua orang yang ada disana menjadikan kedua sahabat itu sebagai pusat perhatian mereka. Tak terkecuali dengan Ayuna, dia masih ada disini karena Raksa tak mengizinkan mereka keluar dari rumahnya. 


"Aku baik-baik aja kok, cuma ya kamu liat sendiri, aku kurusan. Seperti nya aku harus membobol black card punya papa Raksa untuk jajan ke mall deh, biar gemoy lagi." Celetuk Alisa yang membuat Raksa terkekeh.


"Eehh, jangan lupa ajak aku yaa." Kedua sahabat itu tertawa, begitu pun dengan yang lainnya. Kecuali Ayuna, dia malah menatap Alisa dan Eva dengan sendu. Pasti sangat menyenangkan punya sahabat yang selalu ada di setiap keadaan, sedangkan dirinya? Di manfaatkan oleh teman-temannya sendiri karena yang mereka tau dia orang kaya. 


Setelah kebenaran terungkap dan ternyata Ayuna adalah orang dari kalangan biasa, mereka marah dan membenci Ayuna. Bahkan tak mau berteman lagi dengan nya. 


"Kalian bisa membuat papa bangkrut.." Kelakar Raksa sambil tertawa.


"Tenang sayang, masih ada papa Rafi." Ucap Rafi sambil tertawa juga. Rumah menjadi lebih hangat setelah Alisa pulang. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, tak ada keceriaan apapun karena mereka sibuk mencari keberadaan Alisa.


Kepulangan Alisa benar-benar seperti kebahagiaan yang kembali, karena saat perempuan itu pergi, kebahagiaan rumah ini pun seolah pergi bersama Alisa dan kedatangan nya, membuat kebahagiaan kembali. Alisa benar-benar sumber kebahagiaan, terutama bagi Jimmy yang sudah di landa penyakit bucin akut. 


"Sayang.." panggil Farhan pada Eva, membuat Alisa menatap sepupu dan sahabatnya bergantian. Ada apa dengan panggilan sayang?


"Gak usah heran gitu kali, Bby. Wajah kamu lucu banget kalo cengo gitu." Ucap Jimmy. 


"Kok dia manggil Eva sayang sih?"


"Kan mereka pacaran, sayang." Ucap Jimmy yang membuat Alisa menutup mulutnya dengan kedua mata membulat.


"Aaaa selamat bestie, kita bakal sodaraan ya." Alisa kembali memeluk Eva, keduanya berjingkrak-jingkrak membuat Jimmy mendelik. Dia melerai paksa pelukan Alisa dan Eva, membuat keduanya cemberut.


"Kenapa? Gak suka? Nakal ya, ayo makan dulu." Ajak Jimmy sambil menarik pelan lengan sang istri, Alisa pun mengekor di belakang Jimmy dengan bibir mencebik lucu.


.......


🌻🌻🌻🌻🌻


hai hai, jangan lupa mampir ke karya temen author yaaw😚 apalagi yang suka genre CEO, pas banget niuu😁


__ADS_1


CEO and The Twins karya kakak ingflora😚🌻


__ADS_2