Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Pertemuan


__ADS_3

Keesokan harinya, Dian dan yang lain sudah berkumpul di kawasan apartemen itu. Sedangkan yang bertugas membuat pengalihan adalah anak buah Raksa, di pimpin oleh waketu yakni Farhan yang tau seluk beluk bangunan tua di tepi kota yang selama ini menjadi markas geng serigala. 


Jimmy berdiri dengan tatapan tajam nya, membuat Dian merasa terintimidasi saat tak sengaja tatapan nya bertemu dengan tatapan setajam silet milik Jimmy. Meski belum sembuh sempurna, tapi Jimmy ngotot ingin ikut menjemput istrinya.


"Kapan kita bisa menjemput istriku, Dian?" Tanya Jimmy datar. 


"Kita menunggu informasi dari Aldi, dan Aldi akan menunggu kabar dari Jian." Jawab Dian, membuat kedua tangan Jimmy terkepal erat karena amarah. 


Flashback..


Jian tengah berdiri di luar unit apartemen saat Dian dan Aldi datang, tanpa ragu Dian menarik tangan Jian dan membawa nya masuk ke dalam unit nya. Tentunya saat dia rasa situasi aman. 


"Apa-apaan ini?" Pekik Jian saat dia di dorong dengan kuat oleh Dian.


"Katakan, apa di dalam ada wanita?" 


"Kenapa aku harus mengatakan hal yang jelas-jelas itu rahasia?" Tanya Jian tenang, namun ternyata jawaban nya memancing amarah Dian. Kalau saja Aldi tak ada, pasti dia sudah menghajar Jian bertubi-tubi. Di antara empat orang yang dekat dengan Jimmy, Dian adalah yang paling tempramen. Emosi nya cepat terpancing bahkan hanya karena hal sepele. 


"Katakan atau aku tebas kepala mu!" Tegas Dian. Dia mengeluarkan sebuah pisau dari saku nya dan bersiap menyayat leher Jian.


"Cukup-cukup, aku akan mengatakan nya. Tapi sebelum itu akan ingin bertanya, kalian siapa?"


"Itu semua tak penting, aku menawari mu kerja sama."


"Kerja sama apa?" Tanya Jian, saat nada suara Dian mulai melunak.


"Kau menyukai Ayuna?" Tanya Aldi, dia beberapa kali mendengar Jian bercerita dengan gadis pujaan nya, yakni Ayuna.


"Kami bisa menjamin kau akan hidup bahagia dengan Ayuna, asal kau bisa membantu kami untuk membawa Alisa keluar dari dalam sana." 


"Haha, kau ingin aku mati? Maaf, aku masih muda. Aku masih ingin hidup, aku belum menikah." Ucap Jian membuat Aldi menyedekapkan tangan nya di dada.


"Kau tak perlu khawatir, keselamatan mu di pantau langsung oleh tuan besar. Di jamin, takkan ada satu orang pun yang bisa melukai mu kecuali kau sendiri." Terang Dian, wajah yang semula memerah karena amarah kini tampak lebih bersahabat.


"Keuntungan apa lagi yang akan aku dapat jika aku membantu kalian?"


"Uang 100 juta." Jawab Dian, sesuai perintah Raksa. Biasanya jika uang yang bicara, negoisasi akan berjalan lebih cepat.


"Deal, tapi jangan lupa tentang keselamatan ku." 


"Kau tenang saja, jadi kapan kami bisa membawa nona muda kami?" Tanya Dian.

__ADS_1


"Nona muda, maksud nya apa sih? Memang nya Alisa itu siapa?" 


"Kau tau geng kelelawar? Alisa adalah istri dari ketua geng itu." Jawab Aldi, jelas sekali keterkejutan yang kentara di wajah Jian. Ternyata wanita yang selama ini berada di kamar yang selalu dia jaga adalah istri dari ketua geng motor yang paling di takuti, karena terkenal akan kesadisan nya. 


"Jimmy?"


"Ya, Jimmy." 


"Kenapa gak bilang? Kalo tau gadis kecil yang di kurung di kamar itu istri Jimmy, aku pasti sudah memberitahukan nya dari kemarin."


"Kau takut?" Goda Aldi.


"Jelas, bisa-bisa tangan gue copot dari tempatnya. Aisshh, gue gak mau berurusan sama orang se nyeremin Jimmy." Pria itu bergidik ngeri saat dirinya membayangkan wajah Jimmy yang menakutkan. 


"Haha, jadi kau setuju ya?"


"Setuju, besok gue kabarin." 


"Ya, kita-kita juga bakal susun strategi dulu." Ucap Aldi sambil tersenyum smirk, setidaknya dia punya sekutu sekarang.


"Ingat, jangan berani berhianat, atau bukan hanya tangan mu yang copot tapi kaki mu juga, termasuk Otong mu itu aku potong sampai habis." Ancam Dian. 


"Ampun-ampun, ya gak bakal berhianat."


"Bagus, keluarlah dan lanjutkan tugas mu sebelum orang lain curiga."


"Baik." Jawab Jian, lalu keluar dari ruangan itu.


Flashback off..


Kembali ke masa sekarang, dimana Aldi sudah mendapat kode dari Jian karena anak buah Raksa sudah menghajar markas geng serigala dengan membabi buta. 


Tring..


Pesan masuk dari Aldi ke ponsel Dian, pria itu langsung membuka pesan itu dengan sudut bibir terangkat sebelah. 


'Denis sudah pergi dari unit bersama beberapa orang, kecuali Jian. Dia berada di dalam unit apartemen, bersama Alisa dan Ayuna.' isi pesan dari Aldi.


"Kami sudah di lokasi, kami tunggu kabar secepatnya." Balas Dian pada Aldi. 


Tak lama kemudian, Dian bisa melihat dengan mata kepala nya sendiri, Denis pergi dengan mobilnya. Jimmy yang tak tahan, dia langsung berlari menyeberangi jalan setelah mobil milik Denis melaju dengan kecepatan tinggi. 

__ADS_1


Dian dengan cepat menyusul, dia khawatir ini hanya jebakan karena dia tak bisa percaya begitu saja pada Jian. Tapi saat di lorong, dia melihat Jian sedang berkelahi dengan satu anggota yang ikut berjaga bersama nya.


"Masuk, nona Alisa di dalam. Tapi saya mohon, bawa Ayuna juga. Setelah itu saya akan menyusul." Ucap Jian, setelah berhasil melumpuhkan teman nya sendiri. 


Jimmy masuk ke dalam apartemen, dia melihat Ayuna yang mematung. Sedangkan Jimmy terlihat tak peduli dan berlari ke sebuah kamar yang dia yakini itu kamar yang di tinggali oleh Alisa selama ini.


"Sayang, kamu di dalam?" Tanya Jimmy, membuat Alisa yang sedang melamun sedikit terganggu dengan suara yang terdengar seperti suara Jimmy.


Dia tak bisa membedakan apakah ini halusinasi nya lagi, atau benar-benar kenyataan. Karena sudah beberapa hari ini dia berhalusinasi tentang suami nya, itulah penyebab nya saat Jimmy memanggil nya Alisa hanya terdiam di pinggir ranjang.


"Alisa ada di dalam, Jim. Sejak dari tadi pagi, dia belum keluar sama sekali." Ucap Ayuna.


"Tapi pintunya terkunci, kau tau kunci cadangan?"


"Tidak, dobrak saja." Saran Ayuna, akhirnya dia juga merasa jengah pada Denis dan saat ini hatinya malah beralih pada Jian.


Jimmy mengangguk, lalu dengan seluruh tenaga yang dia miliki, Jimmy mendobrak pintu beberapa kali. Namun pintu itu sangat kuat, hingga Dian dan Aldi juga Jian harus turun tangan. Mereka membantu Jimmy mendobrak pintu bersamaan hingga akhirnya pintu itu terbuka. 


Hati Jimmy seketika mencelos saat melihat istrinya yang menatap nya dengan tatapan kosong, jejak-jejak air mata masih tercetak jelas di wajah Alisa.


"B-aby.." ucap Jimmy lirih, dia berjalan mendekat ke arah sang istri. 


Dia mensejajarkan posisi nya dengan sang istri, tangan Jimmy mengusap pipi Alisa yang terlihat tirus, bahkan tubuh istrinya terlihat sangat kurus sekarang.


"Baby, ini aku, Jimmy. Suami kamu, kamu tidak merindukan aku?" Tanya Jimmy lirih, membuat Alisa mendongakan wajahnya.


"Jim-my, aku merindukan mu." 


"Aku juga, Bby." Jimmy memeluk Alisa dengan erat, begitu pun sebaliknya. Alisa menangis tersedu di pelukan suaminya, pelukan hangat yang selalu dia rindukan, aroma suami nya yang setiap hari memenuhi pikiran nya kini bisa dia hirup sepuasnya.


Pertemuan yang mengharukan membuat semua nya ikut dalam suasana melow yang di ciptakan kedua insan yang kembali bertemu setelah satu minggu berpisah.


.......


🌻🌻🌻🌻


ayooo, ikut ramein karya temen author juga, jangan lupa mampir yaaw😚😚



Marriage With (Out) Love karya kakak MinNami😚🌻

__ADS_1


__ADS_2