
Jimmy memeluk istrinya saat semua orang tengah berkumpul, karena pesta ulang tahun Alisa yang tertunda karena dia malah pingsan tadi, pesta perayaan pertambahan usia nya di lanjutkan dengan acara barbeque di taman belakang yang di sulap sedemikian rupa, dengan lampu berkelap-kelip warna-warni.
"Cihh bucin nya parah." Celetuk Farhan, tapi Jimmy sama sekali tak peduli dan tetap anteng memeluk istrinya sambil menduselkan wajahnya di pipi Alisa.
"Diem, jangan kebanyakan ngoceh. Lo tuh juga ada bibit-bibit bucin njir."
"Hooh tuh, biasanya laki yang dah punya pawang, sangat rawan tertular penyakit bucin akut." Jawab Dery, dia baru saja datang setelah selesai dengan tugas nya, yakni membereskan basecamp juga mengawasi pemulangan jenazah korban-korban yang meninggal beserta santunan nya.
"Kita liat aja, gak lama lagi dia bakal kayak bos Jimmy."
"Kagak bakal, gue yakin." Jawab Farhan dengan percaya diri.
"Yakin nih?" Tanya Eva yang datang dengan piring berisi bahan-bahan yang akan di bakar.
"E-ehh, ayang.." panggilnya sambil cengengesan, Farhan nampak salah tingkah hingga menggaruk tengkuknya, padahal tak gatal sama sekali.
"Nah kan, terbukti. Haha.." ucap Aldi sambil tertawa, sedangkan Farhan hanya mendelik. Dia ingin membalas, tapi masih ada Eva disini.
"Mata nya gak usah di gituin, nanti gak bisa balik lagi tau rasa. Makanya jadi laki jangan julid, cowok kok mulut nya lemes bener kayak ember." Cerocos Eva yang membuat Farhan terdiam. Sedangkan yang lain sudah tertawa mendenbar Eva mengomeli Farhan, yang garang saat di medan perang. Tapi dia hadapan Eva, pria itu sama sekali tak ada garang-garang nya. Ya sama seperti Jimmy.
"Kalo udah mateng semua, bawa ke depan."
"Siap Bu waketu." Jawab Aldi sambil mengacungkan jempol nya.
"Semangat ngipasin nya gays." Ucap Eva lagi lalu pergi dengan membawa nampan yang sudah kosong.
__ADS_1
Sedangkan di kursi lain, Alisa nampak cemberut karena dia tak bisa kemana-mana, Jimmy melarang keras padahal dia hanya ingin ikut bantu-bantu.
"Isshhh ayang, aku pengen bantuin mereka. Lepasin pelukan nya deh, panas juga."
"Gak boleh, sayang."
"Kenapa coba? Aku kan gapapa."
"Kamu lagi hamil sayangku dan sebelum kita periksa ke rumah sakit, kamu gak boleh ngapa-ngapain, titik no debat." Tegas Jimmy membuat Alisa mendengus sebal.
"Posesif bener, padahal kan gapapa."
"Gak ada salahnya nurut sama suami, sayang."
"Iya iya, suamiku sayang." Ucap Alisa pasrah, tak ada guna nya mendebat suaminya, jika sudah memutuskan pasti tak bisa di ganggu gugat lagi, alias sudah keputusan final.
"Lho, Jimmy kenapa?" Tanya Larissa.
"Gak tau Ma, Alisa liat dulu ya." Pamit Alisa, dia pun berjalan pelan menyusul suaminya. Alisa celingukan, mencari suaminya yang ternyata sedang muntah-muntah di wastafel.
"Sayang, kamu kenapa?" Alisa memijat tengkuk suaminya dengan lembut, menyapukan minyak kayu putih di leher suaminya.
"Minggir yang, jijik."
"Enggak kok, aku sama sekali gak jijik. Kamu kenapa sayang?"
__ADS_1
"Gak tau, bau asap bikin aku mual." Jawab Jimmy sambil menyandarkan tubuhnya di tembok. Alisa begitu cemas melihat wajah pucat suaminya, dia menangkup wajah Jimmy dan mendaratkan kecupan singkat di bibir nya.
"Jangan sakit dong, yang."
"Aku juga gak mau sakit, tapi gak tau kenapa mual banget."
"Maag kamu kambuh kali, yang."
"Aku gak punya penyakit gitu, cuma penyakit bucin yang meradang." Jawab Jimmy, tubuhnya terasa sangat lemas setelah dia menguras semua isi perutnya hingga tenggorokan nya terasa pahit.
"Istirahat aja yuk, bobok di kamar."
"Pengen sama kamu, yang." Jawab Jimmy manja.
"Iya sayangku, yuk." Alisa menggenggam tangan Jimmy, membantu suaminya ke kamar.
Alisa mengirim pesan pada Eva agar menyisakan makanan untuknya, karena dia tak bisa kembali ke sana untuk melanjutkan acara makan-makan mereka, karena harus menemani Jimmy yang sakit.
Jimmy menduselkan wajahnya di ceruk leher istrinya, menghirup dalam-dalam aroma sang istri yang menenangkan, rasa mual yang sedari tadi mengaduk-aduk perutnya perlahan menghilang.
......
🌻🌻🌻🌻
sambil nunggu up bab baru, yuk mampir dulu kek karya temen author😚
__ADS_1
Penelusuran Gaib Rania, karya Kakak Novi Putri Ang😚😚