
Singkatnya, makan malam sudah berlalu beberapa jam yang lalu, kedua orang tua Alisa juga sudah pulang, awalnya Raksa membujuk Rafi dan Alina untuk menginap saja, tapi mereka kekeuh ingin pulang saja. Sedangkan Eva, Harry dan Farhan mereka juga sudah pulang ke rumah masing-masing.
Kini, pasangan suami istri itu sudah berada di kamar. Jimmy mengusap lembut puncak kepala istrinya lalu mengecup kening nya dengan lembut.
"Tumben manja banget, kamu kenapa?" Tanya Alisa.
"Lagi pengen aja, gak suka banget liat kamu sakit. Jangan sakit lagi ya?"
"Sakit kan gak ada yang tau, sayang." Ucap Alisa sambil menangkup kedua sisi wajah tampan suaminya.
"Iya sih, tapi sebisa mungkin kamu juga harus jaga kesehatan kamu, Baby."
"Pasti, omong-omong tentang pembicaraan orang tua kita, menurut kamu gimana?" Tanya Alisa sambil menduselkan wajah nya pada dada bidang suaminya.
"Pembicaraan yang mana, Bby?"
"I-itu lho, tentang cucu." Jawab Alisa terbata, wajah nya merona. Untung saja wajah nya tersuru di dada Jimmy, jadi pria itu tak bisa melihat wajah nya yang sudah merona malu.
"Aku sih terserah kamu saja, kalau kamu siap hamil aku hayuk-hayuk aja." Jawab Jimmy santai.
"Sesantai itu kamu jawabnya?"
"Terus, aku harus gimana, Bby?" Tanya Jimmy sambil melerai pelukan istrinya.
"K-amu kan tau, aku pengen kuliah, pengen ngejar cita-cita aku." Lirih Alisa membuat Jimmy tersenyum kecil.
"Baby, kamu gak usah merasa terbebani dengan pembicaraan orang tua kita, terlepas dari siap atau tidak siap, keputusan itu ada padamu. Aku gak berhak memaksa."
"Tapi, orang tua kita pasti kecewa kalau mereka tau kalau aku belum mau punya anak dulu." Keluh Alisa pelan.
"Udah, gak usah terlalu banyak berpikir, Bby. Kamu baru saja sembuh, fokus saja pada kesehatan mu ya." Jimmy tersenyum sambil mengusap lembut puncak kepala Alisa.
"Makasih karena sudah mengerti aku, Sayang."
"Tak masalah, sebagai suami tentunya aku harus mendengarkan setiap keluh kesah istriku kan? Kalau kamu punya masalah, bicaralah, aku pasti akan mendengarkan mu."
Alisa mengangguk, lalu semakin menduselkan wajah nya. Jimmy setengah mati menahan rasa geli di dada nya karena kelakuan istri nya dan hal itu mampu membuat senjata nya yang beberapa hari ini berpuasa itu aktif dengan cepat.
"Wajah mu memerah, kenapa? Berkeringat juga, kamu sakit yang?" Tanya Alisa sambil meraba kening Jimmy.
__ADS_1
"Bukan kepala ini yang sakit, tapi kepala yang bawah." Celetuk Jimmy membuat kening Alisa berkerut.
"Kepala bawah, maksudnya? Emang ada ya?" Tanya Alisa polos, padahal beberapa kali dia sudah di masuki oleh kepala bawah milik Jimmy yang gagah.
"Ini lho.." Jimmy menunjuk area bawahnya, seketika itu juga Alisa mengerti apa yang di maksud kepala bawah oleh Jimmy.
"Aihhh, aku pikir apa."
"Sakit banget, udah beberapa hari aku puasa gak masuk sarang." Ucap Jimmy lirih, Alisa tak tega saat melihat wajah suaminya yang di tekuk. Tapi tubuhnya pun masih terasa sangat lemas.
"Aku tiduran di bawah aja, kamu yang gerak ya? Aku masih lemas."
"Wahh, boleh nih? Seriusan, Bby?" Tanya Jimmy dengan wajah berbinar nya. Sekejap saja wajah di tekuk itu hilang ketika mendengar Alisa memperbolehkan nya untuk bertamu.
"Boleh." Jawab Alisa sambil tersenyum, Jimmy bersorak kegirangan lalu segera mengungkung tubuh istrinya. Beberapa kali, Jimmy memang meminta Alisa untuk berada di atas, juga melakukan penyatuan-penyatuan nikmat dengan berbagai gaya karena fantasii liar nya.
Alisa tak pernah keberatan, dia selalu menuruti keinginan sang suami, toh menyenangkan suami juga ladang pahala baginya.
Jimmy memulai permainan nya dengan bibir, mencumbu nya dengan mesra namun bernafssu, hingga mampu membuat Alisa hanyut dalam ciuman yang di layangkan suaminya. Dengan hasraat menggebu-gebu, Jimmy membuka pengait braa sang istri dan meremaas buah kenyal itu dengan sebelah tangan nya.
"Emmhhh, sayang.."
Mulut Jimmy beralih bermain di leher jenjang sang istri, meninggalkan beberapa tanda kepemilikan berwarna merah keunguan.
"Aaahhh.." Satu desaahan lolos begitu saja dari bibir Alisa, dia memeluk Jimmy erat karena merasa ada sesuatu yang siap meledak dari bawah tubuhnya.
"Jimm…" Racau Alisa, Jimmy paham akan racauan sang istri, tangan nya merayap nakal ke bawah, menyusup di antara dalaaaman sang istri, meraba gundukan cantik dengan hiasan bulu-bulu halus yang menambah kecantikan dari inti Alisa.
Jimmy memainkan jari tengah nya di sana, menusuk-nusuk lubang kecil sang istri memberi rangsaangan yang membuat Alisa semakin meracau keenakan karena permainan jari suaminya.
Hingga beberapa saat kemudian, tubuh Alisa melengkung ke atas saat pelepasan pertama nya berhasil dia capai.
"Aaahhh Jimm.."
Alisa memeluk leher suaminya dengan erat, ketika gelombang dahsyat itu datang menghantam nya. Nafas Alisa terengah-engah, Jimmy tersenyum kecil karena merasa puas saat melihat istrinya klimaaks hanya dengan bantuan satu jari nya.
"Baiklah sayang, ayo kita mulai permainan yang sebenarnya, aku pastikan kamu akan terus mengeraang nikmat di bawah ku." Ucap Jimmy, pria itu menyeringai nakal. Perlahan, dia menggesekan kepala junior nya di belahaan daging tanpa tulang milik sang istri, menekan nya sedikit kuat hingga menimbulkan sensasi nikmat bagi Alisa juga Jimmy.
Jimmy semakin mendorong junior nya dan setelah beberapa kali dorongan, akhirnya junior milik Jimmy tenggelam sempurna di dalam tubuh sang istri.
__ADS_1
Jimmy mencium Alisa, lalu mulai menggerakan tubuh nya maju mundur, memompaa senjata nya dengan kecepatan sedang.
"Aasshhh, kenapa lubang mu sangat nikmat sayang? Aku tak bisa berhenti menggerakan tubuhku saat berada di dalam nya."
Jimmy terus memuji kenikmatan yang di berikan oleh sang istri, dia terus bergerak maju mundur hingga tempo nya semakin cepat karena pelepasaan sudah di depan mata.
Pria itu menekan senjata nya hingga menyentuh titik denyut sang istri, kedua nya melenguuh bersama saat mencapai klimaaks masing-masing. Entah pelepasan yang ke berapa kalinya bagi Alisa, namun bagi Jimmy ini adalah yang pertama.
Jimmy tersenyum lalu mengecup singkat kening istrinya dan melumaat singkat bibir nya.
"Terimakasih untuk kenikmatan yang sudah kamu persembahkan, Sayang." Bisik Jimmy, Alisa hanya mengangguk sebagai jawaban atas rasa terimakasih suaminya.
"Mau mandi dulu atau langsung tidur?"
"Aku lemes, mau langsung tidur aja gapapa?" Tanya Alisa, Jimmy terkekeh lalu meraih sang istri ke dalam dekapan hangat nya.
"Tak masalah mau mandi atau tidak, pagi-pagi nanti aku akan meminta jatah ku lagi."
"Huffftt, iyalah terserah kamu saja. Cukup satu ronde malam ini, aku lelah."
"Tentu saja, tidurlah sayang." Jimmy mengusap lembut rambut Alisa dan menyandarkan kepala nya di dada bidang miliknya.
Keduanya pun tertidur lelap setelah menyelesaikan aktivitas panas mereka selama hampir satu jam. Tanpa Alisa dan Jimmy sadari, kalau permainan mereka malam ini bisa menumbuhkan benih-benih kecil yang akan tumbuh di rahim sang istri, karena dia lupa mengeluarkan nya lagi setelah suaminya meledak di dalam.
🌻🌻🌻🌻
aduh, mana bikin nya pas ujan lagi🤣
Vibes nya kayak hot Daddy njirr😭
.......
jangan lupa mampir ke karya temen author😚
Anyelir karya kak hilmiath
__ADS_1