Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Hak Suami ++


__ADS_3

Alisa meremaas rambut belakang suaminya karena sensasi yang di berikan Jimmy pada tubuhnya benar-benar memabukan, sampai-sampai dia lepas kendali dan beberapa kali mulutnya mengeluarkan desaahan erotis, yang sialnya hal itu membuat sesuatu bangkit.


Jimmy membuka resleting celana nya, agar junior nya bisa sedikit bernafas, karena di dalam terlalu sesak.


"Eemmhh, Jim.." lenguuh Alisa lagi, dia kembali menyerang leher istrinya dengan ciuman-ciuman singkat nan basah, membuat gadis itu bergerak-gerak karena sensasi nikmat yang timbul karena kecupan Jimmy.


"Baby, kamu sudah selesai datang bulan kan?" Tanya Jimmy, dalam sekejap dia mengubah panggilan nya dari Lo gue, jadi aku kamu. Jelas saja hal itu membuat Alisa terkejut, dia mengerjakan kedua mata nya di antara kesadaran yang sempat menghilang karena perlakuan Jimmy pada tubuhnya.


"S-udah.." jawab Alisa terbata, jujur saja meski dia menikmati aksi Jimmy pada tubuhnya, tapi untuk yang satu itu dia benar-benar belum siap memberikan nya.


"Bisakah aku meminta hak ku sebagai suami, baby?" Tanya Jimmy dengan suara serak nya, Alisa tau kalau Jimmy tengah menahan nafssu nya. Bolehkah dia egois? Dia belum ingin di unboxing sebelum ujian akhir nanti, tapi dia juga tau hal itu adalah kewajiban seorang istri melayani suaminya. Aahhh, dia bingung sendiri.


Melihat kebungkaman Alisa, Jimmy yakin bahwa istrinya itu belum ingin melakukan hal yang lebih dari yang sudah mereka lakukan saat ini. Tapi, nafssu nya benar-benar sudah di ubun-ubun, tubuhnya terasa panas terbakar gairah yang memuncak. 


"Kamu bisa melakukan nya, tapi.."


Jimmy mendongak begitu mendengar ucapan Alisa yang menggantung seperti jemuran. 


"Tapi apa?" 


"Tolong pelan-pelan, ini kali pertama ku." Jawab Alisa malu-malu. Akhirnya dia membuang sejenak ke egoisan nya dan memilih memberikan Jimmy hak nya sebagai suami.


"Of course, baby. By the way, this is first time for me." Jawab Jimmy, Alisa hanya tersenyum menanggapi ucapan Jimmy. 


Berarti mereka sama-sama awam dalam hal ini, lalu akankah unboxing ini berhasil? Alisa memejamkan mata nya, jujur saja dia takut saat ini.


"Bangunlah, buka pakaian mu." Pinta Jimmy, Alisa menelan ludahnya dengan kasar. Tapi tetap menurut dan membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya, tanpa menyisakan apapun. Hanya saja, dia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, begitu kain terakhir yang dia pakai itu terlempar ke lantai.


Jimmy berdiri, dia juga membuka semua pakaian nya. Saat ini keduanya sudah sama-sama polos, tanpa sehelai benang pun yang menempel. Jimmy masuk ke dalam selimut yang sama dengan Alisa, hal ini terlalu tabu untuk pria dan wanita yang belum pernah melakukan hal itu sama sekali. Terlebih usia mereka masih sangat muda. 

__ADS_1


"Kita mulai?" Tanya Jimmy dan hanya di jawab dengan anggukan kepala pelan. Jimmy memulai dengan mencium bibir ranum istrinya, tangan nya juga bergerak aktif meremaas buah kenyal Alisa dengan lembut. 


Awalnya, posisi mereka saling berhadapan. Tapi sekarang, posisi mereka berubah, Jimmy sudah berada di atas tubuh Alisa yang polos, dengan kedua tangan gadis itu yang melingkari leher kokoh suaminya.


Ciuman mereka semakin panas, Jimmy menelusupkan lidahnya mengajak lidah Alisa bergelut. Tentunya, Alisa yang sudah mulai terbiasa dengan ciuman Jimmy bisa mengimbangi perlakuan nya, meski belum selihai itu. 


Alisa merapatkan kaki nya, rasa nya sungguh tak nyaman, inti nya terasa basah. 


"Kenapa? Tak nyaman?" 


"Ti-tidak, hanya saja ini basah." Jawab Alisa sambil memalingkan wajahnya yang sudah semerah tomat itu. 


"Itu wajar sayang, lihat milik ku juga sudah sangat tegang. Mau coba mainin?" 


"E-nggak aahh, geli.." tolak Alisa, dia menepis tangan Jimmy yang mengarahkan tangan nya ke bawah.


"Nanti kamu bakal kecanduan mainin dia, cobain dulu." Bujuk Jimmy, tapi sepertinya Alisa masih kekeuh dengan keputusan nya. Ini terlalu memalukan, menyentuh organ intiim laki-laki? Ohh ayolah, dia masih polos.


"Bentar aja, baby." Jawab Jimmy, dia kembali meraih tangan istrinya, lalu kembali mengarahkan tangan lentik itu ke bawah, tepatnya ke arah tongkat sakti miliknya yang sudah menegang. Bahkan urat-urat nya sampai menonjol, saking tegang nya.


Alisa merasakan benda hangat di dalam genggaman nya, tunggu. Kenapa keras sekali? What, apa ini? Kenapa rasanya begini, aaihh aneh!


"Usap dia dengan lembut, baby.."


"Kenapa bisa sekeras ini?" Tanya Alisa mulai penasaran.


"Aku juga gak tau, tapi dia selalu bangun saat aku bersama mu." Jawab Jimmy, dan itu memang fakta nya. Junior nya selalu saja menegang hebat kalau dia berdekatan dengan Alisa, apalagi sampai mencium atau menyusu, pasti junior nya akan menegang hebat seperti saat ini. 


Selama ini dia mampu menahan nya dan tak pernah melampiaskan nya dengan cara bermain solo, dia hanya akan menahan nya hingga akhirnya junior nya akan kembali tertidur lelap. 

__ADS_1


"Cara kamu bicara terdengar lucu deh."


"Lucu dimana nya, Bby?"


"Biasanya kita bicara pake Lo gue, sekarang aku kamu. Apa karena mau bercintaa ya?" Tanya Alisa, membuat Jimmy memejamkan mata karena menikmati usapan lembut di helm senjata tempur nya.


"Tidak, kalo kamu suka nya kita bicara gini yaudah. Senyaman nya kamu aja," jawab Jimmy, tangan nya mulai iseng mencolek inti Alisa yang sudah kebasahan.


'Kok wangi ya? Jadi penasaran pengen lihat secantik apa sih..' Batin Jimmy, tanpa bicara lagi dia menyibak selimut yang menutupi tubuh mereka hingga terbuka hanya di bagian bawah nya saja. 


Jimmy mematung beberapa saat, dia melihat keindahan yang selama ini belum pernah dia lihat sama sekali. 


Sebuah gundukan yang tembem, di hiasi rumbai-rumbai tipis, sangat bersih dan terawat. Dia menyukai nya, pantas saja aroma nya sangat wangi. Alisa benar-benar merawat aset nya dengan baik, hingga mampu membuat Jimmy terhipnotis oleh keindahan itu.


"Jangan di liatin gitu, malu.." 


Alisa menutup gundukan itu dengan kedua tangan nya, namun dengan cepat tangan Jimmy menarik tangan Alisa, dia tak mau pemandangan indah nya itu di halangi. 


"Indah sekali, cantik seperti kamu." Puji nya membuat wajah Alisa memerah karena malu.


Jimmy merasa tertantang untuk merasakan seperti apa sih rasa dari inti wanita? Dia menurunkan kepala nya, menjulurkan lidah nya untuk menjilat kacang kecil yang terjepit di antara lipatan daging tembem itu. 


Jimmy mencecap cairan itu, terasa aneh tapi membuat ketagihan. Sama seperti bibir dan dada Alisa yang selalu membuatnya ketagihan, alias candu. Seperti nya dia juga akan menyukai yang satu ini juga.


"Aahhh…" Alisa mendesaah tertahan saat kepala Jimmy tenggelam di area bawah nya, dan saat ini tengah menjilati lembah miliknya dengan rakus. 


Gadis itu meremaas seprei di samping nya, dia menggigit bibirnya untuk menahan desahaan hingga terluka, bahkan tanpa dia menyadari nya.


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2