
Jimmy bermanja dengan Alisa, dengan kedok belajar bareng tapi tangan Jimmy nakal merayap kemana-mana. Awalnya merayap ke paha Alisa yang duduk lesehan di lantai.
Gadis itu memutar matanya jengah, lalu menepuk lengan suami nya yang sudah nakal, mengganggu konsentrasi belajar nya. Jimmy langsung menarik tangan nya saat Alisa menepuk lengan nya, dia meringis karena Alisa menepuk tangan nya cukup kuat.
Tapi tak lama kemudian, tangan Jimmy kembali merayap. Kali ini yang menjadi sasaran nya adalah buah ranum yang menggantung indah di dada sang istri, dia menggapai nya lalu meremaas nya dengan lembut.
"Isshh Jimmy! Diem dong, jangan nakal tangan nya."
"Hehe, nakal dikit doang. Gak banyak kok cuma satu macam aja." Jawab Jimmy sambil cengengesan.
"Nakal dikit, satu macam, apaan sih kamu ini. Ayo fokus belajar, biar ujian nya lancar."
"Aku bisa nyogok kok buat lulus." Celetuk Jimmy membuat Alisa mendelik.
"Astaga Jimmy, itu curang namanya."
"Bodo amat, yang penting kan lulus." Jawab Jimmy santai, dia berganti posisi ke belakang Alisa dan memeluk nya dari belakang.
Cupp..
Jimmy mencium pipi Alisa, lalu menggesek-gesek pipi nya ke pipi sang istri.
'Astaga, perasaan pas awal nikah dia gak kayak gini deh. Kenapa sekarang begini sih? Manja sih manja, tapi jangan bikin risih juga kali.' Alisa membatin, dia sudah bosan berceloteh sia-sia karena Jimmy tak mau mendengarkan.
Tangan Jimmy menyusup masuk ke dalam kaos yang di pakai Alisa, lalu meremaas buah kenyal milik sang istri, meski masih di balut braa, rasanya tak berkurang sama sekali, tetap kenyal.
"Kenyal banget ihh, gemes pengen makan."
"Diem dong Jim, kamu ganggu konsentrasi aku belajar tau gak. Nakal banget issh." Gerutu Alisa, tapi ya bukan Jimmy kalau menurut.
"Sayang, kemarin kan gak jadi neneen. Gimana kalo sekarang? Sekalian anu."
"Anu, anu apaan? Gak usah ambigu." Ketus Alisa.
"Main kuda-kudaan yuk." Ajak Jimmy, Alisa memilih tak menanggapi perkataan suaminya, dia kembali memfokuskan pandangan nya pada buku pelajaran.
__ADS_1
Jimmy mendengus karena sang istri tak merespon apapun, dia meraih dagu sang istri hingga membuat wajah nya menatap ke arah nya. Dengan sekali serangan, Jimmy berhasil mencium bibir Alisa, melumaat dan menyesaap nya dengan lembut dengan sebelah tangan yang tetap meremaas gundukan kenyal milik sang istri.
Alisa memejamkan mata nya, akhirnya dia hanyut dalam permainan pria itu. Dia menikmati ciuman Jimmy dan mulai membalas apa yang di lakukan Jimmy di bibir dan di dada nya.
"Enghh.." Satu lenguhaan lolos dari bibir mungil Alisa di sela ciuman nya.
Beberapa menit kemudian, Jimmy melepaskan ciuman panas nya lalu mengusap bibir Alisa yang bertambah sedikit volume nya.
Alisa menatap suaminya dengan sayu, dia juga mulai bergairaah karena sentuhan Jimmy. Jujur saja, inti nya sudah basah karena cairan yang keluar terus menerus dari lubang miliknya.
"Aahhh Jimmy.." Alisa memekik saat Jimmy menggendong nya ala bridal style dan membawa nya ke kasur, membaringkan nya dengan perlahan lalu mengungkung istri mungil nya di bawah tubuhnya.
"Aku ingin jatah ku, boleh kah?" Tanya Jimmy, Alisa tak bisa menolak karena dia pun menyukai nya. Dia mengangguk pelan sebagai jawaban, membuat senyum terukir di bibir tipis Jimmy.
"Baiklah nyonya Jimmy, ayo kita habiskan malam ini dengan bertukar keringat." Ucap Jimmy, lalu melepaskan kaos dan celana nya, hanya memakai boxer berwarna hitam. Sedangkan Alisa menatap penuh kagum saat melihat Jimmy melepaskan pakaian nya, di mata nya Jimmy terlihat sangat seksii.
Jimmy mengangkat kaos yang di kenakan nya, juga menarik celana pendek yang Alisa kenakan hingga hanya meninggalkan dalamaan nya saja.
Dengan cepat, Jimmy melucuti semua nya hingga tubuh Alisa polos sempurna. Jimmy menyeringai, tubuh Alisa terlihat sangat menggoda hasrat kelelakian nya, bahkan sekarang senjata miliknya sudah mengeraas dengan urat-urat yang menonjol.
"Aaahh sayang, pelan-pelan sakitt.." Alisa meringis saat Jimmy menggigit kecil putting nya, karena gemas.
Tangan Jimmy merayap ke bawah, meraba lembah hara yang sempit dan cantik.
"Kamu sudah basah, Baby." Bisik Jimmy sensual, membuat Alisa merona karena ketahuan kalau miliknya sudah kebanjiran. Artinya, dia sudah terangsaang karena sentuhan Jimmy pada tubuhnya.
Jimmy melepas kain terakhir yang menempel di tubuhnya, kedua nya pun polos bersama. Jimmy tersenyum lalu melebarkan kedua kaki sang istri, dan mengarahkan senjata nya tepat di pintu masuk inti sang istri yang sudah basah.
Menggesekan nya beberapa kali lalu mendorong nya dengan perlahan, Alisa kembali memejamkan mata nya, rasa ngilu menyeruak saat benda itu semakin terdorong masuk ke dalam tubuhnya.
"Aahhh.." Jimmy mengerang tertahan saat merasakan senjata nya di pijat-pijat manja oleh milik Alisa yang masih terasa sangat sempit, meskipun ini bukanlah yang pertama.
Jimmy menundukan kepala nya, lalu mengecup kening Alisa dan mulai menggerakan pinggang nya maju mundur dengan tempo sedang.
Alisa melingkarkan kedua tangan nya di leher Jimmy, pria itu kembali menunduk dan mencium bibir sang istri dengan liar.
__ADS_1
Sepasang insan itu pun larut dalam percintaan panas yang terjadi, dingin nya malam tak terasa di kamar yang bernuansa serba hitam itu, yang ada hanya hawa panas yang membuat keduanya berkeringat, meskipun AC sudah di nyalakan.
"Gantian, kamu di atas Baby." Pinta Jimmy, lalu menarik Alisa. Bergantian, kini Jimmy yang berbaring terlentang, dengan Alisa berada di atas nya.
"Jim, aku gak bisa."
"Di coba dulu, kalo gak belajar ya gak bakal bisa, Baby. Ayo bergerak naik turun, terus puter." Pinta Jimmy, dengan perlahan Alisa menurut dan mulai bergerak, meski terkesan sangat kaku tapi Jimmy terlihat sangat menikmati permainan istrinya. Terbukti, dia beberapa kali melenguuh penuh nikmat sambil menggumamkan nama sang istri.
"Alisa.. aaahh ya terus begitu sayang.." Jimmy meracau tak karuan saat Alisa mulai bergerak lebih cepat karena memburu pelepasan yang terasa sudah di ujung.
"Jimmy, aku gak kuat lagi." Lirih Alisa, Jimmy mengerti dan ikut menggerakan tubuhnya membantu menyodook sang istri dari bawah.
"Aaarrghhh.." Alisa mendesaah panjang saat dia berhasil meraih pelepasan pertama nya.
"Hangat sekali, Baby." Ucap Jimmy, membuat wajah Alisa memerah. Selain karena lelah, dia juga malu karena Jimmy mengatakan hal demikian. Nafas Alisa masih memburu, tapi Jimmy belum mendapatkan Klimaaks nya, jadi dia kembali membalik posisi dan melanjutkan permainan mereka.
Sedangkan di luar sana, Farhan sedang di landa kepanikan. Pasalnya ada banyak anak buah geng kelelawar yang tumbang karena serangan yang rapih dan tak terdeteksi.
"Dery, periksa keadaan mereka satu-persatu dengan detail, kalau parah bawa ke rumah sakit." Perintah Farhan yang langsung di angguki oleh Dery. Dia dengan sigap pergi setelah mendengar perintah dengan seksama agar tak terjadi kesalahan.
"Dian, cari dalang dari penyerangan ini secepatnya."
"Siap waketu!" Jawab Dian, lalu dia pergi dengan beberapa anggota yang tersisa.
Farhan merogoh ponsel nya dari saku jaket kulitnya, dia menghubungi nomor Jimmy. Namun sayang, hingga panggilan ke lima pun pria itu tak mengangkat nya karena yang punya ponsel sedang asik bercintaa dengan istrinya.
"Aaahh sial, kemana sih tuh orang. Lagi di butuhin malah susah di hubungin." Rutuk Farhan, sambil terus berusaha menelpon nomor Jimmy kembali. Tapi sial, kali ini nomor nya malah tak aktif.
"Gue ke rumah Jimmy dulu."
"Baik waketu." Jawab anggota yang tersisa dengan kompak.
Banyak anggota yang terluka dan terkapar di basecamp, pola penyerangan nya hampir sama, yakni tangan, punggung dan perut yang di ukir dengan senjata tajam, membentuk sebuah pola yang Farhan yakini ada hubungannya dengan dalang penyerangan malam ini.
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻