Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Zona Bucin


__ADS_3

Farhan masuk ke ruangan rawat sepupu nya, seperti biasa dia di hadapkan dengan pemandangan yang membuat nya baper. Bagaimana tidak? Pasangan itu selalu saja memamerkan kemesraan di depan siapapun, termasuk di hadapan Farhan.


"Permisi tuan dan nyonya.." ucap Farhan, sambil menyimpan parsel buah untuk Jimmy. 


"Eehh, Farhan. Kesini sama Eva?" Tanya Alisa dengan wajah berbinar, padahal baru saja dia menangis sesenggukan di dalam pelukan Jimmy. 


"Nggak, sama anak-anak. Mereka di luar, mau nyiapin mental dulu." 


"Ohh, yaudah." Alisa duduk di sofa, sambil mencomot jajanan dari tangan Farhan. Itu memang pesanan nya, berisi telur gulung dan cilok bumbu kacang. 


"Ayang, jangan makan pedes-pedes. Kasian adek bayi, nanti kepedesan." 


"Gak pedes ihh, iya kan?" Alisa bertanya pada Farhan, rasanya memang tak pedas sedikitpun. 


"Cuma saos tomat doang, gak pake sambel. Gue juga tau, bini Lo lagi hamil muda." 


"Baguslah." Jimmy menghembuskan nafas nya lega, setidaknya meskipun makanan yang di makan istrinya jauh dari kata sehat, tapi tidak pedas jadi dia tak terlalu khawatir. 


"Gimana keadaan Lo, Jim?"


"Udah mendingan, tinggal lemes nya doang." Jawab Jimmy, dia duduk bersandar di kepala ranjang. Sesekali tatapan mata nya mengarah pada istrinya yang terlihat sangat lahap memakan jajanan nya. Mungkin sekarang, istrinya sudah mulai mengidam.


"Kata nyokap gue, kalo laki yang ngidam katanya laki itu cinta banget sama bini nya." 


"Itu sih gak usah Lo tanyain lagi, gue emang cinta banget sama bini gue." Jawab Jimmy, tapi di luar dugaan Farhan malah tertawa. 


"Kenapa Lo? Malah ketawa."

__ADS_1


"Gue jadi inget tingkah Lo sama Alisa dulu sebelum saling cinta, kerjaan nya bertengkar mulu tiap ketemu pasti ada aja yang bikin kalian bertengkar. Gak nyangka bisa jadi saling cinta gini." 


"Namanya juga jodoh kan gak ada yang tahu, lah Lo sama Eva juga sama." Celetuk Alisa dari belakang, tanpa menatap ke arah kedua pria di depan nya, dia begitu asik menikmati cemilan nya.


"Iya juga sih, Eva sama gue mau kuliah di kampus yang sama, bini Lo mau lanjut?" Tanya Farhan. 


"Gue terserah Alisa nya aja, kalau mau lanjut yaudah, Lo sama Dian bisa jagain dia." 


"Lo emang mau kemana?" Tanya Farhan dengan kening yang mengernyit heran.


"Gue, kerja dong. Nyari duit buat biaya bini gue kuliah, buat biaya hidup gue sama anak istri nantinya." 


"Wahh, Lo udah dewasa sekarang Jim. Gak nyangka gue, Alisa bisa luluhin hati Lo yang keras kayak batu itu." Ucap Farhan sambil bertepuk tangan kecil.


"Jadi, gue nitipin Alisa sama Lo ya?"


"Siap, serahin aja ke gue sama Dian, Dery, Aldi juga kuliah di kampus yang sama." Jelas Farhan.


"Yes, gak boleh bubar. Susah payah kita besarin nama geng kelelawar." 


"Ya, tapi nanti mungkin gue gak terlalu aktif. Karena bini gue lagi hamil, otomatis waktu gue bakal lebih banyak sama dia. Tapi Lo sama Dian pasti bakal bisa jaga nama baik geng kita, gue percaya sama kalian berdua." 


"Pasti, jabatan gue pasti gue pake kalo Lo lagi gak bisa." Jawab Farhan membuat Jimmy terkekeh. 


"Hubungan Lo sama Eva, gimana?"


"Baik kok, cuma Eva tuh sering mancing-mancing njir. Kalo gue ke rumah dia, entah sengaja atau enggak, dia nya selalu pake baju seksii gitu, pendek terus agak terbuka. Pusing gue, Jim."

__ADS_1


"Serius? Hajar aja kalo gitu, jangan nyalahin kita nya. Lah kita kan laki, punya nafssu." Pepatah sesat Jimmy mulai keluar. 


"Jangan ajarin sepupu kamu buat brengseek ya," 


"Eehh hehe, ayang.." Jimmy terlihat salah tingkah, sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Bilangin aja sama Eva nya, jangan pake baju-baju gitu lagi. Tapi, kalo udah nikah sih boleh-boleh aja. Aku aja, kalo tidur sama Jimmy pasti gak pake baju. Soalnya percuma pake baju juga, ujung-ujungnya di buka juga sama Jimmy." 


"H-ahh? Seriusan, Lis?" Tanya Farhan, dia cukup tak percaya, sepupu nya senakal itu?


"Ngapain gue bohong, semalem dia main nya dua atau tiga ronde. Setiap malem tuh, bayangin aja gue capek nya gimana." Jawab Alisa membuat wajah Jimmy memerah karena malu aib nya di bongkar istrinya sendiri.


"Anjirr, Lo nafsuaan juga Jim."


"Apaan, serah gue lah. Bini gue ini," jawab Jimmy sambil memalingkan wajahnya ke samping. 


"Cieee, malu ya?" Goda Farhan membuat Alisa terkekeh, apalagi saat menyadari wajah Jimmy yang memerah. 


Tak pernah terbayangkan bahwa dia dan Jimmy akan sebucin ini, padahal dulu mereka partner bertengkar, apapun masalah nya, besar atau kecil pasti jadi pertengkaran besar yang berujung dengan saling adu argument. 


Tapi sekarang? Mereka jauh dari kata bertengkar, mereka jadi pasangan bucin yang sering mengumbar kemesraan di mana pun. Jika orang awam, yang tak tau apapun tentang perjalanan cinta keduanya, pasti takkan menyangka kalau dulunya dua anak manusia itu seperti kucing dan anjiing yang tak pernah akur. 


Tapi itulah jodoh, tak ada yang tau siapa jodoh kita. Termasuk Jimmy dan Alisa, mereka di persatukan dengan perjodohan konyol, namun seiring berjalan nya waktu mereka bisa saling menerima dan akhirnya jatuh ke dalam jurang kebucinan.


🌻🌻🌻🌻


hai-hai, jangan lupa mampir ke karya temen author juga yaaw, sambil nungguin novel ini up😚

__ADS_1



Gadis Kesayangan Tuan Agra, karya kakak author Nurmay😚😚


__ADS_2