
"Kau, ikut aku.." ucap Raksa sesaat setelah mereka menyelesaikan acara makan malam, Jian yang sedari tadi nampak gugup kini semakin gugup setelah suara Raksa yang terdengar sangat mendominasi itu menunjuk ke arahnya. Aahh rasanya jantung nya berhenti berdetak saat ini, belum lagi tatapan tajam yang di layangkan Jimmy membuat Jian ketakutan.
"B-baik tuan." Jawab Jian terbata.
"Jangan menatap dia seperti itu sayang, kasian. Dia terintimidasi sama tatapan kalian berdua." Lirih Alisa pada Jimmy.
"Hah, apa iya aku menakuti mu? Maaf, Ji."
"T-tak apa-apa, kak." Jawab Jian, dia bingung harus memanggil apa pada Jimmy.
"Kak? Ckk, usia gue lebih muda daripada Lu, Ji." Ucap Jimmy dengan senyum kecilnya.
Raksa bangkit dari duduknya, refleks Jimmy, Farhan langsung berpamitan pada pasangan masing-masing.
"Bby, aku ke sana dulu sama papa. Kamu kalau mau tidur, duluan aja ya."
"Gak mau, aku nunggu kamu disini sama Mama ya." Jawab Alisa dengan manja, Jimmy tersenyum kecil lalu mengacak rambut sang istri.
"Iya, sayangku. Aku takkan lama," Jimmy mengecup singkat kening istrinya, lalu pergi menyusul papa nya.
"Aku rapat sama tuan besar dulu, setelah rapatnya selesai, aku akan mengantar mu pulang." Ucap Farhan pada Eva, pasangan bucin baru.
"Iya, sayang." Jawab Eva singkat, namun mampu membuat hati Farhan jedag jedug karena panggilan sayang dari Eva.
Sedangkan Ayuna hanya melihat saja, sedari tadi dia hanya diam, sesekali tersenyum kecil menanggapi obrolan unfaedah yang di lakukan keluarga Jimmy dan Alisa.
"Aku kesana dulu." Ayuna mengangguk saat mendengar Jian juga berpamitan padanya.
"Ay, sini gabung." Ajak Alisa pada Ayuna, membuat gadis itu terlihat terkejut.
"A-aku?" Ayuna menunjuk dirinya sendiri, Alisa terkekeh lalu mengangguk. Ayuna menggaruk tengkuknya, lalu menurut dan duduk di samping Alisa. Saat ini dia berada di tengah, di sisi kanan dan kirinya ada Eva dan Ayuna.
"Jadi, apa kalian sudah menemukan pasangan masing-masing?" Tanya Alisa memulai pembicaraan. Eva mengangguk pelan, sedangkan Ayuna menggeleng lalu menundukan kepala nya.
"Kenapa? Apa Jian masih kurang?" Tanya Alisa.
__ADS_1
"Ckkk, gak usah pura-pura deh beb. Dia kan ngincer Jimmy, laki Lu." Celetuk Eva membuat Alisa tersenyum kecil.
"Maaf Ay, tapi aku juga mencintai suamiku."
"Ya kali, kalaupun lu relain Jimmy buat si ono, belum tentu juga si Jimmy nya mau." Ketus Eva sambil menyedekapkan kedua tangan nya di dada.
"Gapapa Lis, aku sudah menyesuaikan diri dengan semua ini. Aku hanya sekedar menyukai, bukan menjadikan nya obsesi seperti Denis." Jawab Ayuna lirih, meskipun di awal dia sempat termakan hasutan Denis, tapi akhirnya dia sadar. Tepatnya setelah melihat Alisa yang murung, dan selalu menyebut nama Jimmy.
Sesuatu yang di paksakan selalu berakhir tak baik, begitu juga cinta karena melibatkan hati dan perasaan.
"Baguslah, ada baiknya Lo tuh tobat, Ay. Terima tuh si Jian, keliatan nya dia tulus sama Lo."
"Aku akan mencoba nya." Ayuna tersenyum manis, begitu juga dengan Alisa.
"Terus, gimana ceritanya Lo bisa jadian sama Farhan? Padahal dulu Lo kan ogah banget kalo gue jodohin sama dia."
Eva tersenyum kecil, lalu menceritakan semuanya. Termasuk cara Farhan menembak nya yang jauh dari kata romantis, tapi dia sangat menyukai cara Farhan mengungkapkan perasaan nya dan mengajak nya pacaran.
"Cieee, yang udah gak jomblo." Goda Alisa membuat wajah Eva memerah karena malu.
"Selamat ya, semoga langgeng." Ucap Ayuna.
Sedangkan di ruang kerja milik Raksa yang di penuhi buku-buku tentang bisnis, semua orang duduk di sofa termasuk Jian, Jimmy, Farhan dan Dian yang baru saja datang menyusul.
"Terimakasih Jian, karena sudah bersedia membantu kami menyelamatkan Alisa."
"Sama-sama tuan." Jawab Jian sambil membungkuk hormat, membuat Raksa terkekeh. Pria di depan nya terlalu sopan.
"Jadi, apa kau akan bergabung dengan geng Kelelawar bersama putraku, juga Farhan dan Dian?" Jian nampak terkejut dengan ucapan Raksa, dia melirik ke samping. Wajah Dian yang menakutkan, dia tambah dengan tatapan Jimmy yang selalu terlihat tajam, seperti elang melihat mangsa nya.
"Gabung saja lah, biar kita ada temen nya. Kau bisa masuk di pasukan inti bersama Dian dan Aldi." Ucap Farhan sambil menepuk bahu Jian.
"Kalau di perbolehkan, tentu saja saya ingin, tuan."
"Baguslah, seperti nya kemampuan mu bisa di andalkan juga. Setelah ini kita akan sering bekerja sama menyelesaikan misi, selamat bergabung." Ucap Dian, Jian mengangguk dengan senyum sumringah nya.
__ADS_1
"Jadi, bagaimana rencana ke depan nya?" Tanya Raksa.
"Jimmy hanya akan meningkatkan pengawasan pada Alisa, memperketat penjagaan nya sembunyi-sembunyi."
"Harus, kejadian semacam ini tak boleh terulang lagi." Ucap Raksa.
"Untuk masalah Denis, seperti nya anak buah om sudah menangani nya. Dan teman yang menolong nya itu, Harry. Dia teman kita juga, seperti nya dia memang sudah tau niat awal Denis. Karena itu dia tau kalau Denis terluka." Dian mulai mengeluarkan teori versi dirinya.
"Jadi, Denis itu fiks ketua geng serigala?" Tanya Jimmy pada Dian.
"Iya, baru beberapa bulan menjabat sebagai ketua, menggantikan ketua yang lama."
"Kalau boleh tau, ketua lama kemana?" Tanya Farhan.
"Saya kurang tau, karena saat saya bergabung ketua nya sudah yang bertopeng." Jawab Jian seadanya. Dia baru bergabung dengan geng serigala, sekitar 4 bulanan.
"Apa mungkin Denis juga dalang nya? Aahh kenapa pikiran ku sekotor ini." Farhan menggelengkan kepala nya.
"Bisa jadi, mengingat Denis cukup licik juga." Ucap Dian, dia sependapat dengan Farhan.
"Sekitar dua bulan yang lalu, kami memang sempat curiga, karena hanya berselang 3 hari semenjak kepergian ketua lama, ketua baru langsung masuk dan menjabat. Saya curiga, ada beberapa orang yang berhianat pada ketua lama. Tapi itu semua kecurigaan itu tak mempunyai bukti yang kongkrit, jadi hanya bisa di simpan sebagai teori saja." Jelas Jian.
"Kalau memang iya seperti itu, berarti Denis benar-benar jahat ya."
"Tak sangka, padahal di sekolah dia cupu." Ucap Dian.
"Semua nya bisa berubah, itu hanya sebagai kedok untuk mengelabui agar musuh lengah, dengan begitu dia bisa bergerak dengan leluasa." Jimmy ikut angkat bicara. Jelas sekali, Denis benar-benar licik dan pandai.
Entah Denis yang pandai atau dia yang bodoh, seperti nya memang Jimmy yang bodoh karena telah di butakan oleh cinta nya pada Alisa hingga menutup mata bahwa orang terdekat sekali pun bisa menjadi musuh. Buktinya Denis, dia berteman baik dengan istrinya tapi sekarang melakukan hal semacam ini.
.......
🌻🌻🌻🌻
jangan lupa mampir ke karya temen author, di jamin bikin ketagihan baca nya😚😚
__ADS_1
Pernikahan Rahasia Anak SMA 2, karya kak LichaLika😚😚😚