Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Denis Kalah


__ADS_3

Denis nekat ingin menjenguk Jimmy yang kata Farhan sedang sakit, susah payah dia membujuk pria itu agar mau memberikan nya informasi dimana Jimmy di rawat saat ini. 


Dan disinilah dia saat ini, Denish berdiri di ambang pintu, ragu untuk mengetuk pintu nya. Sebelum masuk, dia memilih mengintip dari jendela dan pemandangan yang membuat hatinya sakit tapi akhirnya dia sadar diri kalau Alisa sudah bahagia dengan Jimmy, pria pilihan nya. 


Dia juga merasa lega saat melihat Jimmy terlihat sangat mencintai Alisa, setidaknya pengorbanan nya untuk merelakan gadis pujaan nya untuk bersama pria pilihan nya tak sia-sia, apalagi saat melihat tangan Jimmy mengusap perut Alisa.


'Apa Alisa hamil?' Batin Denis. Akhirnya, setelah beberapa saat berdiri mengintip dari jendela, Denis memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan Jimmy. 


Tapi, Farhan, Dery, Dian bahkan Jian ada disana untuk berjaga-jaga kalau pria itu kembali membuat ulah. Mereka tak bisa sepenuhnya percaya pada Denis kan? Bisa saja pura-pura baik adalah jalan nya untuk bisa membawa Alisa kembali. 


"Masuk.." suara Alisa terdengar, dengan perlahan Denis membuka pintu ruangan Jimmy. 


Alisa membulatkan mata nya saat melihat siapa yang datang.


"D-enis.."


"Hai, Lis. Bisakah aku masuk?" Tanya Denis sambil tersenyum. 


"Kau! Mau apa lagi kau kesini hah? Pergi, jangan ganggu istriku!" Pekik Jimmy, dia terlalu emosi saat melihat pria itu ada di depan nya. Dia ingin menghajar pria itu, tapi keadaan nya tidak memungkinkan. Untuk sekedar bangkit dari kasur saja dia lemas, apalagi untuk menghajar Denis yang notabene nya sedang baik-baik saja. 


Alisa langsung menenangkan suaminya, dia memeluk dan mengelus punggung suaminya dan itu cukup ampuh untuk meredam emosi Jimmy. 


"Mau apalagi Lo kesini, Den? Setelah apa yang Lo lakuin ke gue, Lo masih berani nunjukin wajah Lo di depan gue?" 


"Sorry, Lis. Gue kesini cuma mau jengukin Jimmy, gue denger dia sakit. Sekaligus gue mau minta maaf, buat kejadian waktu itu." Ucap Denis.


"Dengan Lo datang kesini, Lo udah buat keadaan Jimmy memburuk tau gak?"


"Sorry, Lis. Tapi izinin gue bicara dulu, gue tau gue salah udah nurutin obsesi gue buat milikin Lo, gue bahkan udah nyakitin hati sama fisik Lo, gue minta maaf banget sama Lo, Lis." 


"Brengseek! Harusnya anak buah papa gue udah bunuh Lo, sialan! Gue aja gak pernah nyakitin bini gue, lah Lo siapa berani-beraninya nyakitin? Harusnya kepala Lo gue penggal!" Ucap Jimmy sewot, melihat pria itu membuat emosi nya begitu tak terkendali.


"Gue minta maaf, Jim. Gue sadar, gue salah banget sama kalian berdua. Tapi sekarang gua udah sadar, gua harus relain Alisa sama Lo, karena dia bahagia sama Lo." 

__ADS_1


"Kenapa gak dari dulu, Den? Kenapa harus setelah kejadian itu, Lo baru ngerelain gue? Jujur, sampai sekarang gue gak bisa lupain apa yang udah Lo lakuin ke gue!" Kali ini Alisa yang bicara, air mata nya tiba-tiba saja menetes. Hormon kehamilan membuatnya sangat sensitif.


"Gue pukul Lo, karena dah bikin bini gue nangis!" 


"Gue gak sengaja Jim." 


"Gak sengaja Lo bilang? Lo gegar otak ya, atau amnesia hah? Lebih baik sekarang Lo pergi jauh-jauh dari gue sama Alisa, jangan pernah nemuin kita lagi. Karena Lo adalah sumber trauma bagi Alisa!" Tegas Jimmy, membuat Denis menunduk dengan kedua tangan terkepal di sisi tubuhnya.


"Iya Jim, ini terakhir kalinya kalian liat gue. Thanks buat semuanya, gue pamit. Setelah ini gue mau lanjutin hidup gue, di luar negeri."


"Gak peduli." Jawab Jimmy, Denis menatap pasangan itu dengan nanar. 


"Gue nitip Alisa ya, Jim?"


"Pasti gue jagain, tanpa Lo minta." 


"Gue lega, gue pergi ya. Semoga Lo cepet sembuh, Jim." Denis pun keluar dari ruangan itu dengan kepala tertunduk. Meski sakit saat melihat Alisa menolak kehadiran nya, tapi inilah akibat dari perbuatan nya. Dia tak bisa menyalahkan Alisa, apalagi Jimmy. Dia memang pantas mendapatkan nya. 


"Si sombong bisa nunduk ternyata?" Sindir Dian, seperti biasa mulutnya selalu saja pedas. 


"Kesombongan nya udah hilang, terkikis arus gelombang." 


"Malah nyanyi Lo, kampreet!" Dian memukul lengan Farhan, disaat mode serius, bisa-bisa nya dia malah bercanda. Jabatan waketu nya benar-benar di ragukan, tak ada sangar-sangar nya sama sekali, yang ada malah kocak. 


"Sorry, tapi gak usah main geplak aja njir sakit." 


"Han, gue minta maaf." Ucap Denis lirih.


"Maaf buat apa?" 


"Semuanya, sorry kalo gue dah ngerepotin kalian."


"Banget, harusnya kepala Lo tuh udah di kubur." Cetus Dian sambil bersedekap dada.

__ADS_1


"Tapi nyatanya anak buah om Raksa masih berbaik hati, biarin gue hidup lebih lama."


"Ya, salahnya mereka terlalu baik!" Ketus Dian lagi.


"Urusan Lo disini udah selesai kan? Kenapa gak cabut?" Tanya Farhan, wajah nya beralih ke mode serius.


"Iya, gue dah mau cabut kok. Sebentar lagi pesawat gue take off, tapi gue mau nanya sama Lo."


"Nanya apaan?" Tanya Farhan, nada bicaranya berubah ketus.


"Alisa hamil?"


"Yeahh, ibu bos hamil dan Jimmy sakit kayak gitu kena sindrom kehamilan simpatik." Bukan Farhan yang menjawab, tapi Dian dengan wajah datar nya. 


"Ohh, syukurlah. Gue cabut dulu, nitip Alisa ya." 


"Ya, hati-hati di jalan." Ucap Farhan, Denis mengangguk lalu berjalan pelan dengan kepala yang masih tertunduk. Setidaknya hatinya merasa lega setelah memastikan Alisa sudah bahagia dengan Jimmy. 


Pria itu benar-benar pergi ke bandara dengan menggunakan taksi online, beberapa menit kemudian pesawat pun lepas landas, meninggalkan negara tempat Denis di besarkan selama 19 tahun ini. 


"Selamat tinggal negara ku, kota kelahiran ku, tempat aku mengenal cinta dan obsesi. Aku akan kembali setelah keadaan membaik, juga hatiku. Setelah berhasil menata kehidupan dengan baik, aku sudah benar-benar kalah untuk mendapatkan cinta pertamaku." Gumam Denis sambil menatap jendela yang memperlihatkan pemandangan luas nya langit biru dan putihnya awan.


"Berbahagialah agar hancurku tak sia-sia, Alisa." 


.......


🌻🌻🌻🌻


jangan lupa mampir ke karya temen author yuk😚



Kurebut Calon Suamimu karya kak Yeni Sri Wahyuni😚😚

__ADS_1


__ADS_2