
"Aku cemburu!"
"Lho, kok tiba-tiba cemburu sih? Apa yang aku perbuat sampai bikin kamu cemburu, sayang?" Tanya Alisa pada suaminya. Aneh saja, pulang-pulang dia langsung merengek dan tiba-tiba mengatakan kalau dia cemburu. Tak ada angin, tak ada hujan.
"Pria itu meminta nomor ponsel mu, aku gak suka!"
"Pria yang mana sih, yang? Ampun deh."
"Yang tadi di lorong kampus." Jawab Jimmy sambil merengek manja, membuat Alisa teringat akan sosok pria yang tadi sempat meminta nomor ponsel nya.
"Iya iya, tadi emang ada yang minta nomor aku, tapi aku gak kasih. Aku bilang, aku udah nikah, bersuami dan saat ini sedang hamil." Jelas Maura sambil mengusapkan tangan nya lembut di kepala belakang Jimmy. Wajah nya tersuru di perut sang istri yang sudah sedikit buncit di usia kandungan 4 bukan, mendusel manja disana.
"Beneran?"
"Iya, beneran sayang. Jadi, udah ya gak usah cemburu? Aku gak ada niatan selingkuh dari kamu, sumpah."
"Serius, Bby?" Tanya Jimmy lagi, membuat Alisa gemas sendiri lalu mencubit mesra hidung suami tampan nya.
"Ya ampun sayang, iya aku serius. Aku kesana buat belajar, aku gak mungkin sia-siain jerih payah kamu buat biayain aku sekolah, sayang. Fositit thingking ya?"
Pria itu mengangguk pelan, membuat Alisa terlampau gemas saat pria itu kelewatan manja nya. Dia mengacak rambut suami nya saking gemas nya melihat tingkah suami yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu.
"Sayang.."
"Hmmm, kenapa lagi suamiku?"
"Enggak kok."
"Terus kenapa kamu manggil kalo gak ada apa-apa? Hufftt, gimana kerjaan kamu di kantor, Yang?" Tanya Alisa.
"Capek yang, pekerjaan nya banyak banget."
"Namanya kerja ya pasti capek sayang."
"Iya, tapi aku harus semangat demi kamu." Jawab Jimmy, dia mendongakan wajah nya lalu tersenyum sangat manis.
"Ganteng nya suamiku, kalau kamu capek udah aja ya? Aku gapapa kok kalo gak jadi kuliah, lagian sebenarnya aku capek."
"Enggak, kamu harus kuliah ya sayang?"
"Ya sudah, tapi kamu kalau ada apa-apa cerita sama aku ya?"
"Siap istri, kasih aku semangat dong.."
"Boleh, yuk. Kebetulan adek bayi juga lagi pengen di jengukin." Jawab Alisa genit, Jimmy menatap istrinya dengan seringai nakal. Lalu sedetik kemudian dia langsung menerkam sang istri, Jimmy melakukan nya dengan perlahan karena takut akan menyundul buah hatinya. Meski begitu, Alisa terlihat sangat menikmati perlakuan sang suami, dia merasa nyaman dengan penyatuan ini.
Sedangkan di belahan bumi lain, Farhan tengah ngapel ke rumah Eva. Karena gadis itu merengek meminta di temani, mama nya harus pergi ke luar kota mendadak tadi sore.
"Nginep disini ya, Ayy?"
"Aku gak enak sama tetangga kamu nanti, sayang."
"Gapapa kok, mereka gak banyak omong." Jawab Eva santai, sambil menyuapkan berondong jagung ke dalam mulutnya, lalu mengunyah nya dengan perlahan.
"Humm, yaudah. Aku bilang sama mama dulu, biar gak nungguin pulang." Eva mengangguk, Farhan menelpon sang mama dan mengatakan kalau dia menginap di rumah Eva.
Papa dan mama nya Farhan sudah tau hubungan putra mereka dengan gadis itu, karena beberapa kali, Farhan membawa Eva ke rumah.
"Gimana, boleh?"
"Boleh, yang. Sini, duduknya disini." Farhan meminta kekasihnya untuk duduk di pangkuan nya, gadis itu itu menurut dan duduk menyamping di pangkuan Farhan.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Gapapa, lagi pengen mesra-mesraan aja sama kamu." Jawab Farhan sambil tersenyum.
"Dihh, tadi aja di suruh nginep kayak gak mau, banyak alesan."
"Hehe, basa basi sayang." Jawab Farhan sambil terkekeh.
"Isshhh nyebelin.."
"Tapi kamu suka kan?" Goda Farhan sambil memainkan alis nya naik turun.
"Suka banget, kamu ganteng deh."
"Baru sadar ya kalau pacarmu ini ganteng hmm?"
"Iya hehe, padahal kita pacaran udah 4 bulan ya." Ucap Eva sambil terkekeh.
"Iya, kamu nya kemana aja."
"Sayang.." lirih Eva, tatapan yang membuat Farhan selalu di buat tak berdaya.
"Hmmm, kenapa?"
"Cuaca dan situasi nya sangat mendukung, yuk?"
"Maksud kamu apa babe?" Tanya Farhan sambil mengernyitkan kening nya.
"Itu lho, yuk.." ajak Eva lagi.
Farhan menghembuskan nafas nya dengan kasar, kalau sudah begini dia akan kesulitan untuk menolak. Berbagai alasan sudah dia katakan pada Eva, tapi tetap saja gadis itu mengajak nya.
"Aku sudah bilang sama kamu, sayang. Aku gak mau rusak kamu sebelum kita punya ikatan yang sah."
"Nanti ya? Kita pasti akan melakukan nya, saat itu tiba nanti kamu akan aku buat tak bisa berjalan seharian." Ucap Farhan, tapi sepertinya hal itu malah membuat rasa penasaran Eva semakin menguasai nya.
"Sayang, ayolah. Sekali saja."
"Tidak, kata Jimmy hal itu membuat ketagihan, sayang."
"Ya kalau ketagihan kan tinggal minta lagi sama aku, asal jangan sama wanita lain aja, sayang." Bujuk Eva.
"Nggak sayang, lain kali aja ya."
"Aahh kamu mah, aku marah nih."
"Kebiasaan deh kalo ada mau gak di turutin suka marah gitu, yaudah ayo." Jawab Farhan membuat wajah Eva berbinar.
"Seriusan yang?"
"Ayo, kamu yang mau kan?"
"Iya, yuk di kamar aja." Eva turun dari pangkuan Farhan dan menarik tangan pria itu ke kamar nya.
Malam itu, keduanya melakukan hal yang tak seharusnya mereka lakukan sebelum menjadi pasangan suami istri.
Eva di buat menjerit keenakan oleh Farhan yang mengeluar masukan senjata miliknya dengan semangat. Keringat membanjiri kening Farhan, namun hal itu sama sekali tak membuat semangat nya untuk terus bergerak di atas tubuh kekasihnya surut.
"Aaahhh sayang, teruss lebih cepat lagi.." Racau Eva, ternyata rasanya sangat nikmat. Benar kata Farhan, hal ini akan membuat nya ketagihan.
"Sayang, aku sudah tak tahan.." bisik Farhan.
__ADS_1
"Keluarkan saja di dalam, sayang."
"Ya.." jawab Farhan singkat, dia mempercepat gerakan maju mundur nya dan setelah beberapa menit akhirnya Farhan mengeraang panjang, pertanda kalau dia berhasil meraih klimaaks nya.
"Aargghhh, sayang!"
Cairan hangat menyembur deras dari milik Farhan, saking banyak nya hingga meluber keluar dan mengotori seprai.
Nafas Farhan tersengal-sengal, pertama kali nya dia merasakan ledakan klimaaks yang membuat tubuhnya seolah luruh oleh kenikmatan yang di suguhkan oleh gadisnya.
"Sayang, kamu berat.." lirih Eva, membuat Farhan tersadar kalau dia masih berada di atas tubuh polos gadisnya.
"Maaf sayang, aku tak sengaja."
Farhan mencabut penyatuan nya, cairan itu langsung merembes keluar hingga ke paha Eva yang memerah karena gerakan nya yang mungkin saja terlalu cepat tadi.
"Sayang, itu kamu bengkak.." tunjuk Farhan.
"Isshh kamu, jangan liatin ini aku dong, malu."
"Gemesin, kok gak ada bulu nya."
"Ya karena aku cukur, sayang. Udah dulu, sana mandi." Eva menutupi tubuhnya dengan selimut miliknya.
"Mandi bareng yuk?"
"Boleh sih, gendong ya." Pinta Eva dengan manja.
"Tentu saja, ayo.." Farhan menggendong Eva masuk ke kamar mandi, keduanya mandi bersama tanpa mengulang permainan. Rasa penasaran Eva terbayar sudah, ternyata rasanya sangat nikmat meski awalnya terasa sangat sakit. Bahkan tubuhnya terasa terbelah menjadi dua saking sakitnya, tapi rasa sakit itu tak bertahan lama, setelah beberapa menit kemudian rasa sakit itu berganti menjadi rasa nikmat.
Setelah selesai mandi, keduanya kembali berbaring. Eva menduselkan wajah nya di dada bidang Farhan, tubuh atletis dan aroma tubuhnya membuat Eva betah berlama-lama memeluk tubuh nya.
"Setelah ini, aku akan bicara sama papa agar kita segera resmi, sayang."
"Maksud kamu?"
"Aku mengeluarkan nya di dalam, artinya ada kemungkinan benih ku akan tumbuh di rahim mu, sayang. Sebelum dia tumbuh, aku ingin kita sudah terikat dalam hubungan yang resmi." Jelas Farhan panjang lebar.
"Tapi, mengeluarkan nya di dalam kan permintaan aku, yang."
"Lalu, kalau kamu hamil gimana? Apa kamu gak akan minta pertanggung jawaban dariku?" Tanya Farhan.
"E-eehh, aku tak berfikir sejauh itu."
"Ya ampun, sayang. Harusnya kamu memikirkan semua itu, kita sudah melakukan nya, dan aku harus segera melamar mu."
"M-maaf.."
"Tak apa-apa sayang, untung aku yang pertama. Kalau pria brengseek, kamu pasti akan rugi sayang. Astaga, kamu ini." Farhan mengacak rambut kekasihnya dengan gemas.
"Sekarang, tidurlah. Aku tau itu mu terasa tak nyaman, tapi mungkin akan membaik esok hari."
"Iya sayang." Eva kembali menduselkan wajahnya di dada Farhan, pria itu juga memeluk gadisnya dengan erat.
Keduanya pun tertidur pulas setelah menghabiskan malam panas mereka selama hampir satu jam bergulat di atas ranjang. Dalam sekejap mata saja keduanya tertidur karena kelelahan setelah bertarung.
........
🌻🌻🌻🌻🌻
sambil nunggu novel ini up, mampir yuk ke karya temen author, di jamin bikin ketagihan baca nya😚
__ADS_1
Pewaris Untuk Musuh, karya kakak author As Cempreng😚😚