Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Sebuah Hukuman


__ADS_3

"Jim, ngapain?" Tapi, bukan nya menjawab, Jimmy malah tersenyum smirk ke arah sang istri.


"Mandi sono, malah tiduran."


"Males, dingin." Jawab Alisa, dengan Jimmy yang masih mengungkung Alisa di bawah tubuhnya.


"Nanti gue angetin, sekarang mandi sono."


"Tapi kan tadi sebelum berangkat dah mandi, masa mandi lagi sih?" 


"Ya gak ada salahnya mandi lagi kali, biar bersih."


"Gak ah, males. Sana pake baju, dah gue siapin di ruang ganti." 


Barulah Jimmy pergi, Alisa bangkit dari rebahan nya sambil mengusap dada nya lega. Pria itu selalu saja membuat jantung nya berdegup lebih kencang dengan semua tingkah lakunya. 


"Aaisshh, si Jimmy ada-ada aja kelakuan nya. Bisa-bisa jantung gue lompat keluar dari tempatnya besok, sial." Rutuk Alisa. 


Tak membutuhkan waktu lama, Jimmy keluar dengan setelan yang sudah Alisa siapkan untuknya. 


"Yakin gak mandi?"


"Emang kenapa sih?" Balik tanya Alisa ketus.


"Yaudah, jangan nyesel karena gak nurut." Ucap Jimmy sambil tersenyum aneh. Sedetik kemudian dia mendorong Alisa hingga kembali terbaring, Jimmy merangkak menaiki tubuh sang istri.


"E-eemm, ngapain Jim?"


"Hukum Lo, apa lagi." Jawab Jimmy dengan senyuman smirk nya.


"Lho kok tau-tau gue di hukum, emang nya gue salah apa, Jim?"


"Karena Lo ngobrol berdua sama cowok laen." Jawab Jimmy membuat Alisa melotot. Dari mana Jimmy tau dia ngobrol bersama Denis di taman tadi? Aahh seperti nya dia lupa kalau suami nya ini punya mata-mata di mana-mana, sudah pasti dia di awasi.


"Cuma ngobrol doang kok, Jim. Suer deh, gak ngapa-ngapain." 


"Gue tau, tapi harusnya Lo udah punya suami. Jangan biarin cowok lain pegang-pegang Lo, gue gak suka dan karena itulah Lo harus gue hukum." Ucap Jimmy dengan seringai nakal di bibirnya, tapi sialnya kenapa malah terlihat sangat tampan di mata Alisa? Aahh pasti dia sudah gila karena sempat-sempatnya mengagumi ketampanan sang suami di situasi genting seperti ini. 

__ADS_1


"Maafin gue Jim, lagian kan gue tepis tadi."


"Tetap saja, itu kesalahan fatal cantik." Bisik Jimmy tepat di telinga Alisa, membuat gadis itu kesulitan menelan ludahnya sendiri.


"Jim.. Emmhhh.." ucapan Alisa terpotong karena Jimmy sudah mencium bibirnya. 


Jimmy mencium bibir Alisa dengan lembut, sesekali dia menggigit kecil bibir bawah Alisa, membuat sekujur tubuh Alisa menegang karena ciuman yang di berikan suaminya. 


"Masih aja gak bales? Oke, gue kasih Lo dua pilihan. Bales ciuman gue atau.."


"Iya iya, gue bales ciuman Lo, Jimmy!" Jawab Alisa, dia masih belum tau apa yang akan di lakukan Jimmy, tapi dia yakin itu masih berhubungan dengan tubuhnya.


"What? Jimmy? Seperti nya hukuman Lo gue tambah, baby."


"A-aahh, maaf sayang." 


"Biasakan." Ucap Jimmy, pria itu menundukan kepala nya dan kembali mencium bibir Alisa. Kali ini gadis itu membalas ciuman sang suami, saat bibir gadis nya sedikit terbuka, dengan cepat Jimmy menelusupkan lidah nya ke dalam mulut Alisa. 


Sebelah tangan nya menyusup ke tengkuk belakang sang istri, sedikit menekan nya hingga ciuman mereka semakin dalam. Decapan nikmaat beberapa kali terdengar mewarnai kamar yang sunyi karena hari sudah mulai malam. 


Alisa hanyut dalam ciuman memabukan yang di lakukan Jimmy, hingga secara tak sadar dia melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh Jimmy, sesekali meremaas lembut rambut pria itu, membuat Jimmy tersenyum kecil di balik ciuman nya dengan Alisa. 


Jimmy meremas lembut bukit kembar milik Alisa dari balik braa yang gadis itu pakai, membuat Alisa melenguuh pelan dalam ciuman mereka.


"Eenghhh, Jim.."


Jimmy melepas tautan bibirnya, dia tersenyum menatap Alisa yang juga tengah menatap nya dengan tatapan sayu nya. 


"Kenapa?"


"Harusnya gue yang nanya, ini bukan hal yang udah kita sepakati." 


"Gue bilang sebelum ada cinta di antara kita berdua, baby." Jawab Jimmy, tangan nya enggan melepaskan bukit kenyal milik sang istri yang sangat pas dalam genggaman nya.


"Jadi, Lo udah cinta?"


"Maybe yes, maybe not." Jawab Jimmy datar. 

__ADS_1


"Lepasin Jim, gue gak mau kalo Lo cuma nganggep gue…" 


Cup..


Bibir Alisa seketika tertutup rapat setelah mendapat kecupan singkat dari Jimmy, pria itu tersenyum manis membuat hati Alisa berdebar.


"Lo bisa rasain sendiri." Jawab Jimmy, lalu kembali menenggelamkan kepala nya di ceruk leher Alisa, seperti biasa dia menyesapnya hingga membekas kemerahan. 


"Gue kasih cap kepemilikan, yang waktu itu udah hilang. Ingat, Lo milik gue."


"Jimmy, emmmhhh.." Alisa kembali melenguuh saat tangan Jimmy meremaas lembut buah kenyal nya.


Tangan Jimmy terlalu lincah, hingga dengan secepat kilat dia bisa membuka pengait braa sang gadis dan membuat penyangga buah kenyal itu lepas. 


Jimmy menyibak kaos Alisa ke atas, hingga menampakan buah kenyal yang putih mulus dengan puncak berwarna coklat kemerahan.


Alisa refleks menutupi kedua aset miliknya, tapi dengan cepat Jimmy menahan tangan istri nya dan mengunci nya di atas kepala.


"Jimmy, gue malu!"


"Kenapa harus malu? Kita suami istri dan ini hak gue, baby." 


"Jim.." panggil Alisa lirih, cekalan tangan Jimmy mengendur membuat tangan Alisa bisa kembali bergerak. Namun dia tak meronta, karena ucapan Jimmy ada benarnya. Bukankah dia berhak atas tubuhnya? Dengan status suami istri yang mereka sandang saat ini, hal-hal seperti ini sudah biasa terjadi antara pasangan.


"Gue gak bakal lakuin lebih, cuma mainin ini aja. Gak usah takut, lagian Lo masih dateng bulan kan?"


Hah, benar juga. Apa yang dia takutkan, toh dia masih dalam keadaan menstruasi, jadi Jimmy takkan melakukan hal yang lebih dari sekedar menyentuh kedua aset kembar yang berada di dada nya.


"Gue haus, baby."


"Min.." ucapan Alisa lagi-lagi harus terpotong saat merasakan mulut hangat Jimmy menguluum putiing susu nya, menggerakan lidah nya memutari puncak nya, membuat tubuhnya kembali mengejang. 


Ada rasa geli dan aneh di saat bersamaan, tapi kenapa semakin lama semakin terasa nikmat? Kenapa dia malah terlihat sangat menikmati perlakuan Jimmy dengan memejamkan kedua mata nya, tangan nya meremass rambut Jimmy. Tapi pria itu seolah tak peduli meskipun nanti rambutnya akan berantakan karena jambakan kecil tangan istrinya.


Padahal sebelumnya, rambut itu sudah Jimmy sisir rapi menggunakan gel rambut. Tapi bisa di pastikan saat ini rambut nya akan seberantakan apa, tapi jelas hal itu tak akan di permasalahkan oleh Jimmy, karena dia juga asik menyusu di dada kenyal istrinya.


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2