Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Pertandingan Basket


__ADS_3

Sore ini, Jimmy ada pertandingan basket melawan sekolah lain. Jimmy sudah bersiap dengan berlatih saat jam istirahat tadi, tepatnya setelah merecoki istrinya di kantin. 


Dia juga sekaligus mengajak sang istri untuk hadir di lapangan, menyaksikan dirinya bermain. Tapi sepertinya Alisa menolak karena dia tak menyukai pertandingan basket.


"Ayolah, Lo harus liat pacar Lo yang ganteng ini main basket." Bujuk Jimmy saat keduanya masih berada di kantin. 


"Kagak, mager gue. Mendingan tidur di rumah," jawab Alisa datar membuat Jimmy kesal.


"Bentaran gue juga gapapa, gue jemput." Dia berbohong agar niat nya mulus, hanya Eva yang tau kalau dirinya dan Alisa sudah menikah dan tinggal serumah. Sedangkan Harry hanya tau kalau Alisa dan Jimmy sekedar bertunangan saja. 


"Gak lah." Jawab Alisa singkat membuat Jimmy mendengus. 


Namun sepertinya, ulat bulu itu punya telinga yang sangat bagus, hingga dia yang agak jauh dari kantin segera ngeloyor dan duduk di samping Jimmy, tentu saja hal itu membuat ke empat orang itu terkejut, eehh seperti nya hanya tiga. Karena Jimmy hanya menunjukan raut wajah datar nya.


"Kalau Alisa gak mau nemenin kamu tanding, yaudah aku aja. Kan biasanya juga kamu sama aku." Ucap Ayuna dengan nada manja yang di buat-buat, membuat Alisa memutar mata nya jengah. Sebenarnya dia tak peduli, kalau Jimmy menghargai nya, pasti dia akan menolak wanita gatal itu.


Eva menatap Alisa yang ternyata juga sedang menatap nya, gadis itu membuat kode menggunakan tangan dan mata nya. Seolah mengatakan..


'Ayo Alisa, jangan mau hak Lo di rebut tuh ulat bulu, inget Jimmy suami Lo. Lo berhak atas dia.' 


Kira-kira seperti itulah kode dari Eva yang berhasil Alisa tangkap dengan baik. 


"Yaudah deh, Yang. Aku mau nonton kamu tanding, jemput ya." Ucap Alisa, akhirnya dia mengucapkan kalimat yang membuat hati Jimmy bersorak kegirangan.


"Oke Bby, nanti guejemput jam tiga sore. Jangan cantik-cantik, nanti Lo di liatin orang-orang dan gue gak suka." 


"Oke, siap." Jawab Alisa dengan senyum manis merekah nya, membuat hati Ayuna terbakar panas nya api cemburu. 


"Isshhh, Jimmy terus aku gimana?" Rengek Ayuna.


"Bodo amat, gak peduli." Jawab Jimmy datar, lalu menarik tangan Alisa yang terlihat sudah selesai makan siang nya. 


"Bayar, sekalian punya mereka." Pinta Jimmy pada Farhan, dengan cepat dia membayar makanan ketiga orang itu. Eva dan Harry tersenyum, karena secara tidak langsung mendapat traktiran dari Jimmy untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Eva dan Harry pun menyusul Alisa dan Jimmy. Mereka bisa menebak, bahwa keduanya pasti ke kelas. Tapi sebelum pergi, Eva melontarkan kata-kata pedas pada Ayuna, yang jelas saja membuat gadis itu marah. Tapi karena di kantin masih ada Farhan dan yang lain, jadi dia tak berani macam-macam.


"Cewek gak tau diri, udah tau punya pawang masih nyosor juga. Upss, tapi gak heran sih. Ayuna kan gadis pemes yang gak tau malu, urat nya putus." Sindir Eva membuat Ayuna bersiap melayangkan tamparan pada Eva, namun deheman dari belakang tubuh gadis itu membuat tangan itu hanya terangkat ke udara.


Dan disinilah Alisa saat ini, di sebuah bangku bersama penonton lain. Yaps, dia sedang menemani Jimmy bertanding basket sore ini, bahkan saking posesif nya pria itu sendiri yang memilihkan outfit yang dia kenakan, mulai dari atas kepala hingga ujung kaki.


Alisa nampak menggemaskan dengan pakaian nya, celana jeans longgar dengan atasan kaos putih polos yang di balut dengan jaket jeans, juga rambut yang dia cepol ke atas, itu semua adalah pilihan Jimmy.


Meski sempat badmood karena menurut nya Jimmy terlalu pengatur, tapi akhirnya dia memilih menurut dari pada fatal akibatnya nanti. Meski sikap nya lembut sekarang, tak menutupi kemungkinan dia bisa kasar seperti memperlakukan musuhnya. 


Alisa memperhatikan Jimmy yang baru memasuki lapangan bersama tim nya, tentunya selalu ada Farhan di belakang Jimmy. Dia menjadi pemain basket juga, seperti Jimmy. Entah itu perintah dari Jimmy, atau memang keinginan Farhan sendiri. Tapi yang jelas, kalau ada Jimmy sudah pasti ada Farhan.


Dengan setelan olahraga nya, Jimmy terlihat sangat tampan di mata Alisa, bahkan hatinya berdebar tak karuan saat ini. Jimmy terlihat mengedarkan pandangan nya, dan saat tatapan mata nya bertemu dengan Alisa, dia tersenyum. Tentu saja hal itu membuat pendukung tim Jimmy berteriak heboh.


'Ya ampun Jimmy, kok Lo ganteng banget sih. Jantung gue gak aman kalo harus liat Lo gini terus, aduh..' batin Alisa sambil memegangi dada nya, merasakan debaran hebat disana hanya karena bertatapan sepersekian detik dengan Jimmy.


Singkatnya, pertandingan pun di mulai. Dengan lincah, Jimmy mendribble bola hingga tim nya mencetak angka pertama. Jimmy tersenyum manis lagi ke arah sang istri, seolah membanggakan diri karena bisa mencetak angka untuk kemenangan tim nya. 


Alisa membalas senyuman Jimmy tak kalah manis nya, tujuan nya hanya untuk memberikan semangat pada Jimmy. Dan detik demi detik berlalu, hingga selesai lah pertandingan dengan di menangkan oleh tim Jimmy. Alisa mendudukan pantaat nya di kursi penonton, dia tak mau berdesakan saat keluar jadi memilih diam saja. Keluar paling terakhir pun tak masalah, begitulah pikiran nya.


Ponsel nya berbunyi, Alisa merogoh saku jaket nya dan melihat ada nama Jimmy sebagai nama pemanggil, dengan cepat Alisa mengangkat telpon itu. 


"Ngapain disitu? Laki selesai tanding, bukan nya deketin kasih minum malah bengong!" Sewot Jimmy di seberang telepon.


'Males lah, mager gue Jim. Kan gue dah bilang gue gak suka nonton kayak ginian, bosen.' 


"Kesini sekarang atau gue hukum?"


'Aihhh iya iya, dasar kang ngancem.' jawab Alisa dengan cepat, lalu mematikan telepon nya secara sepihak dan berjalan pelan ke arah lapangan, menuruni tangga dan mendekati Jimmy yang sedang duduk sendirian di bangku panjang, sedangkan rekan satu tim nya duduk lesehan. 


Alisa duduk di samping Jimmy dan mengulurkan air mineral, Jimmy mengambil nya dan segera meminum nya hingga habis setengahnya.


'Buset, ini laki haus apa ya? Sekali minum setengah botol.' batin Alisa saat melihat Jimmy minum. Tapi harusnya hal itu wajar, karena Jimmy habis berolahraga selama satu jam dia berlari mengejar bola dan membawa bola di lapangan.

__ADS_1


"Ciee, di bawain minum sama calon bini.." celetuk salah satu rekan satu tim Jimmy, membuat Alisa hanya bisa menundukan wajahnya.


"Bosen? Balik sekarang atau nanti?" Tanya Jimmy tanpa menghiraukan celetukan teman nya.


"Gue terserah Lo aja, kalau mau balik sekarang yaudah. Tapi Lo masih capek, jadi istirahat aja dulu." Jimmy mengangguk, lalu memberikan handuk kecil pada Alisa. Dia menatap handuk putih di tangan nya, dia pernah di beri handuk semacam ini saat di sekolah dan berakhir dengan ciuman romantis di gudang belakang sekolah.


Alisa mengerti apa yang di inginkan Jimmy, lalu perlahan tangan nya mulai mengusap kening Jimmy yang masih di penuhi keringat. Dengan lembut dia menyapukan handuk itu hingga ke leher Jimmy, dan setelah di rasa cukup Alisa menghentikan gerakan tangan nya.


Setelah beberapa menit, akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang lebih dulu. Karena Jimmy tak tega melihat wajah Alisa yang di tekuk, padahal sejujurnya dia masih ingin berbincang dengan teman-teman nya. 


Tapi dia memilih mengalah, dan pulang lebih awal bersama sang istri. 


"Bos Jimmy udah bucin akut sama Alisa ya." 


"Keknya sih iya, gak nyangka ya padahal mereka kan tukang ribut." Timbrung yang lain dengan kekehan nya.


"Namanya juga jodoh, tapi mereka cocok ya kan? Alisa cakep, bos Jimmy juga cakep." 


"Iya lah, gue mah lebih setuju bos Jimmy sama Alisa dari pada sama si Ayuna, apaan cewek kecentilan begitu." 


Mereka banyak berghibah, sedangkan yang di ghibahkan sudah pulang dan saat ini sedang membersihkan tubuhnya dari bau keringat.


Alisa menyiapkan pakaian untuk Jimmy atas permintaan pria itu, dan setelah siap dia keluar dari ruang ganti dan merebahkan tubuhnya di ranjang dengan kaki yang menjuntai ke bawah.


Gadis itu memejamkan mata nya, lalu dia merasakan ada tetesan air yang mengenai wajahnya, refleks dia membuka mata nya. 


Sudah tau apa yang akan terjadi? Besok ya😁


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_1


nah, itu Alisa gaeys😁 cantik bener


__ADS_2