Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Jian vs Aldi


__ADS_3

Jimmy merebahkan tubuhnya di kasur, dia mencoba memejamkan mata nya, sudah dua hari ini dia tak bisa tidur sama sekali, bayangan Alisa selalu datang menghantui nya, membuat rasa kantuk lenyap seketika.


Sesulit apa mencari sang istri? Tentu saja, karena jejak musuh benar-benar tak terlacak sama sekali. Bahkan Dian kewalahan mencari keberadaan istri bos nya, Farhan dan anak buah Raksa juga turun tangan. 


"Jimmy, tolong aku." 


Lagi-lagi, suara itu datang menusuk ke telinga nya. Jimmy bangkit dari rebahan nya, dia mengedarkan pandangan nya ke kamar yang terasa kosong. Dia merindukan kehadiran sang istri di samping nya, biasanya dia akan merecoki dirinya saat melihat nya bersantai. 


Jimmy membuka jendela yang menghubungkan kamar dengan balkon, lalu duduk di kursi kecil yang memang biasa dia gunakan saat menyendiri di balkon. Angin berhembus cukup kencang sore ini, langit berubah mendung. Seakan tau suasana hati pria yang sedang merenung sendirian di balkon.


"Aku merindukan mu, sayang. Sehebat apa pria yang membawa mu dariku? Hingga orang sepintar Dian pun tak bisa menemukan keberadaan mu, aku merindukan mu." Gumam Jimmy, dia menyeka ujung mata nya dengan ujung jaket yang dia kenakan.


Entah sudah berapa banyak air mata yang dia tumpahkan sejak sang istri menghilang di culik oleh musuh. Hingga…


Tring..


Sebuah notifikasi pesan masuk, Jimmy merogoh ponsel nya dari saku celana. Dia berharap pesan itu berasal dari Alisa atau tidak berisi informasi dari Dian.


"Bos, kami menemukan titik terang." 


Tanpa pikir panjang, Jimmy melakukan video call pada Dian. Tak perlu waktu lama, Dian langsung mengangkat nya dan mengarahkan kamera pada bangunan yang menjulang tinggi di depan nya.


Tak lama kemudian, beberapa orang bertopeng keluar dengan pakaian serba hitam nya. 


"Lalu?" Tanya Jimmy.


Dian mematikan sambungan ponsel karena takut orang-orang curiga padanya, dia menyamar menjadi pembeli cilok yang kebetulan berjualan di kawasan apartemen elit itu. 


"Beberapa menit sebelum orang-orang bertopeng itu keluar, Denis masuk dengan menenteng beberapa paperbag di tangan nya." Jelas Dian melalui pesan.


"Selidiki nomor berapa unit pria itu, pastikan kalau Alisa ada disana!" Perintah Jimmy, dengan cepat Dian membalas dan mengiyakan dengan sigap perintah Jimmy. 


"Kau, masuk kesana dan ingat, jangan terlihat mencurigakan." Bisik Dian. Pria itu menganggukan kepala nya, lalu menyeberang dan masuk ke kawasan apartemen elit itu. 


Dian duduk dan menikmati satu plastik cilok dengan saus pedas, cukuplah untuk mengganjal perut nya yang terasa lapar. Sudah dua hari ini dia tak bisa makan dengan tenang karena teror pesan dan telepon dari Jimmy yang menanyakan kelanjutan misi mencari istri nya.

__ADS_1


Tring.. 


Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Dian, dia membuka pesan itu dan membaca nya.


'Nihil, tak ada informasi apapun. Tapi, aku melihat ada satu orang bertopeng berhenti di lantai 7, aku yakin pria yang kau curigai tinggal di lantai itu, namun unit nya belum pasti.' 


"Sewa satu unit di lantai yang sama." Balas Dian tanpa pikir panjang, toh hanya beberapa hari saja sampai informasi yang dia perlukan cukup. Mereka harus memastikan, apakah Alisa ada di apartemen pria itu atau tidak.


Sedangkan di dalam unit, Ayuna tengah berbaring di sofa dengan Denis yang menindih nya, menyentuh area-area sensitif miliknya dengan liar seperti biasa, sedangkan Jian berdiri kaku di depan kamar yang di tinggali Alisa. 


Meski hatinya berkecamuk saat melihat wanita pujaan nya di sentuh pria lain, tapi sebisa mungkin dia menetralkan ekspresi dan menekan amarahnya saat melihat pria lain tengah menyentuh tubuh wanita nya.


"Layani aku." Tegas Denis membuat Ayuna memutar matanya jengah.


"Kau yang ingin kan? Kenapa bukan kau saja yang bergerak? Aku sedang tak bernafssu!" Jawab Ayuna ketus, membuat Denis menggeram marah. Dia menarik rambut Ayuna membuat nya meringis kesakitan, Jian mengepalkan kedua tangan nya di sisi tubuhnya, ingin sekali dia memukul pria yang menyakiti wanita nya. Tapi saat ini tak mungkin dia lakukan, karena dia hanya sendirian, tak punya sekutu.


"Jian!"


"Siap, tuan."


Jian keluar dari apartemen sesuai perintah. Pria itu menatap pintu apartemen yang tertutup, di isi oleh tiga orang itu.


Jian menatap seseorang yang berdiri tak jauh dari unit milik bos nya, dia berjalan mendekat dan menarik pria itu ke suatu tempat. Dia mencengkeram kerah pakaian pria itu dengan kuat, dia yakin itu adalah mata-mata yang di kirim seseorang.


"Siapa kau?"


"Aku? A-ku penghuni baru." Jawabnya sedikit terbata.


"Jangan berbohong, aku tau kau mata-mata!" 


"Tidak, aku bukan eye-eye. Aku penghuni baru yang membeli unit di samping unit tempat kau keluar tadi." Jawab nya lagi, berusaha meyakinkan Jian. 


Meski tubuhnya sedikit kecil, tapi Jian adalah petarung yang cukup tangguh dan bisa di andalkan.


"Baiklah, aku percaya padamu. Siapa nama mu?" Tanya Jian.

__ADS_1


"Aldi, nama ku Aldi." Jawab nya, yang ternyata adalah Aldi. Orang yang di kirim Dian untuk memata-matai unit dimana Denis tinggal dan memastikan kalau Alisa benar ada di dalam sana.


"Jian." 


"Salam kenal." 


"Seperti nya kau orang kaya, berapa usia mu?" 


"19 tahun." Jawab Aldi.


"Pelajar?" Aldi mengangguk, meski hanya tinggal menunggu kelulusan nya saja.


"Orang tua mu pengusaha? Hingga bisa menyewa apartemen semewah ini?" 


"Iya, dia bisnis di bidang properti." Jawab Aldi, nyatanya ayahnya memang pengusaha. Hanya saja bukan di bidang properti, itu hanya trik untuk mengelabui Jian.


"Baiklah, aku harus pergi."


"Ohh baiklah, lain kali mampirlah ke unit ku, Jian."


"Ya." Jian pun pergi, namun satu hal yang Aldi sadari adalah dia membawa sebuah topeng di saku belakang celana nya. Fiks, unit tempat Jian keluar tadi adalah milik seseorang yang ada kaitan nya dengan geng serigala. Tapi, apa hubungan Denis dan geng serigala? Entahlah, kenapa juga Dian meminta nya memata-matai pria itu. 


Beruntung nya, Aldi masuk ke sekolah saat Denis sudah keluar dari sekolah dengan alasan pindah ke luar kota. Jadi bisa di pastikan, pria itu takkan tau kalau Aldi adalah orang suruhan Jimmy, juga anggota geng serigala.


......


🌻🌻🌻🌻


author menghadirkan penghianat😏


.....


jangan lupa mampir ke karya temen author yuk😚


__ADS_1


Un Familiar Brother karya Kaka Shan😚😚


__ADS_2