
Seharian ini, pasangan suami istri itu hanya mengurung diri di kamar. Alisa malas turun ke bawah apalagi memasak, tubuhnya terasa letih dan alasan nya adalah karena Jimmy.
Saat ini pun, pria itu dengan asik nya berbaring di paha Alisa, sambil menciumi perut rata istrinya. Alisa beberapa kali menjauhkan wajah Jimmy dari perutnya, tapi ya sedetik kemudian dia kembali menduselkan wajah nya di sana.
"Geli, sayang.." rengek Alisa sambil mendorong pelan kepala Jimmy dari perutnya.
"Isshh biarin dong, habis wangi kamu enak banget, bikin candu. Ehh bikin dedek bayi yuk?" Ajak Jimmy dan sukses membuat Alisa memukul pelan kepala suaminya.
"Baby, gak boleh gitu. Gak sopan sama suami, sampe mukul kepala."
"Ya habisnya kamu ngomong sembarangan, kalo aku hamil gimana sekolah aku? Aku gak mau ya di DO dari sekolah karena hamil." Ketus Alisa membuat Jimmy terdiam.
"Jadi, kapan dong bikin dedek bayi nya?"
"Ntar kalo udah lulus, lagian sebentar lagi kan ujian, beb." Jawab Alisa lagi, Jimmy pun mengangguk mengerti, memang ujian akhir hanya tinggal satu bulan lagi. Selama itu, semua siswa harus belajar giat agar bisa lulus dengan nilai terbaik.
"Kamu gak mau kuliah?"
"Ya mau dong, kalo kuliah kan gapapa kalo hamil."
"Ya sudah, nanti aja kita proses bikin Dedek bayi nya. Sekarang mah main aman aja ya,"
"Main aman gimana?" Tanya Alisa polos, padahal sudah dua kali dia di polosi oleh Jimmy.
"Ya keluarin nya di luar, jangan di dalam."
"Emang kamu puas? Gak kepikiran beli kontrasepsi?" Tanya Alisa, kata-kata teman laki-laki nya yang sudah pernah melakukan hubungan intiim, meledak di dalam adalah hal yang paling nikmat.
"Pengen nya sih meledak di dalam, tapi kamu nya kan belum mau hamil."
"Kata temen-temen aku, kalo meledak di dalam itu lebih enak, yang. Apa iya?"
"Mana aku tau, aku gak pernah meledak di dalam, baby." Jawab Jimmy sambil tersenyum. Alisa terdiam, iya juga ya.
Mereka kan sama-sama awam dalam hal ini, Jimmy untuk pertama kali nya menjebol gawang seorang gadis, dan Alisa juga pertama kali di masuki benda sebesar itu. Jadi keduanya sama-sama bel berpengalaman, tapi meski begitu bukan nya mereka tak tau seperti apa hubungan badaan itu.
__ADS_1
Apalagi bagi Jimmy, dia bahkan punya beberapa CD berisi rangkuman berisi konten seksuaal. Istilahnya film blue, bahkan dia pernah mengajak Alisa nobar salah satu film yang menayangkan adegan-adegan yang mampu membangkitkan gairaah.
"Iya juga sih ya, kenapa gak nyoba beli kontrasepsi yang kayak balon itu, Yang?" Tanya Alisa mengusulkan.
"Pake gituan gak enak kayaknya, gak kerasa. Soalnya di sarungin, gak mau." Jawab Jimmy.
"Yaudah, keluarin di luar aja kalo main."
"Mau dong, lagi ya?"
"Enggak, kamu gak capek apa? Aku aja capek, padahal cuma tiduran."
"Gak ada istilah capek kalo buat masukin kamu, baby." Jawab Jimmy, pria itu menyeringai lalu menindih tubuh Alisa.
Ya dan akhirnya mereka melakukan percintaan kembali di sore hari yang lumayan dingin karena bumi baru saja di siram air hujan.
Alisa menikmati setiap hentakan yang di lakukan Jimmy, dia mendesaah pelan saat Jimmy bergerak lebih cepat, membuat tubuhnya berguncang karena gerakan yang di lakukan Jimmy.
Awalnya Jimmy memang selalu lembut, Tapi setelah pertengahan permainan, Jimmy bermain lebih kasar. Dia suka saat Alisa mendesaah keras, dengan kedua mata terpejam dan bibir yang sedikit terbuka, tangan nya meremaas seprai dan terus memanggil nama nya di sela desahaan. Itu membuat nya lebih semangat menggoyang Alisa hingga kedua nya sampai puncak pelepasan.
Jimmy langsung mencabut senjata nya dan mengarahkan nya ke dada Alisa, cairan milik suaminya meluber hingga mengotori seprai. Jimmy buru-buru mengambil tissu dan mengelap sisa cairan nya.
Jimmy menggendong Alisa ke kamar mandi, keduanya pun mandi bersama untuk pertama kali nya setelah dua bulan menikah. Jimmy menyabuni tubuh istrinya dengan detail tanpa ada yang terlewat sedikitpun, meski di bumbui dengan keisengan yang berbau mesuum pastinya.
Sedangkan di belahan bumi lain, seorang pria tengah duduk dengan kaki yang dia angkat ke atas meja. Tangan nya menjepit satu batang rokok yang mengepulkan asap. Bibir pria itu menghisap nya, hingga asap itu keluar dari hidung dan melayang ke udara dengan bebas.
Pria itu menatap pemandangan malam kota tempat dia tinggal dengan tatapan tajam, seolah dia membenci tempat yang sudah membesarkan nya selama 18 tahun ini.
"Shittt!" Umpatnya sambil melempar rokok yang tadinya berada di jarinya. Dia menuang minuman beralkohol dan meminum nya dalam satu tegukan.
"Honey, are you okay?" Tanya seorang gadis yang keluar dari kamar begitu mendengar kekasihnya mengumpat kasar. Gadis dengan lingerie berwarna merah terang itu mendekat lalu duduk mengangkaang di pangkuan pria itu, dia menyambutnya dengan melingkarkan kedua tangan kekar nya di pinggang gadis itu.
Sang gadis tersenyum genit, lalu melingkarkan kedua tangan nya di leher pria itu.
"Belum tidur?"
__ADS_1
"Aku menunggumu, honey." Jawab nya manja, di lengkapi dengan senyuman manis.
"Mau bercintaa, gadisku?" Tanya pria itu dengan suara serak nya.
"Of corse, aku akan memuaskan mu honey."
"Mari kita lihat, sejauh apa kamu memuaskan aku, cantik." Jawabnya, dia menggendong gadis cantik bertubuh sekssi bak gitar spanyol itu seperti koala. Lalu melempar nya dengan kasar ke atas ranjang.
Dia memulai dengan ciuman kasar lalu tanpa pemanasan yang lebih, dia langsung merobek paksa lingerie sekssi gadis itu dan melemparnya. Namun, bukan nya ketakutan, gadis itu malah tersenyum kesenangan. Seperti nya dia sudah terbiasa dengan perlakuan pria itu.
"Aarrghhh honey, lubang ku belum basah. Kenapa kamu langsung memasukan nya?" Ringis gadis itu saat tiba-tiba pria itu menyatukan inti tubuh mereka tanpa pemanasan yang lebih.
"Kau menyukai nya!"
Tanpa ragu, dia langsung bergerak cepat hingga membuat gadis itu menjerit kesakitan karena miliknya yang belum siap menerima serangan beruntun dari senjata yang sangat besar.
"Aahhh aahhh, aku akan keluarkan di dalam."
"Jangan honey, kalau aku hamil bagaimana?"
"Bukan urusanku!" Tegasnya, lalu dengan egoisnya dia memuntahkan cairaan kental miliknya di dalam lubang gadis itu.
Pria itu bangkit, meraih bathrobe dan pergi keluar kamar tanpa mempedulikan gadis yang baru saja dia gagahi dengan brutal.
"Fuckk! Aku tak bernafssu menyentuh nya, sialan kenapa kau selalu menghantui pikiran ku! Aarrghh."
Pria itu kembali menenggak minuman beralkohol langsung dari botolnya, setelah mabuk berat, dia tertidur di sofa tanpa kembali ke kamar.
Gadis yang baru saja mendapat rasa sakit sekaligus kenikmatan dari perlakuan pria itu pun bangkit dan keluar dari kamar dengan tertatih karena rasa sakit di inti nya.
"Sial, kau hanya menjadikan aku pelampiasan. Di hatimu masih ada nama gadis itu, bahkan kau menyebut nama nya saat kita sedang bercintaa!" Rutuk nya sambil berjalan kembali ke kamar setelah melihat keadaan pria yang sudah membuat nya kesusahan berjalan.
Gadis itu mendengus, sudah dua bulan dia menjadi pemuas nafssu pria seusia nya. Dengan iming-iming uang dan satu tujuan yang sama, dia setuju saat pria itu menawarkan sebuah kesepakatan padanya.
Tapi sial, dia malah main hati dan terlalu bawa perasaan menyikapi sikap pria itu padanya. Ini bukan pertama kali nya pria itu mabuk setelah menggagahii nya, bahkan seringkali dia menyebut nama gadis lain saat mencapai klimaaks. Cihh, sialan!
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻