Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Cinta Tapi Gengsi


__ADS_3

Kedua mata Alisa mengerjap saat melihat Jimmy merebut sendok yang tengah dia pegang untuk memakan bakso, dengan tenang dia menggeser mangkok bakso milik Alisa ke arahnya, lalu memakan bakso bekas Alisa dengan lahap. 


Hingga beberapa detik kemudian, dia mendelik ke arah Alisa yang masih menatap suaminya dengan kerjapan mata yang menurutnya Jimmy sangat lucu. 


"Udah berapa kali gue bilang jangan makan pedes?" 


"Cuman dikit doang, dua sendok. Makan bakso kalo gak pedes berasa ada yang kurang, Jim." Jawab Alisa dengan nada memelas, tentunya dia takut dengan Jimmy, lebih tepatnya takut akan hukuman yang akan di berikan pria itu padanya nanti.


"Dua sendok? Lo bilang dikit hmm? Terus, apa yang gue bilang tentang manggil gue pake nama, baby bunny?" Tanya Jimmy dengan seringai nakal yang terbit di kedua sudut bibirnya. 


Sedangkan Harry dan Eva menunjukan ekspresi yang sama, yakni terkejut hingga kedua mulut mereka menganga. Apalagi saat mendengar panggilan yang di sematkan oleh Jimmy pada Alisa, baby bunny? Yang benar saja. 


"Ya, sorry lah. Lagian malu, di rumah aja manggil nya." 


"Terus, ini kenapa pedes?" Tanya Jimmy lagi, mata nya memicing saat melihat Alisa menggaruk tengkuknya dengan senyum kaku. 


"Kan gue dah bilang, makan bakso kalo gak pedes itu gak enak, sayang." Jawab Alisa. 


Uhukk… uhukk.. 


Eva dan Harry kompak tersedak bersamaan, kedua nya terbatuk hingga wajah mereka memerah. Bener-bener ya ini dua orang bucin, seperti nya kehadiran Eva dan Harry tak di anggap oleh pasangan yang tengah di landa bucin itu. 


Alisa tersadar kalau dia memanggil Jimmy dengan sebutan keramat, yakni sayang. Ya, Jimmy memutuskan agar Alisa memanggil nya Sayang, dan dia memanggil gadis itu dengan sebutan baby bunny. 


Dia menutup mulutnya dengan kedua tangan, sambil membulatkan mata nya.

__ADS_1


"Bener-bener ya Lo berdua, hargain kami yang jomblo ini, sialan. Dunia ini bukan cuma punya kalian doang, anjir." Protes Harry setelah batuk nya mereda.


"Kalo gak suka, pergi aja. Kantin masih luas, gak usah deket-deket gue sama Alisa kalo gak mau kepanasan, atau iri mungkin." Jawab Jimmy membuat Harry terbungkam oleh ucapan pedas yang di lontarkan oleh Jimmy.


"Tumben Lo ngomong panjang lebar, gue kira Lo cuma bisa ngomong ya atau tidak gitu."


Eva yang mendengar ucapan Harry refleks mencubit lengan sahabatnya. 


"Isshhh, Harry sebaiknya Lo gak usah mancing-mancing Jimmy deh kalo gak mau kena ulti." Bisik Eva. 


"Anggap aja kita ngontrak di bumi." Bisik nya lagi, membuat Harry mendengus. Dia kembali ke makanan nya yang masih tersisa setengah lagi, bahkan bakso nya masih cukup banyak.


"Farhan!" Panggil Jimmy, membuat Farhan yang sedang duduk lesehan dengan seplastik berisi telur gulung langsung berjalan mendekat. 


"Nape?"


Farhan melihat kuah bakso bekas Alisa yang merah karena saos cabe, dia dibuat merinding saat membayangkan dirinya akan mencret-mencret nanti. 


"Gak dulu, gue masih pengen hidup. Lebih baik si Dery atau Dian aja, gue angkat tangan." 


"Berani Lo sama gue, Farhan?"


"Aihhh, iya iya gue makan. Tapi kalo ngabisin gue gak sanggup." Farhan meringis saat dia akan menyuap bakso berkuah merah merona itu, satu suapan mendarat di mulut Farhan. Pria itu membulatkan mata nya.


"Pedes?"

__ADS_1


"Pedes banget gila, ini mah kuah cabe gak ada rasa laen, cuma pedes doang. Sorry, Lo habisin aja sendiri, jangan nyuruh gue. Ini mah racun anjir." Gerutu Farhan, lalu pergi membeli minum.


"Lo denger kan apa yang di bilang Farhan? Ini seperti ramuan mempercepat kematian." 


"Yaudah, gue gak makan itu lagi deh. Tapi gue masih laper,"


"Di bening." Tegas Jimmy membuat Alisa membulatkan kedua mata nya. Baru kali ini Jimmy berkata sangat tegas padanya. 


"Ciihhh iya." Jawab Alisa, dia pun kembali memesan satu porsi bakso dengan kuah bening, meski agak kurang tapi dari pada terus di tatap tajam oleh suaminya, lebih baik dia menurut dari pada di hadiahi hukuman nanti. 


Alisa makan dengan lahap, meski beberapa kali dia menghela nafas karena rasa bakso nya kurang enak meskipun itu adalah makanan favorit nya. Apa yang membuatnya kurang enak? Cabe, ya kurang cabe yang membuat sensasi pedas yang membakar di lidah, yang membuat nafssu makan lebih bertambah. 


"Udeh, nurut Lo sama laki. Biar gak bertengkar nanti." 


"Diem Lo, gue tusuk pake garpu, mau?" Tanya Alisa dengan menggerakan garpu ke arah Harry.


Jimmy tersenyum kecil melihat istri cantiknya yang terlihat begitu kesal, namun dia melakukan hal ini karena dia menyayangi Alisa dan tak ingin membuatnya sakit, meski dia tahu mood wanita yang sedang menstruasi sangat sulit di tebak, sama seperti wanita yang sedang mengidam.


Tunggu, apakah benar dia menyayangi Alisa? Ohh ayolah, tak masalah jika pun Jimmy sudah menyayangi Alisa, toh mereka suami istri. Hanya saja, Jimmy belum menyadari sepenuhnya perasaan apa yang dia miliki untuk Alisa saat ini. Apakah cinta atau bukan, tapi di hatinya dia ingin melindungi Alisa dan memperlakukan nya dengan baik. 


Seperti nya Jimmy sudah memiliki rasa pada Alisa, tapi rasa gengsi nya terlalu tinggi dan tak mau mengakui bahwa cinta di hatinya mulai tumbuh untuk Alisa, istri cantiknya.


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1



ganteng banget lu Jim😘


__ADS_2