Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Lipbalm


__ADS_3

Di sekolah, Eva dan Denis sudah menunggu nya di gerbang, membuat Alisa ketar ketir sendiri karena dia datang bersama Jimmy. 


Alisa menepuk pundak Jimmy dan membuat pria itu menoleh.


"Gue turun disini aja."


"Kenapa? Apa karena temen cowok lu ada disana?" Tanya Jimmy yang membuat Alisa gelagapan sendiri.


"Gak gitu, Jim."


"Udah, duduk aja yang tenang." Jawab Jimmy santai dan tetap melajukan motor nya ke arah gerbang, dengan santai nya dia melewati Denis dan Eva.


Alisa turun dari motor Jimmy dan membuka helm nya, tapi ternyata Denis menyusul nya hingga membuat Alisa kebingungan. 


"Kenapa Lo bisa barengan sama dia, Lis? Gue liat ini bukan pertama kali nya kalian dateng bareng." Tanya Denis.


"Urusan nya sama Lo, apa?" Tanya Jimmy.


"Jelas, gue temen nya Alisa." 


"Cuman temen, gak usah ikut campur. Serah dia lah mau berangkat sama siapa aja, bebas. Ada masalah?" 


"Udahlah, jangan pada debat. Gue laper, pengen makan." Ucap Alisa lalu menarik tangan Eva menjauh dari kedua pria yang seperti nya masih ingin berdebat, terlihat dari tatapan mereka yang memancarkan aura permusuhan.


"Awas aja Lo."


"Gak takut sama sekali." Jawab Jimmy dengan senyum mengejeknya. Sedangkan Farhan hanya melihat saja, tanpa berniat masuk dalam perdebatan antara suami dan teman dekat Alisa itu.


Denis pun pergi dari parkiran, kini di tempat itu hanya ada Jimmy dan Farhan.


"Gue pikir, kenapa gak Lo publish aja hubungan kalian, Jim?"


"Publish gimana maksud Lo? Bisa-bisa gue sama Alisa di keluarin dari sekolah begoo." 


"Status nya aja, pacaran atau tunangan gitu kan bisa. Lo kalo udah bucin tolool juga yee." Ucap Farhan membuat Jimmy diam, kenapa dia tak terpikir kesana?

__ADS_1


"Nanti aja, kalau informasi ini bocor gue takut Alisa dalam bahaya, ngerti maksud gue?"


"Iya, gue ngerti. Tapi apa Lo bakal mampu liat Alisa di deketin cowok lain?" Tanya Farhan lagi, sambil tersenyum tipis yang membuat Jimmy mendongak.


'Sebenernya gue gak tahan, panas banget nih hati kalo liat bini gue deket sama cowok lain, tapi gengsi gue terlalu tinggi.' Batin Jimmy. Tapi dia tak menjawab, dan memilih pergi dari parkiran, tentunya dengan Farhan yang akan ngintil kemana pun Bos nya itu pergi.


Jimmy memilih masuk ke kelas, dia duduk di kursi nya dan tentu saja melihat kedatangan Jimmy, Ayuna si kang caper langsung mendekat dan memulai aksi nya.


"Jimmy, gue kangen."


"Gue enggak." Jawab Jimmy datar, tanpa menoleh sedikitpun pada Ayuna. Tapi sepertinya sikap dingin Jimmy ini tak mampu membuat Ayuna berhenti mendekatinya.


"Ehh Jim, nanti Lo ada tanding basket kan? Gue pasti nonton Lo." 


"Gak usah, gue pasti kalah kalo Lo nonton." Celetuk Jimmy yang membuat Ayuna cemberut.


"Lagian, Lo jadi cewek murahaan amat. Udah di sinisin, di ketusin, di sindir masih aja berani ngedeketin Jimmy, wajah Lo tebel amat, berapa lapis?"


"Ratusaaan.." Pekik Dery dan teman-teman nya dari bangku belakang, membuat Ayuna seketika kesal dan memilih duduk kembali di kursinya.


"Buset, kayak iklan wafer coklat di tv." Ucap Farhan sambil tertawa heboh, apalagi saat melihat ekspresi Ayuna. 


"Maaf bosku." Farhan langsung diam dan memilih memainkan ponsel nya. 


Jimmy juga melakukan hal yang sama, dia mengirimkan pesan pada Alisa.


'Masuk kelas cepet!' Terkirim dan langsung centang dua berwarna biru. Tak lama kemudian, benar saja gadis itu masuk ke kelas bersama Eva.


'Bawa rokok gak?' Balas Alisa, membuat kening Jimmy mengernyit.


"Bawa, kenapa?'


'Sembunyiin, tadi gue denger osis Adain razia hari ini.' 


Jimmy tersenyum saat membaca pesan dari istrinya, dia pun segera menyembunyikan rokok nya di tempat yang aman.

__ADS_1


Benar saja, beberapa menit kemudian beberapa anggota osis datang dan mulai merazia tas para siswa. Ayuna adalah murid yang paling banyak di razia, karena kedapatan membawa sejumlah alat make up.


"Buseet, Lo mau sekolah apa mau manggung dangdut, neng?" Sindir ketua osis yang membuat wajah Ayuna memerah karena malu. 


Sedangkan Alisa hanya membawa lipbalm di saku tas nya.


"Kenapa bawa ini?" Untung saja yang merazia tas nya adalah perempuan.


"Bibir saya suka pecah-pecah kak, kalau gak pake lipbalm gak enak kak kering." Jawab Alisa, kakak osis itu menganggukan kepala nya dan kembali menyimpan lipbalm itu di tempatnya semula. Lagi pun itu masih wajar, hanya lipbalm. 


Setelah selesai, mereka pun keluar dengan satu kresek penuh barang hasil razia, dan kebanyakan adalah milik Ayuna. 


"Sebel, barang gue di razia. Gimana mau touch up kalo ketemu Jimmy cobak?" Rutuk nya sambil menghentak-hentakkan kaki nya.


"Lagian ke sekolah ngapain bawa make up sebanyak itu sih, kayak mau ke pesta aja. Make up Lo tuh ketebelan, jadi kek tante-tante anjir." Celetuk Dian, teman Dery. Dia juga salah satu anak buah Jimmy, sama seperti Dery. 


"Dandanan nya kayak sugar baby gak sih? Tapi kalo gue jadi om-om nya sih milih-milih juga mau baby yang gimana dulu, kayak dia? Ogah sih, terlalu gatal." Celetuk Farhan sambil bergidik ngeri. 


"Isshh awas aja kalian berdua!"


"Apa? Gue gak takut kali sama Lo." Mendengar jawaban Farhan semakin kesal saja Ayuna di buatnya. 


Sedangkan Alisa sedang memakai lipbalm nya karena bibir nya terasa kering, tapi itu malah membuat fokus Jimmy teralihkan. Dia berdiri dari duduknya dan merebut lipbalm yang sedang Alisa pakai.


"Eehhh balikin Jimmy, gue lagi pake itu lipbalm!" 


"Minjem bentar, pelit amat." Tanpa di duga, Jimmy malah mengoleskan lipbalm milik Alisa ke bibirnya, dan setelah selesai dia memberikan nya kembali pada sang istri.


"Wangi nya manis banget, thanks." Ucapnya, lalu kembali duduk ke kursi nya. Alisa menatap lipbalm yang ada di tangan nya, lalu melirik Eva yang juga tengah menatapnya.


"Itu lipbalm di pake Jimmy kan?" Tanya Eva dan Alisa mengangguk.


"Berarti.."


"Berarti apa?" Tanya Alisa penasaran.

__ADS_1


"Kalian ciuman secara gak langsung dong anjirr." Celetuk Eva yang membuat Alisa refleks melempar lipbalm miliknya. Perkataan Eva ada benarnya, mereka ciuman lewat lipbalm dong ya..


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2