
Setelah bercintaa untuk yang kedua kali nya hari ini, juga setelah menyelesaikan acara mandi bersama nya, akhirnya pasangan suami istri itu keluar kamar juga. Dengan tangan yang saling bertautan, raut wajah keduanya nampak lebih berbinar dari biasanya.
Bi Imas hanya tersenyum simpul saat melihat kedua nya, terlihat sangat serasi. Saat menuruni tangga, mereka terlihat bagai pangeran dan putri dari kerajaan, saling melengkapi dengan kelebihan masing-masing.
"Selamat malam, Non, Den." Sapa Bi Imas ramah, Jimmy hanya melirik sekilas lalu kembali melanjutkan langkahnya tanpa menjawab sapaan Bi Imas, hal itu membuat Alisa merasa tak enak dengan sikap suaminya.
"Malam bibi, maafin Jimmy ya."
"Gapapa Non, bibi udah biasa. Ayo makan malam, bibi sudah masak."
"I-iya Bi, maaf Alisa gak bantuin bibi ya.."
"Gapapa Non, itu tugas saya. Mari," ajak Bi Imas, Alisa mengekor di belakang Bi Imas. Sedangkan di ruang makan, nampak Jimmy sudah duduk.
"Laper.."
"Iya, sebentar. Bukan cuma kamu yang laper kali, aku juga!" Ketus Alisa, dia membalik piring lalu mengisi nya dengan nasi dan lauk nya. Daging sapi semur yang di campur dengan telur, bakwan jagung dan sayur brokoli.
Alisa meletakan piring yang sudah terisi itu di depan Jimmy, pria itu tersenyum manis.
"Makasih, Bby."
"Iya sama-sama, sayang. Ayo makan yang banyak, biar kuat."
"Kuat apanya? Di ranjang?" Celetuk Jimmy, membuat Alisa melayangkan tatapan tajam nya. Beruntung saja di ruangan ini hanya ada dirinya dan Jimmy, karena Bi Imas langsung pergi ke belakang setelah di tatap tajam oleh Jimmy.
Tanpa perlu bicara, hanya dengan tatapan saja seluruh penghuni rumah ini tau kalau Jimmy tak suka di ganggu, dan saat mendapat tatapan tajam, pastilah dia meminta seseorang untuk pergi, Bi Imas tau akan hal itu.
"Udah, gak usah ngomong kek gitu. Ayo makan, setelah itu tidur."
__ADS_1
"Oke baby." Jawab Jimmy, Alisa pun duduk dan memulai acara makan nya. Jujur saja dia sangat kelelahan setelah melayani nafssu Jimmy yang seolah tak ada habisnya, seperti nya dia punya cadangan energi untuk menjelajahi tubuhnya.
Setelah selesai makan, Jimmy pergi ke ruang tamu lebih dulu, membiarkan Alisa yang bersikukuh ingin mencuci piring bekas mereka makan. Padahal harusnya dia tak perlu repot-repot, karena ada banyak maid di mansion ini dan mereka di gaji lumayan besar.
Tapi ya bukan Alisa nama nya kalau mudah menurut. Jadi, akhirnya Jimmy bad mood dan memilih pergi ke ruang tamu untuk menonton televisi saja. Percuma debat dengan Alisa, dia takkan pernah menang.
Alisa berjalan mendekat ke arah suaminya yang memasang wajah datar dengan tatapan tajam ke arah depan.
"Sayang, a-aku ke kamar duluan."
"Ya." Jawabnya singkat, padat dan jelas. Alisa buru-buru pergi ke kamar saja, sebelum kena semprot Jimmy yang biasanya pedas hingga sering kali membuat lawan bicara nya bungkam seketika.
"Kayaknya Jimmy ngambek deh, tapi kan gak ada salahnya ringanin pekerjaan maid, kan kasian juga kalo mereka harus nyuci malem-malem bekas makan doang." Gumam Alisa.
"Udahlah biarin aja, toh nanti juga baikan sendiri." Alisa menarik kursi meja belajar milik Jimmy yang sekarang beralih fungsi menjadi miliknya juga. Gadis itu mengeluarkan buku dan mulai belajar, juga mengerjakan tugas-tugas yang di berikan guru pembimbing nya.
Jimmy mendekat, dia menyibak rambut Alisa. Tersenyum kecil saat melihat istrinya tengah tertidur lelap.
"Ya ampun, kamu belajar sampe ketiduran gini." Gumam nya, lalu mengangkat tubuh mungil Alisa dan merebahkan nya di ranjang. Dia juga ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri, lalu melingkarkan tangan nya di pinggang ramping sang istri.
Pagi harinya, Alisa terbangun. Dia mengucek mata nya saat merasakan tangan besar tengah memeluknya dengan erat.
'Aneh, perasaan semalem aku ketiduran disana deh. Tapi kok pas bangun udah di kasur.' Alisa membatin. Bahkan buku bekas dia belajar semalam pun masih ada di atas meja, tidak berubah posisi sedikit pun.
"Morning, Bby.." Ucap Jimmy, lalu bangun dan mengecup kening lalu bibir Alisa singkat.
"Morning. Kamu yang bawa aku ke kasur, yang?"
"Iya dong, kan gak mungkin aku biarin kamu tidur disitu sambil duduk. Yang ada nanti kamu encok."
__ADS_1
"Makasih ya.."
"Sama-sama, Bby. Mandi bareng yuk?" Ajak Jimmy, Alisa pun mengiyakan. Toh mereka akan sekolah hari ini, jadi tak mungkin Jimmy melakukan nya pagi ini. Tapi dugaan nya ternyata salah, setelah sampai di dalam kamar mandi Jimmy tersenyum mesuum dan sedetik kemudian meraih Alisa ke dalam pelukan nya. Dan ya, kalian pasti tau apa yang terjadi selanjutnya.
Acara mandi memakan waktu hampir satu jam, emang nya ngapain? Emang gak keriput ya, di kamar mandi selama itu? Tentu saja iya, tapi nafssu mengalahkan segalanya.
Setelah selesai, Jimmy dan Alisa keluar. Namun ekspresi mereka berbeda, jika Jimmy tersenyum penuh kepuasan, lain hal nya dengan Alisa yang nampak merengut.
"Kenapa cemberut aja sih? Gak ikhlas layanin suami hmm?" Tanya Jimmy, Alisa mendelik tanpa berniat menjawab pertanyaan suaminya. Dia fokus mengikat rambutnya, lalu menyapukan bedak dan lotion di tangan nya.
"Bby, heyy.." panggil Jimmy, namun lagi-lagi di abaikan oleh Alisa.
"Baby bunny.."
"Apa lagi?" Sentak Alisa kesal.
"Ngomong dong, kenapa?"
"Nggak, sebel aja." Jawab Alisa.
"Ya kan itu vitamin buat aku, Bby. Biar semangat, hari ini aku tanding basket lagi lho."
"Bodo amat." Ketusnya, lalu memilih keluar duluan dari kamar dengan membawa tas miliknya. Jimmy terkekeh, melihat istrinya yang merajuk hanya karena dia kerjai di kamar mandi.
"Ternyata bercintaa itu semenyenangkan dan secandu itu." Gumam Jimmy sambil terkekeh. lalu menyusul langkah sang istri keluar dari kamar dengan membawa tas nya.
......
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1