
Denis membuka topeng nya setelah sampai di apartemen, dia melihat Ayuna sedang terlelap, namun ke kacauan yang dia buat tadi sudah di bereskan, seperti nya oleh anak buah nya yang dia tinggalkan tadi.
"Bangun.." Ucap Denis sambil menarik selimut dari tubuh polos Ayuna.
"Eemmm, kamu sudah pulang rupanya."
"Puas bermain dengan anak buah ku ya? Kau terlihat kelelahan." Sindir Denis dengan sinis.
"Iya, dia terlalu hebat. Bahkan senjata nya dua kali lipat lebih besar dari milikmu." Jawab Ayuna secara langsung membanggakan batang yang baru saja mengobrak-abrik miliknya. Selain tampan, Jian memiliki sesuatu yang lebih unggul di banding Denis.
"Ckkk jalaang."
"Aku tak peduli, jadi bagaimana rencana mu untuk bisa membuat Alisa keluar dari rumah itu tanpa di ikuti Jimmy?" Tanya Ayuna antusias, dia meraih bathrobe dan memakai nya.
"Rahasia."
"Ckkk, main rahasia-rahasiaan segala. Basi tau gak!" Ketus Ayuna sambil merasakan inti nya yang terasa nyeri karena hentakan kuat yang di lakukan Jian tadi.
"Intinya, kita kembali pada tujuan awal kita bekerja sama. Kau menginginkan Jimmy dan aku ingin Alisa, jadi setelah Alisa kembali padaku kau bisa mengambil Jimmy sialan mu itu."
"Ya, tentu saja." Jawab Ayuna. Tanpa dia sadari bahwa Denis tersenyum jahat.
'Itu pun kalau dia suka bekasan!'
Singkatnya, sore itu Jimmy di hubungi oleh Farhan agar segera datang ke basecamp, karena ada suatu hal yang perlu di bahas dan bersifat penting. Alisa masih bergulung dalam selimutnya, dia dan Jimmy baru saja bermain satu ronde setelah pulang belanja dari supermarket. Tak tau kenapa, tapi Jimmy tiba-tiba saja sangat bernafssu untuk menyentuh istrinya.
"Mau kemana, sayang?" Tanya Alisa dengan suara serak nya.
"Aku harus ke basecamp Bby, hanya sebentar saja."
"Eemmm, kebiasaan deh." Keluh Alisa, dia seringkali di tinggalkan setelah suaminya puas.
"Gak lama kok, Bby."
"Tau ahh, sebel." Alisa membalikan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan dengan selimut. Jimmy gemas lalu perlahan membuka selimut yang menutupi kepala sang istri.
"Baby, jangan marah gitu dong. Kamu tau…" Jimmy menunduk, dan mendekatkan bibirnya ke telinga Alisa.
"Wajah kesal mu itu membuat aku bergairaah." Bisik Jimmy membuat inti Alisa berdenyut, bahkan dengan kata-kata seperti itu saja mampu membuatnya basaah.
"Aku bersedia memberi kamu satu ronde lagi, asal kamu nya jangan pergi." Rengek Alisa manja, membuat Jimmy terkekeh.
"Benarkah?"
"Iya, aku lagi pengen deketan sama kamu terus. Besok aja ke basecamp nya ya?" Bujuk Alisa.
"Sebentar ya cantik, aku menghubungi Farhan dulu."
__ADS_1
"Jangan lama."
"Istriku manja sekali, jarang-jarang kamu semanja ini." Ucap Jimmy sambil mengacak rambut Alisa.
Jimmy beranjak dan membuka pintu balkon, merogoh ponsel dari saku celana nya dan menghubungi nomor Farhan.
'Hallo, Jim. Masih dimana?' Tanya Farhan.
"Di rumah, Alisa lagi manja gak bisa gue tinggal. Wakilin aja dulu, besok pagi-pagi kesini."
'Hihh, bucin bener Lo. Tapi ini penting, ini tentang geng serigala.' ucap Farhan, tak biasa nya Jimmy akan mengabaikan urusan geng nya.
"Gak ada yang lebih penting dari pada bini gua sekarang, udah Lo wakilin aja. Itung-itung, biar jabatan Lo jadi waketu gak sia-sia."
'Ckkk, serah Lo dah!' Kesal Farhan, Jimmy pun tak peduli dan memilih mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.
Dia memasukan kembali ponsel nya dan menutup pintu kaca yang menghubungkan kamar dengan balkon. Jimmy tersenyum kecil saat melihat Alisa tengah menatap nya dengan kedua mata yang mengerjap lucu.
"Kenapa menatap ku seperti itu, Bby?" Tanya Jimmy, dia meletakan ponsel itu di meja nakas, lalu duduk di tepi ranjang dengan tangan yang cepat meraih sang istri ke dalam dekapan nya.
"Kamu gak jadi pergi kan, Yang?"
"Enggak, di wakilin sama Farhan. Biar jabatan nya sebagai waketu berguna." Jawab Jimmy enteng.
"Tapi, katanya penting?"
"Gak ada yang lebih penting dari kamu sekarang, Bby." Jawab Jimmy, membuat Alisa tersenyum senang. Dia mengeratkan pelukan nya di pinggang Jimmy, menduselkan wajahnya di dada bidang pria tampan itu.
"Tentu saja, kamu istri yang aku cintai."
"Kamu cinta sama aku, Yang?" Tanya Alisa dengan kedua mata berbinar cerah.
"Tentu, kenapa? Bukankah ini yang kamu mau, aku sudah mencintai kamu sekarang. Jadi, jangan pernah mengecewakan aku, Bby."
"Never." Jawab Alisa singkat, lalu kembali menduselkan wajahnya di dada suaminya, menikmati setiap detak jantung pria itu yang terdengar sangat merdu di telinga nya.
"Jangan pernah berfikir untuk pergi dari ku, Bby. Karena kamu yang sudah masuk ke dalam hidupku, jadi jangan pernah berniat atau bermimpi untuk bisa pergi. Kemana pun, aku pasti akan menemukan mu, sayang."
"Idih, emang nya aku mau kemana coba? Aku kan disini sama kamu, Sayang. Lagian aku gak mungkin ninggalin orang aku cinta, perjuangan aku buat bisa kayak gini itu gak mudah." Jawab Alisa tanpa melihat wajah sang suami.
"Baguslah."
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu, yang?"
"Entahlah, aku sendiri tak tau. Aku hanya punya firasat kalau kamu akan meninggalkan aku, dan sebelum hal itu terjadi aku menegaskan semua nya."
"Huumm, itu hanya perasaan mu saja. Nyatanya aku tetap disini bersama mu." Alisa mendongak lalu meraba rahang tegas suaminya, dia mendongak lalu mencium bibir Jimmy dengan lembut.
__ADS_1
Tentunya, pria itu takkan bisa menolak. Karena sekarang, keduanya berciuman dengan mesra. Tanpa perlu di tanyakan lagi, Jimmy pasti akan membalas ciuman istrinya, melumaat bibir manis yang membuatnya candu, rasanya dia takkan pernah bosan untuk terus mencumbu nya setiap waktu.
Entah kenapa, Jimmy merasakan perasaan tak enak di hatinya, dia khawatir akan terjadi sesuatu pada istrinya. Dia takut hal buruk terjadi pada Alisa, yang kini dia anggap separuh nyawa nya. Sumber kebahagiaan dan semangat nya, Alisa adalah kelemahan nya saat ini.
Tak menutup kemungkinan musuh yang saat ini masih buron memanfaatkan istrinya sebagai umpan agar dirinya datang, aahhh Jimmy tak bisa membayangkan hal itu jika benar-benar terjadi pada Alisa nya.
"Aasshh, sayang kenapa di gigit? Sakitt.." Alisa refleks melepaskan ciuman nya saat merasakan Jimmy menggigit nya cukup kuat, hingga berdarah.
"Baby, maaf aku tak sengaja." Jimmy panik dan langsung mengusap bibir istrinya dengan lembut.
"Kamu mikirin apa sih, Yang? Sampe gak fokus gitu." Gerutu Alisa sambil memegangi bibirnya.
"A-aku? Enggak kok, emang nya aku mikirin apa? Pikiran aku selalu buntu saat sama kamu."
"Dihh gembel." Cetus Alisa sambil memalingkan wajahnya yang sudah merona karena gombalan suaminya.
"Bilang aja kalo suka, tuh wajahnya gak bisa bohong lho."
"Isshh diem ih."
"Jadi, gimana satu ronde nya? Masih berlaku?" Tanya Jimmy, dia mengerling nakal menatap sang istri, alisnya juga dia naik turunkan genit.
"Soal gituan aja pasti inget, dasar omes."
"Lah, omes apaan sih Bby?" Tanya Jimmy.
"Otak mesuum." Ketus Alisa sambil menutupi tubuhnya dengan selimut saat Jimmy menatap nya nakal.
"Kan sama istri sendiri, wajarlah. Yang salah itu kalo mesuum nya sama istri orang, nanti kena pukul."
"Nakal ya kamu, gemess deh." Alisa mencubit kedua pipi Jimmy saking gemas nya, hingga memerah.
"Sakit.."
"Maaf, yaudah ayo naik."
"Naik kemana Bby?" Tanya Jimmy polos. Alisa menepuk kening nya mendengar pertanyaan suaminya.
"Jadi gak nih ronde kedua nya?"
"Jadi Bby, jadi kok. Ayoo.." Jimmy membuka celana nya dan menaiki tubuh sang istri dengan semangat. Alisa melingkarkan kedua tangan nya di leher Jimmy saat pria itu mulai mengecupi leher nya yang sudah banyak tertinggal jejak-jejak kemerahan.
.......
🌻🌻🌻🌻🌻
jangan lupa mampir di karya temen author juga yaaw 😚😚😚
__ADS_1
SAGA, Antara Cinta dan Ego karya kak Eveliniq😚🌻