Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Keras Kepala


__ADS_3

Eva menyalakan televisi, dia menekan tombol remot untuk mencari siaran yang bagus, hingga pilihan nya berhenti di tayangan drama Korea dengan rating 18+.


Farhan nampak menelan ludahnya kepayahan saat melihat adegan kissing, dia melirik ke arah Eva yang nampaknya sangat menghayati film yang sedang dia tonton itu. 


"Sayang, bisa gak ganti channel nya?" Tanya Farhan.


"Kenapa, gak suka ya? Padahal film nya romantis banget." 


"Eemmm.." Farhan hanya berdehem sebagai jawaban karena bingung juga harus menjawab apa. 


"Kamu udah pernah ciuman?" Tanya Eva, ternyata gadis ini cukup agresif juga. Terbalik dengan Farhan yang nampak malu-malu, padahal biasanya perempuan yang seperti itu. 


"Belum." Jawab Farhan, membuat Eva terkekeh.


"Sama, aku juga belum. Ciuman yuk?" Ajak Eva membuat Farhan menatap gadisnya dengan tatapan tak percaya, apa-apaan ini. Kenapa dia jadi terjebak begini? 


"Apaan sih yang, gak usah nantangin."


"Harusnya kamu seneng pas aku ajakin, ini malah kayak marah gitu." 


"Aku gak bisa ciuman." 


"Kenapa? Apa mulut aku bau ya, atau kamu lagi panas dalam?" Tanya Eva.


"Diamlah, kalau sudah tak di tonton sebaiknya di matikan saja." Ketus Farhan, dia malu setengah mati. 


'Duhh, ini mama nya Eva kemana dulu sih? Apa ngeronda ya, lama bener. Pengen cepet-cepet balik sebelum khilaf beneran.' Farhan membatin, seperti nya keputusan nya untuk mampir adalah keputusan yang salah. Tapi, dia takkan bisa tenang jika membiarkan gadisnya sendirian. 


Eva kembali bersandar manja di bahu Farhan, sesekali dia akan mencubit kecil lengan berotot kekasihnya. 


"Sayang, diem bisa gak?"


"Kalo gitu, ayo ciuman." Ajak Eva lagi, membuat Farhan mendengus kesal. 


Eva menarik wajah Farhan, hingga wajah mereka bertatapan, Eva tersenyum kecil saat melihat Farhan yang nampak gugup saat ini. 

__ADS_1


"Gugup ya?"


"E-enggak kok, kenapa harus gugup. Biasa aja k.."


Cup.. 


Belum selesai Farhan melanjutkan perkataan nya, Eva melayangkan kecupan singkat di bibir Farhan, membuat pria itu terdiam seketika.


Farhan yang sudah merasa terbakar sejak tadi tak menyia-nyiakan kesempatan, dia menangkup wajah Eva dan mencium bibir gadis itu dengan liar. Melumaat dan memaguut nya atas bawah secara bergantian, Eva juga membalas ciuman Farhan tak kalah liarnya, padahal ini sama-sama pertama kali nya untuk mereka. Tapi seperti sudah ahli, lidah mereka saling membelit di dalam sana. Membuat suara-suara decapan kecil yang memenuhi ruangan itu.


Farhan menelusupkan tangan nya ke tengkuk Eva, sebelah tangan nya lagi dia lingkarkan di pinggang Eva, menarik nya pelan hingga jarak mereka semakin terkikis. Tubuh mereka menempel, bahkan dada kenyal berisi milik Eva menempel ketat di dada bidang Farhan.


Farhan melepas tautan bibir nya, kedua nya meraup oksigen sebanyak-banyaknya setelah tenggelam dalam sensasi nikmat bertukar saliva. Farhan menempelkan kening mereka, dengan tatapan mata yang masih saling bertaut mesra. 


Keduanya berpelukan, Eva memeluk Farhan dengan erat, begitu pun dengan pria itu.


"First kiss kita berdua, jadi setelah ini aku harap hubungan kita baik-baik saja dan kamu jangan macam-macam." Ucap Farhan setelah melerai pelukan nya.


"Tentu saja." 


"Akan aku ingat, sayang." Jawab Eva, dia tersenyum lalu kembali memeluk Farhan. Pria itu juga menyunggingkan senyum manis nya, lalu membalas pelukan gadisnya.


Sedangkan di rumah sakit, Harry dengan sabar menemani Denis yang sampai saat ini belum bisa berjalan karena kaki nya patah. 


"Gue dah bilang, gak usah macem-macem sama Jimmy." Ucap Harry lagi.


"Ada baiknya Lo diem aja, dari pada bikin gue bad mood." Sampai saat ini, Denis belum tau kalau Alisa sudah di bawa pergi oleh Jimmy, bersama Ayuna dan Jian juga.


"Serah Lo dah, kepala batu."


"Nanti malem ke apartemen gue, kasian Alisa gak ada yang ngasih makan." Ucap Denis membuat Harry terkekeh. 


"Alisa dah balik sama Jimmy." Jawab Harry membuat Denis melirik sekilas.


"Gak mungkin."

__ADS_1


"Gak ada yang gak mungkin kalo atas perintah Jimmy dan om Raksa." 


"Serius?"


"Ngapain gue becanda, Lo harus inget Jimmy itu punya Farhan, Dian, sama Dery." Denis menunduk, dia lupa kalau Farhan adalah ancaman besar nya sejak dulu, di tambah dengan Dian. 


"Sial.."


"Udah, relain aja Alisa bahagia sama Jimmy. Perasaan cinta itu tumbuh sendiri, gak bisa di paksain."


"Gak akan!"


"Terus, Lo pikir Jimmy bakal diem aja? Atau Alisa bakal mau sama Lo, menurutnya gue sih enggak. Yang ada Alisa malah benci liat Lo, Den." 


"Gak peduli, kalau perlu gue habisin tuh si Jimmy biar Alisa bisa jadi milik gue, Har." Ucap Denis, kedua mata nya menyala akan kemarahan yang memenuhi rongga dadanya.


"Gue tanya, Lo cinta sama Alisa?"


"Ngapain Lo nanya, harusnya dengan semua tindak tanduk gue, Lo bisa nilai sendiri gimana perasaan gue sama Alisa!" Ketus Denis.


"Kalo Lo cinta sama Alisa, harusnya Lo bisa relain dia sama pilihan nya. Bukan kayak gini, menurut gue rasa yang Lo punya buat Alisa itu bukan cinta, tapi obsesi." 


"Gak mungkin, ini cinta bukan obsesi." 


"Gue harap Lo pikirin apa perkataan gue dengan baik, sorry gak bisa banyak bantu Lo. Gue cabut, takut nyokap nyariin." Harry pun berlalu dari ruangan Denis. Bicara dengan pria keras kepala memang menguras tenaga. 


.......


🌻🌻🌻🌻🌻


author mau promoin karya temen author, jangan lupa mampir jugaa yaw😚



Hilangnya Cinta Suamiku karya kakak Syasyi😚

__ADS_1


__ADS_2