Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Alisa Cemburu


__ADS_3

Jimmy menyeka keringat di dahi istrinya, lalu mengecup nya dengan lembut. 


"Terimakasih sayang, aku berharap dia segera hadir di dalam sini." 


"Iya sayang, aku capek. Tidur sekarang boleh? Males banget kalo harus mandi dulu." Rengek Alisa dengan manja.


"Iya, tidur aja sayang. Itu udah kering?"


"Udah, kan tadi kamu yang bersihin." Jawab Alisa malu-malu, membuat Jimmy terkekeh.


"Besok, kita keliling cari kampus ya? Atau kamu punya universitas idaman?" Tanya Jimmy pelan sambil mengusap rambut sang istri.


"Punya sih, tapi universitas swasta. Pasti biaya nya mahal, yang."


"Gapapa, aku pasti usahain buat bisa biayain kamu kuliah di kampus idaman kamu." 


"Sayang, aku berasa jadi beban kamu deh." Lirih Alisa sambil mengukir pola abstrak di dada bidang suaminya dengan jemari lentiknya.


"Kok beban sih? Kamu istri aku, bukan beban sayang." Jawab Jimmy.


"Kita kuliah sambil kerja bareng-bareng aja, okey?"


"Nggak, kamu fokus aja sama kuliah kamu. Biar aku yang kerja buat biaya kamu kuliah, jangan terlalu banyak berpikir sayang. Ingat keadaan kamu, aku gak mau kamu sakit." Ucap Jimmy, lagi-lagi dia melayangkan kecupan lembut nya di kening Alisa.


"Sayang.."


"Sudah, ayo tidur sebelum aku berubah pikiran." Ajak Jimmy, gawat kalau sampai Alisa terus memainkan tangan di dadanya, bisa-bisa hasraat nya kembali bangkit, yang ada dia kembali menghajar istrinya, padahal Alisa sudah terlihat sangat kelelahan.


"Selamat tidur istriku sayang, aku mencintaimu."


"Selamat tidur juga suamiku, aku lebih mencintaimu." Balas Alisa lirih, keduanya pun merapatkan pelukan dan memejamkan mata mereka. Hari yang cukup melelahkan, merayakan pesta kelulusan, lalu bertemu tamu tak di undang, setelah pulang ke rumah berharap bisa istirahat, ehh taunya suami minta jatah, terpaksalah istirahat nya harus di tunda lebih dulu.


Keesokan harinya, Jimmy bangun lebih dulu. Dia keluar setelah memakai pakaian nya, berjalan dengan sangat perlahan agar tak membangunkan sang istri. Hari ini adalah hari istimewa bagi Alisa, istrinya. 


"Ma.." panggil Jimmy pada Larissa yang sedang memasak.


"Kenapa, Jim? Ngagetin mama aja kamu tuh," ucap Larissa sambil menepuk pelan lengan sang putra.


"Masak agak banyakan dong hari ini, nanti kalau ada kurir ngirim sesuatu, Mama sembunyiin ya, jangan sampai Alisa tau."


"Kamu pesen apa?" Tanya Larissa, setaunya putra nya ini paling anti membeli sesuatu lewat online. Alasan nya karena takut tak sesuai dengan ekspektasi. 


Jimmy mendekat lalu berbisik di telinga sang mama, terlihat ekspresi Larissa sangat terkejut.

__ADS_1


"Yang bener, hari ini?"


"Iya Ma, plis boleh ya?" Bujuk Jimmy sambil menunjukkan wajah memelas nya.


"Boleh kok, tapi yang bantuin Mama siapa?"


"Ada Farhan, Eva, Aldi, Dian sama Dery. Jian sama Ayuna juga, Ma." Jawab Jimmy dengan antusias. 


"Oke,"


"Makasih Mama cantik, kalau begitu Jimmy mau ajakin Alisa pergi. Nanti kalo udah selesai disini, mama telpon Jimmy." 


"Siap, yuk semangat." Ucap Larissa membuat Jimmy mengacungkan jempol nya. 


Jimmy kembali berlari naik ke kamar nya dengan berlari kecil penuh semangat. Pria itu masuk ke dalam kamar dan melihat kalau istrinya masih tertidur dengan nyenyak, membuat Jimmy menggelengkan kepala nya.


"Baby, ayo bangun sayang. Sudah pagi, tumben kamu susah bangun." Ucap Jimmy sambil membuka gordeng dan mengikatnya, seperti kebiasaan Alisa setiap pagi. Biasanya, cara ini adalah cara paling ampuh untuk membuat dirinya bangun, karena Jimmy tak suka silau. Makanya kalau tidur, lampu selalu di matikan.


"Enghh, sayang silau.." rengek Alisa.


"Biasanya juga kamu yang gini sama aku, Bby. Ayo ahh bangun, jangan males-malesan. Kan udah mau jadi anak kuliahan, yukk kan kita mau lihat-lihat kampus." 


"Sebentar, kok kamu udah rapi sih? Gak adil, kok gak nungguin?" Tanya Alisa dengan bibir mengerucut lucu. 


Jimmy gemas lalu mengecup singkat bibir istrinya. 


"Gak enak tadi, gerah. Aku juga liat kamu tidurnya nyenyak banget, gak tega mau bangunin. Kalau mau mandi, yaudah aku temenin." 


"Gak ahh, males." Ketus Alisa sambil memalingkan wajahnya kesal.


"Tuhkan, kamu mah suka banget marah. Padahal kan aku gak sengaja."


"Siapa yang marah? Aku enggak tuh, cuma kesel aja." 


"Iya iya, besok-besok lagi kalau kamu belum bangun aku gak bakal mandi." 


"Nah gitu dong, aku mandi dulu deh kalo gitu. Tungguin ya, sebentar kok." Ucap Alisa, lalu pergi ke kamar mandi dengan berlari kecil karena tubuhnya masih polos tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.


"Istriku sangat menggemaskan.." 


Singkatnya, sekarang Jimmy dan Alisa sedang jalan-jalan melihat kampus idaman Alisa dengan motor besar milik Jimmy. Alisa memeluk erat pinggang Jimmy, menumpukan dagu nya di bahu sang suami.


"Ayo turun, kita masuk yuk liat-liat.." ajak Jimmy, Alisa turun dari motor dengan antusias. Alisa menggenggam tangan Jimmy cukup erat, keduanya berjalan dan dengan cepat kedatangan Jimmy menjadi pusat perhatian para mahasiswi karena paras tampan nya.

__ADS_1


"Gak usah di liatin gitu kali, kayak gak pernah liat orang ganteng aja, norak!" Gerutu Alisa saat dia lewat, banyak mata yang menatap suaminya dengan tatapan mendamba secara terang-terangan. 


"Sabar sayang, mereka kan beda sama kamu yang bisa liat aku setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik. Jadi harap maklum ya cantik." 


"Sebel banget, kenapa sih kamu jadi cowok ganteng amat? Kan gini jadinya, kemana-mana pasti jadi pusat perhatian cewek." Ketus Alisa, cemburu nya kembali mendominasi.


"Tanyain aja sama papa, kenapa dia buat aku seganteng ini? Lagian, kalo aku gak ganteng, aku jamin kamu gak bakal mau nerima aku jadi suami kamu, sayangku." Jimmy gemas lalu mengunyel-unyel pipi cabi Alisa.


"Sakit, ihhh seneng banget deh cubitin pipi aku."


"Habisnya kenyal kayak mochi." Jawab Jimmy, keduanya pun kembali berkeliling kawasan kampus. Tentunya, kedatangan mereka ke sini sudah mendapat izin dari para dosen pembimbing. 


'Gilaaa, ganteng banget tuh cowok!' Pekik seorang mahasiswi yang terdengar ke telinga Alisa, membuat dia kebakaran api cemburu. 


Wanita mana sih yang gak cemburu saat ada wanita lain yang memuji suaminya? Gak ada deh, termasuk author sendiri. Jatohnya pasti sensian, begitu pun Alisa saat ini. 


Dia mengambil masker dan topi dari tas nya, lalu memakaikan nya pada Jimmy, membuat wajah suaminya tak terlihat sedikitpun, kecuali mata nya.


"Semoga aja aman kalo gini, panas banget telinga denger mereka muja muji kamu terus." Ketus Alisa, sedangkan Jimmy hanya pasrah dan mendengarkan saat istrinya mengomel gak jelas. 


Tring … 


Jimmy merogoh ponsel nya, dia membaca pesan yang ternyata dari Farhan, berisi poto dan beberapa kata lain. Jimmy tersenyum manis, lalu kembali memasukan ponsel nya setelah membalas pesan Farhan tentunya.


"Sudah puas lihat-lihat nya, Bby?" Tanya Jimmy.


"Eemm, aku gak kuat. Pengen pulang aja, gak rela wajah tampan suamiku jadi incaran banyak perempuan genit disini." 


"Haha, jangan salahkan ketampanan aku sayang, salahkan saja mata mereka yang tak bisa menjaga pandangan." 


"Iya-iya, suamiku yang tampan." Jawab Alisa, lalu kembali menggandeng tangan istrinya. Keduanya pun pulang dengan keadaan Alisa yang bad mood parah, di tambah di jalan Alisa mengeluh kepanasan berharap Jimmy membelikan es krim, tapi pria itu malah melajukan motor nya lurus ke arah rumah.


'Issshh Jimmy nyebelin, tau istrinya kepanasan pengen es krim malah lurus aja.' Batin Alisa.


......


🌻🌻🌻🌻


sambil menunggu novel ini up, yuk mampir ke karya temen author😚 di jamin bikin ketagihan baca nya



Wanita Pengganti Kekasih sang CEO karya author SyaSyi😚😚

__ADS_1


__ADS_2