Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )

Secret Wedding ( Jimmy & Alisa )
Jadian


__ADS_3

"Maaf, bukan maksud saya mengganggu moment ini, tapi sebaiknya kita harus segera pergi sebelum mereka kembali." Ucap Jian sopan, membuat yang lain menatap ke arahnya.


"Dia siapa?" Tanya Jimmy pada Aldi dan Dian.


"Nanti saja aku jelaskan, sekarang sebaiknya kita pergi dengan cepat sebelum Denis menyadari kalau dia sedang di kelabui." Ucap Aldi, Jimmy mengangguk dan langsung menggendong Alisa ala bridal style. 


Semua orang pun pergi dari apartemen itu dengan cepat, sebelum Denis kembali mereka harus sudah pergi dari sana. Jian gercep menyewa mobil untuk membawa mereka pergi sejauh mungkin yang mereka bisa untuk menghindari Denis. 


Sebenarnya Jimmy tak takut pada Denis, hanya saja keadaan nya saat ini masih lemas karena baru mendingan setelah demam karena di tinggal Alisa semingguan.


Jimmy menatap sang istri yang terlelap dalam pelukan nya, lingkaran hitam di bawah mata menjadi saksi bahwa istrinya tak beristirahat dengan baik. Bahkan berat tubuh nya jauh lebih ringan dari pada terakhir kali dia menggendong istrinya. 


Di samping Jimmy, ada Ayuna yang menatap pria pujaan nya dengan sendu. Pria itu terlihat sangat khawatir pada Alisa, tapi tak sedikit pun melirik ke arahnya meskipun hanya sekilas.


Sedangkan Jian yang menyadari raut wajah gadis pujaan nya pun merasa sedih, tapi dia akan berusaha membuat Ayuna melihat nya dan melupakan pria itu. 


Tujuan mereka saat ini adalah mansion keluarga Leonard, disana Raksa sudah menunggu kepulangan sang menantu juga menyiapkan dokter untuk berjaga-jaga kalau ada yang terjadi pada menantu nya.


Singkatnya, mobil itu berhenti. Jimmy kembali membawa Alisa keluar, di ikuti Jian dan Ayuna. Tak lama kemudian, rombongan Dian dan Aldi juga ikut menyusul. Mereka memarkir motor besar mereka di halaman depan mansion. 


"Aaa putriku.." ucap Alina, dia berlari menghampiri sang putri yang terlelap nyaman di dalam dekapan suaminya.


"Dia tidur, Ma. Seperti nya kelelahan, lihat saja lingkaran mata nya." Alina mendongak menatap wajah menantu nya dengan seksama, dia tau semuanya bahkan Jimmy sampai sakit. Saat ini pun Jimmy belum benar-benar sehat, wajahnya masih terlihat sangat pucat, tapi dia memaksa ikut untuk menjemput istri tercinta nya.


"Terimakasih sudah membawa Putri mama pulang, Jim." 


"Tak perlu berterimakasih Ma, ini sudah tugas Jimmy. Alisa adalah istri Jimmy, harusnya Jimmy yang minta maaf karena ceroboh dan gagal menjaga putri Mama." Ucap nya lirih.


"Tak apa-apa, yang penting sekarang dia sudah kembali. Ayo masuk Nak, Alisa pasti berat."


"Justru dia terasa lebih ringan, Ma." 


"Cepatlah." Ucap Alina, Jimmy pun masuk di ikuti Jian, Ayuna dan yang lain. Sedangkan Farhan belum selesai dengan misi nya, jadi dia belum datang.


Jimmy membaringkan istrinya di kamar tamu, tapi seperti tau Alisa langsung terbangun dan memeluk erat suaminya.


"M-au kemana? Jangan tinggalin aku." Lirihnya dengan mata berkaca-kaca.


"Aku hanya keluar sebentar, sayang. Ada mama, sama papa di luar. Aku tak mau di anggap tak sopan karena tak keluar saat mereka ada."


"T-api, aku takut.." 


"Tak perlu ada yang di takutkan, sekarang aku disini, bersama mu, sayang." Jimmy mengusap lembut kepala Alisa, menyelipkan anak rambut sang istri ke belakang telinga nya.


"Gak mau, temenin." Rengek Alisa, membuat Jimmy tersenyum. Dia begitu merindukan sikap manja sang istri.


"Baiklah, sayangku." Jimmy membuka sepatu dan jaketnya, lalu berbaring di samping istrinya, memeluk nya dengan erat.

__ADS_1


"Aku hampir gila selama seminggu ini karena tak melihat senyum mu, sayang." 


"Aku juga, karena tak bisa mencium aroma tubuhmu." Jawab Alisa, membuat Jimmy mengeratkan pelukan nya di tubuh sang istri.


"Tidurlah sayang, takkan ada yang terjadi lagi setelah ini." 


Alisa mengangguk dan menduselkan wajah nya di dada bidang Jimmy, menghirup aroma yang menguar dari tubuh suaminya sebanyak-banyaknya sebagai upaya balas dendam nya karena seminggu ini dia tak bisa menghirup aroma suaminya, plus memeluknya juga.


"Aku mencintaimu, Alisa ku. Jangan pernah tinggalkan aku, untuk alasan apapun." Gumam Jimmy lirih, sambil terus mengusap rambut sang istri dengan lembut.


Alisa tersenyum dalam pelukan Jimmy, dia belum sepenuhnya tertidur. Tapi begitu mendengar ungkapan cinta yang pria itu ucapkan, hati nya seketika berbunga. 


Sedangkan di ruang tamu, Farhan baru saja datang setelah bertarung di medan pertempuran. Wajah tampan nya penuh dengan luka lebam, belum lagi ada luka di lengan sebelah kanan. 


"Bagaimana pria itu, Han?" Tanya Raksa.


"Tadi, dia sudah tumbang om." 


"Apa masih ada anak buah om yang tersisa?" Tanya Raksa lagi. Mendengar itu dahi Farhan berkerut.


"Tersisa apanya Om, anak buah om tak ada yang terluka satu pun. Gila aja, mereka kayak kebal gitu." 


"Mereka terlatih, maka dari itu om juga membayar mereka dengan harga yang mahal." Jelas Raksa.


"Mahal juga kalo sebanding dengan kemampuan ya gak masalah sih, om." 


"Silahkan masuk, Nak." Sambut Larissa, Eva menurut dan memilih duduk di samping Farhan. Meneliti wajah pria itu dengan seksama, hingga mata nya tertuju pada luka menganga di lengan bagian atas.


"A-apa ini? Kenapa tidak di obati?" Tanya Eva membuat Farhan menoleh.


"Memang nya harus?"


"Tentu saja, ini pasti sakit Farhan." 


"Sakit sih tidak seberapa, aku sudah terbiasa." Jawab Farhan santai.


"Tetap saja ini harus di obati, ayoo biar aku obati. Jangan keras kepala." Eva menarik tangan Farhan dan membawa kotak P3K yang berada di meja. 


"Aahhh pelan-pelan napa!" Farhan meringis sakit saat tangan nya di tarik Eva dengan kuat. 


"Tadi katanya gak sakit."


"Sakit, gue juga manusia hidup kali yang bisa ngerasain sakit." Sewot Farhan.


"Iya, iya maaf ya. Sini, duduk." 


Farhan menurut dan membuka kaos nya yang sudah cumpang camping, robekan dimana-mana.

__ADS_1


Kedua mata Eva berbinar saat melihat pemandangan yang begitu memanjakan mata, dia baru tau ternyata tubuh Farhan sebagus ini. Perut rata dengan enam roti sobek yang berderet rapi, jakun pria itu menonjol membuat Eva gemas ingin menyentuh nya. 


Namun secepat kilat dia mengenyahkan pikiran-pikiran mesuum nya dan mulai membuka kotak P3K itu. Dia menyapukan alkohol terlebih dulu agar bersih, lalu mengusapkan obat merah dengan kapas. 


Farhan terlihat meringis saat permukaan kapas itu mendarat di luka nya, sakit dan perih. Tapi tentunya, dia akan berusaha menjaga image nya di depan Eva, gadis cerewet yang selalu membuat hatinya berdebar tak karuan.


"Terimakasih sudah menyelamatkan Alisa."


"Ya, sama-sama. Tapi, Alisa adalah sepupu ku sekarang." Jawab Farhan seadanya.


"Emm, dari mana kamu dapetin ini?" Tanya Eva malu-malu sambil menunjuk perut Farhan.


"Apanya?" Goda Farhan yang membuat wajah Eva memerah.


"Roti sobek nya." Lirih Eva membuat Farhan terkekeh karena gemas dengan tingkah Eva.


"Olahraga dong, kenapa? Mau pegang? Boleh, sok aja." 


"Serius?" Tanya Eva dengan kedua mata yang berbinar cerah. Farhan mengangguk mengiyakan, Eva tersenyum kegirangan. Dia mengulurkan tangan nya untuk mengusap deretan roti sobek yang terlihat begitu menggoda di mata nya.


"Suka?"


"Suka, dari dulu emang suka sama laki-laki yang ada roti sobek nya." Jelas Eva sambil terus mengusap perut Farhan dengan jemari lentik nya.


"Kalau suka, kenapa kita gak pacaran aja? Dengan begitu, perut ini jadi milik kamu. Jadi, kamu bebas menyentuhnya kapan saja." 


Eva mendongak menatap Farhan, ternyata pria itu juga tengah menatap nya dengan tatapan dalam nya. Meskipun cara menembak nya agak lain, tapi itu sukses membuat jantung Eva seolah akan keluar dari tempatnya.


"Gimana, mau gak?"


"Pacaran kontrak bukan?" Tanya Eva polos.


"Dih, mana ada pacaran kontrak." 


"Kali aja gitu, yaudahlah aku mau." Jawab Eva setenang mungkin, padahal darah di dalam tubuhnya berdesakan ingin keluar hingga membuat jantung nya berdetak lebih cepat. 


"Serius? Oke, jadi hari ini kita resmi jadian ya." Eva hanya menjawab dengan anggukan, dia tak mampu bicara karena rasa malu nya. Tiba-tiba saja, Farhan merangkul Eva dari samping membuat Eva terkejut bukan main.


"Gak usah terkejut gitu kali, hal semacam ini kan wajar bagi pasangan kekasih." 


"M-asalah nya kamu gak pake baju." Jawab Eva terbata, membuat Farhan terkekeh geli. 


.......


🌻🌻🌻🌻


penasaran sama penampilan Jimmy pas jemput Alisa gak? author spill yaa😁

__ADS_1



__ADS_2