
Satu Minggu berlalu sudah, Jimmy sudah pulang sejak dua hari yang lalu. Kondisi nya sudah membaik, hari ini bahkan dia sudah kembali beraktivitas. Pria itu mulai bekerja di perusahaan sang ayah, menjadi staff management karena dirinya hanya lulusan SMA saja.
Sedangkan Alisa, hari ini dia mulai masuk kuliah. Gadis itu kuliah di kampus yang sama dengan Eva, Farhan, Dery, Dian dan Aldi. Atas permintaan Jimmy tentunya, mereka selalu berada di dekat Alisa untuk menjaga nya sesuai perintah Jimmy.
Alisa beberapa kali membujuk suaminya agar dirinya juga berkuliah, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi, Jimmy bersikeras untuk tetap bekerja di perusahaan meskipun sebagai staff biasa karena rasa tanggung jawab nya sebagai seorang suami yang wajib menafkahi anak dan istrinya.
Sebenarnya, Alisa merasa bersalah pada Jimmy, karena dirinya Jimmy harus mengorbankan pendidikan nya, tapi orang tua Jimmy juga tak melarang keputusan apapun yang di ambil putra mereka. Kalau sudah begini, Alisa hanya bisa pasrah dan mendukung apapun keputusan sang suami.
Ibu hamil itu memakan rujak buah, Eva yang sedari tadi melihat Alisa hanya nyengir-nyengir, dia membayangkan betapa asam nya buah mangga itu, meskipun di cocok sambel kacang, tetap saja rasa asam pasti tetap mendominasi rasa nya.
"Gak asem, Lis?" Tanya Eva.
"Enggak, enak banget malah. Seger, gue suka nih rujak. Farhan beliin dimana ya?"
"Lebih baik Lo gak usah tau, nanti nekat beli sendiri lagi." Ketus Eva membuat Alisa terkekeh.
"Hehe, iya deh."
"Btw, Jimmy kerjaan nya gimana?"
"Gitu aja sih, ngerjain laporan gitu. Kemaren aja dia begadang, Va. Gak tega sebenarnya gue liat dia kecapean, tapi mau gimana lagi, itu udah keputusan dia. Gue gak bisa ngapa-ngapain." Alisa menjawab lirih, hatinya terlalu rapuh saat ini, apalagi di usia kandungan nya yang saat ini jalan ke empat bulan.
Jimmy sudah tak mengalami morning sickness lagi, mungkin adek bayi nya kasihan sama ayahnya, pasti kelelahan seharian bekerja, belum lagi muntah-muntah.
"Gapapa, gak usah ngerasa bersalah. Jimmy udah dewasa, pasti dia udah mikirin semua resiko nya sebelum ngambil keputusan."
__ADS_1
"Iya Va, kalau aja Jimmy gak nikah sama gue, mungkin sekarang dia masih kuliah ya."
"Udah, kalian tuh udah jodoh makanya bersatu. Jangan di bahas lagi, yuk makan lagi rujak nya." Ucap Eva sambil menepuk pelan punggung sahabatnya.
"Iya, makasih ya mau dengerin keluh kesah gue."
"Santai, kayak sama siapa aja. Dedek bayi udah bisa nendang belum?" Tanya Eva sambil meraba perut sahabat nya yang sedikit membuncit.
"Belum, cuma dia tuh sering bergetar gitu di sebelah sini, kalau sore atau sebelum tidur."
"Wahh, gak sabar liat perut Lo buncit besar, deh."
"Sabar, masih beberapa bulan lagi. Gue juga pengen ketemu anak gue, pasti dia cakep kayak gue atau kayak Jimmy ya."
"Ya iya juga sih." Jawab Alisa, ibu hamil itu kembali menyuapkan rujak buah ke dalam mulutnya dengan lahap. Makan rujak setiap jam istirahat seperti kewajiban bagi Alisa, karena tidak makan rujak sehari saja, kepala nya bisa kliyengan.
Setelah menghabiskan rujak nya, Alisa dan Eva kembali ke kelas karena jam pelajaran kedua akan segera di mulai, dengan tangan yang saling bergandengan. Tapi di sebuah lorong, Alisa di cegat oleh dua orang pria tampan yang dia ketahui ternyata satu kelas dengan nya, yakni di kelas desain.
"Alisa?"
"Iya, saya Alisa. Ada apa?" Tanya Alisa pelan, sedangkan Eva hanya diam menyimak.
"Boleh minta nomor ponsel nya gak?"
"Buat apa?" Tanya Alisa lagi.
__ADS_1
"Pengen deket aja, kamu cantik soalnya."
"Maaf, tapi kamu harus tau kalau aku sudah bersuami dan sekarang aku sedang hamil, tolong jangan ganggu saya. Terimakasih dan permisi." Jawab Alisa to the point, dia menarik tangan Eva membawa nya ke kelas, meninggalkan kedua pria yang mematung setelah mendengar jawaban Alisa.
Hanya beberapa detik berselang, Farhan and the geng menyusul, dia menatap tajam pria yang tadi sempat meminta nomor ponsel pada Alisa.
"Jangan deketin Alisa, atau bakal berurusan sama gua!" Tegas Farhan dengan tatapan tajam nya.
"Emang urusan Lo apa? Gak usah ikut campur!"
"Ckkk, jelas ini urusan gua! Alisa istri sodara gua, jadi kalo Lo nekat deketin Alisa, gua pastiin kepala Lo ada di kolam buaya besok!" Tegas Farhan lalu pergi dari sana, di ikuti teman-teman nya yang lain. Semua kompak memberikan tatapan tajam, setajam silet.
'Memang nya sehebat apa suami Alisa? Sampai-sampai dia di jaga seperti itu.' Batin pria itu, tapi dia dengan cepat pergi sebelum dosen masuk ke kelas.
.......
🌻🌻🌻🌻🌻
gak tau aja suaminya Alisa itu Jimmy ya😑
sambil nunggu novel ini up, yuk mampir ke karya temen author, di jamin bikin ketagihan baca😚😚😚
Menjemput Kembali Hidayah Yang Terhempas Karya kakak Alinastasya21🌻🌻🌻🌻
__ADS_1