
Setelah puas memberi hadiah pada Doni, Jimmy melenggang pergi dengan langkah tegap nya menuju ruang UKS. Di dalam ruangan itu sudah ada Denis dan Harry yang menatap kedatangan nya dengan tatapan ketidaksukaan, terutama Denis.
"Belum bangun juga?" Tanya Jimmy pada Eva, gadis itu menggeleng membuat Jimmy khawatir akan keadaan istrinya.
"Ambilkan kayu putih, tolong." Eva mengangguk dan menurut, mengambilkan minyak kayu putih lalu memberikan nya pada Jimmy.
Dia mengoleskan minyak itu di dekat hidung Alisa, tapi sayang sekali gadis itu tak bereaksi sama sekali. Jelas saja Jimmy khawatir setengah mati.
Dengan nekat, dia mendekatkan wajah nya ke wajah Alisa, membuat kedua teman laki-laki gadis itu tersentak kaget, sedangkan Eva sudah berbalik karena tak ingin mata nya yang suci ternodai melihat adegan di depan nya.
"Hei, apa yang kau lakukan brengseek?" Pekik Denis, dia berjalan mendekat dan hampir saja berhasil menarik kerah belakang kaos yang di pakai Jimmy. Tapi dengan cepat Eva menarik tangan Denis keluar dari ruangan itu.
Jimmy tersenyum smirk saat melihat betapa peka nya sahabat sang istri, dia paham meski tak di beri perintah.
Pria itu kembali menatap wajah teduh Alisa yang masih belum sadarkan diri juga, padahal Jimmy sudah meninggalkan nya sekitar satu jam an, tapi ternyata dia belum siuman juga.
Tak ada cara lain, Jimmy mencium bibir Alisa dengan lembut, menghisap bibir kenyal nan mungil milik sang istri. Melumaat nya dengan penuh kehati-hatian, dia larut dalam permainan bibir yang dia ciptakan sendiri.
Alisa yang merasa ada benda asing yang bermain di bibirnya pun membuka kedua mata nya, meski awalnya kesulitan karena mata nya terasa sangat berat.
Kedua mata Alisa membeliak saat melihat wajah Jimmy yang begitu dekat dengan nya, tengah bermain-main dengan bibirnya, melumaat dan memagutt nya dengan nikmat hingga dia memejamkan mata nya.
"Eemmm.." Alisa sedikit berontak, membuat Jimmy melepaskan ciuman nya.
"Jim, Lo ngapain disini sih? Pake cium-cium lagi, kalo ada yang liat gimana?" Panik Alisa sambil celingukan, khawatir kalau sampai ada yang memergoki kelakuan Jimmy barusan.
"Gak ada siapa-siapa disini, Bby."
"Ini di sekolah, jadi jangan panggil gue Bby atau apalah itu terserah Lo."
__ADS_1
"Terus? Gue harus nurut gitu? Nggak, mana ada seorang Jimmy tunduk sama perempuan." Jawab Jimmy santai membuat Alisa kesal, dia baru saja siuman dari pingsan nya, malah di hadapkan dengan makhluk menyebalkan berstatus suaminya.
"Otewe."
"Maksud Lo?"
"Lo otewe penurut sama gue, jangan panggil gue Alisa kalo gak bisa bikin Lo nurut." Alisa tersenyum smirk sambil menatap Jimmy yang juga ikut tersenyum saat melihat senyuman Alisa yang baru kali dia tunjukan.
"Ckkk, gue yakin gak semudah itu."
"Kita liat nanti, kalo gue berhasil buat Lo nurut. Apa yang bisa gue dapetin?" Tanya Alisa membuat Jimmy terlihat berpikir.
"Mau Lo apa?"
"Eemm, gue juga belom tau. Nanti aja, tapi Lo harus tepatin oke?"
"Kalo gak ngerugiin gue ya oke-oke aja." Jawab Jimmy datar.
"Issshh, Jimmy.."
"Gak usah teriak-teriak, Baby bunny."
"Aihhh gue bukan bayi kelinci, Jim!" Tegas Alisa, membuat Jimmy terkekeh kecil.
Sedangkan di luar ruang UKS, tengah terjadi perdebatan antara Denis dan Eva, sedangkan Harry memilih jadi tim nyimak saja.
"Ngapain Lo narik gue keluar hah? Gimana kalo Alisa di lecehin sama si Jimmy brengseek itu?"
"Biarin aja sih, lagian Lo tetep mau disana ngapain hah? Mau liat Jimmy sama Alisa ciuman?" Tanya Eva dengan santai nya.
__ADS_1
"Gak gitu Eva, Lo gak khawatir sama Alisa di biarin berduaan sama si Jimmy di dalem? Lo keliatan tenang banget, gimana kalo sampai Jimmy nyentuh Alisa?"
"Terus kenapa sih? Mereka kan pacaran, jadi yaudah masalah itu kan wajar. Lagian Jimmy itu perhatian banget sama Alisa." Ucap Eva, tapi sedetik kemudian dia menutup mulutnya dengan kedua tangan.
'Aduh mampus, mulut aing kalo udah ngomong suka kebablasan anjir!' Rutuk Eva dalam hati, kebiasaan mulutnya yang tak bisa di rem.
"Sejak kapan Alisa jadian sama Jimmy?" Tanya Harry, akhirnya dia mengeluarkan suara nya. Sedangkan Denis menatap Eva dengan tatapan tak percaya.
"Gak tau sejak kapan, tapi yang jelas mereka udah resmi jadian sih setau gue." Jawab Eva berusaha setenang mungkin, entahlah akan seperti apa reaksi Alisa saat mengetahui kalau Eva membocorkan rahasia nya.
Tanpa kata-kata lagi, Denis berniat masuk kembali ke ruangan UKS, dimana Alisa dan Jimmy masih berada di dalam ruangan itu. Eva pun tak berniat untuk menghentikan, biar saja pikirnya.
Denis membuka pintu ruangan itu, dan seketika itu pula dia membulatkan mata nya saat melihat adegan yang tersaji di depan nya. Hati nya terasa sakit melihat gadis yang dia cintai tengah berciuman mesra dengan posisi yang bisa di sebut sangat intiim.
Bagaimana tidak, saat ini Alisa dan Jimmy tengah terlibat ciuman mesra dengan posisi Jimmy yang berada di atas tubuh Alisa. Kedua tangan gadis itu melingkar erat di leher kokoh Jimmy, seperti nya mereka terlalu asik menikmati ciuman itu hingga tak menyadari seseorang membuka pintu.
Denis kembali menutup pintu dan pergi menjauh dari ruangan itu, tanpa sepatah kata pun. Jelas saja tingkah Denis membuat Eva dan Harry keheranan, keduanya saling melempar tatapan lalu pergi menyusul langkah Denis yang entah kemana.
Di dalam ruangan, pasangan itu menyudahi sesi ciuman mereka. Alisa menarik tangan nya dari leher Jimmy, wajah nya memerah karena malu. Kenapa bisa dia malah membalas ciuman Jimmy di situasi seperti ini, mana tempatnya sangat tidak mendukung, di sekolah lho oyy tepatnya di ruang UKS.
"Nanti lanjut di rumah, sekarang Lo harus makan dulu, gue suapin biar keliatan mesra."
"Malu lah, gue bisa makan sendiri." Jawab Alisa malu-malu.
"Gak usah nolak bisa gak? Tinggal nurut aja apa susah nya sih? Gue gak suka sama yang namanya penolakan!" Tegas Jimmy membuat Alisa menelan ludahnya, kalau sudah begini ya memang harus menurut saja.
......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
sabar ya Den😁