
Warning adegan 21+🔥🔥
Cukup lama Jimmy bermain di bawah sana, hingga tubuh Alisa menegang. Dia merasakan ingin pipis yang tak tertahankan.
"Jim, aku mau pipis dulu.." Mendengar ucapan Alisa, bukan nya menghentikan aksi nya, Jimmy malah semakin menenggelamkan kepala nya di bawah sana. Entah kenapa dia malah kecanduan dengan rasa dari lembah basah di depan nya.
"Aaahhh Jimmy…" Alisa melenguuh panjang, tubuhnya terangkat, bergetar dengan nafas yang memburu. Keringat membasahi kening nya, Alisa memalingkan wajah nya ke samping saat Jimmy menatap nya.
Rasanya terlalu malu saat Jimmy menatap nya yang baru saja mengalami klimaaks pertama dalam hidupnya. Rasanya sungguh luar biasa, hingga dia menyangka kalau dia pipis.
"Enak, baby?" Alisa terlalu malu untuk menjawab, dia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
Jimmy mengambil kedua tangan istrinya, hingga memperlihatkan wajah cantik yang di basahi keringat, kedua pipi nya merona. Penampilan Alisa saat ini sungguh menggairahkan bagi Jimmy, nafssu nya seketika mengambil alih tubuhnya.
"Cantik.." puji Jimmy dengan suara serak nya.
'Gila, Jimmy. Bisa-bisa wajah gue meledak kalo gini terus, kok bisa sih dia jadi seliar ini?' Batin Alisa, dia sibuk menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat memerah.
"Uhh wajah nya merah gini, gemes banget." Jimmy sempat-sempatnya mengunyel-unyel kedua pipi Alisa saking gemas nya.
"Oke, kita mulai ya.."
"Jim.." lirih Alisa sambil menutupi gundukan miliknya di bawah sana dengan kedua tangan.
"Kenapa?"
"T-akut, kata orang sakit.."
"Sakit? Kalo iya sakit, masa ada orang yang mau nikah, sampe punya anak." Jawab Jimmy, tapi tetap saja hal itu tak membuat rasa takut Alisa berkurang.
"Nih, kalo ngerasa sakit kamu bisa cakar punggung aku, atau gigit aja gapapa." Alisa mengangguk pelan, Jimmy pun tersenyum kecil.
Dia memegang senjata nya, lalu membasahi ujung nya dengan ludah, agar lebih mudah saat memasukan nya, meski Jimmy yakin hal ini takkan mudah. Apalagi melihat Alisa yang nampak tegang, bahkan belum apa-apa, ujung senjata nya saja belum menyentuh permukaan inti nya yang basah.
"Eemhh, Jim.." Alisa meringis saat milik Jimmy menyentuh inti nya, dengan pelan Jimmy menggesekan senjata nya turun naik, menimbulkan sensasi geli yang membuat Alisa memejamkan mata nya.
Jimmy mendorong sedikit senjata nya, semakin kuat juga Alisa mencakar punggung nya, apalagi kuku-kuku Alisa panjang membuat bekas cakaran yang cukup parah.
Pria itu kembali menekan senjata nya dengan kuat, Alisa menggigit pundak Jimmy sekuat tenaga karena rasa sakit di bawahnya begitu menyakitkan, tubuhnya terasa terbelah saking sakitnya.
'Ternyata begini rasanya pecah perawaan, sakit sekali.'
__ADS_1
Saat merasakan cakaran di punggung nya mereda, Jimmy langsung mendorong senjata nya dengan kuat hingga menembus dinding yang sedari tadi menghalangi senjata nya masuk ke dalam sarang milik Alisa.
"Aargghhh Jimmy!" Gadis itu berteriak kesakitan, air mata nya menetes membasahi pipi nya. Jimmy yang melihat nya, mengusap air mata yang meluncur dari ujung mata istrinya itu dengan ibu jari nya, lalu mengecup nya penuh cinta.
"Aku menyakitimu, maaf.." bisik Jimmy tepat di telinga Alisa.
"Sa-kit, Jim.." rengek Alisa sambil memeluk leher Jimmy cukup erat.
"Maaf.." Jimmy terus membisikan kata-kata maaf di telinga Alisa.
"Hikss.." Alisa menangis pelan, rasa nya terlalu sakit untuk di bilang nikmat seperti kata orang-orang yang sudah pernah melakukan nya.
"Jangan menangis, Baby. Kalau mau udahan gapapa, besok kita coba lagi." Bujuk Jimmy untuk menenangkan istrinya yang terlihat emosional.
Alisa hanya diam tanpa menjawab ucapan Jimmy, apa hal ini akan di lanjutkan?
Jimmy bangkit dari tubuh Alisa, dia mencabut senjata nya yang sudah berlumuran darah. Pertanda kalau keperawanaan Alisa pecah sudah, Jimmy tersenyum simpul karena merasa bangga, dia adalah pria pertama bagi Alisa. Dia yang sudah merenggut mahkota istri cantiknya.
Rasanya sungguh luar biasa, meskipun dia hanya sekedar memasukan nya, menembus dinding pertahanan sang istri, lalu mencabut nya karena tak tega saat melihat istrinya kesakitan.
"Lanjutkan saja, bukankah sudah kepalang tanggung?" Tanya Alisa sambil memalingkan wajah nya ke samping.
"Aku disini, baby. Bukan disana, kenapa? Malu atau.."
Setelah masuk sempurna, Jimmy mulai menggerakan pinggang nya maju mundur dengan perlahan karena melihat Alisa masih terlihat menahan sakit.
"Masih sakit? Jangan tegang, baby. Kalau kamu terus seperti ini, kamu takkan bisa menikmati rasa nya. Rilexs saja," ucap Jimmy sambil mengusap lembut kepala Alisa.
Jimmy menundukan kepala nya, lalu melumaat bibir Alisa dengan rakus, tanpa menghentikan gerakan maju mundur nya. Bunyi penyatuan mulai terdengar seiring gerakan Jimmy yang mulai di percepat, karena Alisa pun tak menolak saat Jimmy mempercepat gerakan tubuhnya.
'Kenapa rasanya nikmat sekali? Aahh, aku tak tahan ingin meledak!' Batin Jimmy, padahal mereka baru bermain beberapa menit saja.
"Baby, apa boleh aku keluarkan di dalam?" Tanya Jimmy dengan suara berat nya, dia tak tahan lagi.
"Jangan, di luar saja. Aku tak mau hamil dulu, masih banyak cita-cita yang belum aku capai." Jawab Alisa, dia merem melek keenakan saat Jimmy menyentuh semua bagian sensitif nya dengan kedua tangan besar nya.
"Yeaah.." Jimmy semakin mempercepat gerakan nya, dan merasa sudah tak tahan Jimmy mencabut senjata nya, lalu mengeluarkan susu kental manis nya di perut Alisa.
Jimmy meraih tissu basah di atas nakas, lalu mengelap bekas cairan nya yang membasahi perut Alisa. Jimmy memeluk Alisa, melayangkan ciuman-ciuman mesra di seluruh wajah istri nya. Ada rasa bangga karena dia adalah pria pertama untuk Alisa.
"Itu tadi nikmat sekali, baby.." bisiik Jimmy sensual, membuat Alisa menyembunyikan wajah nya di dada bidang Jimmy yang masih telanjaang.
__ADS_1
"Kamu sangat perkasa, sayang." Jawab Alisa pelan, membuat Jimmy terkekeh pelan.
"Ayo tidur, kamu pasti kelelahan kan?"
"Aku ingin ke kamar mandi, rasanya sungguh tak nyaman, lengket sekali." Jawab Alisa, Jimmy langsung bangkit dari rebahan nya dan menyibak selimut yang sedari tadi menutupi kedua tubuh polos yang baru saja menyatu.
"Jimmy!" Alisa memekik saat tiba-tiba saja pria itu menggendong nya ke kamar mandi, Jimmy tau kalau Alisa pasti akan kesulitan berjalan karena ulah nya.
"Apa? Kamu akan kesulitan berjalan, baby."
"Turunkan aku!" Pinta Alisa keras kepala, Jimmy pun menurut dan menurunkan istrinya, dia ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh istrinya setelah dia menuruti keinginan nya.
Alisa mencoba berjalan, tapi rasa perih di intinya membuat lutut nya lemas, dia hampir saja terjatuh kalau Jimmy tak menahan nya dengan kedua tangan kekar nya.
"Jadi, jangan keras kepala bisa?" Tanya Jimmy, membuat Alisa mengangguk patuh. Akhirnya Jimmy kembali menggendong istrinya ala bridal style, Alisa pun melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh Jimmy. Sesekali Jimmy mencuri ciuman di bibir istrinya, membuat Alisa cemberut.
Jimmy mendudukan Alisa di closet, lalu meninggalkan nya untuk bersih-bersih, sementara dia akan mengganti sprei yang kotor akibat perbuatan nya beberapa menit lalu.
Senyum tersungging di bibir Jimmy saat melihat noda merah yang mulai mengering, itu adalah saksi kalau Alisa benar-benar perawaan saat Jimmy sentuh.
"Aahhh, perih sekali.." Ringis Alisa, berjalan pelan setelah menunaikan hajat nya hingga tuntas. Dia berjalan sangat pelan keluar kamar mandi, dengan berpegangan pada dinding.
"Aaarrgghhh.." Alisa memekik saat melihat Jimmy yang belum memakai pakaian nya sama sekali.
"Kenapa baby?" Jimmy berlari mendekat, dia mengira Alisa kesakitan hingga menjerit seperti itu.
"Aahh, kamu menodai mata ku."
"Apanya?"
"Kenapa gak pake baju sih?" Tanya Alisa menutup kedua mata nya dengan kedua tangan nya.
"Kamu sendiri telanjaang, lagian kenapa harus menutup mata, kita kan baru saja melakukan nya. Jadi tak masalah saling melihat tubuh masing-masing."
Alisa membuka mata nya, lalu melihat tubuhnya sendiri yang juga tanpa sehelai pakaian pun, sama seperti Jimmy.
"Kyaaakkk.." Alisa kembali memekik sambil menutupi aset miliknya, Jimmy tertawa terbahak melihat tingkah Alisa yang seperti gadis perawaan. Tapi hal ini wajar kan, keperawanaan Alisa baru saja hilang beberapa menit lalu.
"Sudahlah, baby. Ayo kita tidur, aku sudah mengganti sprei nya." Ajak Jimmy lalu menggendong Alisa seperti tadi, membaringkan nya di ranjang lalu dia menyusul dengan berbaring di samping istri nya.
Jimmy menarik Alisa ke dalam pelukan nya, kedua nya pun tertidur dengan saling berpelukan seperti malam-malam biasa nya, hanya saja beda nya kali ini mereka tertidur hanya berbalutkan selimut saja, tanpa ada kain apapun lagi yang melekat di tubuh mereka.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻