
Alisa turun dari motor dengan wajah asam nya, Jimmy yang tak tau menahu kenapa dengan wajah sang istri hanya menggaruk tengkuknya.
"Lho, ayang kenapa?"
"Kamu nanya?" Ketus Alisa.
"Iya, aku nanya sayangku."
"Dah lah, kamu mah gak peka."
"Maafin aku Bby, aku gak sengaja? Kamu kenapa, mau apa?" Tanya Jimmy dengan lembut, padahal pemandangan Alisa merajuk itu di saksikan oleh banyak pasang mata.
"Pengen makan es krim."
"Es krim? Aku udah beli, yuk masuk dulu makanya. Jangan merajuk." Jimmy menangkup wajah sang istri lalu mengecup singkat bibir tipis nya.
"Beneran?"
"Iya dong, tapi sebelum itu mata kamu di tutup dulu ya?"
"Lho kok harus nutup mata? Kamu gak ada niat jatohin aku ke kolam kan, kamu tau sendiri aku gak bisa berenang!" Celoteh Alisa panjang lebar, membuat Jimmy harus ekstra sabar menghadapi ke bawelan istrinya.
"Udah, tutup aja. Bisa gak sih gak banyak nanya?"
"Iya iya." Jawab Alisa, dia menutup mata nya, Jimmy juga mengikat kain hitam lalu menuntun Alisa untuk ke sebuah tempat, ya taman belakang rumah.
"Siap, Bby?" Tanya Jimmy pelan, Alisa mengangguk cepat dengan hati yang berdebar, memang nya apa yang akan di berikan suaminya hingga dia harus menutup mata nya? Lalu, Jimmy membawa nya kemana? Dari semilir angin yang terasa menyejukkan tubuh, Alisa yakin ini bukan di dalam rumah.
"Sayang, kita dimana? Jangan nakut-nakutin dong."
"Nakutin apa nya? Kamu siapa apa belum? Aku buka penutup nya nih." Jawab Jimmy.
"Beneran gak nakut-nakutin aku kan?"
"Enggak sayang, aku gak niat gitu." Ucap Jimmy lembut, dia membuka ikatan kain hitam yang menutup kedua mata istrinya. Lalu mulai berhitung untuk membuka kain hitam itu sepenuhnya.
"Satu… dua… tiga.."
__ADS_1
"Surprise .." teriak semua orang yang ada di sana, Alisa terkejut hingga kedua mata nya hampir melompat dari tempatnya.
"A-apa ini?" Tanya Alisa sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Selamat ulang tahun istriku, sayang." Jimmy datang membawa satu buket bunga mawar dengan ukuran yang sangat besar, Alisa semakin terkejut. Hari ini adalah hari ulang tahun nya? Dia bahkan tak mengingat hari kelahiran nya sendiri.
"K-amu ingat hari ulang tahun ku?"
"Tentu saja, sayang." Jawab Jimmy sambil tersenyum manis.
"Bahkan aku sendiri tak ingat kalau hari ini ulang tahun ku."
"Cup cup, kenapa malah nangis? Jangan nangis dong, nanti cantiknya luntur." Jimmy memeluk istrinya, sedangkan Alisa dia menangis di pelukan sang suami.
"Udah, jangan cengeng. Ayo tiup lilin nya, cantik." Ucap Rafi, membuat Alisa mendekat lalu berdoa sambil memejamkan matanya, lalu meniup lilin nya.
"Yuk, potong kue nya."
"Sayang banget harus di potong, kuenya cantik banget." Ucap Alisa, dia tak tega memotong kue yang terlihat sangat lucu.
"Ayolah sayang, potong aja kue nya."
"Potongan pertama, untuk mama sama papa." Ucap Alisa, lalu menyuapi orang tua nya.
"Yang kedua, buat papa sama Mama mertua, makasih udah sayang sama Alisa." Alisa menyuapi mertuanya dengan kue itu.
"Sama-sama sayang," Larissa mengusap lembut kepala menantu nya, begitu juga dengan Raksa.
"Potongan ketiga, tentunya buat suamiku tersayang." Jimmy tersenyum lalu menerima suapan dari istrinya, Alisa mengecup singkat kedua pipi suaminya.
Setelah selesai membagi-bagikan kue, kini saatnya acara makan-makan. Alisa, Eva dan Ayuna duduk di satu meja dengan aneka makanan yang tersaji depan mereka.
"Yuk makan.." ajak Eva, sedangkan Alisa nampak tak berselera. Wajah nya juga pucat, membuat kedua nya khawatir akan keadaan Alisa.
"Sebentar ya, gue panggilin Jimmy dulu. Jagain Alisa dulu, Ay." Ayuna mengangguk, dan tepat dugaan sedetik kemudian Alisa tumbang tak sadarkan diri.
Jimmy yang baru saja datang, langsung berlari dan membawa istrinya ke kamar. Tak lupa, dia memanggil dokter pribadi keluarga nya untuk memeriksa keadaan istrinya. Akhir-akhir ini, Alisa lebih lemah dari biasanya, mudah lelah, lemas, lalu pingsan. Istri cantiknya itu sering kali mengeluh mual dan sakit di bagian ulu hatinya, tapi menolak saat Jimmy mengusulkan untuk ke rumah sakit.
__ADS_1
"Sayang, Bby bangun.." Jimmy menepuk-nepuk pelan pipi sang istri, dia begitu panik. Kenapa istrinya jadi mudah pingsan?
Setelah beberapa menit berselang, seorang dokter dengan sneli putih datang dengan langkah cepat.
"Dimana pasien?"
"Di dalam dok, silahkan masuk." Jawab Larissa, dia pun ikut mengantarkan dokter ke dalam kamar, dimana ada Alisa dan Jimmy di dalam nya.
"Silahkan dok."
Dokter tersenyum kecil saat melihat wajah pasien yang terlihat pucat, sekilas saja dia tau apa masalah nya.
"Maaf, bisakah saya memeriksa nya sebentar?"
"Ya, dok tapi hati-hati." Jawab Jimmy pelan, dokter itu mengangguk dan mulai memeriksa keadaan Alisa. Dugaan nya benar, tepat sasaran. Dokter mendongak lalu tersenyum kecil, membuat Jimmy ke heranan dengan arti senyuman dokter itu.
"Selamat ya, anda akan menjadi seorang ayah."
Jimmy membulatkan kedua mata nya, dia menatap dokter itu tak percaya.
"Jangan becanda dong, gak lucu."
"Saya serius, Nona muda sedang mengandung." Jawab nya lagi, barulah Jimmy percaya, dia menutup mulutnya dengan kedua tangan nya. Baru saja semalam dia mengatakan ingin punya dedek bayi, lalu keduanya berusaha membuat nya tadi malam, secepat itu proses nya terjadi? Hanya satu malam?
Brukk..
Tanpa di duga, Jimmy malah tumbang juga. Mungkin dia shock karena kabar bahagia itu terlalu datang tiba-tiba, dokter kelimpungan dan akhirnya memanggil seseorang untuk masuk ke ruangan itu juga.
Farhan menatap penuh selidik pada dokter, tapi dokter itu hanya mengendikan bahu nya dengan acuh. Lalu pergi dari ruangan dengan santai nya.
'Sebenarnya ini anak dua kenapa ya?'
......
🌻🌻🌻🌻🌻
jangan lupa mampir ke karya temen author yaaw😚
__ADS_1
Cintai Aku, Istriku! karya Kakak Mom Al😚🌻