Semalam Denganmu

Semalam Denganmu
Permohonan Maaf


__ADS_3

Dave melajukan mobilnya menuju tempat di mana dulu Daniela bekerja, tentu saja hal yang pertama ingin dia lakukan adalah bertemu dengan sang manajer dari Daniela.


Dia ingin menanyakan keberadaan kekasihnya, jika untuk Resto yang berada di kota pusat, tentu saja Dave sangat tahu. Karena Resto itu adalah Resto mewah yang sudah pastinya begitu terkenal dan alamatnya pun akan dengan mudah ditemukan.


Namun, yang ingin dia ketahui adalah di mana letak mes Daniela, dia ingin meminta maaf kepada Daniela tentang apa yang terjadi hari ini.


"Selamat siang, Tuan. Maaf mengganggu hari anda, saya hanya ingin bertanya tentang di mana alamat mes Daniela?" ucap Dave dengan sopan.


Untuk sesaat ia terdiam haruskah dia memberitahukan tempat di mana Daniela berada atau tidak, karena dia sangat tahu jika Daniela sudah dikhianati oleh Dave.


Bukan hanya dia saja yang tahu, semua karyawan yang ada di sana juga sangat tahu bagaimana kisah Dave dan juga Daniela. Mereka sangat paham bagaimana kecewanya Daniela.


Terlebih lagi Daniela dipindah tugaskan bukan karena karena keinginannya, tetapi karena keinginan dari Danish.


Pria itu ingin lebih dekat dengan Daniela, dia ingin bertanggung jawab kepada Daniela. Hanya saja Daniela yang seakan menutup jalan agar Danish susah untuk mendekati wanita itu.


"Tuan, kenapa diam saja? apakah saya tidak bisa bertemu dengan daniela tanya Dave dengan gundah.


"Bukan seperti itu, tunggu sebentar. Saya akan menghubungi bos dulu, takutnya Daniela tidak boleh ditemui di sana," ucapnya.


"Siap, Tuan. Saya akan menunggu jawaban dari pak bos," ucap Dave bersemangat.


Sang manajer pun terlihat mengambil ponselnya, lalu dia menghubungi Danish. Dia memberitahukan tentang Dave yang ingin bertemu dengan Daniela.


Terdengar helaan napas berat dari Danish, dia seolah keberatan jika Dave meminta untuk bertemu dengan Daniela. Namun, tidak lama kemudian dia pun berkata.


"Biarkan dia menemui Daniela, berikan alamat rumah yang aku berikan untuknya. Aku ingin tahu apa yang akan pria itu lakukan terhadap Daniela."


Setelah mengatakan hal itu, Danish langsung menutup sambungan teleponnya. Sang manajer dari Daniela pun langsung menghampiri Dave dan dia pun berkata.


"Anda boleh menemui Daniela, ini alamat rumahnya," ucap sang manajer.


"Loh, bukannya daniela tinggal di mes, kok ini aku dikasih alamat rumahnya?" tanya Dave dengan heran.


"Karena mes khusus karyawan sudah penuh, jadi Daniela ditempatkan di sebuah rumah sederhana. Agar dia bisa merasa lebih nyaman," jawab sang manajer.

__ADS_1


"Oh! Seperti itu, kalau begitu terima kasih. Saya akan langsung pergi ke kota untuk menemui Daniela, sekali lagi saya ucapkan terima kasih."


Setelah mengatakan hal itu Dave langsung pergi menuju pusat kota, dia tidak ingin membuang waktu lagi. Dia ingin segera bertemu dengan Daniela dan meminta maaf secara langsung kepada wanita itu.


Di lain tempat.


Daniela yang merasa kecewa terhadap Dave, tentu saja tidak langsung pergi ke rumah yang diberikan oleh Danish. Namun, wanita itu malah pergi ke salon.


Dia ingin menenangkan hati dan pikirannya, jika dia pergi ke mall dan menghabiskan uangnya, maka dia merasa jika dirinya akan semakin stres karena kehilangan banyak uang.


Maka dari itu, dia memutuskan untuk pergi ke salon. Dia ingin melakukan pijat terapi, dia juga ingin melakukan perawatan agar tubuhnya lebih rileks dan otaknya juga lebih tenang.


"Silakan masuk ke dalam dan silakan buka bajunya," ucap seorang terapis wanita seraya menyerahkan kain yang harus Daniela pakai.


"Terima kasih," ucap Daniela seraya masuk untuk menikmati pijatan relaksasi.


Cukup lama Daniela melakukan perawatan, hingga dia menghabiskan waktu sampai 4 jam lamanya. Setelah merasa tenang, Daniela pergi ke toko baju untuk membeli dress cantik yang dia inginkan.


"Percantik dirimu, Daniela. Jangan menangis terus, nanti kamu cepat tua. Tidak ada lagi pria yang akan mau dengan kamu," ucap Daniela seraya tersenyum getir.


Tentu saja tujuannya adalah untuk beristirahat, karena besok dia harus bekerja. Dia harus siap untuk bertemu kembali dengan Danish, pria yang sudah tidur satu malam dengan dirinya itu.


"Semangat Daniela, lupakan Dave. Hadapi harimu dengan Danish, pria itu pasti akan tetap mengawasimu. Semoga saja pria itu tidak berniat buruk," do'a Daniela penuh harap.


Sesudah mengatakan hal itu Daniela pergi menggunakan bis seperti biasa, hal itu dia lakukan untuk menekan biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh dirinya.


Terlebih lagi dia sudah menghabiskan banyak biaya untuk perawatan hari ini, tidak mungkin dia pulang menaiki taksi untuk mengeluarkan biaya yang berlebihan.


Setelah melaksanakan perjalanan selama empat jam, Daniela sampai di rumah sederhana yang Danish berikan untuknya. Langkahnya terlihat begitu bersemangat, karena dia ingin segera beristirahat.


"Dave!" ucap Daniela tertahan ketika dia melihat pria itu sedang tertidur di atas bangku panjang yang ada di depan teras. Pria itu tidur dengan lelapnya, Daniela hanya bisa menghela napas panjang.


"Untuk apa kamu ke sini, Dave? Kamu sudah membuat aku kecewa," ucap Daniela seraya mengambil kunci dari dalam tasnya dan membuka pintu rumahnya.


Dia tidak berniat sama sekali untuk membangunkan Dave, dia masuk tanpa beban dan mengunci pintunya kembali. Karena waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, Daniela langsung menyalakan lampu karena hari memang sudah sangat gelap.

__ADS_1


"Maafkan aku, Dave. Untuk saat ini aku sedang tidak ingin bertemu denganmu," ucap Daniela sebelum dia masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


Dave yang sudah menunggu Daniela dengan lama terbangun dari tidurnya, dia merasakan kepalanya yang terasa sangat pegal.


"Ya Tuhan, pegal sekali. Ke mana perginya Daniela? Kenapa belum pulang juga?" tanya Dave seraya mengedarkan pandangannya.


Di saat dia mengedarkan pandangannya, satu hal yang dia sadari. Lampu rumah yang ditempati oleh Daniela sudah menyala, itu artinya Daniela sudah pulang.


Dave tersenyum, kemudian ia mencoba untuk membuka pintu rumah tersebut. Sayangnya terkunci, dia tidak putus asa. Dengan cepat dia mengetuk pintu rumah tersebut, dia berharap dengan seperti itu bisa berkesempatan berbicara dengan Daniela.


"Daniela, Sayang. Please buka pintunya, ini aku, Dave. Sayang, buka pintunya!" pinta Dave.


Daniela belum tidur, dia bisa mendengar suara Dave yang setengah berteriak memanggil namanya. Bahkan, dia juga mendengar pintu utama yang diketuk dengan begitu kencang oleh Dave.


Namun, wanita itu tidak berniat sama sekali untuk membuka pintu tersebut. Dia sudah kecewa, dia merasa tidak ingin bertemu lagi dengan pria itu. Dia sangat takut jika hatinya akan luluh kembali setelah berbicara dengan pria yang sudah 2 tahun menjadi kekasihnya itu.


"Maafkan aku, Dave. Aku takut tidak akan bisa bertahan dengan keyakinanku, aku takut akan jatuh kembali ke dalam pelukanmu," ucap Daniela dengan sedih.


Setelah mengatakan hal itu, Daniela menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Dengan seperti itu dia berharap tidak akan kembali mendengar suara dari Dave, dia merasa muak.


Berbeda dengan Dave, pria itu tidak menyerah. Walaupun Daniela tidak membukakan pintu untuk Dave, dia tidak memutuskan untuk pulang.


Dia terus aja berteriak-teriak seraya mengetuk pintu rumah, hal itu membuat Daniela was-was. Takut-takut akan ada tetangga yang marah dan berdatangan ke sana, akhirnya Daniela pun turun dari tempat tidur dan segera membukakan pintu utama.


Dave begitu senang, bahkan tanpa ragu dia langsung memeluk Daniela. Akan tetapi dengan cepat Daniela mendorong tubuh Dave, karena dia merasa enggan untuk bersentuhan dengan pria itu.


"Sayang, maafkan aku," ucap Dave seraya meluruhkan tubuhnya. Lalu dia memeluk kaki Daniela dengan erat.


"Pulanglah, Dave. Aku tidak bisa menjadi kekasihmu lagi, aku sangat kecewa." Daniela yang emosi langsung mendorong tubuh Dave, lalu dia segera masuk dan kembali mengunci pintunya.


Melihat kepergian Daniela, Dave langsung menangis. Akan tetapi dia tidak berniat sedikit pun untuk pulang ke kostan di mana di sana masih ada Darra yang menunggunya.


Dave malah duduk di atas lantai, lalu dia menyandarkan tubuhnya pada pintu. Dia sudah bertekad di dalam hatinya, jika dia tidak akan pergi ke mana pun sebelum Daniela membukakan pintu untuknya. Dia tidak akan ke mana pun sebelum Daniela mau makan dirinya.


"Aku akan menunggu kamu sampai kamu memaafkan diriku," ucap Dave lirih.

__ADS_1


__ADS_2