Semalam Denganmu

Semalam Denganmu
Kenyataan 2


__ADS_3

Dua bulan yang lalu.


Danish yang memang selalu memantau keadaan Daniela merasa tidak suka saat ada Dave di sana, terlebih lagi Daniela makan malam bersama dengan Dave. Mereka berdua terlihat lebih akrab.


Lebih tepatnya, Dave yang mencoba untuk mengakrabkan diri. Dave terkesan merayu Daniela, walaupun wanita itu sudah menjaga jarak. Namun, Dave tetap saja berusaha untuk merayu Daniela.


Awalnya Danish ingin membiarkan, karena menurutnya itu hanya makan malam biasa. Namun, satu hal yang membuat Danish kesal.


Saat dia sedang memantau CCTV lewat ponselnya, dia melihat Dave sedang memasukkan obat perangsang ke dalam minuman beralkohol yang sudah dia siapkan.


Ya, sebelum menempatkan Daniela di rumah itu, Danish menempatkan kamera CCTV di setiap pojok ruangan. Hal itu dia lakukan bukan karena ingin melakukan hal yang tidak-tidak terhadap wanita itu.


Akan tetapi, dia merasa khawatir jika Daniela benar-benar hamil. Oleh karena itu, dia merasa bertanggung jawab untuk selalu melindungi wanita itu. Karena ada janin di dalam kandungan wanita itu yang harus dia jaga.


Danish masih terdiam di dalam mobil seraya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Dave kepada Daniela, tetapi tidak lama kemudian dia merasa kesal saat melihat Dave yang masuk ke dalam kamar Daniela.


Apalagi ketika dia melihat Dave mulai melucuti pakaian Daniela, Danish yang marah langsung turun dari dalam mobilnya dengan membawa tongkat baseball yang memang selalu ada di dalam mobilnya.


Dia masuk dengan kunci cadangan, lalu dia melangkahkan kakinya dengan lebar menuju kamar utama. Tanpa basa-basi Danish langsung memukul tengkuk leher Dave, lalu dia mendorong tubuh Dave sampai terjatuh ke atas lantai.


"Oh! Danish, aku sudah tidak tahan." Daniel bangun dan langsung melucuti pakaian yang dikenakan oleh Danish.


Awalnya Danish ingin menolak apa yang dilakukan oleh Daniela kepada dirinya, tetapi rangsangan yang dilakukan oleh Daniela membuat dia tidak tahan.


Apalagi ketika dia sudah dalam keadaan polos, tanpa Danish duga Daniela langsung mendorong tubuh Danish sampai jatuh terlentang.


Wanita itu benar-benar bar-bar ketika dalam keadaan mabuk dan juga pengaruh obat perangsang, tetapi Danish sangat suka.


"Pak Bos sangat seksi, perutnya bagus. Dadanya juga begitu menggoda," ucap Daniela.


Dalam hati Danish ingin sekali tertawa, karena Daniela terus saja memanggil nama dirinya. Entah sadar atau tidak, yang jelas dia sangat senang karena Daniela tidak memanggil nama Dave.

__ADS_1


Daniela yang sedang dalam keadaan terpengaruh obat perangsang langsung merangkak naik ke atas tubuh Danish, lalu dia mengecupi bibir Danish seraya mengelus rahang pria itu.


Danish merasa tidak kuasa untuk menahan serangan kenikmatan yang diberikan oleh Daniela, terlebih lagi ketika wanita itu tiba-tiba saja mencium bibirnya dengan begitu rakus.


Danish sampai merasa kehabisan napas, Daniela benar-benar bar-bar saat berada di atas tubuhnya. Namun, dia merasa sangat menyukai apa yang dilakukan oleh Daniela.


"Pak Bos, aku tidak tahan." Daniela mengecupi dada Danish sampai ke perutnya.


Tidak lama kemudian, Daniela nampak tertawa ketika matanya melihat pusaka milik Danish. Pusaka pria itu nampak mengacung dengan sempurna, hal itu membuat Daniela menjadi gemas.


Danish hanya terdiam seraya memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh wanita itu, dia tidak berusaha untuk mencegah apa yang dilakukan oleh Daniela.


"Waah! Ada es krim coklat," ucap Daniela seraya menyesap jamur beracun milik Danish dengan kuat.


Danish yang begitu kaget sampai mengangkat tubuhnya dan berusaha untuk mendorong wajah Daniela, tetapi Daniela yang sedang menikmati es krim coklatnya seakan tidak rela untuk melepaskan es krim kesukaannya.


"Stop, Daniela!" sentak Danish karena dia merasa ngilu pada inti tubuhnya itu.


"Aku mau ini, ini sangat enak!" ucap Daniela dengan senyum konyolnya.


Kembali Daniela menunduk, dia akan kembali melanjutkan aktivitasnya. Namun, sebelum itu terjadi, Danish dengan cepat mendorong tubuh wanita itu.


Lalu, dia yang sudah mulai tidak tahan langsung menyerang Daniela dengan ciuman bibirnya. Daniela yang memang dalam pengaruh obat perangsang langsung menerima serangan kenikmatan itu dengan perasaan senang.


Bahkan, Daniela yang sudah tidak sabar langsung mendorong tubuh Danish kembali dan menaiki tubuh pria itu. Dia memposisikan milik pria itu agar bisa masuk ke dalam inti tubuhnya.


"Ouch! Danish! Ini enak!" ucap Daniela yang mulai menaik turunkan tubuhnya, Danish sampai melongo tidak percaya dengan apa yang Daniela lakukan.


Namun, tidak lama kemudian dia merasa tidak peduli dengan apa yang Daniela lakukan. Satu hal yang pasti, dia menikmatinya. Daniela benar-benar menggoda, dia sangat suka.


Malam itu, mereka bercinta dengan penuh gairah. Daniela seakan tidak ada puasnya, dia terus saja mengajak Danish bercinta sampai pagi menjelang.

__ADS_1


Boleh dikatakan, Daniela yang begitu agresif dan lebih sering memimpin permainan. Danish sampai hampir kewalahan dibuatnya.


"Jadi, kita---"


"Ya, kita melakukannya untuk yang kedua kalinya." Danish mengusap wajah Daniela dengan penuh kasih.


Dave yang mendengar akan hal itu benar-benar merasa lemas, tubuhnya langsung luruh ke atas lantai. Dia tidak menyangka jika itu adalah hal yang kedua kalinya untuk mereka.


Kini Dave merasa menjadi seperti orang yang begitu bodoh, dia mencampakkan Daniela, lalu bersikukuh untuk bisa tetap bersama dengan Darra.


Sayangnya, setelah dia tahu jika Darra berprofesi sebagai perempuan penghibur, rasanya dia tidak ingin bertemu kembali dengan wanita itu. Dia ingin kembali kepada cinta pertamanya.


Namun, apakah mungkin dia bisa kembali kepada Daniela? Apalagi setelah dia tahu jika janin yang berkembang di dalam rahim Daniela bukanlah miliknya.


Dave hanya bisa terdiam seraya memegangi dadanya yang terasa begitu sesak, sungguh dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini.


"Jadi dia--"


Daniela mengelus lembut perutnya dengan tidak percaya, Danish ikut mengelus lembut perut Daniela. Lalu dia tersenyum dan berkata.


"Dia adalah milikku, dia adalah calon buah hati kita. Jadi, apalagi yang kamu tunggu? Mari kita menikah," ajak Danish.


"Tapi, kita tidak saling mengenal. Lagi pula aku hanya orang biasa, aku tidak--"


"Jangan berkata apa pun lagi, aku akan menerima kamu apa adanya." Tanpa banyak bicara, Danish langsung menyatukan bibir mereka.


Melihat akan hal itu, Dave semakin merasakan jika ketersediaan oksigen di dalam paru-parunya seakan habis. Sesak dan seakan tidak bisa bernapas.


"Aku harus pergi dari sini, aku tidak kuat lagi." Dave merangkak untuk keluar dari dalam rumah itu, dia sudah tidak sanggup lagi melihat kemesraan di antara keduanya.


Setelah bersusah payah berjalan dengan merangkak, akhirnya dia bisa masuk ke dalam mobilnya. Pria itu menangis seraya memegangi dadanya yang terasa begitu sesak.

__ADS_1


"Melihat mereka berciuman saja kenapa terasa sangat sakit? Bagaimana dengan Daniela yang dulu melihatku sedang bercinta dengan Darra?" tanya Dave dengan air matanya yang terus saja mengalir.


__ADS_2