Semalam Denganmu

Semalam Denganmu
Menemuinya


__ADS_3

Daniela senyum-senyum sendiri setelah kepergian Danish, dia benar-benar merasa lucu dengan sikap dari pria itu. Mereka tidak saling mengenal, tetapi memutuskan untuk menikah demi calon buah hati mereka.


Namun, anehnya dia merasa nyaman berdekatan dengan pria itu. Walaupun belum lama bertemu, dia merasa yakin dengan apa yang diucapkan oleh Danish.


Dia bahkan merasa lucu karena bisa dengan mudahnya berciuman dengan Danish, padahal saat berhubungan dengan Dave, dia selalu berusaha untuk menghindari Dave.


Menghindar di kala pria itu berniat untuk mencium mesra bibirnya, menghindar jika Daniela melihat percikan hasrat di mata Dave.


"Semoga dia akan menjadi suami dan juga ayah yang baik untuk anak-anakku," ucap Daniela seraya mengelus lembut perutnya.


Jika Daniela sedang merasakan kebahagiaan, berbeda dengan Dave. Pria itu masih merenung dan meratapi kesedihannya di tepi Danau, walaupun hari sudah larut tetapi dia merasa begitu enggan untuk pergi dari sana.


Tubuhnya seakan menyatu dengan tanah yang saat ini dia duduki, begitu sulit untuk bangun dan melepaskan diri. Rasanya dia tidak tahu harus melakukan apa lagi.


Saat sedang asyik dalam lamunannya, ada seorang pria paruh baya yang menghampiri Dave dan menepuk pundak pria itu. Hal itu membuat Dave kaget dan langsung menolehkan wajahnya ke arah pria paruh baya itu.


"Ini sudah sangat malam, kami tidak memperbolehkan orang-orang untuk memasuki Danau jika sudah larut."


Dave mengedarkan pandangannya, ternyata hari memang sudah sangat larut. Dia terlalu asik dalam lamunannya, sehingga dia tidak sadar jika saat ini sudah sangat larut. Dave bahkan tidak ingat untuk mengisi perutnya.


"Eh? Iya, kah? Maaf kalau saya terlalu lama di sini, saya akan segera pulang," ucap Dave dengan begitu enggan.


Walupun enggan Dave memutuskan untuk segera pulang, karena dia tidak mungkin lagi tinggal di sana. Waktu memang sudah sangat larut, dia harus beristirahat.


"Pulanglah, jangan melamun. Takutnya nanti malah terjadi hal yang tidak diinginkan," ucap pria paruh baya itu. Dave tersenyum lalu menganggukan kepalanya, dia segera pergi dari sana menuju kostnya.


Selama perjalanan, Dave hanya terdiam dengan segala pemikirannya. Dia bingung harus apa, dia bingung mau apa. Walaupun perutnya terasa perih, tetapi tidak ada niatan untuk mengisi perutnya tersebut.


Saat tiba di kost, Dave mengernyitkan dahinya. Karena pintu kamar kostnya tidak terkunci, sebelum pergi dia masih sangat ingat sudah menguncinya.


"Siapa yang ada di dalam?" tanya Dave saat menyadari ada sepatu wanita dengan hak tinggi berwarna hitam.


Dave membuka pintu kamar kostnya dengan perlahan, tetapi di sana tidak ada orang sama sekali. Dave menutup pintunya dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


Dave langsung membulatkan matanya dengan sempurna ketika dia melihat Darra yang sedang merebahkan tubuhnya seraya memakai lingerie seksi, itu terlihat menjijikkan baginya.

__ADS_1


Dulu ketika dia melihat Darra berpenampilan seperti itu, Dave akan sangat bahagia dan ingin segera menyatukan tubuh mereka.


Namun, saat ini justru Dave merasa jijik saat melihat tubuh Darra. Terlebih lagi ketika dia mengingat kejadian tadi siang, perutnya terasa mual dan dia ingin segera memuntahkan isi perutnya.


"Darra, sedang apa kamu di sini?" tanya Dave dengan kesal.


Darra tertawa sinis mendengar pertanyaan dari Dave, dia bangun seraya membuka lingerie seksi yang dia pakai.


Hal itu membuat tubuh indahnya terekspos dengan bebas, tubuh putih mulus dengan biaya perawatan mahal hasil dari menjual tubuhnya.


"Aku rindu sama kamu, Dave. Om Burhan tidak bisa memuaskan hasratku. Ayo kita main, Dave." Darra memeluk Dave dari belakang, tangannya dengan lincah mengotak-atik gesper yang Dave pakai.


Bibirnya bahkan berusaha untuk merangsang tubuh pria itu, dia berusaha untuk menggigit punggung Dave agar pria itu terangsang.


Dia sudah tidak sabar untuk bercinta dengan pria itu, pria yang selalu mampu memberikan kenikmatan yang luar biasa untuk dirinya. Pria yang gagah dan mampu bercinta dengan durasi yang lama.


Sayangnya, Dave tidak ingin melayani hasrat Darra. Dia merasa jijik dan kesal terhadap wanita itu, dia merasa sudah dipermainkan oleh Darra.


"Hentikan Darra, jangan menyentuhku! Aku tidak sudi," sentak Dave seraya menghempaskan tubuh Darra.


"Kamu keterlaluan, Dave! Dasar pria munafik! Mau dikasih enak malah sok jual mahal, biasanya juga kamu selalu mau main sama aku!" sentak Darra.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Darra, Dave meluah. Dia benar-benar mual dengan dengan apa yang dikatakan oleh Darra.


"Cih! Aku tidak sudi menyentuh kamu, pulang sonoh. Cari pria yang bisa muasin kamu, cari sonoh pria yang bisa ngasih kamu kuburan duit!" sentak Dave.


Darra begitu tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Dave, Darra bahkan langsung bangun dan menghampiri pria itu. Dia langsung memukul dada Dave dengan begitu kencang, sungguh dia kesal dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.


Pria yang selama ini selalu menjadi pemuas untuk hasratnya yang besar, pria yang selama ini menjadi teman tidurnya jika dia merasa tanggung karena tidak terpuaskan oleh pria pria hidung belang yang sudah membayarnya.


"Dave!" sentak Darra.


Dave mengunci pergerakan kedua tangan Darra, wanita itu meronta meminta untuk dilepaskan. Namun, Dave malah mengencangkan kunciannya.


"Apa wanita malam? Kamu mau dipuaskan, hem? Maaf, aku sudah tidak sudi lagi."

__ADS_1


Dave yang tidak mau diganggu lagi oleh Darra langsung mengikat tangan Darra dengan kemeja miliknya, kemeja yang tersampir tidak jauh dari tempat tidur.


Kemudian, dia menghempaskan tubuh wanita itu ke atas tempat tidur, dengan cepat Dave mengambil barang-barang berharganya. Lalu, dia pergi dari sana.


Dia berjanji tidak akan kembali lagi ke kostan tempat saksi bisu di mana dia selalu menjalin hubungan terlarang bersama dengan Darra, dia berjanji akan mencari tempat tinggal baru.


Jika dia tidak pergi dari sana, Dave yakin jika Darra akan terus menemui dirinya dan mengajaknya untuk memuaskan hasrat dari wanita itu.


Sudah cukup Dave selama beberapa bulan ini menjadi budak seksualitas dari Darra, dia tidak ingin menjadi pria bodoh lagi. Jika bisa, Dave ingin meminta maaf kepada Daniela dan menikah dengan wanita itu.


Walaupun Daniela sudah mengandung benih dari Danish, tetapi Daniela tidak mengenal Danish sama sekali. Dave akan berusaha menghasut Daniela agar mau menikah dengan dirinya.


Dave yakin Daniela akan mau menikah dengan dirinya, karena mereka sudah saling mengenal sejak lama. Sedangkan Daniela dengan Danish baru berkenalan sebentar saja.


Melihat Dave yang akan pergi meninggalkan dirinya, Darra berteriak dengan tidak suka. Terlebih lagi dengan perlakuan Dave terhadap dirinya.


"Berhenti, Dave. Jangan pergi, jangan tinggalin aku! Jangan perlakukan aku seperti ini!" teriak Darra seperti orang kesetanan.


Dave menghentikan langkahnya, lalu dia menolehkan wajahnya ke arah Darra. Dia menatap Darra dengan sengit dan berkata.


"Tentu saja aku akan pergi, aku tidak sudi lagi bercinta dengan kamu. Oiya, kalau kamu mau dipuaskan, kamu bisa memakai ini." Dave melemparkan botol parfum miliknya tepat di samping Darra.


"Sialan! Dasar lelaki sialan! Berani sekali kamu meledekku!" kesal Darra.


Dave tidak menggubris ucapan dari Darra, dengan cepat dia pergi dari sana. Dia tidak mau menatap tubuh polos wanita itu, wanita yang selalu memberikan kepuasan untuk dirinya.


Wanita yang sudah menjadi penggoda di dalam hubungannya bersama dengan Daniela, karena wanita itu Dave kini merasa hancur dan merasa dibodohi.


Dave melajukan mobilnya menuju sebuah penginapan, dia ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu di sana.


Rencananya, esok hari barulah dia akan mencari kostan yang baru. Karena dia tidak mau bertemu lagi dengan Darra.


Dia akan memulai kehidupan yang baru dan berusaha untuk tidak berhubungan lagi dengan wanita yang bernama Darra itu, justru dia berencana ingin menata masa depannya dengan Daniela.


Walaupun dirasakan sangat sulit, tetapi dia akan berusaha. Dia berharap Daniela masih bisa memberikan kesempatan untuk dirinya, lagi.

__ADS_1


"Tunggulah aku, Daniela, Sayang. Aku akan datang untuk menikahimu, walaupun kamu sudah mengandung benih pria lain, aku akan memperlakukan anak itu seperti anakku sendiri." Dave tersenyum dengan apa yang sudah dia katakan.


__ADS_2