
"Wow! Ternyata lumayan besar!" pekik wanita itu seraya menatap milik Dave.
Wanita itu bahkan tersenyum-senyum tidak jelas menatap milik Dave yang mengacung tegak, dia seakan sedang membayangkan apa yang sudah terjadi tadi malam antara dirinya dan juga Dave saat benda besar berurat itu masuk ke dalam inti tubuhnya.
"Hah?" tanya Dave yang nyawanya belum terkumpul.
Wanita itu tersenyum geli melihat reaksi dari Dave, karena pria itu malah terlihat seperti orang linglung di hadapannya.
"Ck! Lihatlah milikmu itu, lumayan besar dan pastinya memuaskan. Lalu, apa yang aku lakukan tadi malam? Maksudnya, apa yang kita lakukan tadi malam? Kenapa punyaku sampai sakit sekali?" tanya wanita itu seraya menatap mata Dave dengan begitu lekat.
Mendengar pertanyaan seperti itu dari wanita yang ada di hadapannya, Dave berusaha untuk berpikir keras. Tidak lama kemudian, dia pun teringat akan kejadian yang menimpanya tadi malam.
"Ya Tuhan!" pekik Dave.
(Serius Mak Othor pengen ketawa mendengar Dave mengucap nama Tuhan, ternyata dia masih ingat sama Tuhan guyz)
Dia langsung menarik selimut sampai sebatas dada untuk menutupi tubuh polosnya, dia bahkan beringsut menjauh dari perempuan itu.
"Sorry, ya. Bukan aku berniat jahat sama kamu, tadi malam kamu mabuk. Kamu sendiri yang meminta untuk ikut, bahkan aku sudah berulang kali menolak. Tapi, kamu malam mengajakku untuk bercinta." Dave berucap seakan menyalahkan semuanya kepada wanita itu.
Dave tidak mau disalahkan oleh wanita itu, terlebih lagi disangka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Karena pada kenyataannya Dave tidak ingin melakukan hal itu.
Dia hanya merasa sebagai pria yang normal dan tidak tahan digoda oleh kemolekan tubuh wanita itu, jadi wajar rasanya jika seekor kucing diberikan ikan dan langsung disantap.
Dia sudah ketakutan akan dipukuli, atau bahkan dilaporkan ke polisi. Namun, semuanya di luar dugaan Dave. Wanita itu hanya memandang Dave dengan jengah, lalu dia berkata.
"Hem! Aku tahu, maaf karena aku terlalu kecewa saat melihat pria yang dijodohkan denganku menikah dengan wanita lain. Jadinya, aku mabuk. Sekarang, bisakah kamu cepat mandi dan mengantarkan aku untuk pulang? Karena dompet milikku pasti tertinggal di Klub malam," ucap wanita itu dengan wajah sendunya.
Dave benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu, padahal dia sudah membayangkan jika dia akan dipukuli oleh wanita itu. Bahkan, dia sudah menutupi miliknya dengan kedua tangannya.
Takut-takut wanita itu akan marah dan memukuli miliknya yang sudah membuatnya merasa kesakitan, karena memang dia menggempur wanita itu sampai hampir pagi.
__ADS_1
"Maksud kamu bagaimana?" tanya Dave kebingungan.
Wanita itu merasa gemas karena Dave dirasa lambat dalam berpikir, padahal dia ingin segera pulang karena takut akan diomeli oleh orang tuanya.
"Ck! Antarkan aku pulang, atau kau mau aku laporkan ke polisi karena tidak mau mengantarkan aku pulang?" tanya wanita itu.
Dave benar-benar merasa aneh dengan wanita yang ada di hadapannya, dia berkata akan melaporkan Dave karena tidak mau mengantarkan dirinya pulang. Bukan karena melakukan pelecehan.
"Oh, oke! Tunggu sebentar, aku mau mandi dulu." Dave hendak turun dari atas tempat tidur, tetapi dia bingung karena tubuhnya dalam keadaan polos.
Padahal, dulu setelah dia bercinta dengan Darra, dia tidak pernah malu untuk melangkahkan kakinya ke kamar mandi walaupun dalam keadaan polos.
Namun, kali ini dia begitu malu terhadap wanita yang ada di hadapannya. Wanita itu bahkan kini menatap dirinya dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan.
"Kenapa malah diam saja? Katanya tadi mau pergi ke kamar mandi?" tanya wanita itu.
Wanita itu menatap Dave dengan raut wajah bingung, pria yang ada di hadapannya terlalu banyak melamun, pikirnya.
Wanita itu langsung tertawa dengan terbahak-bahak, padahal dia lah yang seorang wanita. Namun, sikapnya malah berbanding terbalik.
"Oke, aku bakal tunggu di luar. Dasar pria pemalu," ujar wanita itu.
Setelah mengatakan hal itu, wanita itu langsung berlalu dari dalam kamar Dave. Dia menunggu Dev di dalam ruang tamu, karena dia tidak mungkin menunggu Dave di dalam kamar jika pria itu merasa malu saat ada dirinya di sana.
Selepas kepergian wanita itu, Dave langsung berlari menuju kamar mandi. Sungguh dia merutuki dirinya yang tidak bisa menahan diri untuk bercinta dengan wanita yang tidak dia kenal sama sekali.
"Ya Tuhan! Untung wanita itu tidak menuntut tanggung jawab, walaupun rasanya sangat aneh tapi aku bersyukur." Dave langsung mengambil gayung dan mengguyur tubuhnya.
Dave mandi dalam keadaan bingung, tetapi sebisa mungkin dia melaksanakan ritual mandinya dengan cepat. Menurutnya, mengantarkan wanita itu dengan cepat adalah hal yang lebih baik.
Bahkan, Dave berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan wanita itu. Lagi pula saat mereka bercinta, Dave membuangnya di luar. Karena dia tidak mau mendapatkan resiko yang lebih besar.
__ADS_1
"Aku sudah selesai mandi, di mana alamat rumahmu? Biar cepat aku antarkan," ujar Dave pada wanita itu.
Wanita yang sejak tadi duduk seraya memperhatikan kuku-kuku cantiknya, langsung menolehkan wajahnya ke arah Dave. Dia tersenyum ketika melihat Dave sudah rapi.
"Antarkan aku ke perumahan Indah permai," ucap wanita itu.
Dave sempat terdiam mendengar pernyataan dari wanita itu, karena perumahan itu adalah tempat di mana rumah-rumah mewah berderetan. Jika wanita itu merupakan anak orang kaya, kenapa bisa dia pergi sebebas itu ke klub malam, pikirnya.
Dave jadi berpikir jika wanita itu adalah anak seorang pembantu yang rese, makanya dia bisa pergi ke klub malam dengan bebas.
Namun, Dave masih mengingat jika wanita itu berkata sedang kecewa karena melihat lelaki yang dijodohkan dengan dirinya menikah dengan wanita lain. Jika mengingat akan hal itu, pikiran Dave seakan menjadi buntu.
'Ck! Ngapain juga aku mikirin hal itu?' tanya Dave dalam hati.
"Ayo!" ajak Dave pada akhirnya.
Dave mengajak wanita itu untuk keluar dari dalam kostnya, kemudian Dave mengantarkan wanita itu menuju perumahan yang sudah disebutkan. Saat tiba di sana, Dave langsung memberhentikan mobilnya.
"Sudah sampai, terima kasih karena tadi malam kamu sudah menjadi partner ranjangku." Dave mengatakan hal itu karena tidak ingin dianggap sebagai pria yang sudah memerkosa wanita itu.
"Hem! Terserah apa yang ingin kamu katakan, yang pastinya aku tidak ingat apa pun. Terima kasih karena sudah mau mengantarkan aku pulang," ucap wanita itu.
Setelah mengatakan hal itu, wanita itu nampak turun dari dalam mobil Dave. Pria itu sempat memperhatikan wanita itu saat masuk ke dalam rumah mewah itu.
Di sana ada seorang wanita paruh baya yang sudah menunggu wanita itu, tanpa ragu wanita paruh baya itu langsung menampar pipi wanita yang sudah tidur dengan dirinya.
"Ya ampun, kejam sekali wanita itu. Pasti itu nyonya yang ada di rumah ini, makanya dia marah-marah karena anak pembantunya melakukan hal yang tidak tidak," sangka Dave.
Setelah mengatakan hal itu, Dave segera pergi dari sana. Dia takut akan menjadi amukan dari wanita paruh baya itu, terlebih lagi dia adalah pria yang tidur dengan wanita itu.
"Jangan sampai aku kena imbasnya juga," ujar Dave seraya melajukan mobilnya dengan kencang.
__ADS_1