Semalam Denganmu

Semalam Denganmu
Akhirnya


__ADS_3

Dave keluar dari dalam rumah Daniela dengan rasa kecewa yang luar biasa di dalam hatinya, dia juga begitu menyesal karena sudah menyia-nyiakan wanita itu.


Wanita yang dulu begitu mencintai dirinya, satu-satunya wanita yang selalu berusaha untuk memahami dirinya. Satu-satunya wanita yang mau menemani dirinya walaupun keadaan dirinya benar-benar sedang terpuruk sekalipun.


Kini semua sudah terlambat, dia tidak bisa lagi berdebat dengan Danish. Pria lulusan S2 universitas ternama dari luar negeri itu tidak bisa dikalahkan ketika beradu argumen dengan Dave.


Dave tidak bisa meluluhkan hati Daniela, walaupun dia sudah berusaha menghasut, tetapi Danish lebih pandai merayu dan meluluhkan hati Daniela.


Setelah keluar dari dalam rumah Daniela, dia ingin sekali segera pergi dari sana. Namun, untuk pergi ke tempat di mana dia sekarang tinggal rasanya tubuhnya begitu lemas.


Akhirnya dia memutuskan untuk duduk di dalam mobilnya seraya memandang rumah yang kini ditempati oleh Daniela, karena hanya itu yang bisa dia lakukan.


"Kamu memang lelaki bodoh Dave, berselingkuh dengan wanita seperti Darra. Wow! Kamu sangat luar biasa!" ledek Dave pada dirinya sendiri.


Dave menertawakan kebodohannya, bibirnya tersenyum kecut. Namun, air matanya terus saja mengalir. Karena hidupnya terasa tiada artinya lagi setelah mengetahui jika Daniela akan menikah siang ini.


Cukup lama Dave terdiam, hingga tidak lama kemudian dia melihat mobil mewah berhenti tepat di depan di rumah itu. Dave mengernyitkan dahinya seraya memperhatikan siapa yang turun dari mobil tersebut.


"Siapa dia?" tanya Dave ketika melihat seorang pria dan juga dua orang wanita turun dari mobil tersebut.


Ternyata itu adalah David, dia turun dari mobil tersebut dengan dua orang MUA yang akan membantu Daniela untuk memakai baju pengantin dan merias wanita itu.


"Ternyata tuan David, orang kepercayaan dari tuan Danish," ucap Dave.


Dave menghela napas berat ketika melihat 1 wanita itu membawakan baju pengantin dan 1 wanita lainnya membawa alat rias, dia bisa menebak dengan apa tugas dari kedua wanita tersebut.


"Ck! Ternyata mereka benar-benar akan menikah," ucap Dave lagi yang merasakan dadanya semakin sesak.


Dave masih duduk anteng di dalam mobilnya, sedangkan David masuk ke dalam rumah bersama kedua wanita tersebut. Saat tiba di dalam rumah, kedua wanita itu langsung menuntun Daniela untuk masuk ke dalam kamar.


Karena Daniela harus segera memakai gaun pengantinnya, setelah itu mereka harus segera pergi menuju KUA.


Walaupun Daniela meminta untuk menikah di KUA saja, tetapi Danish tetap membelikan gaun pengantin yang sangat mahal untuk wanita hamil itu. Dia menyewa perias terbaik agar Daniela terlihat lebih cantik lagi.


"Tolong rias calon istriku secantik mungkin," pinta Danish.


Kedua wanita yang memiliki keahlian dalam merias wajah itu langsung membungkukkan badannya, tentu saja mereka akan menuruti apa yang Danish inginkan. Karena mereka sudah dibayar dengan uang yang banyak.

__ADS_1


"Siap, Tuan," jawab kedua wanita tersebut.


Setelah mengatakan hal itu, Danish nampak keluar dari dalam kamar Daniela. Karena dia takut jika wanita itu akan malu kalau dia terus berada di sana. Tentunya dia keluar dari dalam kamar bersama dengan David, sang asisten pribadinya.


Setelah kepergian David dan juga Danish, Daniela dibantu kedua wanita itu untuk memakai gaun pengantinnya. Lalu, kedua wanita itu pun merias wajah Daniela dengan tangan ahlinya.


Satu jam kemudian, Daniela sudah terlihat begitu cantik dengan gaun pengantin yang dia kenakan. Wajahnya juga terlihat begitu berseri setelah riasan pengantinnya diselesaikan.


"Sudah selesai, Nona. Anda sangat cantik," puji salah satu wanita itu.


"Terima kasih, kalian benar-benar luar biasa. Wajahku jadi cantik seperti ini," jawab Daniela yang merasa pangling saat menatap pantulan wajahnya di cermin.


"Sama-sama, Nona. Mari kita keluar, karena tuan Danish sudah menunggu anda," ucapnya.


"Iya," jawab Daniela.


Daniela berjalan dengan perlahan keluar dari dalam kamar tersebut, karena dia merasa kesusahan dengan gaun pengantin yang dia pakai.


Saat keluar dari dalam kamar, Danish langsung bangun dan menatap wajah Daniela dengan tidak percaya. Lebih tepatnya, menatap wajah Daniela dengan penuh kekaguman.


''Hem," jawab Daniela seraya menundukkan pandangannya.


Dia benar-benar tersipu mendapatkan pujian dari Danish, dia juga merasa malu saat mendapatkan tatapan yang begitu memuja dari mata Danish.


Daniela juga merasa tidak sanggup saat menatap wajah Danish, karena pria itu kini terlihat begitu tampan dan juga gagah. Ya, Danish kini sudah berganti pakaian. Dia memakai tuxedo berwarna hitam, terlihat begitu tampan dan juga menawan.


Akhirnya Danish dan juga Daniela bersiap untuk pergi ke KUA didampingi oleh David, sedangkan kedua wanita cantik yang sudah membantu Daniela langsung dipesankan taxi untuk kembali ke tempatnya.


Dave yang masih ada di sana terlihat menangis tanpa berani keluar dari dalam mobilnya, penyesalan datang dan membuat dadanya terasa begitu sesak.


"Kamu sangat cantik, Sayang." Dave langsung menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari sana.


Jika Dave langsung pergi menuju tempat di mana dia tinggal sekarang, berbeda dengan David. Pria itu mengantarkan Danish dan juga Daniela menuju KUA, tempat di mana mereka akan melaksanakan pernikahan.


"Pak Danish, apa ibu ada sangat sibuk sehingga tidak bisa datang di acara pernikahan kita?" tanya Daniela.


Danish memang sudah lama tidak pernah menghubungi ibunya, terakhir mereka berkomunikasi ketika Danish akan dijodohkan dan berakhir di dalam satu kamar yang sama dengan Daniela.

__ADS_1


"Dia sudah punya keluarga yang baru, hanya sesekali dia akan berkunjung. Nanti kalau dia pulang aku akan mengenalkan kamu sebagai istriku," jawab Danish.


Sebenarnya dia merasa enggan untuk berkomunikasi dengan ibu kandungnya itu, dia masih merasa kesal karena dulu dia pernah memergoki ibunya berselingkuh dengan pria yang kini menjadi suami dari ibunya.


Ayahnya meninggal karena syok setelah mengetahui perselingkuhan istrinya dengan pria lain, dia serangan jantung dan meninggal.


"Hem," ucap Daniela tanpa berani mengatakan apa pun lagi.


Setelah sampai di KUA, Danish langsung melangsungkan pernikahan dengan Daniela. Karena Daniela merupakan anak yatim piatu, dia dinikahkan oleh pak penghulu.


Satu jam kemudian.


"Kenapa pak Danish mengajakku ke hotel?" tanya Daniela.


Ya, setelah acara pernikahan mereka selesai Danish meminta David untuk mengantarkan Daniela dan dirinya menuju hotel yang sudah dia pesan.


Dia ingin menghabiskan hari pertama setelah menikah di hotel, dia tidak ingin mendapatkan gangguan dari pihak mana pun, termasuk dari pekerjaan.


Danish menuntun Daniela untuk duduk di atas tepian tempat tidur, dia tersenyum hangat ke arah istrinya lalu berkata.


"Sekarang kita sudah menikah, bisakah kamu memanggilku dengan sebutan Mas atau suamiku?" tanya Danish.


Daniela langsung menekuk wajahnya, karena di saat dia bertanya Danish malah menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan juga.


Namun, walaupun seperti itu dia sangat sadar jika kini dirinya memang sudah menjadi seorang istri. Daniela akhirnya memutuskan untuk menuruti keinginan Danish.


"Iya, Mas Danish. Sekarang katakan kepadaku, kenapa kamu malah mengajakku ke hotel?" tanya Daniela.


Danish tersenyum dengan begitu lebar mendengar apa yang dikatakan oleh Daniela, dia bahkan sampai mengecup kening Daniela dengan begitu mesra.


"Memangnya kamu tidak bisa menebak kenapa aku mengajak kamu ke sini?" tanya Danish.


"Tidak!" jawab Daniela dengan polos.


Danish langsung tertawa mendengar jawaban dari Daniela, entah kenapa dia merasa begitu senang karena memiliki istri yang begitu polos seperti Daniela.


"Karena aku ingin--"

__ADS_1


__ADS_2