Semalam Denganmu

Semalam Denganmu
Keputusan Debora


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Debora sudah bersiap untuk pergi, dia ingin menyelesaikan semuanya. Dia ingin secepatnya terbebas dari suaminya yang selalu saja selingkuh itu.


Tidak lupa dia membawa tas berisikan semua perhiasan miliknya dan juga sertifikat rumah yang selama ini dia tinggali, karena memang dulu Darius memberikan rumah itu sebagai hadiah pernikahannya.


Dia juga membawa buku tabungan milik Darius yang dia temukan di ruang kerja suaminya tersebut, ada hal yang perlu dilakukan dengan buku tabungan tersebut.


Tidak lupa dia juga membawa barang-barang berharga miliknya dan beberapa baju untuk dia pakai ke dalam koper, hanya dua koper yang dia bawa karena dia takut membuat semua orang yang ada di rumah tersebut merasa curiga.


"Mau ke mana, Nya? Kenapa banyak sekali bawaannya?" tanya Bibi.


"Mau liburan, Bibi tolong jaga rumah dengan baik," ujar Debora yang tidak mau membuat semua orang curiga.


"Ah! Hati-hati dan cepatlah kembali," ujar Bibi tanpa curiga.


Bibi menyangka jika Debora akan berlibur, padahal pada kenyataannya dia ingin segera mengakhiri hubungannya dengan Darius.


"Bismillahirrahmanirrahim, aku harus mengakhiri pernikahan yang tidak sehat ini." Debora menghela napas sepenuh dada, lalu dia melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam rumah megah itu.


Tujuan utamanya hari ini adalah ingin pergi ke bank, setelah itu dia akan menemui pengacara, dia ingin mengajukan gugatan cerainya dengan secepatnya.


Karena ingin pergi ke kantor pengacara tentunya dia tidak berani meminta diantarkan oleh sopir, karena dia takut jika sopir tersebut akan melaporkan apa yang dia lakukan kepada Darius.


Debora lebih memilih untuk memesan taksi karena dia merasa jika hal itu lebih aman, tidak akan ada yang menyangka jika dirinya akan pergi ke kantor pengacara.


Tentunya, sebelum dia pergi ke kantor pengacara dia pergi ke bank terlebih dahulu. Dia meminta tolong kepada teller untuk memeriksa rekening dari suaminya Darius, dia harus tahu ke mana saja uang Darius mengalir.


Setelah melihat banyaknya transferan kepada wanita yang bernama Dailily yang merupakan sekretaris dari Darius, dia meminta bukti transferan tersebut untuk dia berikan kepada pengacara.


"Sepertinya bukti ini sudah sangat cukup," ucap Debora ketika keluar dari dalam bank tersebut.


Setelah keluar dari dalam bank, Debora memutuskan untuk pergi ke toko perhiasan. Dia ingin menjual semua perhiasan dan juga berliannya, karena rasanya tidak baik membawa banyak-banyak perhiasan di dalam tasnya.

__ADS_1


"Jumlah uangnya sangat banyak, Nyonya. Mau dibayar dengan uang cash, atau ditransfer ke nomer rekening anda?" tawar pemilik toko perhiasan.


"Ditransfer saja," jawab Debora.


"Siap, Nyonya," ujar pemilik toko perhiasan tersebut.


Debora tersenyum getir ketika dia kini menerima uang transferan hasil penjualan emas dan juga berlian yang diberikan oleh Darius, dia tidak menyangka jika ini akan terjadi di dalam hidupnya.


"Sekarang saatnya aku pergi ke kantor pengacara," ujar Debora.


Kembali dia meminta taksi yang dia pesan Untuk mengantarkan dirinya menuju kantor pengacara, dengan senang hati dia mengantarkan Debora karena pastinya dia akan mendapatkan bayaran yang sangat mahal karena sudah mengantarkan wanita itu kemanapun yang dia mau.


Saat tiba di kantor pengacara, Debora dengan cepat menghampiri wanita cantik yang sedang duduk di balik meja resepsionis.


"Selamat siang, Nona. Bisakah saya bertemu dengan salah satu pengacara yang ada di sini?" tanya Debora.


Debora tidak ingin menunggu lagi, dia ingin menyelesaikan permasalahan hidupnya dengan cepat. Dia tidak mau lama-lama tinggal di negara asing, dia ingin segera pulang dan bertemu dengan anak dan juga menantunya.


"Selamat pagi, Nyonya. Tentu saja bisa, mari saya antar," jawab wanita tersebut dengan begitu sopan.


"Apa yang bisa saya bantu, Nyonya?" banyak pengacara tersebut


"Saya ingin bercerai dengan suami saya yang berselingkuh, apakah bisa? Kalau bisa saya ingin bercerai secara baik-baik," ujar Debora.


Walaupun Darius sering sekali berselingkuh, tetapi dia juga dulu merupakan selingkuhan dari Darius sebelum menjadi istri sahnya. Rasanya dia ingin berdamai dengan hidupnya, dia tidak ingin ada permusuhan di antara dirinya dan juga Darius.


"Tidak ada perceraian yang seperti itu, Nyonya. Karena kata perceraian pasti akan berakhir dengan tidak baik," ujar pengacara itu.


Ya, walaupun mereka selalu berkata jika mereka berusaha akur dan baik, tetapi pada kenyataannya tidak ada hal yang baik tentang perceraian.


"Kalau begitu tolong bantu saya untuk bercerai dengan suami saya, dia selingkuh dengan sekeretarisnya sendiri. Apa yang harus saya lakukan saat ini?" tanya Debora dengan bingung.

__ADS_1


Pengacara itu nampak tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Debora, sudah banyak wanita yang berkonsultasi kepada dirinya tentang suaminya yang berselingkuh.


"Kumpulkan bukti bukti perselingkuhan dari suami anda, karena dengan seperti itu perceraian akan terlaksana dengan sangat mudah," jawab pengacara tersebut.


"Aku sudah mempunyai bukti buktinya," ucap Debora seraya mengeluarkan semua bukti yang ada.


Dia menunjukkan sebuah video di mana Darius sedang bercinta dengan sekretarisnya, dia juga menunjukkan struk belanja dan bukti transfer yang dilakukan oleh Darius kepada sekretaris tersebut.


"Bagus, Nyonya. Ini sangat bagus, jika sudah seperti ini proses perceraian bisa dilakukan dengan begitu cepat. Anda bisa mengajukan proses perceraian express," ucap pengacara itu.


"Alhamdulillah, tolong diurus saja. Saya menyerahkannya kepada anak," ucap Debora dengan tenang.


**


Perasaan Debora sudah begitu lega, dia langsung meminta diantarkan ke sebuah apartemen yang sudah dia sewa. Dia memutuskan akan tinggal di sana selama proses perceraian berlangsung, dia ingin menenangkan dirinya dan tidak mau mengingat-ingat kenangan dirinya bersama dengan Darius di rumah mewah itu.


"Akhirnya sampai juga," ucap Debora seraya masuk ke dalam apartemen dan meminta petugas di sana untuk memasukkan koper-koper miliknya.


Setelah dua koper miliknya masuk ke dalam apartemen tersebut, Debora mengucapkan terima kasih dan tidak lupa memberikan uang tips untuk petugas apartemen tersebut.


Dia merebahkan tubuh lelahnya dan tidak lama kemudian senyum mengembang di bibirnya, dia bisa bernapas dengan lega karena akhirnya proses perceraian akan terjadi sebentar lagi.


"Selepas makan siang aku akan pergi menemui Darius, setidaknya aku akan menemuinya secara baik-baik. Aku akan mengatakan jika aku sudah melakukan gugatan cerai terhadap dirinya," ujar Debora.


Awalnya dia ingin tidur walaupun hanya sebentar saja, karena hati dan juga pikirannya terasa begitu lelah. Namun, dia teringat akan rumah mewahnya yang dihadiahkan oleh Darius.


''Sebaiknya aku menjual rumah itu secara online, takut-takut Darius akan mengambil alih kembali rumah itu," ujar Debora.


Dengan cepat Debora mencari situs penjualan online, mulai saat ini dia merasa bukan saatnya lagi menjadi wanita bodoh atau menjadi wanita budak cinta. Dia harus pintar dan harus bisa menyenangkan dirinya di masa tuanya.


"Wow! Daebak!" pekik Debora kala ada seorang pengusaha kaya yang menawarkan harga yang dirasa pas.

__ADS_1


Pengusaha kaya itu bahkan mengajak Debora untuk bertemu seraya makan malam, tentu saja Debora langsung menyanggupi. Pengusaha kaya itu bahkan berkata jika dia akan membayar kontan dan langsung menempati rumah itu karena langsung jatuh cinta.


"Aku akan menemuinya malam ini, karena semuanya harus segera selesai. Aku sudah tidak sabar untuk kembali pulang dan berkumpul dengan anak dan juga menantuku," ujar Debora.


__ADS_2