Semalam Denganmu

Semalam Denganmu
Kesialan Dave 2


__ADS_3

Ada apa, ya?" tanya Dave


"Justru kami yang harus bertanya, sedang apa kalian di dalam mobil? Kenapa tadi terdengar suara seorang wanita berteriak-teriak?" tanya salah satu dari mereka seraya melongokkan wajahnya ke dalam mobil Dave.


Dave memutarkan otaknya, dia tidak mau sampai menjadi amukan warga karena sudah dianggap sebagai seorang pria yang menyakiti seorang perempuan.


"Eh? Anu itu, kami sedang bertengkar. Maaf kalau mengganggu," ucap Dave karena tidak mau dituduh yang aneh-aneh.


"Oh! Lagi berantem sama pacarnya, ya? Kalau begitu cepat antarkan pulang, ini sudah malam!" ucap salah satu dari mereka.


"I--iya," balas Dave.


Karena tidak mau mendapatkan kesialan lagi, akhirnya Dave memutuskan untuk segera melajukan mobilnya untuk pergi dari sana. Dia tidak mau dituduh sedang berbuat yang tidak-tidak dengan wanita itu dan berakhir seperti di film-film, Dave digerebek warga dan dinikahkan saat itu juga.


Setelah mobil yang dia lajukan cukup jauh dari Danau, Dave bertanya kepada wanita itu akan pulang ke mana. Namun wanita itu berkata tidak tahu harus pulang ke mana dan tidak ingat di mana dia tinggal.


Tentu saja hal itu membuat Dave frustasi, dia sempat memberhentikan mobilnya dan ingin menurunkan wanita itu di jalan. Namun, wanita itu malah menangis dengan begitu kencangnya.


Hal itu membuat Dave ketakutan dan akhirnya dia membawa wanita itu ke tempat tinggalnya yang baru, dia merasa tidak tahan menghadapi wanita seperti ini, pikirnya. Akan tetapi dia juga bingung harus berbuat apa.


Saat tiba di kostan, dia membawa wanita itu untuk masuk. Lalu, dia meminta wanita itu untuk tidur di kamarnya. Sedangkan dia memilih untuk tidur di atas sofa.


Tentu saja sebelum dia tidur, dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Karena badannya begitu lengket dan juga kotor karena terkena kotoran saat mengganti ban.


"Akhirnya bisa mandi juga," ucap Dave seraya mengusap tubuhnya dengan sabun.


Cukup lama Dave membersihkan tubuhnya, setelah merasa tubuhnya bersih dia mengguyur badannya dengan air dingin agar otaknya tidak terasa mengepul.


"Seger juga!" ucap Dave seraya mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya. Setelah itu dia segera keluar dari dalam kamar mandi.


Saat dia keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya saja, wanita mabuk itu turun dari tempat tidur dan langsung memeluk Dave dengan begitu posesif.


Dave yang kaget berusaha untuk mendorong wanita itu, tetapi karena dorongan Deave yang begitu kencang malah membuat keduanya jatuh di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Argh! Dasar wanita sialan!" kesal Dave.


Bukannya marah dengan umpatan Dave, tetapi wanita itu malah dengan begitu senangnya langsung naik ke atas tubuh Dave dan mencium bibir Dave dengan begitu rakus. Wanita itu benar-benar tidak terkendali.


"Hei! Apa yang kamu lakukan?" tanya Dave seraya berusaha untuk mendorong tubuh wanita itu dari atas tubuhnya, napasnya bahkan terengah karena ulah dari wanita itu.


Sayangnya tidak ada jawaban dari wanita itu, wanita itu malah terus saja menyerang Dave dengan ciuman yang begitu panas. Bahkan, pinggulnya terus saja bergoyang di atas milik Dave yang hanya terbelit handuk mandi saja.


Dave adalah pria normal, lama-kelamaan dia juga menjadi tidak tahan dan pada akhirnya Dave mendorong tubuh wanita itu dan dengan cepat melemparkan handuknya.


"Baiklah, Nona Cantik. Aku akan menuruti keinginanmu, dari tadi kamu sudah menggodaku dan membuat dia bangun," ucap Dave dengan napas memburu karena hasratnya sudah mencapai ubun-ubun.


Dengan tidak sabar Dave melucuti pakaian wanita itu, lalu dia mulai mengarahkan miliknya dengan perlahan. Namun, tidak lama kemudian dahinya nampak mengernyit dalam karena ternyata wanita itu sama seperti Darra, tidak perawan.


"Pantas saja sikapmu begitu agresif, karena kamu bukanlah seorang perawan," ucap Dave yang langsung menggoyangkan pinggulnya.


Walaupun wanita itu bukan perawan, tetapi dia bisa merasakan cengkraman yang begitu kuat pada miliknya. Terasa nikmat dan membuat Dave tidak ingin berhenti bergoyang.


Malam ini Dave seperti kerasukan arwah ratu dangdut, karena pria itu tanpa lelahnya bergoyang dengan liarnya.


Karena dia tidak mau mengambil resiko, dia tidak mau memiliki anak dari wanita yang tidak dia kenal sama sekali.


*


Pagi telah menjelang, sang surya sudah menampakkan sinarnya. Wanita yang tadi malam mabuk dan meminta Dave untuk menidurinya telah terbangun dari tidurnya.


Saat matanya terbuka, dia begitu kaget karena kini dia berada di atas tubuh seorang pria. Dia begitu nyaman tidur di atas tubuh Dave dengan kepala yang dia sandarkan pada dada pria di bawah tubuhnya.


Dia ingin sekali berteriak, tetapi dia malah membekap mulutnya sendiri. Matanya memang membelalak kaget, tetapi otaknya sedang bekerja untuk mencerna apa yang sebenarnya sudah terjadi.


Tidak lama kemudian, dia teringat jika tadi malam dia pergi ke Klub untuk menghabiskan waktunya dengan meminum minuman beralkohol. Dia merasa kecewa karena pria yang akan dijodohkan dengan dirinya ternyata sudah menikah dengan wanita pilihannya.


Namun, setelah dia mabuk. Dia lupa apa yang terjadi selanjutnya sehingga bisa berakhir dengan seorang pria di atas tempat tidur, dia tidak bisa menyalahkan Dave begitu saja. Karena ini sudah yang kesekian kalinya terjadi di dalam hidupnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan! Apa yang sudah aku lakukan?" tanya wanita itu seraya turun dari tubuh Dave. "Ya ampun, pegal sekali. Perih lagi, berapa lama kami melakukannya?" monolog wanita itu.


Wanita itu turun dari tempat tidur, kemudian dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Dia ingin membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket dan juga bau.


"Oh ya ampun, kenapa banyak sekali ****** ***** di tubuhku? Mana bau banget lagi, lengket. Apak dia tidak memasukkannya di dalam?" tanya wanita itu.


Setelah mengatakan hal itu, dia dengan cepat membersihkan tubuhnya. Lalu, dia kembali memakai baju miliknya yang teronggok di atas lantai. Dia merasa beruntung karena Dave tidak merobek baju miliknya.


Setelah terlihat rapi dan segar, dia berniat untuk pergi meninggalkan Dave dan kabur begitu saja. Karena dia tidak mau mendapatkan masalah dengan pria yang tidur tadi malam bersama dengannya.


Namun, ketika dia mencari dompet dan juga ponselnya, ternyata dia tidak menemukannya. Dia mendengus sebal, jika sudah seperti itu dia pasti lupa sudah meninggalkan barang pribadinya di Klub.


"Oh ya ampun, bagaimana aku bisa kabur kalau dompetnya saja tidak ada? Pakai apa nanti aku bayar taksinya?" ucap wanuta itu dengan kesal.


Pada akhirnya dia duduk di tepat di tepian tempat tidur, lalu dia menggoyang-goyangkan pundak Dave dengan cukup kencang.


"Bangun dong, gue pengen balik. Tapi gue lupa ngga bawa dompet, anterin gue dong?" pinta wanita itu.


Dave menggeliatkan tubuhnya, lalu dia membuka matanya yang masih terasa begitu sepat. Dia menatap wanita di hadapannya dengan matanya yang menyipit.


"Siapa kamu?" tanya Dave.


Wanita itu nampak begitu kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Dave, dia langsung melipatkan kedua tangannya di depan dada. Lalu, dia menatap Dave dengan raut wajah penuh kesalahan.


"Aku adalah hantu, hantu cantik yang akan membunuhmu!" ucap wanita itu seraya mengulurkan tangannya untuk mencekik leher Dave.


"Ck! Mana ada hantu terlihat? Ngaco!" keluh Dave seraya bangun dan duduk seraya menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.


Hal itu tentu saja membuat selimut yang menutupi tubuh Dave melorot, tubuh polos Dave langsung terekspos. Bahkan miliknya yang selalu ikut bangun di setiap paginya ikut terpampang dengan jelas.


"Wow! Ternyata lumayan besar!" pekik wanita itu seraya menatap milik Dave.


Wanita itu bahkan tersenyum-senyum tidak jelas menatap milik Dave yang mengacung tegak, dia seakan sedang membayangkan apa yang sudah terjadi tadi malam antara dirinya dan juga Dave saat benda besar berurat itu masuk ke dalam inti tubuhnya.

__ADS_1


"Hah?" tanya Dave yang nyawanya belum terkumpul.


__ADS_2